
reyhan dengan patuh duduk di meja makan di dapur menunggu mutia meyiapkan makanan, setelah beberapa saat 2 nasi goreng dengan telur mata sapi setengah matang tersaji di hadapan reyhan dengan 2 cangkir teh sebagai menu sarapan mereka, rey mulai mencicipi masakan buatan mutia "aku kira kau hanya bisa makan ternyata masakanmu lumayan"
"ceh, apa sulitnya memuji tanpa berkomentar" kata mutia
setelah menyelesaikan sarapan mereka pun pergi ke salah satu taman hiburan di jakarta yang biasa disebut dufan, mutia terlihat sangat senang dengan mata yang berbinar-binar memandang segala yang di lihatnya, reyhan juga tertawa bahagia melihat gadisnya bertingkah seperti gadis kecil yang baru menemukan sesuatu yang baru untuknya, berlari kesana kemari menarik reyhan untuk menaiki berbagai wahana yang tersedia.
karena lelah reyhan mengajak mutia duduk di salah satu kursi kosong "kau seperti seekor kelinci, berlompat kesana kemari tanpa lelah " ucapnya tertawa
"tentu saja aku tidak lelah, ini sangat menyenangkan paman, kau saja yang sudah tua hingga suliy mengimbangiku"ledek mutia " seandainya di bandung ada tempat seperti ini aku pasti akan kesana setiap hari" lanjutnya dengan senyum sangat lebar
reyhan menatap lembut mutia lalu mengalihkan pandangan ke ponselnya, mengetik sesuatu sebentar dan meletakkannya kembali ke sakunya
" bersabarlah, beberapa bulan lagi akan ada tempat hiburan seperti ini juga di bandung"
mutia sesaat terkejut kemudian menepuk bahu reyhan sambil tertawa lebar "kau pikir ini bisa di selesaikan semudah itu paman, tidakkah kau pikir kau terlalu menganggap hebat dirimu"
rey merengut mendengar perkataan mutia "yasudah jika tidak percaya, setelah selesai aku akan tunjukkan padamu"
"baiklah ,aku tunggu ya paman" ucapnya tak percaya
***
hari sudah beranjak sore, mereka pun kembali ke bandung menggunakan mobil reyhan, mutia yang kelelahan akhirnya tertidur di mobil setelah sampai di bandung mutia terbangun dan melihat reyhan juga tertidur bersamanya di mobil, saat melihat jam mutia tersentak ternyata sudah jam 23.00wib
" kenapa kami bisa tidur di mobil? "batin mutia sambil menatap wajah tampan reyhan
__ADS_1
mutia menggoyangkan tangan reyhan "paman bangun, kenapa kita tidur di mobil?"
reyhan terbangun sambil meregangkan tubuhnya yang kaku akibat tidur di mobil
"kau sudah bangun ternyata"
"kenapa kita tidur di mobil" ulangnya
reyhan memutar bola matanya malas "tentu saja karena kau tidur seperti kebo lagi, aku sudah membangunkanmu berulang kali tapi kau tidur sangat pulas sampai-sampai ilermu membentuk pulau sumatera dimana-mana"
mutia reflek menghapus mulutnya dengan tangan " benarkah paman? jika aku benar ngences mungkin mobilmu sudah tenggelam sekarang karena ilerku" gerutu mutia kesal
"tapi sekarang kita dimana paman? "lanjutnya mengamati sekitarnya
"kita sudah di bandung, tapi aku tidak tau kontrakanmu di mana jadi tidak mungkin kan kita kembali lagi ke jakarta" ucapnya sedikit kesal
"ayo paman kita pulang sekarang, sudah sangat malam sekarang"lanjutnya.
****
sudah hampir 1 minggu mutia dan reyhan tidak bertemu, mutia tetap melanjutkan aktifitasnya. hari ini mutia mulai masuk kuliah, mutia sangat bersemangat saat keluar dari kontrakannya mutia melihat sarah sudah menunggunya di mobil " sudah siap nona mutia" ucap sarah semangat
"tentu nona sarah "ucap mutia tidak kalah semangatnya
mutia dan sarah sampai di kampus mereka tetap berada di fakultas dan kelas yang sama, tentu saja itu karena sarah yang tetap membuntuti mutia, karena sibuk ngobrol mutia tidak sengaja menabrak seorang gadis di depannya "ah, maaf saya tidak sengaja"ucap mutia
__ADS_1
gadis itu terlihat sangat marah dan mendorong mutia, untung mutia mempunyai insting baik hingga segera memegang gagang pintu di sampingnya hingga mutia tidak terjatuh "dimana matamu? hah ..!!! beraninya kau cari masalah denganku"
mutia mengerutkan dahinya menatap gadis yang marah itu "saya sudah minta maaf sebelumnya, kenapa kau sangat kasar padaku? "
gadis itu mengamati mutia dengan tatapan menelanjangi melihat mutia dari atas sampai bawah "apa kau anak baru disini? jika iya kau mungkin beruntung kali ini. aku akan memaafkan mu tapi kau harus membersihkan sepatuku dulu agar aku memaafkanmu "ucapnya angkuh
"haha, hei.. apa kau gila? ini kampus bukan toko semir sepatu, jika kau kekurangan uang aku bisa memberikannya kepadamu untuk mengganti sepatu bututmu itu " potong sarah sambil tertawa lebar
gadis itu melolot kearah sarah dengan tangan terkepal " apa katamu? dengan apa kau bisa membayarnya, ini sepatu yang sangat mahal jika menjual diri pun kau tidak akan mampu membelinya "
"benarkah ? aku penasaran seberapa mahal itu " ucap sarah sambil melirik ke arah sepatu yang sedang di pakainya
"itu..."
gadis itu menujuk ke arah kaki mutia dengan tangan bergetar, seketika tenggorokannya tercekat dan tidak bisa melanjutkan ucapannya pasalnya gadis itu sangat mengenal sepatu yang di pakai sarah, itu adalah Sepatu termahal dari Stuart Weitzman item tersebut seharga $3 juta (40miliar). Sepatu tersebut kabarnya tidak diperjualbelikan dan hanya boleh dipakai oleh sang legenda Hollywood Rita Hayworth. Sepeninggalan Rita, sepatu itu pun berada di bawah kuasa anaknya. Putri Yasmeen Aga Khan. Dihargai sangat mahal karena sepatu berwarna cokelat itu dihiasi batu berlian, safir, dan rubi
"sepatu semahal itu bahkan di pakai hanya untuk ke kampus" batin gadis itu.
dia merupakan salah satu anak tunggal konglomerat di bandung bernama anisa rahman , dia biasa memakai produk branded dan limited edition hingga membuat nya sangat sombang namun sekarang dia merasa tertampar di wajahnya karena malu, dengan menahan amarah dan malu annisa pun pergi meninggalkan kedua gadis itu.
"huh, aku kira hari pertama akan lebih baik, ternyata ada saja yang mencari gara-gara" gerutu sarah kesal
"kau hanya menanggapinya terlalu serius, tidakkan kau kasihan melihat tampang malunya tadi " ucap mutia tertawa
"salahnya sendiri terlalu sombong, dia sampai lupa di atas langit ada langit. untung saja pagi tadi aku bisa mencuri pakai sepatu berharga yang akan di tampilkan untuk acara barang langka di luar negeri minggu depan" katanya sambil tertawa puas.
__ADS_1
mutia hanya menggelengkan kepalanya "ayo kita masuk, jangan rusak hari baik kita dengan peristiwa lain lagi, aku benar-benar ingin fokus belajar saat ini "ucap mutia sambil merangkul lengan sarah
" tentu, kalo urusan belajar kau ratunya" balas sarah berjalan berdampingan dengan mutia.