
Tok...tok...tok...
suara itu membuat Yura terkejut dan mulai membisukan Hp nya kalau-kalau Irvan.
Irvan: "Yura.... gw tau lo masih di dalam"
Yura: '' dia kok bisa tau gw di dalam ya? apa jangan-jangan dia ngikuti gw terus ya?'' ucapnya dalam hati
Irvan: " Yura... di bukain atau gw minta kunci serepnya ke ibu kost?'' ancamnya
Irvan: " Yuraaaa.....''
Yura: '' Apa an sih lo, lo pikir lo siap ha?'' bentaknya sambil membukakan pintu
Irvan: " Cantik" ucapnya spontan namun lirih
Yura: '' Hei.... gw ngomong sama lo bukan sama patung'' senggak nya
Irvan: ''Udah siap belum"
Yura: " Gw ga sempat mau kemana-mana, pekerjaan gw masih banyak''
Irvan: '' Gw tunggu 5 menit lagi''
Yura: '' Lo tunggu sampai 1 abad sekali pun gw ga mau pergi sama lo''
Irvan: ''Yaudh gw di sini aja terus sampai 1 abad'' ucapnya tegas
Yura: '' Van, Lo dah gila ya? Kepedean amat lo gw mau pergi sama lo, emang nya elo siapa ngatur-ngatur gw?'' cerocosnya
Irvan: " Jodoh gw" ceplosnya
Yura: " Mimpi" balasnya
Irvan: " Udah ga usah kebanyakkan merepet, cepatan mandi. udah jelek, bauk lagi" ejeknya
Yura: " Apa lo bilang? pergi lo!''
Irvan pun menyudahi perdebatan dengan hanya diam dan duduk saja di dalam rumah kosan Yura, dann itu yang membuat Yura makin meradang dengan tingkah Irvan dan dengan terpaksa Yura pun mengikuti keinginan Irvan. Dia pun bergegas untuk mandi dan kemudian gantian mengajak Irvan untuk cepat-cepat keluar dari dalam rumahnya.
Irvan: " cantik" Batinnya
Yura: " Ayo cepat pergi, gw dah eneg lihat elo lama-lama ada di rumah gua"
Irvan: " Ayo'' Ajaknya dengan pasti
Kemudian merekapun masuk ke dalam mobil Irvan yang sudah terparkir di halaman kosan Yura.
Yura: '' Emang lo mau ngajak gw kemana?''
Irvan: '' Tempat calon mertua" tanpa melihat Yura sedikitpun
Yura: " Hei,... mertua siapa yang mau gw datangi?"
Irvan: "Elo" jelasnya dengan pasti
Mulai sekarang kita jangan panggil elo gua lagi ya ( Pintanya dengan lembut)
Yura: "Maksud lo, gw manggil lo itu Om Gitu?'' sambil tertawa Yura menjelaskan
Irvan: "Panggil Mas aja jgn Irvan atw elo. cukup panggil Mas aja'' jelasnya
Yura hanya terdiam mendengar semua kata-kata Irvan
Yura: " Tapi gw ga bisa manggil lo Mas atau apalah''
Irvan: " Ga papa, saya masih bisa melatih kamu dengan sabar"
Yura: '' Lo ga usah ngarep ya, emang lo siapa gw harus nurutin lo?''
__ADS_1
Irvan: " Jodoh kamu"
Yura: '' Ngimpi ''
Irvan: " Saya bakal buat kamu bahagia di tiap detik di hidup kamu, sampai tiada seorangpun yang bisa nyakitin kamu''
Yura: ''Kamu...." sambil berkaca-kaca
Irvan memegang erat tangan Yura bermaksud memenangkan nya.
Irvan: " Ga usah sedih gitu, Mas janji sama kamu akan slalu jagain kamu, ga akan buat kamu sedih lgi"
Yura: "Akuuuu....." ga bisa lagi melanjutkan kata-katanya.
Beberapa jam kemudian sampai lah mereka ke tempat tujuan mereka, tempat dimana Irvan tinggal bersama keluarga.
Yura: ''Kita ini dimana? '' tanyaku
Irvan: " Di rumah orang tua mas''
Yura: " Tapi... aku...'' jawabnya terbata-bata
Irvan: " Udah santai aja ya, orang tua mas ga makan orang kok" sambil tersenyum
Yura: (Hanya tersenyum kecut)
Di pegangnya terus tangan Yura sampai masuk kedalam rumah
Irvan: '' Ma.... mama...'' jeritnya
Mama: " Eh... Ada tamu ya, ini siapa Van?''
Irvan: " Calon mantu ma" jawabnya
Yura: " Sore tante, saya Yura bukan calon mantu Tante'' sambil tersenyum dengan pipi yg mulai memerah
Tante: " Kamu bisa ja nak" sambil tersenyum
Yura: " Lo tu ya jangan bikin gw malu'' balasnya
Mama: '' Yura... kamu tinggal dimana nak"
Yura: '' Saya tinggal di Kota B tante"
Mama: " Panggil mama aja ya jangan tante biar lebih akrab"
Irvan: " Bener tuh ma, panggil mama aja biar enak di dengar'' sahutynya sambil tertawa
Yura hanya bisa terdiam dengan wajah yang
mulai memerah melihat kekompakkan ibu dan anak ini.
Yura: '' Van gw mau pulang" bisik nya
Irvan: '' Bentar lagi'' jawabnya
Mama: ''Yura... kamu kerja dimana nak?''
Yura: '' Saya kerja di klinik X Tante..."
Mama: " Oh... ibu suster toh, jadi nanti kalau mama sakit kamu yang rawat ya nak"
Yura: '' Em,.. Insyaa Allah tante" sambil tersenyum
Mama: "'Irvan.... jadi kapan ini langsung di jadikan? ''
Irvan: " Secepatnya ma"
Yura: '' Jangan ngimpi lo ya, gw bukan siapa-siapa lo. Jadi tolong jangan bikin gua perasaan, gw ga enak sama nyokap lo. Lo kira gue cewek bayaran apa?'' bisiknya
__ADS_1
Irvan: " Nanti kita buktikan ya''
Yura: " Gak akan dan gak akan pernah terjadi''
Irvan: ''Ma, tapi Yura ga mau tuh jadi mantu mama''
Yura: " Irvan" teriaknya
Mama: " Betul begitu Yura?''
Yura: ''Ga gitu tante, maksud Yura, kami tuh ga ada hubungan apa-apa loh tan, jadi gak mungkin saya bisa jadi menantu tante''
Mama: " Betul itu Van?'' tanya mama
Irvan: " Yaudah ma, sekarang aja kita kerumah orang tua Yura buat ngelamar Yura"
Yura: '' Irvaaannn'' teriaknya
Mama dan Irvan tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Yura
Irvan: '' Ma.... laper, mama masak apa ma" tanya nya dengan manja
Mama: "Mama gak ada masak Van, mama gak tau kalau kamu mau datang apalagi datang bawa calon mantu''
Yura: '' (Hanya nisa tersenyum malu-malu)
Mama: " Kamu mau makan apa Van, biar mama masakkan''
Yura: " Yura bantuin ya tante''
Irvan: '' Gitu dong calon mantu idaman'' sambil tertawa
Mama: " Kamu jangan terus-terusan ngeledekkin Yura Van''
Yura: '' Dah biasa tante dia selalu suka buat Yura malu''
Irvan: '' Perasaan ga pernah saya buat kamu malu " Sambil berfikir
Yura : '' (Hanya tersenyum sambil menahan tawa)''
Mama dan Yura begitu akrab saat masak bersama di dapur, dan hal itu yang membuat Irvan semakin memantapkan hatinya karna dari beberapa wanita yang sudah pernah diajak nya ke rumah cuma Yura yang begitu akrab dengan mamanya. dan mama Irvan juga begitu Wellcome terhadap Yura.
Mama: '' Makanan sudah siap"
Irvan: '' Hummmm.... keliatannya lezat, bikin perut ivanta tambah laper ma''
Mama: '' Pasti lezat lah, siapa dulu dong yang masak''
Irvan: '' Calon mantu'' jawabnya nyerobot
Mama: '' hahahhaha''
Irvan: " Ayo ma, kita makan. ivan dah laper banget dari pagi belum sarapan''
Yura: " Apa?''
Mama: " Kenapa nak" tanya ny kepada Yura
Yura: '' gak papa Tante "
Irvan pun melahap hidangan yang tersaji tanpa melihat mama nya dan Yura yang tengah memperhatikan nya.
Sementara Yura sambil nelan ludah berkata dalam hati " Ini anak macam ga pernah makan berabad-abad ''
Mama: '' Van udah berapa lama ga makan?''
Yura: ''hahahahaha'' Yura tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan mama Irvan
Yura: " Maaf tan, mungkin Irvan udh seabad belum makan '' sambil senyum-senyum
__ADS_1
Mamapun tertawa mendengar ucapan Yura, sementara itu Irvan hanya terdiam malu mendengar mamanya dan Yura mengolok-olok nya"