
Asmi: " Ra, makan dulu ya, habis itu minum obatnya '' ucapnya dengan lirih
Yura: '' Lo kenapa kok sedih gitu"
Asmi: " Gw sedih lihat lo Ra, lo bisa jagain orang lain dengan mengorbankan kesehatan lo sendiri. giliran lo yang sakit lo ga mau repotin orang lain '' sambil dipeluknya Yura
Yura: " Gw ga mau orang ikutan susah gara-gara gw Mi ''
Asmi: " Gw Telfon Papi n Mami lo ya Ra , lo terlalu kuat ngadapi semua masalah lo Ra ''
Yura: '' Jangan Mi, gw ga mau Papi Mami khawatir. Sudah cukup mereka bertanya-tanya tentang pengunduran pertunangan kami. Gw ga mau mereka sedih Mi ''
Asmi: " Atau gw telfon Irvan ya Ra "
Yura: " Jangan!!! dia belum sehat betul, gw gak mau dia drop lagi gara-gara gw Mi ''
Asmi: " Hati lo terbuat dari apa sih Ra?" tangisnya pun pecah
Dikediaman Irvan
Irvan yang tengah duduk santai bersama mamanya selalu merasa tidak tenang, selalu membolak balik kan ponselnya. Menunggu kabar dari Yura yang sedari tadi tidak ada dia dapati, sehingga Mama pun bertanya le pada Irvan
Mama: '' Nak, Yura ga datang ya? ''
Irvan: '' Enggak Ma, katanya dia ada urusan penting ''
Mama: " Urusan penting apa Van? "
Irvan: " Irvan pun ga tau Ma, Yura gak ada cerita. Tapi perasaan Irvan ga enak Ma, takut Yura kenapa-kenapa ''
Mama: " Coba kamu hubungi dia Van ''
Irvan pun langsung membuat panggilan, namun sekali pun panggilannya tidak di angkat oleh Yura.
Irvan: " Gak diangkat Ma ''
Mama: "' Gak biasanya Yura seperti ini ''
Irvan: " Ma , saya mau ke kosan Yura dulu Ma''
Mama: '' Apa kamu yakin bisa pergi sendiri? ''
Irvan: '' Irvan pake supir Ma '' Lalu diapun bergegas pergi kerumah Yura
Mama: " Hati-hati Van, nanti kabari mama ya '' teriaknya
__ADS_1
Tiba di kosan Yura, Irvan dikejutkan dengan pemandangan yang tidak di duganya
Irvan: '' Yura '' Teriaknya karena rasa terkejut melihat keaadn ny
Sontak membuat Yura dan Asmi terkejut melihat kedatangan Irvan
Yura: " Irvan '' ucapnya lirih
Asmi: '' Lo ngabari Irvan? '' ucapnya pelan, dan Yura hanya geleng-geleng kepala
Irvan: " Kamu kenapa Ra? Kenapa bisa seperti ini? '' tanyanya khawatir
Yura: '' Gw gak apa-apa Mas, cuma butuh istirahat aja '' jawabnya lirih
Irvan: " Jadi ini urusan penting kamu? Sampai-sampai kamu tidak mengabari Mas? '' tanyanya kesal
Yura: " Maaf, kamu juga kan butuh istirahat Van. gw ga mau elu makin sakit lihat gw seperti ini'' jawabnya
Irvan: " Kamu keterlaluan Ra, bisa-bisa nya kamu ngurus diri sendiri sementara ada Mas dan Mama yang bisa jagain kamu.
Asmi: " Udah Van, Yura anak yang kuat. Diat pasti bisa ngalahkan rasa sakitny saat ini ''
Irvan: '' Kamu juga kenapa tidak mengabari saya? '' tanynya kesal
Yura: " Jangn marah sama Asmi, dia gw larang buat ngabari kamu ''
Irvan: Kamu ikut pulang sama Mas, biar Mas yang gantian rawat kamu ''
Yura: ' Gak usah Van, di sini udah ada Asmi yang akan jagain aku''
Irvan: "Ga, Mas akan bawa kamu pulang sekarang''
Irvanpun langsung menggendong Yura masuk kedalam mobil nya, dipangkunya Yura sampai ke Rumah Irvan. Di sepanjang jalan Yura hanya bisa berbaring sambil sesekali menitikkan air mata. Irvan pun memperhatikan setiap garis wajah Yura dan menghapus air matanya
Irvan: " Jangan sedih, ada Mas di sini ''
Yura hanya mengangguk kan kepalanya sebagai tanda mengiakan ucapan Irvan.
Irvan: " Nanti Mas panggil Dokter but oeriksa kamu ya sayang ''
Dalam hati Yura berkata " Seberuntung inikah memiliki orang yang menyayangi kita? '' sambil menitikkan air mata, mengingat perlakuannya selama ini terhadap Irvan.
Irvan: " Ma... Mama '' teriaknya sambil membawa Yura kedalam kamar Irvan
Mama: '' Yura, kamu kenapa sayang''
Yura: '' Yura gak papa Ma '' jawabnya lirih
Mama: " Tapi kenapa sampai di infus begini nak '' tanya nya cemas
Yura: " Yura gak apa-apa Ma, cuma kurang enak badan aja ''
Mama: "Van telfon dokter Arya"
Irvan: '' Udah Irvan hubungi Ma, sebentar lagi juga sampai'
Yura: " Ma, Yura gak apa-apa kok Ma" ucapnya pelan
__ADS_1
Irvan: '' Kenapa kamu ga jujur ke Mas, kalau kamu drop begini ''
Yura: '' maafin saya''
Mama: " Yaudah kamu istirahat dulu ya nal, bor mama buat kan bubur dulu but kamu ''
Yura: " Ia Ma '' jawabnya lirih
Di kamar tinggal lah Irvan dan Yura, Irvan menggenggam tangan Yura dan berbisik di telinganya
Irvan: " Jangan biar kan kamu merasa sendiri sayang, ada Mas yang akan menjaga kamu disini ''
Mendengar kata-kata itu membuat Yura semakin bersedih, dia tak lagi sanggup menopang air matanya yang menetes di pipi nya yang mulus.
Mama: " Silahkan masuk Dokter Arya ''
Arya: " Siapa ini Van"
Irvan: " Calon istriku Ya, beberapa minggu yang lalu kami kecelakaan. Gw dirawat di ICU berminggu-minggu dan dia yang merawat gw. sekarang gantian dia yang Drop ''
Arya: " Siap namanya Van"
Irvan: " Yura ''
Setelah melakukan pemeriksaan ternyata Yura hanya kurang istirahat dan mengalami dehidrasi
Arya: " Yura hanya butuh istirahat dan sedikit dehidrasi Van nanti cairannya lanjutin aja ya, ngomong-ngomong siapa yang pasang infusnya Van kok udah di infus aja ''
Irvan: '' Temennya Van, kebetulan mereka Bidan ''
Arya: " Oh begitu '' '' Nona Yura, kamu banyakin istirahat ya jgn lupa makan ini saya buatkan resep ya buat kamu. Atau sudah minum obat? ''
Yura: " Saya sudah minum obat kok dokter terima kasih '' ucapnya lirih
Irvan: " Tapi Yura gak kenapa-kenapa kan Ya?''
Arya: " Kalau ada kamu di sini psti dia cepat sembuh ''
Irvan: "' Kamu bisa aja '' sambil tersenyum ke arah Yura
Arya: " Oke Van, gw pergi dulu ada pasien lagi yang mau gw tangani ''
Irvan: " Terima kasih banyak ya Ya ''
Arya: " Jaga baik-baik dianya '' Sambil tersenyum nakal
Malam harinya Yura yang berbaring di ranjang Pun selalu merasa tidak nyaman karena tidur di kamar Irvan, Sedangkan Irvan yang baru masuk ke kamar dengan membawa nampan berisi makan malam Yura pun tersenyum hangat
Irvan: " makan dulu ya, Mama udah masak buat kamu ''
Yura: " Van, gw mau pulang ''
Irvan: " Ssttt... Kamu disini dulu sampai keadaan kamu bener-bener pulih.
__ADS_1
Lalu Irvan pun menyuapi Yura sesuap dua suap , dan memaksa Yura untuk menghabiskan makanannya.