
Dibawah sinar rembulan yang begitu indah, Irvan dan Yura tengah duduk bersama.
Irvan : " Kamu ikut Mas lagi ya kota ''
Yura: " Gw ga bisa Van ''
Irvan: " Jangan panggil nama, panggil Mas ''
Yura: " Gw ga bisa ''
Irvan: " Ntar juga terbiasa "
Yura: " Ia Mas '' ucapnya geli
Irvan: " Kamu mau kan ikut mas ke kota '' tanyanya lagi
Yura: " Gw mau ngembang kan keahlian disini, pingin bantu warga desa di sini Mas ''
Irvan: " Kalau kamu disini, Mas gimana disana "
Yura : " Ya kamu pindah aja kesini '' ledeknya
Irvan: " Mas di sana juga punya pekerjaan , kalau disini pekerjaan Mas gimana di sana? Kalau kamu ikut Mas, nanti Mas buatkan Klinik lagi buat kamu ''
Yura: '' Nanti gw pertimbangkan lagi ''
Irvan: " Besok ikut Mas ya, kita rintis sama-sama semuanya dari awal. Mas Mau minggu ini kita tunangan dulu, Mas gak mau lama-lama pisah dari kamu''
Yura: " Apa? '' " Mas, kamu gak bisa gitu. kita juga baru kenal, kamu juga kan masih punya pacar disana '' ucapnya jengkel
Irvan: " Alexa nanti Mas yang urus, Mas sama dia udah ga ada hubungan apa-apa sama Mas. Percayalah ''
Yura: " Kamu janji udah ga ada hubungan dengan Alexa lagi? ''
Irvan: " Ia Mas janji "
Ke esok kan harinya, Irvan pamitan kepada kedua orang tua Yura untuk kembali ke kota lagi berhubung ada pekerjaan yang mendesak. Sementara itu Asmi juga izin buat tinggal di sini untuk beberapa hari ke depan
Asmi: " Mami... Asmi masih mau di sini sampai lusa boleh kan Mi? ''
Mami: "Ya boleh dong sayang biar rumah mami tambah rame ''
Irvan: " Om, Tante saya izin bawa putri nya ikut saya ke kota lagi ya Om, tante.. '' pintanya
Papi: " Tanya anak nya langsung lah, kalau papi sih oke-oke aja asal bisa jaga diri ''
Yura: " Tapi Yura ga mau pergi Pi" ucapnya manjanya
Irvan: " Kita masih banyak urusan Ra yang mau kita urus '' sambungnya
Mami: " Loh... loh ... Urusan apa ini nak?''
__ADS_1
Irvan: " Nanti tante juga bakal tau kok ''
Papi: " Jangan buat kami penasaran nak, ada apa itu? ''
Irvan: '' Saya punya rencana melamar Yura om dalam minggu ini, dan saya mohon izin dan restunya untuk mempermudah urusan kami Om "
Papi: " Benar begitu Yura? Kenapa papi tidak di beri tahu akan hal ini ''
Irvan: " Tadi malam kami sudah memutuskan segalanya Om, Jadi saya mohon doa restunya''
Mami: " Mami, Papi pasti akan mendoakan yang terbaik buat kalian berdua ''
Asmi: " Bused dah Yur, jadi gw bakal lo tinggal ? ''
Yura: " Kalau elu mah tetep jadi pengikut setia gw '' sambil tertawa dan membuat yang lain juga ikut tertawa kecuali Asmi
~~
Irvan: " Ma, minggu depan Irvan mau tunangan dengan Yura "
Mama: " Benarkah? Apakah Yura sudah menyetujui nya?
Irvan: " Alhamdulillah Yura setuju Ma ''
Mama: " Alhamdulillah, syukur lah nak ''
Irvan: " Doa'in ya Ma, biar semua berjalan lancar ''
Mama: '' Aamiin... pasti mama doakan yang terbaik buat anak mama ''
Keesokkan harinya Irvan pun pergi menjemput Yura untuk membeli segala keperluan yang mereka butuhkan.
Irvan: " Yura..,"
__ADS_1
Yura: " Ia Mas Sebentar '' Yura pun langsung membukakan pintu buat Irvan
Irvan: " Cantik ''
Yura: " Biasa aja lo '' membuat pipi Yura memerah. "Sudah, ayo kita pergi"
Sepanjang jalan Irvan terus memperhatikan Yura hingga membuat Yura salah tingkah
Yura: " Udah deh ga udah lihatin gw terus, gw tu kalau gw itu emang cantik '' ucapnya menutupi rasa groginya
Irvan: (hanya senyum-senyum mendengar ucapan Yura tadi, lalu dia pun fokus ke jalanan)
Yura: " Van... gw nanti mau ke toko Aksesoris yg di seberang jalan sana ya "
Irvan: " Oke ''
Akhirnya Yura dan Irvan pun memarkirkan mobilnya di bahu jalan dan langsung menuju toko yang hendak mereka tuju. Setelah puas berbelanja mereka pun kembali menuju mobil mereka, sebelum sampai di sebrang tiba-tiba terdengar suara ”Braaakkkk''... Suara dentuman yang kuat, sebuah mobil besar menabrak Irvan dan Yura. Namun naas Irvan langsung di larikan kerumah sakit sementara Yura hanya cedera biasa...
Yura: " Irvaaaaann '' teriaknya frustasi
Disepanjang jalan menuju Rumah sakit Yura hanya bisa menangis sambil memegang erat tangan Irvan dan berkata terbata-bata
Yura: " Van bangun Van, jangan tinggalin gw Van '' "Van Gw mohon buka mata lo Van, gw ga mau kehilangan lo Van. Gw ga mau kehilangan orang yang gw sayangi lagi Van'' ucapnya histeris sambil menangis terisak-isak
Sesampainya di Rumah Sakit, irvanpun di tangani oleh Dokter jaga di IGD. Setelah dilakukan beberapa tindakan Irvan pun langsung di bawa ke ruangan, air mata Yura pun tak pernah berhenti mengalir di pipinya hingga Asmi datang setelah mendapat kabar dari Yura
Asmi: " Yura... " sambil dipeluknya erat
Yura: '' Asmi... Irvan Mi '' Ucapnya histeris
Asmi: " Sabar Ra, dia kan sudah di tolong dokter ''
Yura: " Kenapa harus Irvan Mi, kenapa bukan gw aja Mi "
Asmi: " Kamu ga boleh bilang gitu Ra ''
Beberapa jam kemudian, Arga, Kiara dan Mama Irvan pun sampai ke Rumah Sakit
Yura: " Tante... Irvan Tan '' " Maafin Yura Tan, Yura ga bisa jagain anak tante '' Ucapnya histeris sambil menangis
Mama: " Ini bukan salah kamu nak '' dengan nada serak seakan tak percaya
Yura: " Tapi Yura yang salah Tan, Yura ga bisa jagain Irvan dengan baik. maafin Yura tante '' Ucapnya dengan rasa penyesalan
Kiara: '' Kamu yang sabar ya Ra ''
Irvan: " Ia Ra, Irvan orang yang kuat, gw yakin dia pasti cepat pulih '' ucapnya memberi semangat
Yura: " Thax ya Arga, Kiara, gw minta doanya ya ''
Arga: " Ia Ra, yang sabar ya kamu pasti bisa ngelewatin nya ''
Seminggu sudah Irvan di Rumah Sakit ini, dan hanya Yura yang menemani Irvan yang sampai saat ini belum juga sadarkan diri. Di pegang nya erat tangan Irvan mengharap ada keajaiban datang kepadanya
Yura: " Van gw mohon bangun demi gw Van, gw ga berdaya lihat lo seperti ini Van '' isak tangisnya pun pecah
Yura selalu bicara sendiri dan hanya air mata yang menemaninya sepanjang dia merawat Irvan. "Van... Maafin Gw ya, gw ga bisa jaga lo dengan baik. Gw yang salah, gw yang lalai, gw emang bukan yang terbaik buat lo Van '' tangisnya pun pecah
"Van gw mohon sama lo , bangun Van demi gw. Demi rencana-rencana kita sebelumnya Van" tangisannya pun makin menjadi-jadi. di pegangnya erat tangan Irvan, didekatkannya di wajah mulusnya berharap Irvan sadarkan diri.
__ADS_1