Pasangan Halalku

Pasangan Halalku
Surprise buat Yura


__ADS_3

Akhirnya acara pertunangan Yura pun di gelar di kediaman keluarga Yura dan hanya di hadiri oleh keluarga inti ke dua belah pihak. Tak lupa Yura dan Irvan mengundang beberapa teman mereka yang tak lain adalah Arga, Asmi, Arya , Kiara dan Gilang. Acara pun berlangsung dengan khidmat dan berjalan dengan lancar.


Asmi: " Uhhh... cantik banget sayang ku '' pujinya


Arga: " Selamat ya Yur ''


Yura: " Makasih Ga ''


Irvan: " Terima kasih juga atas kehadiran kalian semua ''


Arya: " Selamat Bro ''


Irvan: '' Makasih Ya ''


Arya: '' Ehem... kenalin gua sama itu " bisiknya sambil menunjuk ke arah Asmi


Irvan: " Ya kenalan langsung lah '' ledek nya


Arya: " Gak asyik lo ''


Irvan hanya senyum-senyum melihat tingkah Arya


Yura: " Mi, kenalin ini dokter Arya, kemaren dokter ini yang meriksa gw pas gw ngedrop kemaren ''


Asmi: " Hai... Asmi '' sambil mengulurkan tangan


Irvan: " Ehem..'' Irvan berdehem


Arya: " Gw Arya Dokter Arya '' balasnya


Yura: '' Udah apa lagi, Dokter dan Bidan digabungkan jadi apa" ledeknya


Asmi: " Apa an sih lo Ra'' bikin Asmi jadi malu sendiri


Irvan: " Jadi nyusul '' sambil tertawa


Arya: " Ah... Elu Van bikin gw malu aja ''


Semua tertawa melihat tingkah Asmi dan Arya. Tak terkecuali Gilang yang mengagumi kecantikan Yura dan Asmi pada saat itu.


Acara pun selesai, semua tamu dan keluarga pun sudah kembali kerumah masing-masing tak terkecuali Asmi yang ikutan pulang bersama Dokter Arya.



Irvan: " Pi, saya pulang dulu ke kota ya Pi '' Pamitnya



Mama: " Ia Mas, kami balik dulu. Nanti pas Resepsi kita ketemu lagi ''



Mami: " Sering main kesini Jeng ''



Mama: " Pasti lah jeng ''



Yura: "Hati-hati ya Ma, Mas di jalan ''



Irvan: " Kamu mau ikut sama Mas Juga? ''



Yura: " Enggak lah ''



Irvan: " kalau Mas kangen gimana? ''


__ADS_1


Papi, Mami dan Mama: "Irvan '' teriaknya bersamaan



Irvan : " Bercanda loh Pi, Mi, Ma '' jawabnya sambil tersenyum ke arah Yura



Sementara Yura merasa gerogi dibuat Irvan.



Yura: " Mungkin minggu depan Yura ke kota, mau beresin barang-barang Yura di rumah kosan Yura"



Irvan: " Sekarang aja ikut Mas ke kota ''



Mama: " Irvan... ''



Irvan: "Hehehehe , Kami pamit dulu ya Pi '' sambil mencium punggung tangan Papi dan Mami



Yura: '' Hati-hati ya Mas, Ma '' balasnya.



Sesampainya di Rumah Irvan langsung mengabari Yura


Irvan: '' Haloo Yura ''


Yura: " Ia Mas, Udah sampai Mas ''


Irvan: " Sudah sayang ''


Yura: " Mas... ''


Yura: " Gak jadi lah ''


Irvan: " Kamu mau bilang apa? "


Yura: " Alexa '' jawabnya lirih


Irvan: " Apa dia mengganggu kamu? ''


Yura: " Enggak... Cuma kemaren dia ada kirim pesan, ntah siapa yang kasih nomor gw ''


Irvan: " Apa dibilang nya? ''


Yura: " Jangan pernah merasa menang karena telah mendapatkan kamu ''


Irvan: " Tenang saja, dia tidak akan bisa berbuat apa-apa sama kamu , nanti Mas yang akan urus dia ''


Yura: '' Ia Mas, tapi gw takut Mas ''


Irvan: " Jangan takut ya sayang, ada Mas yang akan lindungi kamu ''



Waktu pun begitu cepat berganti, Yura berencana mau ke kota mengurus barang-barang nya di rumah yang lama. Dan dia dikejutkan dengan kehadiran Irvan yang sengaja menjemput Yura untuk mengurus segala kebutuhannya di kota.



Yura: '' Mas... Kamu kok gak bilang-bilang nyusul gw sih? ''



Irvan: " Surprise '' jawabnya


" Mas kangen sama kamu sayang '' lanjutnya

__ADS_1



Yura : (hanya senyum malu-malu membuat wajahnya memerah)



Papi: " Kamu udah sampai nak? ''



irvan: " Udah Pi baru aja ''



Yura: " Jadi Papi tau kalu Mas Irvan bakal nyusul kesini? '' tanyanya bingung



Papi: "Ia sayang ''



Yura: " Kok gak ada bilang-bilang ke Yura sih Pi? '' tanya nya kesal



Papi: '' Surprise ''



Mami dan Irvan pun tertawa melihat ekspresi wajah Yura yang sangat kesal setengah mati



Yura: '' Pi, Mi... Yurw pamit dulu ya, siap semua urusan Yura langsung balik '' sambil mencium punggung tangan Papi dan Mami bergantian


Irvan: (melakukan hal yang sama dengan Yura) Pi, Mi kami pamit ya ''


Mami: " Hati-hati dijalan, jangan ngebut ya Van "


Irvan: " Ia Mi ''


Papi: " Jagain putri Papi ya Van, dia harta paling berharga Papi '' sambil menitikkan air matanya. Suasanya pun berubah jadi haru



Disepanjang jalan tiada kata yang terucap dari bibir Yura, yang ada hanya rasa bahagia yang tidak bisa dia luapkan. Lain halnya dengan Irvan, Irvan selalu memperhatikan calon istrinya yang terlihat bahagia tidak seperti biasanya. Sesekali di genggamannya tangan Yura mengisyaratkan jangan pernah berubah, tetaplah ceria seperti saat ini.



Irvan: " Apa kamu bahagia sayang? '' tanya Irvan memecahkan keheningan



Yura: " Sangat ''



Irvan : " Jangan pernah berfikir untuk meninggalkan Mas ya. Bagaimanapun keadaan kita, kita harus tetap saling percaya dan saling memiliki satu sama lain ''



Ucapan Irvan membuat Yura terharu dan matanya pun mulai berkaca-kaca.



Yura: " Pasti ''



Irvan tersenyum mendengar ucapan Yura, dan mengecup punggung tangan Yura.



Irvan: " Mas memang ga salah pilih kamu sayang ''

__ADS_1



Yura pun tersenyum bangga mendengar ucapan Irvan.


__ADS_2