
Akhirnya acara pertunangan Yura pun di gelar di kediaman keluarga Yura dan hanya di hadiri oleh keluarga inti ke dua belah pihak. Tak lupa Yura dan Irvan mengundang beberapa teman mereka yang tak lain adalah Arga, Asmi, Arya , Kiara dan Gilang. Acara pun berlangsung dengan khidmat dan berjalan dengan lancar.
Asmi: " Uhhh... cantik banget sayang ku '' pujinya
Arga: " Selamat ya Yur ''
Yura: " Makasih Ga ''
Irvan: " Terima kasih juga atas kehadiran kalian semua ''
Arya: " Selamat Bro ''
Irvan: '' Makasih Ya ''
Arya: '' Ehem... kenalin gua sama itu " bisiknya sambil menunjuk ke arah Asmi
Irvan: " Ya kenalan langsung lah '' ledek nya
Arya: " Gak asyik lo ''
Irvan hanya senyum-senyum melihat tingkah Arya
Yura: " Mi, kenalin ini dokter Arya, kemaren dokter ini yang meriksa gw pas gw ngedrop kemaren ''
Asmi: " Hai... Asmi '' sambil mengulurkan tangan
Irvan: " Ehem..'' Irvan berdehem
Arya: " Gw Arya Dokter Arya '' balasnya
Yura: '' Udah apa lagi, Dokter dan Bidan digabungkan jadi apa" ledeknya
Asmi: " Apa an sih lo Ra'' bikin Asmi jadi malu sendiri
Irvan: " Jadi nyusul '' sambil tertawa
Arya: " Ah... Elu Van bikin gw malu aja ''
Semua tertawa melihat tingkah Asmi dan Arya. Tak terkecuali Gilang yang mengagumi kecantikan Yura dan Asmi pada saat itu.
Acara pun selesai, semua tamu dan keluarga pun sudah kembali kerumah masing-masing tak terkecuali Asmi yang ikutan pulang bersama Dokter Arya.
Irvan: " Pi, saya pulang dulu ke kota ya Pi '' Pamitnya
Mama: " Ia Mas, kami balik dulu. Nanti pas Resepsi kita ketemu lagi ''
Mami: " Sering main kesini Jeng ''
Mama: " Pasti lah jeng ''
Yura: "Hati-hati ya Ma, Mas di jalan ''
Irvan: " Kamu mau ikut sama Mas Juga? ''
Yura: " Enggak lah ''
Irvan: " kalau Mas kangen gimana? ''
__ADS_1
Papi, Mami dan Mama: "Irvan '' teriaknya bersamaan
Irvan : " Bercanda loh Pi, Mi, Ma '' jawabnya sambil tersenyum ke arah Yura
Sementara Yura merasa gerogi dibuat Irvan.
Yura: " Mungkin minggu depan Yura ke kota, mau beresin barang-barang Yura di rumah kosan Yura"
Irvan: " Sekarang aja ikut Mas ke kota ''
Mama: " Irvan... ''
Irvan: "Hehehehe , Kami pamit dulu ya Pi '' sambil mencium punggung tangan Papi dan Mami
Yura: '' Hati-hati ya Mas, Ma '' balasnya.
Sesampainya di Rumah Irvan langsung mengabari Yura
Irvan: '' Haloo Yura ''
Yura: " Ia Mas, Udah sampai Mas ''
Irvan: " Sudah sayang ''
Yura: " Mas... ''
Yura: " Gak jadi lah ''
Irvan: " Kamu mau bilang apa? "
Yura: " Alexa '' jawabnya lirih
Irvan: " Apa dia mengganggu kamu? ''
Yura: " Enggak... Cuma kemaren dia ada kirim pesan, ntah siapa yang kasih nomor gw ''
Irvan: " Apa dibilang nya? ''
Yura: " Jangan pernah merasa menang karena telah mendapatkan kamu ''
Irvan: " Tenang saja, dia tidak akan bisa berbuat apa-apa sama kamu , nanti Mas yang akan urus dia ''
Yura: '' Ia Mas, tapi gw takut Mas ''
Irvan: " Jangan takut ya sayang, ada Mas yang akan lindungi kamu ''
Waktu pun begitu cepat berganti, Yura berencana mau ke kota mengurus barang-barang nya di rumah yang lama. Dan dia dikejutkan dengan kehadiran Irvan yang sengaja menjemput Yura untuk mengurus segala kebutuhannya di kota.
Yura: '' Mas... Kamu kok gak bilang-bilang nyusul gw sih? ''
Irvan: " Surprise '' jawabnya
" Mas kangen sama kamu sayang '' lanjutnya
__ADS_1
Yura : (hanya senyum malu-malu membuat wajahnya memerah)
Papi: " Kamu udah sampai nak? ''
irvan: " Udah Pi baru aja ''
Yura: " Jadi Papi tau kalu Mas Irvan bakal nyusul kesini? '' tanyanya bingung
Papi: "Ia sayang ''
Yura: " Kok gak ada bilang-bilang ke Yura sih Pi? '' tanya nya kesal
Papi: '' Surprise ''
Mami dan Irvan pun tertawa melihat ekspresi wajah Yura yang sangat kesal setengah mati
Yura: '' Pi, Mi... Yurw pamit dulu ya, siap semua urusan Yura langsung balik '' sambil mencium punggung tangan Papi dan Mami bergantian
Irvan: (melakukan hal yang sama dengan Yura) Pi, Mi kami pamit ya ''
Mami: " Hati-hati dijalan, jangan ngebut ya Van "
Irvan: " Ia Mi ''
Papi: " Jagain putri Papi ya Van, dia harta paling berharga Papi '' sambil menitikkan air matanya. Suasanya pun berubah jadi haru
Disepanjang jalan tiada kata yang terucap dari bibir Yura, yang ada hanya rasa bahagia yang tidak bisa dia luapkan. Lain halnya dengan Irvan, Irvan selalu memperhatikan calon istrinya yang terlihat bahagia tidak seperti biasanya. Sesekali di genggamannya tangan Yura mengisyaratkan jangan pernah berubah, tetaplah ceria seperti saat ini.
Irvan: " Apa kamu bahagia sayang? '' tanya Irvan memecahkan keheningan
Yura: " Sangat ''
Irvan : " Jangan pernah berfikir untuk meninggalkan Mas ya. Bagaimanapun keadaan kita, kita harus tetap saling percaya dan saling memiliki satu sama lain ''
Ucapan Irvan membuat Yura terharu dan matanya pun mulai berkaca-kaca.
Yura: " Pasti ''
Irvan tersenyum mendengar ucapan Yura, dan mengecup punggung tangan Yura.
Irvan: " Mas memang ga salah pilih kamu sayang ''
__ADS_1
Yura pun tersenyum bangga mendengar ucapan Irvan.