
Yura selalu bicara sendiri dan hanya air mata yang menemaninya sepanjang dia merawat Irvan. "Van... Maafin Gw ya, gw ga bisa jaga lo dengan baik. Gw yang salah, gw yang lalai, gw emang bukan yang terbaik buat lo Van '' tangisnya pun pecah
"Van gw mohon sama lo , bangun Van demi gw. Demi rencana-rencana kita sebelumnya Van" tangisannya pun makin menjadi-jadi. di pegangnya erat tangan Irvan, didekatkannya di wajah mulusnya berharap Irvan sadarkan diri.
Sangking letihnya Yura menangis terus hingga tertidur dan tanpa sadar ternyata Irvan merespon genggaman tangan Yura. sedikit demi sedikit Irvan mulai membuka matanya dan membuka mulutnya seraya memanggil nama Yura.
Irvan: " Yura... '' Panggilnya lirih
Yura serasa namanya di panggil, namun matanya yang berat mengalahkan suara Irvan. Dia hanya menjawab tanpa melihat
Yura: "Van, gua mau lo bangun bukan hanya sekedar nyebut nama gw Van'' ucapnya lirih
Setelah itu diapun tertidur dengan pulasnya.
Paginya Mama Irvan datang menjenguk Irvan bermaksud menggantikan Yura buat menjaga namun Yura tak ingin menggantikan posisinya untuk menjaga Irvan. Tapi mama Irvan memaksa karena merasa lasihan lihat Yura
Mama: "Nak... pulanglah dulu istirahat dirumah, biar mama yang jaga Irvan"
Yura: '' Enggak Tante biar Yura aja yang menjaga Irvan, Irvan seperti juga karena Yura tante "
Mama: " Mama juga gak mau kamu ikutan sakit nak, dengerin mama ya sekali ini. Mama ga mau kalau ank mama dua-duanya jadi sakit ''
Akhirnya Yura mendengarkan mama Irvan, sementara Irvan yang mulai sadar pura-pura Masih tidak sadarkan diri. Tinggallah Mama dan Irvan di Ruangan ICU. Tak lama, Irvan memanggil mamanya dengan lirih dan membuat mama nya terkejut.
Irvan: " Ma... Mama '' panggilnya lirih
Mama: " Van... Kamu udah sadar sayang '' '' Dokter... suster... '' panggilnya histeris
Irvan: " Ma.. Irvan gak apa-apa ma ''
Dokter: " Ada apa buk ? '' tanya nya
Mama: " Dokter tolong periksa anak saya, dia udah sadar dokter "
Dokter: " Sebentar ya buk saya periksa dulu''
'' Alhamdulillah Buk anak ibu udah stabil keadaannya ''
Mama: " Alhamdulillah Ya Alla ''
__ADS_1
Dokter: "Saya permisi dulu ya buk"
Mama: " Silahkan dok, makasih sebelumnya dokter"
Irvan:"Ma... jangan bilang ke Yura dulu ya ma kalau Irvan udah sadar, Irvan malu lihat kesetiaan Yura lihat Irvan dalam keadaan seperti ini ''
Mama: " Kasihan Yura nak, dia sudah cukup terpukul melihat keadaan kamu seperti ini ''
Irvan: " Irvan tau ma, tapi Irvan mau melihat nya fan mendengarkan secara langsung Ma ''
Mama: " Tapi kamu jangan berlebihan ya nak, kasihan Yura. Dia tak pernah lepas jagain kamu, sampai sekarang kalau tidak mama paksa dia buat pulang dia juga ga akan pulang ''
Irvan: '' Ia ma, Irvan tau ma '' jawabnya lirih
Mama: ''Udah kamu istirahat dulu ya ''
Mama: " Nak... kenapa datang lgi, kan mama sudah bilang kamu istirahat dulu biar mama yang jagain Irvan. Mama gak mau kamu juga ikutan sakit nak ''
Yura: " Gak papa Tante biar Yura aja yang jagain Irvan ya tante, tante pulang aja dulu. Yura juga gak mau tante jadi sakit karena jagain Yura ''
Mama: '' Kamu baik sekali nak, gak salah Irvan milih kamu jadi calon istrinya '' sambil tersenyum
Yura: '' tante... '' sambil menitikkan air matanya dan memeluk erat mama Irvan.
Irvan merasa terharu melihat pemandangan yang ada di hadapannya, namun dia harus terap berpura-pura tidak sadarkan diri
Tante: " Yaudah mama pulang dulu ya nak, beaok pagi mama datang lagi ''
Yura: " Ia tante, hati-hati ya tante ''
Yura pun mengantar mama Irvan sampai kedepan pintu kamar, kemudian dia memperhatikan Irvan dengan penuh rasa penyesalan
Yura: "Van... kapan sih lo sadar Van, Gw kangen sama lo Van. Kangen ngomelin lo, kangen lo nasehatin gue '' sambil menitikkan air matanya
Dipegangnya jari-jari tangan Irvan, di genggaman erat seperti takut akan kehilangan.
Yura: " Irvan... Kenapa harus elo yang berbaring sini Van, kenapa bukan gw aja Van. Gw takut Van... Takut akan kehilangan sesuatu yang berharga '' dan tangisnya pun pecah. '' Elo sangat berarti buat gw Van, gw takut kehilangan lo Van '' tangisnya pun semakin menjadi membuat Irvan menitikkan air matanya dan membuat Yura sadar akan hal itu
Yura: "Van.. Lo kenapa nangis, gw disini Van nungguin elu Van. jangan pernah menangis Van, selama gw ada di sini elo gak akan kenapa-kenapa. Gw janji Van. Jadi gw mohon sama lo Van, Lo harus cepat-cepat sadar Van demi gw Van ''
Irvan: '' Mas akan selalu ada buat kamu Yura'' batinnya
Seperti biasa Yura yang duduk di bangku samping tempat tidur Irvan pun mulai memejamkan matanya sambil memeluk tangan Irvan yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Irvan: " Maafin Mas Yura, Mas cuma mau melihat perasaan kamu ke Mas apakah hati kamu bener-bener udah bisa menerima Mas atau belum '' sampil dikecup nya puncak kepala Yura.
Paginya Yura yang masih terlelap di samping lengan Irvan di kejutkan dengan gerakkan kecil yang di buat oleh Irvan.
Yura: "' Van, gw masih ngantuk, tolong jangan bergerak ya ''
Irvan pun tersenyum mendengar ucapan Yura. Lalu Yura pun sadar dengan apa yang di ucapkannya.
Yura: "' Van, lo dah sadar Van '' Ucapnya sedikit berteriak. '' Atau gw lagi mimpi ya kalau Irvan tadi bergerak '' sambil menggosok matanya
Yura dengan keadaan antara sadar dan tidak, seperti biasa melakukan ritual setiap paginya. Membersihkan tubuh Irvan biar terlihat segar seperti orang sehat, tapi kali ini dia merasa aneh dengan sikap Irvan yang memberikan respon setiap kali Yura mengelap bagian tubuh Irvan.
Yura: " Ini Irvan kenapa ya?'' batinnya
" Van lo dah dasar belum nya? kok lo ngerespon gw ya setiap gw bersihin tubuh lo '' ucapnya. Namun Irvan hanya diam saja sambil senyum yang ditahannya.
Yura: " Kalau elu dah sadar tapi pura-pura belum sadar, mending gw pergi aja lah biarin aja lo meringkuk di sini sendirian '' ancam nya lalu pergi, namun tangannya di tahan oleh Irvan.
Yura: '' Lo beneran udah sadar Van? '' sambil membelai wajah Irvan
Irvan: " Ia Ra, Mas dah sadar. Maafin Mas ya Ra ''
Yura: " Irvan '' sambil dipukuli tangannya
Irvan: " Maaf, Mas cuma mau lihat ketulusan kamu '' sambil menggenggam tangan Yura
Yura: " Jangan pernah seperti ini lagi '' ucapnya lirih sampai menitikkan air matanya
'' Gw takut kehilangan elu Van, jangan pernah tinggalin gw Van '' dan tangisnya pun pecah
Irvan: " Mas yang salah, Mas minta maaf ya sudah buat kamu seperti ini '' ucapnya lirih
Yura: '' Gw yang salah yang ga bisa jagain kamu Van ''. Digenggamnya tangan Irvan
__ADS_1