
Disepanjang jalan tiada kata yang terucap dari bibir Yura, yang ada hanya rasa bahagia yang tidak bisa dia luapkan. Lain halnya dengan Irvan, Irvan selalu memperhatikan calon istrinya yang terlihat bahagia tidak seperti biasanya. Sesekali di genggamannya tangan Yura mengisyaratkan jangan pernah berubah, tetaplah ceria seperti saat ini.
Irvan: " Apa kamu bahagia sayang? '' tanya Irvan memecahkan keheningan
Yura: " Sangat ''
Irvan : " Jangan pernah berfikir untuk meninggalkan Mas ya. Bagaimanapun keadaan kita, kita harus tetap saling percaya dan saling memiliki satu sama lain ''
Ucapan Irvan membuat Yura terharu dan matanya pun mulai berkaca-kaca.
Yura: " Pasti ''
Irvan tersenyum mendengar ucapan Yura, dan mengecup punggung tangan Yura.
Irvan: " Mas memang ga salah pilih kamu sayang ''
Yura pun tersenyum bangga mendengar ucapan Irvan.
Kini tibalah Yura dan Irvan di rumah Mama Irvan, Mama pun senang melihat Yura bisa datang ke rumah ini lagi.
Mama: " Duh... sayangnya Mama udah sampai ''
Yura: '' Mama '' sambil diciumnya punggung tangan mama Irvan
Mama: " Mama seneng deh kalau kamu di sini sayang, jadi mama ga kesepian, sendirian dirumah ''
Yura: " Ia Ma, Yura juga kangen sama Mama''
Irvan: " Kalau dah jumpa Yura aja, anaknya sendiri di kacangi '' ledeknya
Mama dan Yura :'' Irvan '' ucap bersamaan. Irvan pun tertawa melihat respon mereka berdua
Paginya Irvan pergi ke kantor buat selesaikan semua urusan pekerjaannya, sedangkan Yura di temani Asmi buat bantuin beberes barang-barang.
Asmi: " Ra... jadi lo bakal ninggalin gw ''
Yura: " Ya elah Mi, gw juga masih di sini-sini aja kok ''
Asmi: '' Tapi pasti beda lah Ra '' ucapnya sedih
Yura: " Udah jangan sedih gitu ah... ntar kita juga bakal sering-sering jalan bareng. Oya Mi, gimana kabar dokter Arya?''
Asmi: " Baik ''
Yura: " Masih lanjut? ''
Asmi: " Lanjut apanya? ''
Yura: " Bukannya kalian sudah jadian ? ''
Asmi: " Sudah sih, tapi dia banyak sibuknya. Jadi gw ngerasa biasa-biasa aja seperti ga ada hubungan yang spesial gitu ''
Yura: " Namanya dia juga sibuk Mi ''
Asmi: " Tumben lo, semenjak jadi calon Nyonya Irvan dewasa amat '' ledeknya
Yura: " hadehhh.... Lo dikasih tau malah ngeledek '' ucapnya kesal
Tiba-tiba Ponsel Yura berbunyi, tanda ada pesan masuk .
💌Irvan: " Nanti Mas jemput, makan siang bareng'' ✅
💌Yura: " Ia, gw bareng Asmi ''
💌Irvan: " Oke sayang, jangan pergi lagi sebelum Mas datang 👍''✅
Asmi: " Irvan? ''
Yura: " Yura, dia mau ngajak makan siang sama ''
Asmi: " Gw ga ikut ya, ada janji ''
Yura: " Sama siapa?
Asmi: " Ada deh.. ''
Mereka berdua pun semangat mempacking barang-barang Yura yang masih belum siap, tanpa terasa dan mereka sadari Arya dan Irvan sudah ada di ruangan tersebut.
Yura: " Finish ''
Asmi: " Tos dulu lah biar SAH '' sambil tertawa
Dan mereka pun melakukan Tos sambil tertawa bahagia.
Arya: " Ehem.. kami ga diajak Tos nih? ''
Irvan pun tersenyum melihat ekspresi wajh mereka berdua.
Asmi: "Arya.... sejak kapan kalian berdua ada disini? '' tanya nya
Arya: " Sedari tadi '' timpalnya
Irvan: " Sayang... capek ya ''
Yura: " Sedikit ''
Irvan: " Ayo kita makan siang sama-sama ''
__ADS_1
Asmi dan Yura: '' Ayo '' jawabnya bersamaan
Seperti biasa mereka pun makan di tempat makan yang biasa Yura dan Asmi beli. Asmi dan Yura memesan makanan yang biasa mereka makan. Sedangkan Arya dan Irvan memilih menu baru, karena baru kali ini mereka makan di sini.
Pelayan: "pesan apa mbak''
Yura: " Seperti biasa aja mbak ''
Asmi: " Ia sama ''
Pelayan: " Masnya pesan apa? ''
Arya: " Pesan Ini, ini sama ini ya mbak ''
Irvan: " Saya ini aja mbak ''
Pelayan: Ditunggu ya Mas , mbak. Permisi. ''
Asmi: ''Arya... lo laper atau gimana? Banyak banget pesannya. ''
Arya: " Ia... Tenang sayang, hari ini Mas yang bayar ''
Irvan dan Yura hanya senyum-senyum melihat tingkah mereka.
Tak lama berselang makanan mereka pun tiba dan mereka menyantapnya dengan hikmat.
Arya: " Alhamdulillah kenyang ''
Asmi: (nyengir kuda melihat Arya)
Irvan: '' Habis ini kalian mau ngapain? ''
Irvan: " Baiklah ''
Arya: " Gw mau ngantar Asmi pulang aja, kasihan ga ada temennya ''
Asmi: " Gw pulang sendiri juga bisa kaleeee ''
Yura: " Tuh kan Ya, Asmi jadi ngambek. Elu sih ''
Arya: " Tenang aja, gw ada obatnya kok '' hehehe
Irvan dan Yura tertawa bersamaan mendengar penjelasan Arya.
Irvan: " Kalau gitu kami duluan ya , ayo sayang '' ajaknya
Yura: " Duluan ya Dokter , Mi.... ''
Asmi: " Oh ya Ya, kamu kenal sama Alexa?''
Arya: " Kamu... kok bisa tanya tentang Alexa? " Tanya nya terbata-bata
Asmi: " gw sih ga kenal, cuma Yura pernah cerita tentang Alexa ''
Arya: '' Yura cerita apa aja? ''
Asmi: " Gak banyak, cuma dia bilang dapat ancaman dari Alexa ''
Arya: " Ancaman gimana '' tanyanya serius
Asmi: " Ya Ancaman lah, yang pasti dia gak akan buat Yura bahagia apa lagi sampai menikah dengan Irvan"
Arya: " Apa Irvan tau tentang hal ini '' batinnya
Asmi: " Arya... lo ngelamunin apa an sih? '' sergahnya
__ADS_1
Arya: " Gak ada sayang ku '' ucapnya manja
'' Ayo pulang '' ajaknya
Asmi: " Yaudah ayo! '' ajak nya '' Oh ya Ya... gw ga mau lihat Yura sedih, dia itu anak yang baik, mandiri, dan yang pastinya dia ga bisa lihat orang yang dia sayangi terluka ''
Arya: " Gw tau ''
Asmi: " Tolong bilang ke Irvan, dia harus bisa jagain Yura. Jangan sampai terjadi apa-apa sama dia, gw gak akan terima kalau terjadi sesuatu sama Yura '' ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca
Arya: " Udah ah... jangan sedih gitu, ntar saya bilang ke Irvan. Udah ya jangan nangis lagi '' sambil dipeluknya Asmi
Malam harinya Arya mencoba menghubungi Irvan dan menceritakan semua yang di bilang Asmi siang tadi
Irvan: " Ia Ya, Yura ada cerita juga ''
Arya: " Terus langkah selanjutnya lo mau buat apa? ''
Irvan: " Nanti gw yang urus semua, lo tenang aja ''
Arya: '' Oke lah kalau begitu, semangat sob '' ucapnya memberi semangat
Irvan: " Thanks Ya ''
Di bawah Yura dan Mama sedang berbincang-bincang tentang rencana pernikahan mereka, sementara itu Irvan tengah mencari cara buat mengurus Alexa.
Akhirnya dia mencoba menghubungi Alexa .
Alexa: " Halo Van, tumben lo ngubungi gw?
Irvan: " Saya perlu bicara dengan kamu ''
Alexa: " Ya sudah bilang aja apa yang mau kamu bilang ''
Irvan: Besok temui saya di cafe bisa jam 1 siang ''
Alexa: " Benarkah? " dengan nada bahagianya
Irvan: " Ia" lalu dia mematikan telfonnya.
Diseberang sana Alexa merasa senang dan bangga karena besok akan bertemu dengan Irvan. Namun dia tidak tau kalau sebenarnya Irvan mau memberinya pelajaran.
Pagi-pagi sekali Yura sudah bangun dan bergegas untuk membuat sarapa, namun dia kalah cepat dengan Mama Irvan yang sudah duluan mengisi absen di Dapur. Walau pun mereka memiliki ART, tapi soal urusan masak memasak tetap Mama yang kerjakan.
Yura: " Mama... cepat sekali Mama bagun ''
Mama: " Kamu kenapa cepat sekali nak turun? ''
Yura: " Ia Ma, rencana Yura mau buat sarapan buat kita makan nanti. Tapi Mama udah keburu duluan di dapur '' senyum kepada Mama
Mama: " Ia gak apa-apa sayang... Mama udah terbiasa bangun pagi langsung buat sarapan.''
'' Oya, gimna tidurnya? Nyenyak kan sayang? '' tanya Mama
Yura: " Ia Ma ''
Mereka berdua pun berkolaborasi membuat sarapan pagi ini. Setelah selesai buat sarapan Yura pun ke kamar untuk mandi dan bersiap, sementara Mama masih memanjakan matanya melihat taman bunganya. Lain halnya dengan Irvan yang sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja.
Irvan: ''Ma... '' Panggilnya
Mama: " Mama di samping nak, sarapan udah di siapkan Yura di atas meja sayang '' teriaknya
Irvan : " Yura mana Ma? '' tanya nya
Yura: " Saya di sini Mas '' langsung turun setelah siap mandi
Irvan: " Kamu pagi-pagi sekali udah cantik gini mau kemana? '' tanyanya penuh selidik
Yura: '' Yura mau ke rumah Asmi mas, boleh kan? ''
Irvan: '' Boleh, nanti mas antar ya sekalian berangkat kerja ''
Mama: " Ayo kita sarapan dulu, ini Yura yang masak loh '' ucap mama
Irvan: " Benarkah? Em... pasti enak '' langsung melahab makanannya
Yura: " Pelan-pelan makannya nanti kesedak ''
Mama: '' Kebiasaan deh kamu nak ''
Irvan: " Hehehehe ''
__ADS_1