
Di sisi lain Irvan masih terus saja mencari dimana Yura, tapi Yura melihat pertemuan Irvan dengan Alexa tanpa mendengar apa yang mereka bicarakan. Namun melihat kejadian itu, hati Yura merasa sakit.
Yura: " Ada apa dengan gw?'' Sambil menitikkan air mata
'' Gw ga punya perasaan sama sekali sama dia, kenapa hati ku sakit melihat mereka begitu akrab" jeritnya dalam hati
Tak perlu waktu lama, Irvan langsung bisa menemukan Yura dengan raut wajah yang tak bisa di tebak.
Irvan: '' Yura" jeritnya ''Kamu kenapa kok sedih begitu?"
Yura: '' Maaf Van, gw lagi pengen sendiri '' ucapnya tanpa semangat
Irvan: " Apa Yura melihat Alexa tadi?'' tanya nya dalam hati.
Yura: " Pergi Van, Gw ga mau lo ada disini '' pintanya
Irvan: " Sampai kapan pun Mas ga akan pernah ninggalin kamu ''
Yura: " Tapi gw ga mu lo deket sama gw Van" teriakny
Irvan: " Apa karna kamu melihat Alexa? '' tanyanya
Yura: " Gw ga kenal siapa Alexa dan gua ga mau tu tentang dia" langsung lari sambil menangis
Irva: '' Yuraaa... semua yang kamu lihat tak seperti yang kamu fikirkan, Mas bisa jelasin semuanya '' teriaknya sambil mengejar Yura
Yura: '' Stop Van, gw mau sendiri" "Dan kamu jangan pernah ngikuti gw lagi" lalu Yura pun pergi meninggalkan Irvan dan menaiki taxi menuju rumah kosannya
Sepanjang jalan Irvan selalu menelfon ponsel Yura, tapi sama sekali gak di respon Yura. Lalu Yura me Wa Asmi buat izin beberapa hari tidak masuk kerja.
Yura: "Asmi... gw izin beberapa hari ini ga masuk kerja, lo sendiri dulu gak apa-apa ya.... gw ada urusan yang harus gw selesaikan "
''See u next time baby 😘😘😘''
Lalu Yura pun ,menonaktifkan kembali ponselnya.
Sementara itu Asmi mencoba menelfon balik Yura namun itu sia-sia karena Yura sudah mematikan ponselnya. Di lain sisi Irvan tengah kebingungan mencari Yura, karena ponselnya sudah tidak lagi menyala. Akhirnya Irvan memutuskan untuk kembali kerumah Yura untuk memastikan apakah Yura sudah kembali atau belum
Sesampainya dirumah Yura langsung bersihkan tubuh, langsung merebahkan tubuhnya di atas kasurnya yang mini. sesekali Yura teringat dengan percakapan Irvan dengan Alexa.
Yura: " Ada apa dengan gw? '' "kenapa rasa itu begitu sakit?'' "Apa yang terjadi sama gw '' tanpa terasa air matanya pun terjatuh
Yura: " gua ga punya perasaan sama lo Van gw ga suka sama lo, tapi kenapa lo selalu menghantui setiap langkah gw" '' Gw benci sama lo Van... gw benci iiii'' teriaknya
Entah apa yg terjadi sama Yura, akhir-akhir ini hidupnya jadi uring-uringan gak jelas. Kamar berantak kan, gak pernah masuk kerja sudah berhari-hari, ponsel di matikan. Membuat Asmi dan Irvan menjadi khawatir.
Irvan: " Halo Mi... udah dapat kabar dari Yura?"
Asmi: " belum Van, udah beberapa hari ini dia juga ga masuk kerja. ponsel juga di mati kan''
Irvan: " Kemana lah Yura ini"
__ADS_1
Asmi: "Lo udah pernah samperin ke kosannya?''
Irvan: " Udah... tapi ga ada orang di sana''
Sudah tiga hari berlalu namun kabar dari Yura juga belum di dapat, Irvan sudah mencoba mencari Yura kemana-mana Sampai melacak GPS nya juga hasil nya nihil.
Yura: " Gw harus move on dengan semua keadaan ini '' batinnya
Akhirnya setelah beberapa hari Yura tidak keluar rumah, akhirnya Yura memutuskan untuk memanjakan diri ke salon untuk spa, facial pedimedi. Namun semua itu tak seindah yang dia harapkan, karena disana dia bertemu dengan Alexa yang juga sedang perawatan di sana.
Yura: '' Alexa" ucapnya dalam hati
P. Salon: " Mbak Al, udah lama nih ga jalan sama pacarnya. Siapa namanya tuh mbak lupa saya ''
Alexa: " Irvan ''
Yura: (Seeerrrr jantungnya mendengar nama Irfan)
P. Salon: '' Ia mbak... cakep ya orang nya mbak ''
Alexa: " Ya pastilah... Udah cakep, tajir lagi ''
P. Salon: '' Sekarang dah lama ga nampak jalan sama mbak nya ''
Alexa: '' Ia, dia lagi sibuk banyak kerjaan '' menutupi bahwa sebenarnya mereka sudah tidak ada hubungan lagi
Sementara itu Yura merasa gelisah terus dan kupingnya menjadi panas mendengar nama Irvan dengan segala pujian yang di lontarkan oleh mereka
P. Salon: '' Telfon dong mbak suruh jemput, kangen juga dah lama ga lihat cowok ganteng" hehehehe
P. Salon: " Ya mbak kali aja hari ini lagi ga ada kerjaan''
Alexa: " Ia juga ya, kali aja Irvan mau jemput gw '' batinnya
Alexa: " Bentar coba gw telfon dulu ''
Tuuuutttt..... ttuuuuutttt..... ttuuuuuuttttt.....
suara panggilan dari seberang sana..
Irvan : " Hallo...''
Alexa: " Halo Van, ini gw Alexa. Lo bisa jemput gw ga di salon biasa? ''
Irvan: " Maaf saya ga bisa, saya masih punya urusan yang lebih penting dari pada jemput kamu ''
Alexa: " Sekali ini aja, plissss Van "
Irvan : "Ga bisa!''
Alexa: " Pliss Van, kali ini aja"
__ADS_1
Irvan: " Kali ini aja, saya ga mau lagi punya hubungan lagi sama kamu''
Alexa: " Oke, gw tunggu ya beb"
Yura: " ****** gw, gw harus duluan keluar dari sini sebelum dia datang" ucapnya lirih
Yura: "Mbak... ini masih lama lagi nggak ya''
P. Salon 2: ''Ia mbak, kenapa ya mbak? Apa pelayanan saya kurang memuaskan mbak"
Yura: " Em... egk, enak kok" '' Agak cepatan dikit bisa gak mbak? Soalnya saya lagi buru-buru nih"
P.Salon 2: " Tapi mbak kan paket lengkap mbak. Ini masih facial blm lagi yang lainnya"
Yura: " Rangkap bisa nggak mbak? mbak facial, ada jg yg pedi n medi soalnya saya buru-buru mbak''
P. Salon 2: ''Mbak ini ada-ada aja deh''
Yura: " Gw srius kali mbak ''
P. Salon 2: " Kami lagi ga ada yang kosong pula itu mbak ''
Yura: '' Yaudah deh mbak kalau gitu''
Alexa mendapat telfon dari Irvan, kalau Irvan udah di depan, dan Alexa menyuruh Irvan buat nunggu sebentar di dalam karena bentar lagi Alexa akan siap.
Alexa: " Van, gw dsni. Kamu tunggu bentar ya ''
Irvan: " Cepat! saya ga punya waktu banyak"
T. Salon : "Mas ganteng jangan buru-buru dong, biar kami sekalian cuci mata '' ledekny
Alexa: " Udah-udah ga usah melawani pacar gw nanti kamu yang saya semprot''
T. Salon: " Becanda kali mbak, gitu aja marah"
Irvan sama sekali tidak menggubris mereka tentang penilaian mereka terhadap dirinya, sambil menunggu Alexa siap diapun memperhatikan setiap sisi salon ini dan dia terfokus pada seseorang di ujung sana.
Irvan: " Yura '' batinnya diapun langsung menuju kearah Yura hingga membuat Alexa dan lainnya memperhatikan tingkah Irvan.
Yura: " Aduh... gimna nih, dia semakin mendekat. Apa dia tau klw gw ada di sini ya? " batinnya
Irvan: " Yura '' teriaknya
Yura: ( hanya diam dengan wajah yang semakin memanas)
Irvan: " Ayo pulang, saya udah berhari-hri mencari kamu tapi ga ketemu-ketemu. Saya telfon ponsel kamu ga pernah aktif''
Yura: " guu...aa .... , gw di rumah aja kok, lo ngapain nyariin gw? Apa gw punya hutang sama Lo? "
Irvan: " Ia, kamu punya hutang banyak sama saya" tandasnya
__ADS_1
Dan wajah Yura semakin memerah karena di bilang banyak hutang sama Irvan, sementara dia tidak merasa punya hutang sama sekali sama Irvan.
Alexa: " Siapa dia Van? "