
Yura dengan keadaan antara sadar dan tidak, seperti biasa melakukan ritual setiap paginya. Membersihkan tubuh Irvan biar terlihat segar seperti orang sehat, tapi kali ini dia merasa aneh dengan sikap Irvan yang memberikan respon setiap kali Yura mengelap bagian tubuh Irvan.
Yura: " Ini Irvan kenapa ya?'' batinnya
" Van lo dah sadar belum nya? kok lo ngerespon gw ya setiap gw bersihin tubuh lo '' ucapnya. Namun Irvan hanya diam saja sambil senyum yang ditahannya.
Yura: " Kalau elu dah sadar tapi pura-pura belum sadar, mending gw pergi aja lah biarin aja lo meringkuk di sini sendirian '' ancam nya lalu pergi, namun tangannya di tahan oleh Irvan.
Yura: '' Lo beneran udah sadar Van? '' sambil membelai wajah Irvan
Irvan: " Ia Ra, Mas dah sadar. Maafin Mas ya Ra ''
Yura: " Irvan '' sambil dipukuli tangannya
Irvan: " Maaf, Mas cuma mau lihat ketulusan kamu '' sambil menggenggam tangan Yura
Yura: " Jangan pernah seperti ini lagi '' ucapnya lirih sampai menitikkan air matanya
'' Gw takut kehilangan elu Van, jangan pernah tinggalin gw Van '' dan tangisnya pun pecah
Irvan: " Mas yang salah, Mas minta maaf ya sudah buat kamu seperti ini '' ucapnya lirih
Yura: '' Gw yang salah yang ga bisa jagain kamu Van ''. Digenggamnya tangan Irvan
Seminggu sudah Irvan dalam proses pemulihan, Kini diapun sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.
Dokter: " Nona.. Bapak ini sudah bisa drawat dirumah aja tapi tetap harus dalam perawatan ya Non ''
Yura: " Baik dokter ''
Irvan: " Tenang saja dokter, dia memang perawat yang bisa diandalkan '' sambil tersenyum
Dokter: " Baik lah Pak, saya permisi dulu ''
Yura: " Ia Dok, saya antar sampai depan ''
Irvan: " Yura... Kamu tinggal di rumah Mas ya biar kamu bisa rawat Mas terus. '' pintanya
Yura: " Em... ga Van, Gw tinggal dikosan aja ntar tiap pagi gw ke rumah lo ''
Irvan: " Ga usah takut, ada Mama kok ''
Yura: " Nanti gw pertimbangkan lagi ''
Sesampainya di rumah, Yura pun memapah Irvan sampai ke dalam kamar nya. Sementara itu Mama Irvan tengah mempersiapkan malam siang di dapur.
Yura: " Van, Lo berat juga ah. lempoh juga gw mopong badan lo sampai sini ''
Irvan: " Tapi itu tak seberat rasa sayang Mas sama kamu '' ucapnya lirih
Yura: " Hellleehhh... bisa aja lu Van" dengan wajah yang mulai memerah.
Di letakkan nya Irvan di atas kasurnya, lalu Yura mengambil kan air minum di dapur
Mam: " Apa Irvan udah di dalam kamar nak ''
Yura: " Udah tante, nih Yura mau ambilkan minum dulu buat Irvan
Mama: "Tolong jagain anak mama ya sayang, cuma dia yang mama punya di dunia ini '' ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca
Yura: " Ia tante.... Yura janji akan jagain Irvan sampai dia bener-bener pulih tan ''
Mama: " Jangan panggil tante lagi ya, panggil mama seperti waktu kamu main kesini pertama kali nya.
Yura: "' Em... Ia ma. '' dengan rasa canggungnya
Mama: " Yaudah antar dulu minumnya sana, nanti Irvan kelamaan nunggunya ''
Yura: " Ia ma '' dengan wajah malu-malu
__ADS_1
Yura: " Ini Van minum dulu ''
Irvan: " Makasih ya ''
Yura: " Oya... kamu mau makan di sini atau turun ke bawah? ''
Irvan: '' Mas mau makan di sini aja tapi kamu yang suapi ya '' mintanya manja
Yura: " Males ah, dah besar juga minta suap-suapan segala ''
Irvan: " Sakiitttt '' sambil tunjukkan tangannya yang masih dibalut perban
Yura: " Dasar manja" ucapnya kesal
Malam harinya Yura pun mohon izin buat pulang ke rumah kosannya namun Mama Irvan memohon untuk tetap tinggal disini untuk merawat Irvan sampai beberapa hari kedepan.
Yura: " Ma, Yura pamit pulang dulu ya ma"
Irvan: " Sejak kapan? '' tanyanya selidik
Yura: " Apanya? "
Irvan: " Panggilan Mama nya " Tanya nya ngeledek sambil senyum-senyum
Mama:" Kamu itu ya Van, jangan buat Yuranya malu ah... '' sambil senyum-senyum
Yura: " Tante yang paksa buat panggil mama '' jawabnya ga mau kalah
Mama: " Ia van, mama yang bilang ke Yura panggil mama Aja. Oya nak, untuk sementara waktu kamu tinggal di sini aja dulu sambil mantau keadaan Irvan ''
Irvan: " Bener tuh Ma ''
Yura: " Tapi ma, Yura ga ada baju ganti Ma. Yura janji besok Yura bakal balik ke sini lagi ma skalian bawa pakaian Yura. ''
Mama: " Janji ya ''
Sesampainya di rumah Yura langsung membersihkan tubuhnya lalu mulai berbaring di atas kasur nya yang empuk. Lalu Yura pun mengambil benda pipih di dalam tasnya
💌 Yura: '' Mi... Lo lagi apa ''✅
💌 Asmi: " Ga ada Ra, Ini masih rebahan. Oya, gimna kabarnya Irvan? Denger-denger udah balik kerumah ya Ra? ''
💌Yura: " Udah Mi ''✅
Di waktu yang bersamaan Irvan juga mengirimkan pesan ke Yura
💌Irvan: " Sayang... udah sampai rumah '' ✅
💌Yura: '' Sudah ''
💌Irvan: '' Singkat amat balas nya '' " Mas kangen sama kamu ''✅
Membaca isi pesan Irvan membuat Yura senyum-senyum sendiri. ''Ada apa dengan gw? Apakah gw bener-bener udah bisa membuka hati buat Irvan? ''aq
Tak bisa di pungkiri bahwa Yura juga sudah bisa membuka hatinya dan merasa sedih saat jauh dari Irvan.
💌Irvan: " Sayang.... sudah tidur ya ? ''✅
💌Yura: " Belum "
💌Irvan: " Kok belum istirahat udah jam segini" ✅
💌Yura: '' Belum ngantuk, kamu kok belum tidur Van? ''
💌Irvan: " Besok jangan siang datangnya ya, temenin Mas belanja besok ''
💌Irvan: '' Kok ga di bales ''
💌Irvan: '' Kamu dah tidur ya '
Karena tidak ada balasan dari Yura, Irvan pun pagi-pagi sekali menghubungi Yura.
🎶 Lihat aku sayang yang tengah berjuang menunggumu datang menjemputmu pulang, Ingat selalu sayang hatiku kau genggam 🎶
Nada sambung Yura membuat Irvan tersentuh
Yura: "' Hallo Van ''
Irvan: '' Sayang... jam berapa kemari ''
__ADS_1
Yura: " Gw izin ga kerumah dulu ya Van, Gw masih ada urusan bentar yang harus gw selesaiin '' Yura menutupi keadaan nya sekarang yang lagi kurang fit karena berminggu-minggu menjaga Irvan
Irvan: ''Jadi kapan kesini sayang ''
Yura: ''Secepatnya ya Van, salam ma Mama ya Van ''
Irvan: " Ia nanti Mas bilang sama mama, jangan lupa istirahat ya ''
Yura: '' Ia Mas '' ucapnya dan membuat Irvan senang
Yura pun mematikan Ponselnya, lalu langsung menghubungi Asmi
Yura: '' Mi... gua minta tolong lo kemari ya skalian bawakan peralatan tempur ''
Asmi: " Kenapa lo Ra ''
Yura: " Sepertinya gw mu sakit, badan gw sakit semua Mi. Kepala gw sakit banget Mi ''
Asmi: " Wait, gw langsung ke rumah lo ''
Gak butuh waktu lama Asmi pun tiba di rumah kosan Yura.
Tok...tok...tok...
Asmi: ''Yura lo di dalam? ''
Yura: " Masuk aja Mi, ga gw kunci pintunya ''
Asmi: " Ya Allah Ra, lo kenapa kok bisa sampai seperti ini? Pantes aja wa gw semalam ga lo balas ''
Yura pun ga bisa bilang apa-apa lagi karena terlalu lemas, Asmi pun langsung melakukan pemeriksaan. Tekanan darah 90/70 mmHg
temp: 39'C.
Asmi: "Ya Allah Ra, tensi lo rendah amat. panas lo juga tinggi Ra. Gw telfon Irvan ya ''
Yura: " Ga usah Mi, gw bilang gw ada urusan makanya ga bisa jagain dia. Lo Infus aja gw Mi, skalian suntikkan vitamin biar gw cepat pulih.''
Asmi: " Yaudah lah, ntar gw aja yang jaga lo ''
Yura: "' Klinik siapa yang jaga Mi? ''
Asmi: " Gw lagi off Ra, udah ga usah di pikirin biar gw yang jaga lo disini ''
Akhirnya setelah semuanya selesai, Asmi mencoba memasakkan makanan karena dari pagi belum ada makanan yang masuk ke dalam lambung Yura.
Perasaan Irvan sedari tadi juga tidak enak selalu memikirkan Yura...
Ditelfonnya berkali-kali namun Yura tidak mengangkat.
💌Yura: "Mas, wa an aja ya ''✅
💌Irvan: " Kamu sebenarnya dimana? Mas telfon kok gak di angkat? ''
💌Yura: " Gw masih ada urusan Mas '' ✅
💌Irvan: " Urusan apa yang penting sampai kamu tidak memberitahu kan Mas? ''
Namun Yura tidak mau membalas chat Irvan lagi karena badan nya terlalu lemas.
Asmi: " Ra, makan dulu ya, habis itu minum obatnya '' ucapnya dengan lirih
Yura: '' Lo kenapa kok sedih gitu"
Asmi: " Gw sedih lihat lo Ra, lo bisa jagain orang lain dengan mengorbankan kesehatan lo sendiri. giliran lo yang sakit lo ga mau repotin orang lain '' sambil dipeluknya Yura
Yura: " Gw ga mau orang ikutan susah gara-gara gw Mi ''
Asmi: " Gw Telfon Papi n Mami lo ya Ra , lo terlalu kuat ngadapi semua masalah lo Ra ''
Yura: '' Jangan Mi, gw ga mau Papi Mami khawatir. Sudah cukup mereka bertanya-tanya tentang pengunduran pertunangan kami. Gw ga mau mereka sedih Mi ''
Asmi: " Atau gw telfon Irvan ya Ra "
__ADS_1
Yura: " Jangan!!! dia belum sehat betul, gw gak mau dia drop lagi gara-gara gw Mi ''
Asmi: " Hati lo terbuat dari apa sih Ra?" tangisnya pun pecah