
Selang beberapa lama, Yura pun kembali kekamar sambil mangambil benda pipih di dalam tasnya...
Dia pun langsung menelfon Asmi sehabat terbaiknya
tuuuuttt....ttuuuuuttt.... suara sambung dari kejauhan....
Asmi: '' Halo Yur, ada apa? gimana liburannya?''
Yura: '' Asmiiii....'' sambil menangis sejadi-jadinya
Asmi: "' Yur, lo kenapa yur?'' tanya nya penuh rasa khawatir
Yura: " Gw mau balik Mi, gw ga mau disini lagi'' jawabnya dengan penuh isak tangis
Asmi: " Rmang knapa elo mau buru-buru pulang, bukannya ini liburan yang udah lo rencanakan dari jauh-jauh hari?" jawabnya dengan penuh rasa penasaran
Yura: " Asmi... Arga''
Asmi: " Kenapa lagi dengan Arga Yur " tanya dengan rasa ingin tau
Namun Yura hanya bisa terdiam sambil menangis tersedu-sedu sampai Yura tertidur dan tanpa disadari Hp yg di pakai mati, hingga membuat Asmi menjadi semakin cemas dengan keadaan Yura di sana.
Ke esokkan hari Yura pun langsung bergegas meninggalkan Hotel tempat dimana dia menginap tanpa memberi kabar kepada Kiara atau pun Arga dan Irvan.
...Tanpa dia sadari, Irvan sedari malam sudah memantau keadaannya dari kejauhan sejak kejadian malam itu....
Irvan: " Mau kemana Yura pagi-pagi begini sudah keluar dengan tasnya? Apa dia mau check out?" Tanya nya dalam hati, namun tetap saja terus memperhatiin setiap gerak gerik nya.
Yura: " Ini mas kuncinya, terima kasih" ucapnya kepada resepsionis
Resepsionis: " Makasih Mbak, datang lagi ya mbak besok-besok'' jawab nya dengan senyuman manisnya
Yura: " Pasti'' jawabnya sambil tersenyum
Kemudian Yura pun pergi menjauh dari Hotel tadi dan langsung pergi pulang ke kosan tempat dia tinggal saat ini. Namun Irvan masih tetap terus mengikuti kemana Yura pergi. setelah tau Yura kembali ke kosan Irvan pun mulai lega dan kembali lagi ke hotel dimana dia menginap malam tadi. Sesampinya di Hotel dia pun bertemu dengan Arga dan Kiara.
__ADS_1
Arga: '' Van lo lihat Yura ga?'' tanyanya dengan penuh rasa cemas
Irvan: '' Udah balik"
Arga: " Maksud lo? Yura udah pulang? kenapa?''
Irvan: " Karna lo, lo udah buat dia tersinggung dan sakit hati. Lo tau gak, dia itu sebenarnya su.....'' lalu di hentikan ucapannya
Arga: '' Maksud lo apa? su... apa?'' tanyanya lagi
Irvan: " Udah lah gw malas bahas ini, gw mau cabut dulu'' '' salam ma Kiara'' Ucapnya
Arga pun terus memikirkan perkataan Irvan, dan dalam hati dia berkata '' Apa gw terlalu berlebihan ya? Gw harus ngomong ma Yura, gw mau minta maaf ma Yura''. Arga pun langsung menelfon Yura namun sekalipun Yura tidak mengangkat Telfonnya sama sekali hingga membuat Arga menjadi merasa bersalah.
Di sisi lain Yura lagi di sibukkan dengan pekerjaan rumah yang membuat Yura sedikit melupakan kesedihannya. Setelah [ekerjaan rumahnya dia pun mengambil Hp yang ada dikamar dan di lihatnya ada beberapa kali panggilan dari Arga, namun Yura tidak menghiraukan. Berencana mau menelfon Asmi namun tiba-tiba masuk panggilan dari nomor yang tidak dia kenal. Dan ternyata itu panggilan dari Irvan
Yura: '' Hallo"
Irvan: '' Yura... udah siap kan beres-beres nya?'' Buruan mandi, tunggu gw di depan 10 menit lagi''
Irvan: " Kamu kebiasaan teriak-teriak ya"
'' Udah ga usah kebanyakkan tanya, cepatan 10 menit ga keluar gw yang masuk kedalam"
Yura: "Hei...siapa Lo ngatur-ngatur gw, kalau gw ga mau lo mau apa?
Irvan: " 10 menit ga kluar, gw yang masuk kedalam" Irvan pun langsung mematikan hp nya
Yura merasa terbodoh dengan ucapan Irvan, dengan hati yang bercampur aduk antara suka atau tidak, dia pun mencoba melihat keluar dengan mengintip dari jendela namun tak ada seorangpun yang di lihatnya.
Yura: " Huuffftttt.... Aman"
Waktu pun terus berlalu hingga waktu yang udah disepakati sebelah pihak itu pun tiba, dan hp Yura pun berbunyi lagi. kali ini Yura tidak mengangkatnya dan membiarkannya begitu saja, namun Irvan yang sedari tadi menelfon pun mulai kesal karena tidak di tanggapi hingga ia memutuskan untuk langsung ke Kamar kosan Yura.
Tok...tok...tok...
__ADS_1
suara itu membuat Yura terkejut dan mulai membisukan Hp nya kalau-kalau Irvan.
Irvan: "Yura.... gw tau ko masih di dalam"
Yura: '' dia kok bisa tau gw di dalam ya? apa jangan-jangan dia ngikuti gw terus ya?'' ucapnya dalam hati
Irvan: " Yura... di bukain atau gw minta kunci serepnya ke ibu kost?'' ancamnya
Irvan: " Yuraaaa.....''
Yura: '' Apa an sih lo, lo pikir lo siap ha?'' bentaknya sambil membukakan pintu
Irvan: " Cantik" ucapnya spontan namun lirih
Yura: '' Hei.... gw ngomong sama lo bukan sama patung'' senggak nya
Irvan: ''Udah siap belum"
Yura: " Gw ga sempat mau kemana-mana, pekerjaan gw masih banyak''
Irvan: '' Gw tunggu 5 menit lagi''
Yura: '' Lo tunggu sampai 1 abad sekali pun gw ga mau pergi sama lo''
Irvan: ''Yaudh gw di sini aja terus sampai 1 abad'' ucapnya tegas
Yura: '' Van, Lo dah gila ya? Kepedean amat lo gw mau pergi sama lo, emang nya elo siapa ngatur-ngatur gw?'' cerocosnya
Irvan: " Jodoh gw" ceplosnya
Yura: " Mimpi" balasnya
Irvan: " Udah ga usah kebanyakkan merepet, cepatan mandi. udah je;ek, bauk lagi" ejeknya
Yura: " Apa lo bilang? pergi lo!''
__ADS_1