
Sesampainya dikamar Yurapun menjatuhkan badannya diatas kasur yang empuk itu sambil berfikir pakaian apa yang akan digunakan ya nanti malam. Cuma 1 yang ada dalam fikirannya, ya... sudah pasti akan menelfon Asmi sahabat kentalnya.
tuuuuttt....ttuuuttt......tuutttt.... sambungan telfon dari kejahuan, namun belum juga diangkat-angkat oleh Asmi. Hingga panggilan ke 5 barulah Asmi menjawab panggilan Yura.
Yura: " Haloo... Mi, kok payah kalilah ngangkat panggilan gw"
Asmi: " Sorry sis, Gw tadi lagi nyalon keenakkan dipijit kepalanya jadi malas menjawab telfon lo. Emang nya ada apa?"
Yura: " Mi... lo masih inget kan sama Arga, yg dulu pernah gw ceritain ke elo dulu?"
Asmi: " Trus kenapa? Lo mau nembak dia?"
Yura: " Enggak Mi, dia udh punya gebetan baru" dengan suara pelan nyaris seperti ingin nangis
Asmi: " Yur, lo gapapa kan?" penuh kekhawatiran
Yura: " Ga papa kok Mi, tp gw kok ngerasa sedih ya Mi. jadi pengen nagis" suaranya mulai serak
Asmi: " Yaudhlah ga usah difikirin Yur, ngomong2 lo nelfon gw cm mw dengerin cerita sedih lo?"
Yura: " Ya.. ga juga sih, gw cuma mau bilang ntar malem kami mau nongki2. cuma gw ga ada bawa baju Mi.."
Asmi: " Sejak kapan seorang Yura mikirin penampilan?"
Yura: " Masalah nya disini ada Arga n gebetannya, ga mungkin gw kalah cantik dari dia"
Asmi: " Tetaplah jadi Yura yg apa ada nya, kecantikkam'n seseorang itu bukan di nilai dari wajah saja, tapi hatinya Yur''
Yura: " gw terharu dengernya Mi" sambil mewek
thx ya Mi, lo emang sahbat gw yang bisa di andelin"
Asmi: ''Ingat!!! be your self
Yura: " oke sis"
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, waktu yang dinanti2kan pun tiba...
Yura hanya mengenakan hotpan dengan atasan kaos putih putihsama kardigan panjang selutut mengenakan spatu sket putih yang senada dengan bajunya. Di tambah polesan sedikit yang membuat Yura tampak lebih cantik dari biasanya dengan rambut digulung hanya poni saja yang tergerai. Tak lama bel kamar nya pun berbunyi.
Yura: " Sebentar"
Yura pun langsung bergegas membukakan pintu kamarnya
Kiara: " So Beautiful"
Yura: " Thank You, kamu juga cantik kok ra" samnil tersenyum manis
Kiara: " Ayuk jalan"
Yura: " Arga mana?"
Kiara: " Oh... Arga udh di luar dari tadi nungguin"
Yura: " Sebentar ya, gw ambil tas dulu"
Arga: " Wow Yura, lu tuh cantik banget"
Yura: "Ah.... biasa aja lo, gw mah masih sama seperti yang dulu. ya begini2 aja ga ada berubahnya"
Arga: "Sumpah" " Ntar gw kenalin deh ma temen gw kebetulan dia baru datang dari lur kota, dan kemaren sempat nginap beberapa hari di Kota A''
Yura: " Gw kemari sebenarnya bukan mau cari jodoh, gw mw liburan nenangin pikiran dari pekerjaan yang berjubel"
Arga: " Slow say ga usah ngegas"
Kiara: " Arga... udah dong ga usah ngecengin Yura terus, kasih tau dia ga ada kawannya'' sambil terkekeh2
Yura: " Kalian mah sama aja, nyesel gw ikut ma kalian. Mending gw mah jalan2 nyusurin pantai ini"
Arga: " Jangan ngambek dong, gw kan cma bercanda"
__ADS_1
Kiara: " Tuh kan Ga, Yura jadi ngambek gini" ''Udah ah... yuk kita gabung2 kesana''
Yura: '' Sorry Ga, Ra. gw kesana bentar ya, ntar gw gabung na kalian''
Arga: "Oke, jangan lama-lama ya"
Yura: "Sip"
Yura oun pergi menjauh dari Arga dan kiara, sambil berjalan menunduk dia selalu saja menendang benda2 yang ada pas dihadapannya sambil ngomel2 ga jelas. Hingga tanpa sadar dia menendang kaleng minuman tepat kearah wajah seseorang, karena gelap dia tidak tau siapa tadi yang di terkena lemparan kaleng minuman tadi. Hingga terdengar suara meringis "Aauu"' baru dia sadar bahwa tendangannya mengenai seseorang.
Yura: "Maaf mas, saya ga sengaja. Maaf ya mas, maaf..." deb'ngan suara penyesalnnya
Lagian mas ngapain ada di depan saya, emang nya mas itu satpam ya sika jaga2in orang? harusnya mas itu hati2 kalau dijalan biar ga sampi kena lempran seperti tadi. ( sambil bersihin kepala korbannya, Yurapun terus saja mengomel tanpa dia itu siapa yg di omelinnya)
Tau ga, saya itu lagi kesel. kalau saya kesel,
saya suka berbuat sesuka hati saya. nih lagi mas, ntah ngapain berdiri disini, kan jadi kena lemparan kaleng, terakhir jadi bikin kerjaan saya saja mas ini"
Irvan: " Udah marah nya?"
Yura: " Lo lagi Lo lagi"
Irvan: " Itu namanya jodoh, tanpa di duga dan direncanakan pasti ada, aja jalannya buat ketemu"
Yura: " Tapi gw ga mu sama lo" dengan mata yg berkaca-kaca
Irvan: " Loh.. gw becanda, kenapa kamu yg sedih? Emang saya maksain kamu buat jadi jodoh saya? "
Yura: " Bukan begitu... maaf sekali maaf Van. Sebenarnya gw ga ada maksud nyinggung perasaan loh, tp gw emg lg ga konsen. Pengen nangis" hingga akhirnya Yurapun menangis tersedu-sedu
Irvan: " LOH... kamu kenapa kok bisa jadi begini, emang gw salah apa sama kamu" Dirangkulnya Yura dalam pelukannya sambil berkata "maafin saya'' namun Yura hanya terisak-isak tanpa menjawab.
Yura: " Maafin gw juga, gw ga bermaksud ke pede an jadi orang. Tp gua cma mau cari pasangan yang benner2 bisa saling ngerti, bukan hanya sekedar di jodoh2kan ataupun dipasang2kan. Sampai saat ini gw belum bisa
move on dari seseorang.
__ADS_1