
Irvan pun melahap hidangan yang tersaji tanpa melihat mama nya dan Yura yang tengah memperhatikan nya.
Sementara Yura sambil nelan ludah berkata dalam hati " Ini anak macam ga pernah makan berabad-abad ''
Mama: '' Van udah berapa lama ga makan?''
Yura: ''hahahahaha'' Yura tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan mama Irvan
Yura: " Maaf tan, mungkin Irvan udh seabad belum makan '' sambil senyum-senyum
Mamapun tertawa mendengar ucapan Yura, sementara itu Irvan hanya terdiam malu mendengar mamanya dan Yura mengolok-olok nya"
Irvan: " Maaf ma, tapi masakannya lezat''
Mama: '' Ehem'' (mama berdehem) '' siapa dulu dong yang masak" sambil melirik Yura
Yura: ''Biasa aja makannya Van, ntar tersedak baru tau''
Mama: "Ia Van, Yura benar! Lagian kamu makan seperti gak pernah makan aja" sambil senyum-senyum
Irvan: "Cicipin deh ma, emang lezat kok''
Mama: " Ayo Yur kita makan dulu, nanti habis dilahap Irvan semuanya" sambil tertawa kecil
Yura: " Ayo tan" sambil tersenyum
Irvan: " Gitu dong, akrab ma mama. Kan enak dilihatnya" sambil memainkan matanya kepada Yura.
Acara makan malam pun berlangsung dengan penuh kehangatan, Mama terlihat tanpa canggung dengan Yura. Begitupun dengan Yura yang begitu akrab dengan Mama Irvan. Setrlah makan malam usai, Yuraa pun berpamitan pulang karena besok mau kerja lagi.
Yura: " Makasih ya Tante jamuannya''
Mama: " Kok tante lagi sih sayang... Panggil mama aja ya''
Yura : " Tapi tan... eh ... ma, Yura belum terbiasa. Yura juga hanya sekedar temanan ga ada hubungan apa-apa dengan Irvan"
Irvan: " Mas... bukan Irvan"
Yura: " (Yura mencubit perut Irvan)
Irvan: " Aduhh sakit" jeritnya
Mama: (mama hanya senyum-senyum melihat tingkah mereka berdua)
Mama: " Libur akhir pekan datang lagi ya sayang"
Yura : " Isyaa Allah Ya Tan''
Mama: " Kan udah mama bilang panggil Mama''
Yura: " Ia maaf Ma''
Irvan: " Yaudah ma, Irvan ngantarkan pulang Yura dulu ya Ma"
Yura: '' Yura pulang dulu ya ma'' sambil mencium punggung tangan mama Irvan
__ADS_1
Mama: " Hati-hati ya sayang''
Yura dan Irvan : ''Ia ma" Bersamaan
Disepanjang jalan, Yura memulai omelannya kepada Irvan. Tanpa jeda dia selalu saja mencerca Irvan dengan segudang pertanyaan, namun Itvan ganya diam saja. Seperti kata pepatah masuk kuping kanan keluar kuping kiri.
Yura: " Maksud lo apaan sih?'' Lo pikir gw siapa Lo?'' Gw kenal juga kaga' sama lo, jadi elo ga usah kepedean ya nyebut gua calon mantu. kalau gak karna nyokap lo baik aja gua mah kagak mau akting'' ''Lo denger kan apa yang gw bilang ke elo? ga usah budeg lah jadi orang''
Irvan: " Udah siap marahnya?'' jawabnya santai
Yura: " Lo tu ya Van!"
Irvan: "Apa?'' jawabnya lembut
Yura: " Kamu....'' mata Yura mulai berkaca-kaca dan mengalihkan pandangannya keluar kaca
Irvan: " Yur, saya serius sama kamu"
Yura hanya diam saja sambil menitikkan air matanya.
Irvan: " Kamu jangan sedih lagi, saya janji akan selalu jagain kamu dan gak akan buat kamu sedih lagi"
Yura: " Gw ga bisa nerima lo"
Irvan: "Saya tau alasannya, karena Arga kan? "
Yura: "Yura terkejut mendengar perkataan Irvan"
Irvan: " Saya tau semuanya, jadi kasih kesempatan buat saya buktikkan ke kamu"
Yura: "Maaf Van, gw ga bisa"
Irvan: " Kenapa tidak diangkat telfonnya?"
Yura: " Gak penting"
Irvan: '' Angkat aja telfonnya kali aja penting''
Yura hanya diam saja tanpa menjawab, sementara Irvan tidak tau kalau yang menelfon itu adalah Arga.
🎶 Cintaku tak harus miliki dirimu... meski perih mengiris, iris segala janji🎶 nada panggilan khusus Arga di Hp Yura
Irvan: " Udah angkat'' Perintahnya
Yura: "Hallo Ga"'
Irvan: "Arga" Batinnya
Yura: " Oh... ga papa, gw lagi ada urusan jd ga semptat ngabarin kalian kemaren"
Arga: '' Jadi lo dimana sekarang?'' tanya nya
Yura: ''Em... gw lagi diluar"
Arga: " Sama Siapa?"
__ADS_1
Yura: '' Santai bro gw baik-baik aja kok, gw lagi ma temen gw. bentar lagi juga sampai kok"
sementara itu Irvan tampak mulai gelisah mendengar percakapan Yura dengan Arga yang begitu asyik nya tanpa mementingkan perasaan Irvan. Tiba-tiba Irvan memijak rem hingga Yura terkejut dan sedikit teriak melihat kelakuan Irvan sambil mematikan hp nya.
Yura: ''Irvan....Lo kenapa sih"
Irvan: "Ga apa-apa mungkin kamu butuh waktu sendiri buat bicara dengan Arga''
Yura: "Tapi gw udah ga butuh''
Irvan: (Irvan pun terdiam sambil menjalankan mobilnya lagi)
Yura: " Gw turun disini aja"
Irvan: '' Ga bisa"
Yura: " Lo tuh kenapa sih? kita tuh ga ada hubungan apa-apa, temen kagak pacar apa lagi"
Irvan: " Kamu memang bukan siapa-siapaku, tapi bakal jadi calon istriku"
Yura: " Jangan ngimpi Van"
Irvan: "Bakal gw buktiin''
Yura: "Udahlah Van, gw lagi masih pengen sendiri" dengan mata yang berkaca-kaca
Irvan: " gw pasti nunggu lo" jawabnya
Mendengar perkataan Irvan, perasaan Yura pun campur aduk antara senang atau sedih. Yura yang masih memiliki perasaan dengan
Arga pun masih menutup hati dan perasaannya terhadap orang lain. Namun Irvan tetap berusaha membuka hati Yura sampai Yura benar-benar bisa menerima Irvan dengan sepenuh hatinya tanpa paksaan.
Yura: " Maaf Van, gw belum bisa menerima siapapun saat ini, gw masih pengen sendiri. ucapnya sambil memitikkan air mata.
Irvan: '' Saya pasti nunggu" jawabnya penuh kepastian
Tibalah Irvan dan Yura di depan rumah kosan nya, Yura langsung cepat-cepat turun dari mobil Irvan tanpa permisi dan mempersilahkan Irvan masuk kedalam.
Namun Irvan memaklumi semua perlakuan Yura terhadap nya.
Sesampainya Yura di dalam rumahnya, Yura pun langsung merebahkan badannya ke kasur sambil memikirkan setiap perkataan yang diucapkan oleh Irvan...
Tak berapa lama masuk Wa dari Irvan.
Irvan: "Jangan terlalu malam tidurnya ❤️ ''
Yura hanya membaca tanpa membalas.
Keesokkan harinya Yura sudah mulai bersiap-siap untuk berangkat kerja, tanpa disadari nya Irvan sudah menunggu di luar seberang jalan untuk mengantarkan Yura berangkat, tapi tetap saja Yura tidak melihat Irvan disana. Setelah siap ngeluarin motor metic nya Yura pun bersiap untuk berangkat kerja. Tiba-tiba Irvan datang langsung menghadang Yura agar tidak pergi naik motor, karna Irvan yang akan mengantarkan nya sendiri pergi kerja.
Irvan: "Ayo Saya yang antar''
Yura: " Gak usah Van, makasih"
Irvan: " Udah ayo gak usah ngeyel" irvanpun langsung menarik Yura untuk naik ke mobilnya.
__ADS_1
Di dalam mobil mereka hanya diam tanpa kata, karena
tak ada satu pun yang memulai pembicaraan hingga sampai ke tempat kerja Yura.