Pasangan Halalku

Pasangan Halalku
Sah


__ADS_3

Pagi nya Irvan langsung mengirim pesan singkat ke Yura


๐Ÿ’ŒIrvan: " Selamat pagi cantik '' โœ…


๐Ÿ’ŒYura: " Pagi juga kesayangan ๐Ÿ˜˜''


๐Ÿ’ŒIrvan: " Rasanya pengen cepat-cepat kesana'' โœ…


๐Ÿ’ŒYura: "Mau ngapain? ''


๐Ÿ’ŒIrvan: " Cium kamu ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜'' โœ…


Yura: " Ada-ada saja kamu Van '' batinnya



Akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu pun tiba, acara resepsi yang di gelar begitu sederhana sesuai dengan permintaan Yura.


Yura tampak cantik dan elegan dengan dibalut Kebaya warna putih dengan polesan ringan diwajahnya menambah cantik parasnya. Didampingi Asmi yang kala itu tak kalah cantik dengan Yura membuat Dokter Arya terkagum melihat kecantikan nya. Sementara Irvan memakai baju yang senada dengan Yura menambah kesan gagah dan senyum sumringah yang tak pernah lepas dari bibir nya. Dan acara akad pun segera di mulai



Papi: '' Saya nikahkan dan kawin kan putri saya ' Yura Anastasya Atmadja binti Bambang Atmadja ' dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai ''



Irvan: " Saya terima nikah dan kawinnya 'Yura Anastasya Atmadja binti Bambang Atmadja' dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai ''



T. kali: '' Sah ''



Para undangan: " Sah ''



Papi: '' Alhamdulillah ''



Irvan: " Alhamdulillah ''

__ADS_1



Akhirnya acara akad telah usai, kini tinggal acara keluarga saja untuk memeriahkan suasana.



Arya: " Sayang... kamu cantik kali ''



Asmi: " Kamu juga tampan ''



Arya: " Mereka bener-bener serasi ya''



Asmi: '' ho'oh... ''



Arya: '' jadi pengen seperti mereka ''




Arya: '' Apa? '' ucapnya terkejut



Asmi: '' hahahahahaha.... bercanda loh sayang ''



Acara pun telah usai, tinggal lah keluarga kedua mempelai yang masih tetap ada di tempat.


Papi: '' Mi, ayok kita istirahat dulu.''


Mami: '' Ia Pi, mbak mari kita istirahat dulu mbak ''


Mama: " Van, Ra sudah sana istirahat besok kita mau balik lagi untuk persiapan resepsi di kota.''

__ADS_1


Irvan: " Ia Ma, sebentar lagi ''


Tak Lama Irvan pun ke kamar dan melihat Yura sudah tertidur dengan lelapnya. Lalu diapun menarikkan selimut Yura hingga ke batas lehernya. Dalam hati dia berkata '' Terima kasih telah menerima Mas jadi imam kamu sayang '' Lalu dikecupnya kening Yura penuh dengan rasa sayang yang teramat dalam.



Paginya Mama, Irvan dan Yura tengah bersiap-siap menyusun barang yang mau dibawa pindah ke rumah Irvan. Tampak jelas raut kesedihan di wajah Papi dan Mami Yura yang sedari tadi menyeka air matanya.



Mami: " Kamu sering-sering main kemari ya nak '' sambil berkaca-kaca menahan kesedihannya



Yura: " Mami... Yura pasti sering-sering pulang Mi, Atau Mami juga boleh sering-sering berkunjung kesana Mi '' Seolah-olah tegar namun hatinya juga menangis



Papi: '' Papi mau kamu selalu bahagia nak ''



Irvan: " Irvan pasti akan selalu bahagian Yura Pi ''



Mama: " Udah ah... malu sama usia, jangan sedih-sedih gini dong. Ini kan masih suasana bahagia masa kita harus bersedih '' Ucapnya untuk cairkan suasana



Yura: '' Papi Mami, Yura pamit ya Pi Mi '' Dipeluknya Mami dan Papi bergantian dengan rasa penuh sesak di dada



Papi: " Baik-baik disana ya nak, patuhi Suami dan Mertua kamu ya" Yura pun mengangguk tanda mengiakan



Tak dipungkiri, suasana haru pun terjadi disana. Semua merasa sedih karena di tinggalkan Yura, begitu juga sebaliknya dengan Yura. Namun Mama memberi semangat kembali buat Yura agar tetap tegar dan jangan bersedih lagi.



Kini tibalah Yura di kediaman Irvan

__ADS_1


__ADS_2