
Malam harinya Yura yang berbaring di ranjang Pun selalu merasa tidak nyaman karena tidur di kamar Irvan, Sedangkan Irvan yang baru masuk ke kamar dengan membawa nampan berisi makan malam Yura pun tersenyum hangat
Irvan: " makan dulu ya, Mama udah masak buat kamu ''
Yura: " Van, gw mau pulang ''
Irvan: " Ssttt... Kamu disini dulu sampai keadaan kamu bener-bener pulih.
Lalu Irvan pun menyuapi Yura sesuap dua suap , dan memaksa Yura untuk menghabiskan makanannya.
Ke esok kan hari nya Yura yang merasa udah baikkan mencoba buat mencabut infus dari tangan nya, namun tiba-tiba Irvan datang dan melarang Yura untuk mencabutnya
Irvan: " Jangan! Tunggu Pulih dulu baru kamu cabut infus nya''
Yura: " Tapi gw udah merasa baikkan kok Mas ''
Irvan: " Dengerin Mas, jangan buat Mas kesal dengan kamu karena menutupi keadaan kamu. Jangan pernah merasa sendiri lagi ya '' sambil di kecupnya kening Yura
Yura hanya mengangguk kan kepala nya saja.
Yura: " Gw mau jalan-jalan Van, gw bosen berbaring terus ''
Irvanpun menyetujui nya dan mengajak Yura berjalan-jalan di taman samping rumah Irvan.
Mama: " Yura, udah baikkan sayang? ''
Yura: " Udah Ma, Yura jalan-jalan ke taman boleh ma? Yura bosen baring terus di kamar.''
Mama: " Boleh dong sayang, tapi jangan lama-lama karena mama udah siapin sarapan buat kamu nanti keburu dingin ''
Yura: '' Ia ma ''
Tanpa sepengetahuan Yura, ternyata Irvan menghubungi Papi dan Mami Yura dan menjelaskan semua keadaan yang membuat acara pertunangan mereka di tunda hingga menceritakan keadaan Yura saat ini
Papi: '' Assalammualaikum ''
Mama: " Wa'alaikum salam, masuk mas mari.''
Mami: " Santi... " Panggil nya
Mama: " Ratna..'' balasnya
Irvan: " Mama sudah saling kenal dengan Mami Yura '' tanya Irvan
Mama: " Owalah Van, Jeng Ratna ini temen Mama dulu ''
__ADS_1
Mami: " Ia nak mama kamu ini sahabat mami dulu waktu zaman sekolah ''
Irvan: " Benarkah? ''
Mama: " Ia sayang ''
Irvan: '' Sebentar Mi, saya panggilin Yura dulu "
Yura: " Mami... Papi... '' histerisnya sambil menagis
Papi: " Sayang nya Papi... kenapa kamu sembunyikan masalah sebesar ini sayang? '' sambil memeluk Yura
Yura: " Maafin Yura Pi ''
Mami: "Jangan seperti ini lagi ya sayang ''
Yura: " Ia Mi '' di peluknya gantian
Malam harinya dua keluarga ini pun berbincang-bincang membahas pertunangan Irvan dan Yura. Yura dan Irvan menyerahkan segalanya kepada orangtua mereka masing-masing. Sementara itu, Yura dan Irvan lebih memilih taman untuk tempat bersantai berdua sambil menikmati indahnya taburan bintang yang begitu indahnya dan sinaran rembulan.
Irvan: " Sayang... Mas ga percaya kamu bisa membuka hati kamu buat Mas secepat ini ''
Yura: (hanya senyum-senyum penuh arti)
Digenggamnya tangan Yura, sementara Yura menyandarkan kepalanya di bahu Irvan.
Irvan: " Mas gak akan pernah ngecewain kamu sayang... dengan apa yang sudah kita lalui itu tidak lah mudah ''
Paginya Mama, Mami dan Papi beserta Yura juga Irvan tengah duduk di ruang tamu. Kedua orang tua mereka juga sudah menentukan tanggal pertunangan mereka yang sempat gagal karena hal yang di luar rencana sebelumnya.
Papi: " Van, Ra... Papi, Mami dana Mama kamu sudah berunding kapan acara pertunangan kalian akan di gelar ''
Irvan: " Semua itu kami serahkan sama Papi aja Pi ''
Yura: " Yura gak mau terlalu berlebihan Pi, Maunya cuma antar keluarga inti aja dan temen dekat kami aja Pi ''
Papi: " Papi tau nak, kamu orang nya gak mau ribet ''
Irvan: " Ia Pi ''
Papi: '' Minggu depan kita buat acaranya di Rumah Papi ya "
Irvan: " Ia Pi ''
Akhirnya acara pertunangan Yura pun di gelar di kediaman keluarga Yura dan hanya di hadiri oleh keluarga inti ke dua belah pihak. Tak lupa Yura dan Irvan mengundang beberapa teman mereka yang tak lain adalah Arga, Asmi, Arya , Kiara dan Gilang. Acara pun berlangsung dengan khidmat dan berjalan dengan lancar.
Asmi: " Uhhh... cantik banget sayang ku '' pujinya
__ADS_1
Arga: " Selamat ya Yur ''
Yura: " Makasih Ga ''
Irvan: " Terima kasih juga atas kehadiran kalian semua ''
Arya: " Selamat Bro ''
Irvan: '' Makasih Ya ''
Arya: '' Ehem... kenalin gua sama itu " bisiknya sambil menunjuk ke arah Asmi
Irvan: " Ya kenalan langsung lah '' ledek nya
Arya: " Gak asyik lo ''
Irvan hanya senyum-senyum melihat tingkah Arya
Yura: " Mi, kenalin ini dokter Arya, kemaren dokter ini yang meriksa gw pas gw ngedrop kemaren ''
Asmi: " Hai... Asmi '' sambil mengulurkan tangan
Irvan: " Ehem..'' Irvan berdehem
Arya: " Gw Arya Dokter Arya '' balasnya
Yura: '' Udah apa lagi, Dokter dan Bidan digabungkan jadi apa" ledeknya
Asmi: " Apa an sih lo Ra'' bikin Asmi jadi malu sendiri
Irvan: " Jadi nyusul '' sambil tertawa
Arya: " Ah... Elu Van bikin gw malu aja ''
Semua tertawa melihat tingkah Asmi dan Arya. Tak terkecuali Gilang yang mengagumi kecantikan Yura dan Asmi pada saat itu.
__ADS_1