
Gilang: " Kamu harus nya bersyukur Ra ada orang yang bener-bener sayang sama kamu, yang serius sama kamu ''
Yura: " Tapi semua tak seindah yang di harapkan Lang "
Gilang: " Kenapa? ''
Yura: " Ntah lah, gw masih ragu Lang "'
Gilang: ''Andai saja kamu tau Ra, sebenarnya saya udah lama suka sama kamu '' batinya
Seminggu sudah Yura berada di kampung namun sekali pun Yura tidak mendapatkan kabar dari Irvan, namun semua diabaikannya karena dia sudah mendapatkan persetujuan dari Papi buat Mendirikan Klinik Mandiri di kampungnya. Walau kadang dia selalu bertanya-tanya dalam hati tentang keseriusan Irvan tapi Yura mencoba buat mengabaikan perasaannya dan fokus untuk mendirikan Klinik nya sendiri.
Tiba-tiba Ponsel Yura berdering, ternyata Asmi yang menelfon dengan sumringah dan rasa rindunya kepada sahabatnya itu dia pun cepat-cepat mengangkat panggilannya.
Asmi: " Yura rinduuu '' dengan nada manjanya
Yura: " Gw juga kangen sama lo Mi " ''Oya Mi, gw disini bakal buka klinik mandiri Mi. Gw gak akan balik lagi ke kota, gw dah merasa nyaman di sini '' dengan semangat yang dibuat-buat.
Asmi: " Yakin? ''
Yura: " Ya begitulah Mi '' dengan nada pasrah
Asmi: " gw dah mau sampai rumah lo nih ''
Yura: " Benarkah? '' ''sendiri? ''
Asmi: " Ya ialah, maksud lo gw sama siapa? " tanya nya sambil cekikikan
Yura: " ah... sudah lah. gw tunggu kehadiran lo di rumah ''
Sejam sudah berlalu, namun Asmi yang di tunggu-tunggu pun tak kunjung datang, akhirnya Yuna memutuskan untuk ke rumah Gilang mencari tahu apakah masih ada bahan-bahan bangunan yang kurang untuk membuat Klinik seperti yang di Impikan oleh Yura.
Yura: '' Lang... ''
Gilang: " Yura... kamu ngapain kesini? ''
Yura: " Em... mau lihat apa masih ada bahan-bahan yang kurang''
Gilang: " Kalau buat kamu pasti ada aja kok '' godanya
Yura: " Ah... kamu bisa aja Lang ''
Asmi: '' Yura '' teriaknya memanggil nama Yura
Yura: " Asmi... Irvan '' batinnya
Perasaannya campur aduk antara bahagia atau sedih
Asmi: " Widih... gile lu Ra... baru ditinggal bentar aja dah punya gebetan baru ''
__ADS_1
Yura: "Huss... ngawur kamu, kenalin ini gilang temen kecil gw. Gilang kenalin ini Asmi dan ini Irvan
Gilang: " Kenalin saya Gilang temennya Yura ''
Dalam hati nya ''Oh... ini yang namanya Irvan ''
Irvan: " Baru sebentar di tinggalkan sudah mulai bermain-main'' batinnya
kemudian Yura menarik Asmi dan berbisik padanya '' Kemapa lo ga bilang bawa Irvan Hu... '''
Asmi: " Kan surprise ''
Yura: " Tapi ini ga lucu ''
Asmi: " Ya maaf Ra ''
Irvan: " Yura... apa Kamu ga kangen sama Mas"
deg... sontak jantung Yura berdetak kencang mendengar ucapan Irvan. Sementara Irvan sengaja bicara seperti itu agar Gilang tau batasannya.
Gilang: " Maaf Ra, saya kerja dulu ya, masih banyak barang yang belum di cek di gudang ''
Sepanjang jalan Yura dan Irvan hanya diam-diam saja hingga membuat suasana menjadi canggung.
Asmi: " Kenapa kalian pada diam-diam an? '' ''Lagi marahan ya?'' "Apa ga kangen-kangenan? ''
Irvan: '' Dia ga kangen karena udah ada yang baru Mi '' ucapnya ketus
Yura: " Apaan sih Lo"
Asmi: " hahahahaha'' tertawa lepas
Asmi: '' Mami.....''
Mami: " Hai anak mami cantik, udah lama sampai? ''
Asmi: " Baru juga sampi Mi ''
Irvan: '' Siang tante ''
Mami: " Kamu siapa nak? ''
Irvan: " Calon mantu tante"
Yura: " Apaan sih lo? ''
Mami: '' Oh .. Ini toh yang pernah di ceritain Yura kemaren? ''
Irvan: " Yura bilang apa tan? ''
Mami: " Ga banyak sih, tapi Yaudahlah ''
__ADS_1
Yura: " Momi... " sahutnya memelas
Asmi: " Ini Irvan Mi, calon Mantu Mami '' jawabnya sambil tertawa puas
Yura: " Oh.. my god help me ''
Irvan: " Apa tante bersedia menerima saya jadi calon mantu tante? ''
Yura: " Apa '' teriaknya histeris
Mami: " Ya itu tergantung sama Yura, kalau Yura bersedia mami sih oke-oke aja ''
Papi: " Wah... ada tamu nih ''
Asmi: " Hallo Pi ''
Papi: "Ummmm.... anak papi yang cantik datang rupanya ''
Asmi: " Ia pi, kangen ma Yura"
Papi: " Tinggal di sini aja sayang biar sama-sama Yura terus '' pinta Papi
Irvan: '' hallo om, apa kabar? ''
Papi: " Kamu siapa nak? "
Irvan: " Perkenalkan om, saya Irvan calon mantu om ''
Papi: " Oh.. ya? ''
Mami dan Asmi tertawa lepas sedang kan Yura hanya bisa senyum kecut melihat tingkah Irvan
Setelah itu merekapun di jamu dengan makanan yang seadanya karena tidak dapat kabar sebelumnya kalau Asmi akan datang berkunjung. Setelah siap makan mereka berlima pun berbincang-bincang di ruang tamu, tak lama berselang Yura mengajak Asmi Ke kamar nya untuk istirahat. Sementara itu Papi , Mami dan Irvan tengah berbicara serius di sana
Irvan: " Begini Om, saya kesini bermaksud ingin melamar Yura "
Papi: " Bagaimana mungkin kamu berfikiran seperti itu? ''
Irvan: " Sebenarnya sejak awal pertama jumpa saya suka menyukai putri om ''
Papi: " Begini ya nak, om minta maaf sebelumnya. Om ga bisa putuskan sekarang, itu semua om serahkan kepada Yura sepenuhnya karena dia yang akan menjalani kehidupan kepedannya.
Mami: " Ia nak Irvan, Yura itu putri kami satu-satunya jadi kami mau pasangannya nanti yang betul-betul bisa menjaga dia, karena dia anaknya sedikit kekanak-kanakan, keras kepala dan 1lagi dia itu cengeng ga setegar yang kita lihat ''.
Irvan: " Saya tau tante, makanya saya coba beranikan diri buat langsung ngomong ke om dan tante. Saya janji saya akan menjaga Yura sebaik om dan tante menjaganya ''.
tiba-tiba Yura datang menghampiri mereka
Yura: " gw belum bisa Van, gw masih mau fokus ke Profesi gw dulu. Sekarang gw jg mw Klinik sendiri disini, jadi gw mohon sama lo jangan berharap lebih. gw juga udah bilang kan sama lo, kalau gw udh siap gw juga pasti akan ngomong ke elu ''.
Irvan: " Mas sudah memantapkan hati Yur dan mam juga udah setuju ''.
Papi: " Nak jangan pernah paksakan hati mu kalau memang belum siap '' ucapnya sama Yura
Mami: " Nak Irvan... sebaiknya kalian ngobrol dulu, tanya dari hati ke hati apakah kalian bener-bener saling membutuhkan atau tidak '',
Papi: " Ayo mi, kita ke taman dulu '' ajak nya
Akhirnya tinggallah Yura dan Irvan berdua di ruang tamu, namun satupun tak ada yang memulai berbicara. Sampai akhirnya Irvan memohon kepada Yura.
Irvan: " Yura '' pangggil nya lirih
Yura: " Hem... ''
Irvan: " Apakah sebegitu bencinya kamu sama Mas? ''
Yura: (Hanya diam tanpa kata)
Dipegangnya erat tangan Yura
Irvan: " Beri Mas kesempatan Yur untuk membuktikan keseriusan Mas sama kamu ''
Yura: " Gw takut Van "
Irvan: " Takut apa? ''
Yura: " Gw takut untuk di tinggalkan lagi '' dengan mata berkaca-kaca
Irvan: " Mas janji, gak akan buat kamu bersedih lagi ''
Yura: " Apa gw bisa mempercayai lo? ''
Sambil di dekap nya Yura dan berkata " Mas janji akan selalu ada buat kamu ''
Yura pun tak bisa membendung air matanya yang mengalir begitu saja
__ADS_1