
Irvan: " Yura '' batinnya diapun langsung menuju kearah Yura hingga membuat Alexa dan lainnya memperhatikan tingkah Irvan.
Yura: " Aduh... gimna nih, dia semakin mendekat. Apa dia tau klw gw ada di sini ya? " batinnya
Irvan: " Yura '' teriaknya
Yura: ( hanya diam dengan wajah yang semakin memanas)
Irvan: " Ayo pulang, saya udah berhari-hri mencari kamu tapi ga ketemu-ketemu. Saya telfon ponsel kamu ga pernah aktif''
Yura: " guu...aa .... , gw di rumah aja kok, lo ngapain nyariin gw? Apa gw punya hutang sama Lo? "
Irvan: " Ia, kamu punya hutang banyak sama saya" tandasnya
Dan wajah Yura semakin memerah karena di bilang banyak hutang sama Irvan, sementara dia tidak merasa punya hutang sama sekali sama Irvan.
Alexa: " Siapa dia Van? "
Irvan: "CALON ISTRI" Ucapnya dengan penuh penekanan.
Alexa: " Maksud lo? "`
Irvan: " Maksud saya, calon istri saya. Teman hidup saya, calon ibu dari anak-anak saya nanti nya"
Ucapan Irvan membuat Yura dan Alexa terkejut setengah mati.
Yura: " Maksud lo"
Irvan: "Mas serius sama kamu''
Alexa: "Sejak kapan?"
Irvan: " Mulai detik ini dan seterusnya" " Yura ayok ikut Mas" langsung ditariknya Yura keluar dari salon itu
Sementara itu Alexa merasa di permalukan oleh Irvan tidak bisa berkata-kata apa lagi selain pergi meninggalkan salon itu juga.
Alexa: " Irvan..... tunggu pembalasan gw Van'' teriaknya di dalam mobil
Di lain tempat, Yura yang merasa bingung dan cemas tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menitikkan air matanya. Dia merasa dirinya seperti dipermainkan.
Yura: " Van gw mau turun '' tanpa melihat Irvan sama sekali
Irvan: " Gak '' jawabnya tegas
Yura: " Van" teriaknya
Irvan: " Mas ga mau kamu pergi lagi dari Mas Mas sudah cukup menderita kamu buat. Tanpa kabar dan jejak ''
Yura: (Yura hanya bisa menangis)
Yura: " Van... gw merasa dipermainkan, gw merasa lo hanya nganggap gw tempat pelampiasan lo. Gw juga punya hati Van '' histerisnya
Irvan: " Mas serius sama kamu Yur '' sambil di pegang nya jari tangan Yura
Yura: " Gw belum bisa Van"
Irvan: " Kenapa? Apakah karena Arga? '' "Mas janji akan selalu bahagiakan kamu '' "Mas JANJI ''
Yura terkejut mendengar kan penuturan Irvan tentang Arga sambil menghapus air matanya.
Yura: " Lo tau apa tentang Arga "
Irvan: " Mas tau semuanya, semua yang pernah kamu ucapkan di pantai saat itu ''
Yura: " Semuanya? ''
__ADS_1
Irvan: " Ia semuanya"
Yura: " Gua.... gua belum membuka hati but yang lain Van"
Irvan: '' Mas akan selalu menunggu sampai kamu membuka hati mu buat Mas"
Dalam hati Irvan pun berkata '' Mas akan mengubah kesedihan kamu jadi kebahagiaan yang gak akan kamu lupakan ''
Sesampainya di rumah Kosan, Yura langsung turun dari mobil dan cepat-cepat masuk kedalam rumah. Tanpa permisi dan tanpa kata-kata ''. Di dalam kamar Yura menangis tersedu-sedu mengingat setiap perkataan yang pernah diucapkan nya di pantai kala itu.
Yura: " Kenapa dengan Gw ''
'' Kenapa gw ga bisa menggantikan Arga dengan orang lain?"
" Kenapa harus Irvan "
'' kenapaaa???" teriaknya
Di lain tempat Alexa masih mencari tau siapa Yura, siapa gadis yang begitu di cintai Irvan.
Alexa: " Yura '' teriaknya
'' Kenapa lo yang merebut posisi gw ''
Setelah mengantar Yura, Irvan pun kembali pulang kerumah.
Irvan: " Ma... ''
Mama: " Ada apa nak? '' tanyanya
Irvan: " Ma... apa Irvan salah terlalu menyukai Yura?'''
Mama: " Enggak... memangnya kenapa nak? ''
Mama: "Kalau kamu benar-benar suka sama dia, kejar dia, pertahankan. Jangan sampai udah direbut orang kamu baru menyesal ''
Irvan: " Irvan mau melamar Yura ma '' ucapnya serius
Mama: " Apa Yura sudah tau hal ini? ''
Irvan: '' belum Ma ''
Mama: " Kamu bicara dulu dengan Yura ''
Irvan: " Mungkin begitu lebih baik Ma. Nanti malam Irvan akan tanyakan ke Yura. ''
Waktu sudah menunjukkan hari sudah mulai malam, Irvan pun bergegas untuk menemui Yura di rumah kosannya, sementara Yura sendiri masih di rundung rasa sedih dan bersalah atas sikapnya terhadap Irvan.
Tok,.. tok... tok....
tidak ada jawaban Yura dari dalam
Tok... tok... tok...
'' Yura.... '' panggil Irvan
Yura: " Ia siapa ya? '' dengan suara beratnya karena habis nangis
Irvan: "' Ini Mas Yur ''
Yura: " Bentar '' sambil membersihkan wajah dlu sebelum membuka kan pintu
Yura: " Masuk Van, silahkan duduk. Oya, ada apa malam-malam begini datang ''
Irvan: " Mas mau ngomong serius sama kamu ''
__ADS_1
Yura: " Tentang? ''
Irvan: " Kamu mau kan jadi pendamping Mas ''
Yura pun terkejut mendengar ucapan Irvan, seolah-olah seharian ini kena shock therapy di buat Irvan.
Yura: " Maaf Van, gw ga bisa '' '' gwe butuh waktu untuk itu ''
Irvan: " Sampai kapan? '' tanyanya serius
Yura: " Gw belum bisa pastikan hati gw Van ''
Irvan: " Sampai kapan pun itu Mas tetap akan menunggu kamu ''
Yura: '' Alexa? ''
Irvan: " Dia udah gak ada hubungan apa-apa lagi sama Mas, dia hanya masa lalu yang gak perlu di ingat-ingat lagi '' '' Sekarang Mas mau fokus ke jenjang yang lebih serius lagi bersama kamu ''
Yura: (hanya dia mencerna setiap bait yang di ucapkan Irvan)
Yura: " Maaf Van, gw butuh waktu untuk itu ''
Irvan: " Sampai kapan? '' tanya nya kembali
Yura: " Sampai gw bisa membuka hati gua sama lo ''
Irvan: (digenggamnya erat tangan Yura sambil berkata ''Sudah Mas bilang ke kamu, Mas pasti akan menunggu kamu sampai kamu bersedia menerima Mas '' )
Setelah beberapa hari Yura gak masuk kerja, pagi ini dia ke klinik buat mengundurkan diri dari pekerjaannya.
Asmi: " Kenapa Lo lakuin ini Yur? ''
Yura: '' Gw mau nenangi diri dulu Mi " " gw janji bakal balik lagi kalau hati dan perasaan gw udah sehat ''
Asmi: Jadi lo mau kemana ''
Yura: " Gw mau balik kerumah Mi, mungkin disana gw bisa membuat suatu keputusan yang terbaik sama gw ''
Asmi: '' Jadi kapan lo akan pergi ''
Yura: " Secepatnya Mi ''
Asmi: " Gw antar ya ''
Yura: " Ga usah, Gw sendiri aja ''
Asmi: " Yakin ga mau diantar ''
Yura: " Ya enggak lah, makasih ya Mi. Lo emang temen gw yang paling baik seantero jagat ''
Asmi: '' Hellleehhh lo bisa aja ''
Yura: " Gw pamit ya Mi '' sambil dipeluknya asmi dengan rasa penuh kesedihan
Asmi: " Sering-sering kasih kabar ke gw ya Yur '' sambil mengeratkan pelukan
Kini tiba saat nya buat Yura kembali ke kampung halaman yang Asri, penuh kehangatan dan orang-orang yang menyayanginya. Di sana ada Mami dan Papi nya yang selalu mendukung apa pun yang di buat Yura, ada juga Gilang teman kecil Yura yang sampai saat ini masih menyukai Yura secara diam-diam.
Papi: " Putri papi yang paling Papi cintai, akhirnya kamu pulang juga nak, sudah lama papi mau menjemput kamu tapi mami kamu selalu melarang papi buat jemput kamu ''
Yura: " Ih... papi, Yura disana kerja kali Pi bukan liburan '' sambil cekikkikan
Mami: '' Papi mah gitu kalau Yura disini aja nyalahi Mami yang larang-larang Papi ''
Yura: " Udah lah Mi, namanya juga Papi Mi '' ''Oya Pi,Mi Yura mandi dulu ya ''
__ADS_1