PEKA

PEKA
DI TEMUKAN WARGA


__ADS_3

Beberapa menit berlalu ketukan kembali terdengar, dan disusul oleh gedoran yang cukup keras. Membuat Hanna terperanjat kaget, ia memegang tangan ke hati, hampir saja jantungnya ini berhenti berdetak, karena Hanna mulai terganggu. Ia memutuskan untuk melihat keluar, tapi tidak ada orang.


Kegelapan sepanjang lorong. Hanya ada cahaya di ujung lorong. Ia mulai kebingungan, ia mencoba untuk tetap berpikir positif. Hanna menyalakan lampu dan tiba tiba melihat satu sosok hitam di ujung lorong. Hanna membulatkan matanya, ia belum pernah melihat Makhluk seperti itu.


Hanna terdiam, badannya lemas, ia tak tahu harus berbuat apa apa. Sosok itu melihat Hanna dengan mata merah menyala dan jangan lupakan gigi taringnya, menyeramkan. Sosok itu pun mendekat ke arah Hanna, seolah menginginkan hati jantung Hanna dengan tangan besar yang memanjang.


"Aaargh!" teriak Hanna, berusaha lari tapi kedua kakinya terasa kaku.


Bruugh!!


Hanna ingin berlari dari tempatnya namun nihil, tubuhnya tidak bisa digerakkan, perlahan namun pasti sosok itu semakin dekat dengan dirinya. Beberapa detik berikutnya penglihatan Hanna menggelap, dan gadis itu terjatuh.


Hanna masih ingat jelas, jika dirinya saat itu ingin lari, ketika sebuah tangan dari lima kilo meter meraih dan melilit kakinya. Hal itu pun membuat Hanna menutup mata, ketika dirinya terbentur tembok, dan jatuh ke anak tangga.


***


DESA SEBELAH


Ceruk matahari pagi, membuat mata Hanna silau dan sedikit perlahan membuka mata. Hanna terkejut karena ia sudah berada di tempat lain, dan terlihat pagi menterik.


Saat pagi harinya yang sangat aneh, Hanna ditemukan pingsan oleh warga sekitar. Hanna menatap seorang warga, yang memberikannya minum dan membuat mata Hanna mengelilingi dimana dirinya saat ini.


"Bu, makasih bantuannya. Tapi saya dimana ya?"

__ADS_1


"Kampung sebelah! kamu di temukan di bawah pohon asem. Dari mana kamu malam malam toh? nenek kamu belum pulang ndok?"


"Mbok kenal nenek saya?"


"Iyo! nenek Sari kan? panggil saya mbok Minah. Kami sempat ke pasar bersama hampir tiap hari. Tapi udah empat hari ini, ga lihat ke pasar. Kemana toh nenek Sari?"


Hanna menggeleng, dan merendahkan suaranya jika yang ia tahu dari surat, nenek pergi ke kampung pakde karena rindu dengan makam pakde. Hal itu membuat mbok minah bungkam, dan mengangguk.


"Kenapa ga nyusul? kamu camping ya, mbok sempet denger dari nenek kamu. Udah sepuh harusnya dikawal."


"Iy, tapi aku lupa mbok. Terakhir waktu kecil umur delapan tahun."


"Walah, repot kalau gitu. Moga nenek cepet pulang, kembali dengan sehat ya. Kangen mbok, nenek kamu itu humble sama warga sini."


"Sudah sadar lu?" tanya Ryan, yang tiba saja datang.


"Ryan." terbata Hanna.


Hanna mengangguk lemah, mata Hanna tertuju pada Ryan, yang menatapnya takut takut.


"Hanna, lo kenapa?"


"Ryan, g-gue ga apa apa, cuma .." terdiam Hanna.

__ADS_1


"Bicara aja!"


"Ryan, semalam gue lihat penunggu baru, mirip jelmaan di hutan waktu itu, sekaan dia ikutin kita dan minta jiwa kita lagi kaya waktu itu, kita dikejar ...."


"Sudah gue duga. Nenek lo udah tahu, kita bicarain ini. Kali aja nenek tahu, solusinya."


"Untuk apa? Nenek gue ga ada di rumah, selepas kita pulang camping. Gue bingung, jujur gue ga berani tinggal di rumah sendirian. Hanya ada surat, kalau nenek pergi ke kampung."


Ryan tak ingin memperpanjang pembicaraan ini, dia memutuskan untuk mengangguk pertanda bahwa ia sudah paham apa yang Hanna rasakan. Ryan juga bimbang, bicara jika Mira kekasihnya belum ditemukan hingga kini.


"Mira juga ga ditemukan, tim sar hentiin pencarian. Hanna, bantu gue cari dia. Gue bakal bantu lo cari alamat nenek lo, gimana?" lirih Ryan, membuat Hanna terdiam seolah berfikir.


"Ok, tapi gue ga tahu. Cuma ada satu cara cepat! lo berani, bisa lo tahan ga penakut?" tanya Hanna.


"Soal apa, lo buat cara apa?" tanya Ryan, dan Hanna berbisik.


Bloody Mary! kotak permainan dengan bantuan Arwah penasaran sama Jin, kita bisa tahu, dimana keberadaan Mira dan pak Yola sebenarnya. Mereka dibilang telah mati, tapi jasadnya sudah tiga minggu ga ditemukan kan.


"B-blody Mary! kaya difilm, lo serius? mirip jelangkung ga sih,?" gugup Ryan berkata.


Hanna mengangguk, dan Ryan mulai merasakan kejangggalan, kala di pohon samping rumah penduduk. Seolah sedang memperhatikannya.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2