
Tim Sar kembali datang, polisi termasuk pak Dirga tersenyum kala Hanna dan Ryan telah membantu makam angker tahun penjajah dan noni belanda. Konon pa Dirga bilang, tulang belulang dan mayat terdetek telah dicari pemerintah korea, dan inggris yang keluarganya hilang.
Suatu penghargaan pada pihak polisi dan tima sar telah menemukan, mayat yang telah dicari puluhan tahun itu. Tak luput Hanna dan Ryan diberikan uang yang sepadan.
"Terimakasih, jika ada sesuatu lagi. Jangan sungkan hubungi bapak!" ujar Dirga.
"Tidak sengaja, jika mereka tidak menampakan. Saya juga tidak bisa berbuat apa apa pak!" merendah Hanna.
Keluar dari kantor kepolisian setelah dimintai keterangan, Hanna menatap langit yang disampingnya Ryan sedang mengangkat telepon dari berbagai negara meminta bantuan. Seolah rejeki mereka mulai berdatangan.
Aku tidak mengerti mengapa Tuhan memberikan kemampuan ini padaku. Terasa seperti kutukan untukku, tetapi aku harus terbiasa. Penglihatan ini terkadang membuatku merasa terganggu karena beberapa dari mereka menampakkan wajah yang menyeramkan.
Kemampuan ini sangat mengusikku, sungguh menganggu. Akan tetapi seiring berjalan waktu, kemampuan ini terasa bagaikan anugerah untukku. Akupun pada akhirnya tahu, bahwa manusia jahat ada dimana-mana. Sangat menyenangkan menggunakan kemampuan ini hanya untuk membantu yang tidak terlihat. Lagi pula, mereka terkadang cukup membantu. Deru batin Hanna.
Langit mengabu, pertanda hujan akan segera turun. Suara petir menyambar terdengar jelas di telinga gadis berparas blasteran yang tengah berada di area kantor polisi.
Angin bertiup menerbangkan rambut panjang dengan berwarna cokelat caramel miliknya. Ryan ikut mendongak menatap langit. Netra hazelnya menyorot langit dengan senyum yang terpahat indah di wajahnya. Pria itu menutup kotak blody marry yang sejak tadi ia perhatikan.
Tak lama Hanna melihat seorang arwah, yang kaku dengan berjalan kilat di kegelapan hujan yang akan lebat.
Gadis itu bangkit dari kursi taman. Seragam sekolah berwarna marunnya, memberi kesan pucat pada kulit cool undertonennya. Tertulis “Yasmin Alora” di nama tag yang terpasang di saku baju sebelah kirinya. Matanya menyorot tajam ke arah Hanna dan Ryan dengan sebagian menutup mata dengan rambut.
Arwah tersebut mengenakan seragam berlogo sekolah yang sama dengannya dulu, namun terlihat lebih kuno dari yang Hanna kenakan. Sudut bibir Hanna terangkat. Perlahan kakinya melangkah mendekati roh berambut jenis bob tersebut.
“Hey, kamu lagi apa?” tanya Hanna, membuat Ryan melongo, pasalnya Ryan tak melihat siapapun.
Arwah tersebut menengok ke sembarang arah. Ia terheran heran dengan siapa Hanna berbicara.
“Aku ngomong sama kamu,” celetuk Hanna.
Roh tersebut menutup mulutnya yang sempat ternganga. “Kamu bisa ngelihat aku?”
Hanna tersenyum pada arwah siswi tersebut dan lalu mengangguk menanggapi pertanyaannya.
__ADS_1
“Kamu kenapa ada di sini?” Hanna bertanya.
Arwah tersebut menggeleng. “Aku nggak mau cerita sama kamu.”
Hanna mengangguk mengerti, lalu menjulurkan tangannya. “Aku Hanna,” ucap nya.
Arwah tersebut menatap uluran tangan Hanna, ia tak berniat membalas uluran tangan Hanna. Ia pun menjawab, “AkuYasmin.”
"Hanna, ada arwah lagi ya?" bisik Ryan.
"Heuumph! tempelin lilin dari kotak blody marry. Maka lo bisa lihat dia di depan, Ryan!" senyum Hanna, dan Ryan pelan sangat segera menurut.
Benar saja, Ryan tergugah kala arwah siswi didepannya menyeramkan dengan mata yang melotot dan hitam bagai beruang penuh darah.
"Kau mau dengar ceritaku?" ujar arwah siswi dan duduk, Hanna ikut duduk menatap seolah menjadi pendengar.
"Ya, ceritalah! aku percaya padamu, tergantung kamu bicara benar atau tidak."
Gadis tersebut bernama Yasmin. Orang tuanya tidak menyukai Yasmin pula. Sehingga akhirnya ia menyebarkan hal tidak mengenakan telinga ke seluruh penjuru sekolah. Melodi kakak tiri Yasmin, menyebarkan video yang ia rekam secara diam diam, ketika Yasmin berbicara dengan sahabat tak kasat matanya di belakang sekolah.
Tiba hari di mana orang tua murid berbondong-bondong datang untuk mengusir Yasmin dari sekolah tersebut.
Yasmin berjalan menuju belakang sekolah. Untuk pertama kalinya, ia bolos jam pelajaran kedua. Gadis itu tidak ingin berada di dalam kelasnya. Semua orang seolah-olah sedang membicarakannya.
Yasmin mengangguk, lalu berkata “Bisa, aku udah pernah ngelakuin hal itu. Kepala sekolah nyuruh aku pindah, tapi aku minta izin dengan beliau untuk melaksakan ujian tingkat selanjutnya.”
Gadis transparan tersebut duduk di sebelah Yasmin. “Kamu kelihatan sedih banget,” ujar hantu Sarah, saat Yasmin masih hidup.
Yasmin menghela napas berat, ia berkata “Mereka menganggap aku aneh, atau mungkin gila.”
Sarah tersenyum, ia menyorot bangku yang sudah patah. “Jangan bilang gitu, kamu tidak aneh dan kamu itu special.”
Yasmin tersenyum. Ia menyorot netra tembus pandang, Sarah lalu berkata “Selama aku hidup aku merasa manusia lebih nyeremin dibandingin kalian. Ambisi dan keserakahan membuat manusia lupa, kalau kematian lagi nunggu mereka.”
__ADS_1
Sarah menatap Yasmin lalu mengangguk. “Aku kayak gini juga karena ulah manusia, tapi manusia takut sama aku.”
Yasmin tersenyum pada Sarah. “Wajah kalian seram sih… kamu bakalan kesepian karena tidak ada aku.”
Sarah mengangguk. “Aku harap kamu bahagia di sekolah barumu Yasmin, tapi percayalah kamu tidak salah. Masih ada yang sepertimu! suatu hari kamu akan menemukan yang sama sepertimu bisa melihatku." ujar hantu Sarah.
Entah sejak kapan, ada arwah yang mengekori Yasmin. Gadis itu sepakat untuk membantu arwah yang mengikutinya sekarang. Arwah tersebut memakai seragam yang sama dengan Yasmin.
Mereka bertemu di pohon yang tidak jauh dari gerbang sekolah. Seluruh tubuh arwah ini sangat bersih. Tidak ada sedikit pun darah yang keluar dari tubuhnya atau tanda ia habis dibunuh. Akan tetapi auranya sangat merah, menandakan ia adalah korban pembunuhan.
Ketika Yasmin masuk ke dalam kelas barunya. Arwah tersebut berubah menjadi noni belanda, seolah ia tidak menampakkan wujud aslinya. Yasmin berdiri di depan kelas, ia tersenyum di hadapan teman-teman barunya. Netranya mengedar ke seluruh ruangan, ia belum sempat memperkenalkan diri. Namun pemuda yang berada di pojok belakang kanan kelas, sudah menyorot dirinya dengan tajam. Seperti membenci Yasmin.
Lelaki tersebut bernama Jihan teman Melodi kakak tiri Yasmin. Sorotnya tajam, tetapi Yasmin tidak terlalu peduli dengan tatapannya tersebut. Jihan bicara jika wanita bernama Yasmin sangat aneh.
Bodohnya semua membully, dan saat itu ia berlari ke luar sekolah, saat itu juga Yasmin melihat hantu sarah dibunuh di area sekolahnya, saat Yasmin ingin menolong. Rupanya dari arah belakang truk membentur tubuh Yasmin hingga terpental jarak lima kilometer. Dan itulah akhir cerita Yasmin menjadi arwah penasaran seperti hantu Sarah yang mati di sekolah itu juga.
Hanna terdiam, karena saat itu sebelum ia bertemu Ryan. Ryan juga membencinya, karena aneh. Tapi beruntungnya ia bersama Ryan seolah mempunyai takdir yang harus bersama.
"Kamu ga salah Yasmin, hatimu baik. Tempatmu bukan disini! apa yang bisa aku bantu?" ujar Hanna. Ryan hanya pucat pasi, kala sosok arwah bercerita pada Hanna.
"Aku ingin menemui ibuku, ibuku renta dan dikursi roda. Ia ingin melihat aku lulus, tapi aku masih dinyatakan hilang karena jasadku berada di selokan. Temanku Jihan menyaksikan aku kecelakaan, tapi ia hanya bungkam saja. Jihan ia masih sekolah saat ini, kakaku melodi beralasan buruk pada ibuku. Ibuku pasti sedih saat ini."
"Kapan kecelakaannya?" tanya Hanna.
"Tiga minggu lalu, semua teman teman bilang aku kabur dengan pria universitas karena nakal. Ibuku pasti down kala mendengar isu tidak benar itu." ujar arwah Yasmin.
Hanna menatap Ryan, dan memintanya mengeluarkan blody marry. Lalu mencari data sekolah kejuruan melati angkasa 5.
"Ok, baik kita akan bantu. Gue bakal ke sekolah, dan Hanna ke rumah arwah Yasmin." bisik Ryan, yang sedikit takut menatap arwah Yasmin.
Tbc.
Sambil tunggu Up, mampir novel temen litersi author yuks!
__ADS_1