PEKA

PEKA
BERJUANG


__ADS_3

Senin hari paling keramat di sekolah karena setiap hari itu akan di adakan upacara bendera merah putih dan di iringi lagu Indonesia raya .


Seperti Senin biasanya upacara di mulai pukul 7 pagi sampai matahari mulai menghangat tubuh ini lalu membakar seluruh jiwa ini.


Panas yang gue rasakan saat ini tidak sebanding dengan panasnya mentari .


panas saat liat gebetan malah rendengan dengan ketua kelas


Sira Anandita cewek yang saat ini gue perjuangkan dengan keras malah rendengan dengan ketua kelas modal kecamatan doang .


Tau gak rasnya perih liat dia senderan sama cowok lain,padahal baru gebetan apalagi jadi pacar bisa mati berdiri gue.


Ini tidak bisa gue biarkan ,enak aja gue aja yang udah lama suka sama dia gak pernah tuh sedeket itu ?emang dia siapa berani deketin calon gue .


" Minggir gue mau di depan"ucap Ramdan setengah berbisik.


"Tumben " jawab Revina sambil memalingkan wajahnya ke arah Ramdan .


"Gue mau jadi tembok buat kalian berteduh dari panasnya upacara ini"ucap Ramdan sok gentleman.


"Perhatian banget lu sama gue".ucap Revina dengan lembut sambil memukul maka bahu Ramdan .


"Jangan baper ,gue udah punya calon"ucapnya memperingati bahwa hatinya udah ada yang memiliki yang tak lain adalah Sira Anandita .


"Sial"jawab gadis itu dengan penuh rasa marah,malu dan kecewa,Dia langsung pindah ke barisan belakang.


Dan dengan senang hati Ramdan sudah ada mengantikan gadis yang mudah baper tadi di barisan kedua belakang Sira.


ternyata kalau di lihat dari dekat mereka gak senderan cuma lagi berbisik .


Uhhh, untunglah kalau bener senderan gue Patahin tuh kepala ketos bila perlu gue ganti upacara bendera ini sama upacara kematian untuk doni Adiputra ketos yang caper sama calon mamah muda dari anak-anak gue.


Tapi kalau gue pikir ulang tetep ajakan mereka Deket ngobrol pake bisik -bisk nanti orang mikir mereka pacaran lagi ,kan repot kalau punya saingan, mana belum ngasih lapu ijo tuh cewe bisa-bisa gue di tikung sebelum balapan ini mah.


Gue harus bertindak .


Harus garcep.


"Sira ,"bisik Ramdan sambil mencondongkan kepalanya ke arah sira.


"Apa"jawabnya malas.


"Kamu tau gak ?persamaan kamu sama bendera apa?"


"Apa?"

__ADS_1


"Sama -Sama harus di perjuangin !!"


"Oh"Jawabnya simpel .


Ramdan membasahi bibirnya Kara


merasa kecewa mendapatkan respons biasa aja.


"Kalau bendera di perjuangkan oleh pahlawan, kalau kamu di perjuangkan aku seorang"lanjutnya.


"Masa"


"Iya nih aku lagi berjuang ,"ucapnya dengan senyuman manisnya.


Sira hanya tersenyum tipis ternyata pria di depannya ini sungguh gigih mengejar dirinya , padahal selama ini dia tidak begituh merespon malah terkesan gak peduli.


Jahatkah aku kalau menolak rasa yang pernah dia berikan.....?


Ramdan Kusumo yang entah sejak kapan di terus menggangguku dengan gombalan recehannya,jujur aku seneng siapa sih cewek yang gak happy kalau di gombalan se manis itu, Apalagi seorang Ramdan cowok yang terkenal di kalangan wanita dengan wajah rupawan serta


Tingkahnya yang absur tapi gemesin itu.


"Sira "


"Sira"


"Apa berani sama gue"jawab Ramdan nanatagi Doni yang berani mengangu pdktnya.


Sedangkan Doni hanya menghela nafas suguh jadi ketua kelas itu beban berat banget apalagi menghadapi Ramdan yang bebel dan kekanak-kanaka, kalau bisa dia ingin lengser saja jadi ketua kelas .


"Sira"


"Suttt......berisik"ucap Sira sambil menempelkan telunjuknya di bibir Ramdan., Seketika Ramdan diam seribu bahasa.


"Jangan ngomong nanti Doni marah"ujar Sira sambil sesekali melirik Doni yang notabene ketua kelasnya .


"Oke"tanpa Protes Ramdan langsung menutup mulutnya ,dan tersenyum sambil memegang bibirnya yang tadi di sentuh Sira .


'Alhamdulillah lapu ijo Sira udah mulai respon gue pake acara sentuh bibir lagi kan gue jadi seneng,'uacapnya dalam hati .


Upacara sudah selesai tapi para murid belum di bubarkan Karana ada pengumuman.


"Di mohon ke pada siswa/i diam di tempat ,Karan hari ini akan ada rajiaan bapak/ibu guru akan memeriksa tas kalian, jadi jangan ada yang meningggalkan lapang ini ,di mohon kepada siswa/siswi SMA KECANA dapat bekerja sama dengan pihak sekolah terimakasih"


"Huuuuuuuu" sorak para murid tidak terima di adakan rajiaan,karna menurut nya tidak adil Karan rajiaan harusnya di adakan di dalam kelas bukan saat upacara sudah selesai Karan tidak ada waktu untuk mengamankan barang berharga.

__ADS_1


"Sira"ucap Ramdan aga keras biar ke denger Karan lapangan ramai dengan sorakan.


"Apa"jawab Sira .


"Di mohon diam ,kalau kalian semua Protes bapa selaku kepala sekolah tidak akan membubarkan kalian semua dari lapangan ini mungkin jika kalain terus berisik saya akan menjemur kalain sampai jam istirahat , mengerti."


" Mengerti".jawab seluruh murid lesu .


"Kamu cantik "ucap Ramdan sedikit berbisik ke telinga Sira .


"Makasih"jawabnya sambil melihat ke depan Karan dia takut kalau nengok ke belakang dia kena semprot kepala sekolah.


"Nanti istirahat bareng gue ya "ucap Ramdan masih berbisik di telinga Sira malah sekarang menyondongkan badannya Agara mempermudah komunikasi.


"Gak ,makasih gue bareng anak-anak"ucap Sira masih sama melihat ke depan .


"Nanti gue terakhir deh" Ramdan mulai berani mengunakan tangannya untuk megibas rambut Sira agar telinga gadis itu terlihat dan dapat mendengar dengan jelas ucapannya .


"Bener nih,"


"Iya,tapi kita makan berdua aja jangan ngajak temen kamu"


"Kok gitu".


"Yah biar sweet "


"Gak "


"Kok gitu , gini deh nanti aku terakhir temen kamu tapi mejanya Pisah ya ,soalnya aku mau kita makan berdua aja , please"ucap Ramdan sambil menyatukan kedua tangannya.


" Emmmm oke"


"Yes ,awas kalau bokong aku bakal jemput ke meja kamu"


"Iya"


"Yes,yes,yes berhasil,berhasil hore🙌"


"Ram Lo bisa gak sih pdkt nanti aja ,liat noh wali kelas kita dari tadi liatin ke sini terus"ucap Doni kesal Karan sejak tadi Bu ati memperhatikan Ramadan yang masih sempet-sempetnya gombal padahal inikan lagi serius .


"Baru juga di liatin udah keder aja Lo ,nih gue liatin balik pasti salting tuh wali kelas"ucap Ramdan langsung mengedarkan pandangannya mencari wali kelas yang caper akan ketampanannya .


Dan blam ...Ramdan menemukan mata yang melihatnya dengan sorot marah seperti akan menerkamnya , tampa di duga Ramadan mengedipkan mata sambil menyisir rambutnya ke belakang agar terlihat keren.


"Gila Lo ram"Ucap Doni dibutat geleng-geleng kepala melihat kelakuan absur Ramdan yang berani menggoda wali kelasnya yang terkenal killer itu.

__ADS_1


Sedangkan Bu ati mengepalkan tangannya ingin sekali dia langsung melempar sepatunya ke wajah tegil Ramdan.


__ADS_2