Pelakor Itu Sahabatku

Pelakor Itu Sahabatku
Bab 18


__ADS_3

Aku menatap heran pada seorang pria paruh baya yang terlihat segar kini berdiri tepat di hadapanku.


Aku bertanya-tanya akan sosok yang ada di hadapanku saat ini.


"Kakek," lirih Alisya kaget saat melihat pria itu.


Aku menautkan kedua alisku.


"Kakek? Sejak kapan Alisya memiiki seorang kakek," gumamku bertanya-tanya di dalam hati.


"Bagaimana keadaanmu, Nak?" tanya pria tua itu pada Alisya dengan penuh perhatian.


Aku melihat Alisya tersenyum pada pria paruh baya itu, sehingga aku yakin pria paruh baya itu sangat dekat dengannya.


Setelah dia menyapa Alisya, pria itu menoleh ke arahku dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Siapa pria ini?" tanya si pria itu pada Alisya.


"Mhm, dia Firman, Kek. Firman teman kuliahku dan saat ini dia merupakan partner bisnis kita," jawab Alisya.


"Firman, kenalkan ini kakek Mas Yoga, suamiku," ujar Alisya memperkenalkan Kakek Herlambang padaku.


Aku pun mengulurkan tanganku sopan pada pria yang terlihat sangat wibawa, sesuai apa yang dikatakan oleh Alisya, berarti pria yang kini berdiri di hadapanku ini merupakan pemilik perusahaan Herlambang.


"Salam kenal, Kek," sapaku dengan ramah.

__ADS_1


Pria paruh baya itu pun tersenyum padaku, dia membalas uluran tanganku dengan ramah.


"Terima kasih kamu sudah membawa Alisya ke rumah sakit dengan cepat, sehingga dia baik-baik saja saat ini," ujarnya padaku.


"Sama-sama, Kek." Aku tak tahu harus berkata apa padanya.


Hanya itu yang dapat aku ucapkan.


Tak berapa lama datang beberapa orang yang sama sekali tidak aku kenal juga masuk ke ruang rawat Alisya.


Terlihat dua orang wanita yang berkisar umurnya sekitar 50 tahunan serta seorang wanita yang sudah berumur juga aku perkirakan wanita yang berumur itu adalah istri kakek Herlambang.


"Alisya!" pekik salah satu wanita itu lalu menghampiri Alisya.


"Aku baik, Bu," jawab Alisya memanggil ibu pada wanita itu yang aku perkirakan bahwa wanita itu adalah ibu mertuanya.


"Sayang, nenek sangat mengkhawatirkanmu," lirih wanita paruh baya itu.


Mereka pun mengobrol menanyakan keadaan Alisya saat ini sehingga mereka melupakan keberadaanku di ruangan ini.


****


Author POV.


Dua hari berlalu, Alisya pun diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit, selama di rumah sakit Firman rutin mengunjungi Alisya.

__ADS_1


Sesampai di rumah, Alisya disambut dengan suka cita oleh keluarga besar sang suami.


Semua wanita di rumah itu langsung memeluk Alisya dengan erat.


Mereka terlihat sangat menyayangi Alisya, kasih sayang yang hangat dicurahkan keluarga Yoga pada istrinya sementara itu sang suami entah pergi dengan adanya lain.


Kasih sayang keluarga suaminya itu membuat Alisya merasa sangat berarti bagi keluarga suaminya.


Kehangatan dari keluarga suaminya membuat Alisya lupa bahwa suaminya telah menyakiti dirinya.


Kejadian beberapa hari yang lalu membuat semua orang sangat mengkhawatirkan Alisya.


"Sya, lain kali coba kamu bawa teman kamu yang bernama Firman itu untuk makan malam di sini," ujar Kakek Herlambang saat mereka tengah berkumpul di ruang keluarga.


"Mhm, baiklah, Kek. Kalau aku bertemu lagi dengannya, aku akan menyampaikan tawaran kakek padanya," ujar Alisya menanggapi ucapan pria tua yang sangat dihormatinya itu.


"Mhm, ngomong-ngomong Firman itu sudah menikah belum?" tanya Nenek penasaran.


"Mhm, sudah, Nek," jawab Alisya.


"Apa?" sahut Kakek, Nenek dan Bu Rahma serentak.


Hal ini membuat Alisya bingung.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2