Pelakor Itu Sahabatku

Pelakor Itu Sahabatku
Bab 23


__ADS_3

"Firman, perutku sakit sekali," lirih Alisya.


Akhirnya Alisya mengatakan apa yang dirasakannya setelah mereka berada di depan restoran.


"Ayo, kita harus langsung ke rumah sakit. Kamu sebentar lagi akan melahirkan," ujar Firman yakin.


Firman pun langsung memapah Alisya menuju mobilnya, dia melajukan mobilnya meninggalkan restoran mewah itu, Firman melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, meskipun begitu dia masih tetap berhati-hati karena saat ini dia tengah membawa Alisya yang hendak melahirkan.


15 menit perjalan, mobil Firman sudah memasuki sebuah rumah sakit ternama di kota Bandung, dia menghentikan mobilnya tepat di depan IGD.


Setelah itu, dia pun keluar dari mobilnya, dia menggendong Alisya menuju ruang IGD.


"Dokter! Suster!" teriak Firman.


Tak berapa lama dua orang perawat atau menghampiri mereka dengan membawa brangkar rumah sakit.


Firman membaringkan tubuh Alisya di atas brangkar tersebut.


"Sepertinya dia akan melahirkan," ujar Firman pada perawat tersebut.


"Ketubannya sudah pecah," teriak salah satu perawat yang membawa Alisya masuk ke dalam ruang pemeriksaan.

__ADS_1


"Pak, kami akan menindak istri bapak, tapi tolong iris ke bagian registrasi," ujar salah satu perawat setelah mengantarkan Alisya masuk ke dalam ruang penanganan.


"Baiklah," sahut Firman.


setelah itu Firman pun menyelesaikan administrasi yang ada di rumah sakit tersebut, sebelum mereka menindaklanjuti penanganan persalinan Alisya.


"Pak, Apakah Bapak ikut menemani istri bapak untuk melahirkan?" tanya salah satu perawat sebelum mereka mulai membantu persalinan Alisya.


"Lebih baik, bapak ikut, untuk memberi kekuatan kepada istri bapak agar dia bisa melahirkan dengan secara normal," ujar si perawat lagi memberikan saran.


Perawat itu menarik lengan Firman masuk ke dalam ruangan tersebut.


Firman langsung menghampiri Alisya, dia menggenggam erat tangan Alisya.


Alisya juga menggenggam erat tangan sang sahabat dengan erat, semakin sakit yang dirasakannya semakin erat dia menggenggam tangan Firman.


30 menit berlalu, akhirnya Alisa pun dapat melahirkan seorang Putra yang terlihat sangat tampan.


"Ini putra kalian," ujar si perawat memberikan bayi mungil itu kepada Firman.


Alisa menatap dalam pria yang sudah menjadi sahabatnya itu, kini Firman tengah menggendong Putra Alisya lalu mulai mengazankan bayi mungil itu.

__ADS_1


"Ya Allah, apa yang saat ini dengan engkau rencanakan, engkau hadirkan dia dalam hidupku disaat aku saat membutuhkan sebuah tempat untuk menopang beban yang aku pikul selama ini," gumam Alisya di dalam hati.


Rasa sakit yang tadi melanda, kini terobati dengan tampan buah hati yang selama ini ditunggu-tunggunya.


Tak berapa lama setelah itu Alisya pun dipindahkan ke ruang rawat inap. Peras juga membawa keranjang Bayu Alisya ke kamar itu, Kini Alisya ditemani oleh Firman.


"Firman, bolehkah aku minta tolong," pinta Alisya pada Firman yang kini duduk di samping Alisya.


"Mhm, gumam Firman menanggapi ucapan Alisya.


"Bisakah, kamu membantuku untuk menghubungi keluargaku?" pinta Alisya.


Alisya teringat pada keluarga besarnya dia yakin saat ini, mereka semua sangat mengkhawatirkan dirinya karena sejak tadi siang belum pulang ke rumah.


Alisya menunjukkan tasnya yang sejak tadi di kalungkan Firman ke tubuhnya.


Firman pun bergegas mengambilkan tas tersebut, lalu memberikan tas itu pada Alisya.


Alisya mengeluarkan ponselnya, dia memberikan ponsel itu pada Firman dan meminta Firman memberitahukan ibu mertuanya setelah Alisya menunjukkan nomor kontak ibu mertuanya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2