
Setelah melajukan mobilnya sekitar beberapa menit, Firman menghentikan mobilnya di sebuah resto mahal.
"Fir, kamu ngajakin aku ke sini?" tanya Alisya tak percaya.
Saat ini dia berada di sebuah resto mahal yang dulu sempat diangan-angankannya sewaktu kuliah.
"Kamu masih ingat restoran ini?" tanya Firman pada Alisya.
Alisya mengangguk sembari mengingat masa lalunya di zaman kuliah bersama Firman.
"Duh, capek juga," keluh Alisya sembari duduk di sebuah bangku panjang tak jauh dari sebuah restoran mewah.
Alisya mulai menghitung uang yang ada di tangannya.
"Bagaimana hasil penjualan hari ini?" tanya Firman yang kini telah ikut duduk di samping Alisya.
"Lumayan dari kemarin," jawab Alisya.
"Alhamdulillah," sahut Firman.
"Kamu bagaimana?" tanya Alisya.
"Alhamdulillah, lumayan dari pada lu manyun," jawab Firman dengan senyuman yang lebar di waiahnya.
"Mhm, Alhamdulillah. Mau makan siang di mana?" tanya Firman.
"Bagusnya di mana?" tanya Alisya balik.
__ADS_1
Mata Alisya terus tertuju pada restoran mewah yang ada di hadapannya.
Alisya dan Firman baru saja menjual kartu perdana salah satu merek terkenal, mereka biasa menghabiskan waktu libur dengan mencari uang tambahan untuk biaya kuliah mereka.
Melihat biaya kuliah yang semakin besar, Alisya dan Firman memutuskan untuk mencari uang dengan menjajakan kartu perdana di pusat kota.
"Cha," lirih Firman menyadarkan Alisya yang melamun membayangkan makanan yang enak-enak di dalam hati.
"Kamu mau makan di restoran ini?" tanya Firman tak percaya dengan tatapan Alisya.
"Mhm, sepertinya makanan di sini enak banget ya, Fir." Alisya masih menatap lapar ke arah restoran itu.
"Ya ampun, ini tuh resto mahal, Cha. Mana ada uang kita," ujar Firman.
Setelah itu Firman pun menarik tangan Alisya untuk meninggalkan tempat itu, dia mengajak Alisya untuk menikmati makanan yang ada di warung kaki lima.
"Untuk orang-orang seperti kita, lebih baik makan di sini, makanan di sana sepiring makanan penutup di restoran itu sudah dapat makanan yang sangat mengenyangkan di resto kaki lima, tempat mereka berada.
"Kamu tenang saja, suatu hari nanti. Aku akan bawa kamu ke restoran itu," ujar Firman.
"Benarkah?" tanya Alisya memastikan.
Firman mengangguk pelan mengiyakan apa yang ditanyakan Alisya.
"Ayo masuk!" ajak Firman membawa Alisya masuk ke dalam rumah makan itu.
Mereka melangkah masuk ke dalam resto. Mata Alisya terlihat mengagumi desain resto mewah itu.
__ADS_1
Firman mengajak Alisya duduk di sebuah bangku yang paling belakang di restoran itu.
"Kamu ingat? Dulu aku pernah berjanji padamu untuk membawamu ke reestoran ini?" ujar Firman pada Alisya untuk mengingatkan kembali janji yang pernah diucapkannya pada Alisya.
"Masya Allah, Fir. Aku enggak nyangka kamu masih ingat masa lalu," lirih Alisya malu.
"Cha, berbagai kenangan yang dulu kita lalui takkan pernah aku lupakan," ujar Firman.
"Hehehehe, kamu bisa aja," Sahut Firman sambil tersenyum.
Tak berapa lama, seorang pelayan datang menghampiri mereka.
"Permisi, Kak, Bang," sapa si pelayan pada Alisya dan Firman.
"Mhm, silakan dipilih menu yang kakak dan Abang suka," ujar si pelayan dengan ramah.
Alisya dan Firman mengambil selembar menu yang tadi diberikan oleh pelayan, mereka pun memilih makanan yang mereka suka memesan makanan tersebut.
"Mohon ditunggu, ya,"ujar si pelayan pada Alisya dan Firman.
Setelah itu si pelayan pun meninggalkan Alisya dan Firman.
"Cha," lirih Firman meminta perhatian Alisya.
Alisya menoleh ke arah sahabat terbaik sekaligus pria yang selama ini sangat dikaguminya.
"Ada apa?" tanya Alisya.
__ADS_1
Firman menatap dalam pada Alisya, dan begitu juga sebaliknya.
Bersambung...