Pelakor Itu Sahabatku

Pelakor Itu Sahabatku
Bab 20


__ADS_3

"Kamu jangan terlalu memaksakan diri," ujar Kakek juga ikut mengkhawatirkan keadaan Ayunda.


"Tidak, Kek. Saat ini banyak masalah yang harus diselesaikan, sebelum aku mengambil cuti, aku akan selesaikan masalah-masalah yang ada," ujar Alisya berharap keluarga Herlambang mengizinkannya untuk tetap bekerja.


Lagian hanya dengan bekerja Alisya dapat melupakan kesedihannya. Berdiam diri hanya akan mengingat semua kesedihan yang melanda hidupnya.


"Ya sudah, kamu hati-hati, ya. Jika lelah beristirahatlah," nasehat nenek.


"Iya, Nek," sahut Alisya.


Alisya pun berpamitan dengan semua keluarga lalu meninggalkan tuan makan, dia melangkah menuju mobil yang kini sudah terparkir di depan pintu utama kediaman Herlambang.


"Pagi, Nona," sapa Angel sebelum dia membukakan pintu mobil.


"Pagi juga, Angel," sahut Alisya.


Dia masuk ke dalam mobil setelah Angel membukakan pintu mobilnya.


Setelah itu Angel pun melangkah mengitari mobil dan masuk mobil melalui pintu kemudi.


Dia pun melajukan mobilnya setelah memastikan Alisya duduk dengan nyaman di dalam mobil itu.


****


"Alisya benar-benar wanita yang hebat, dalam kondisi seperti ini, dia masih bisa mengendalikan perusahaan dengan baik. Bahkan dia sanggup mengepakkan sayapnya hingga perusahaan Herlambang kini memiliki cabang di beberapa pulau yang ada di Indonesia," ujar Kakek muji kemampuan Alisya dalam menghandle perusahaan keluarga Herlambang.


"Benar, Pa. Aku juga salut sama dia," sahut Rudi menanggapi.


Rudi dan Rendy juga ikut di perusahaan itu, tapi mereka hanya memantau keadaan perusahaan saat ini. Kakek tidak sepenuhnya membiarkan Alisya berjuang memajukan perusahaan itu, karena masih ada Rudy dan Rendy yang ikut membantu di sana.

__ADS_1


"Rudy, kamu terus pantau keamanan dan kesehatan Alisya, papa takut terjadi apa-apa pada kandungan dan dirinya," ujar Kakek Herlambang memberi perintah pada putranya.


"Iya, Pa. Papa tenang saja, Angel dan Rima tidak akan lepas tangan dalam berbagai masalah yang dihadapi Alisya," ujar Rendy.


"Baguslah kalau begitu," sahut Kakek Herlambang.


2 Bulan telah berlalu, proyek yang dijalankan Alisya dan Firman berhasil dengan keuntungan bernilai drastis.


"Selamat, Cha. Proyek ini berhasil dengan sukses, peminat konsumen semakin meningkat dengan iklan yang kita luncurkan," ujar Firman pada sahabatnya sekaligus rekan bisnisnya.


"Selamat juga buat kamu," sahut Alisya dengan wajah bahagianya.


"Mhm, kami memang wanita yang smart dan cerdas," puji Firman.


"Kamu bisa saja, tanpa ide kreatif dari kamu, mana mungkin iklan ini sukses," ujar Alisya juga memuji sahabatnya.


"Cha, bagaimana kita rayakan keberhasilan ini dengan makan siang bareng," ajak Firman memberi tawaran.


"Boleh," sahut Alisya bersemangat.


Alisya yang memang ingin melepaskan rasa suntuknya dari berbagai pekerjaannya beberapa bulan terakhir menerima tawaran Firman begitu saja.


Mereka pun melangkah keluar dari perusahaan Herlambang.


Angel melihat Alisya keluar dari perusahaan, lalu dia pun bergegas menghampiri Alisya.


"Nona mau ke mana?" tanya Angel pada Alisya.


"Saya mau makan siang bersama Firman," jawab Alisya.

__ADS_1


"Mhm, apa saya perlu mengantar, Nona?" tanya Angel merasa bingung.


Dia sudah diamanahi oleh kakek Herlambang untuk tidak meninggalkan Alisya sedikitpun karena saat ini merupakan masa-masanya penantian kelahiran bayi yang ada di dalam kandungan Alisya.


"Tidak usah, saya bersama Firman. Nanti kalau ada apa-apa, saya akan menghubungi kami," ujar Alisya.


"Baiklah, Nona." Angel pun membungkukkan tubuhnya saat Alisya melangkah meninggalkannya.


Alisya dan Firman melangkah beriringan menuju mobil Firman yang terparkir.


"Mhm, silakan," ujar Firman saat mereka telah berada di samping mobil Firman.


Firman membukakan pintu mobil untuk Alisya, dia juga tidak lupa mengembangkan sebuah senyuman manis untuk wanita yang selama ini dianggapnya sebagai sahabat.


"Idih, gaya banget kamu, Fir, hehehe." Alisya terkekeh melihat sikap Firman.


Firman tak menggubris kata-kata Alisya, dia menutup pintu mobil setelah memastikan Alisya duduk di mobilnya, setelah itu Firman pun melangkah mengitari mobilnya dan masuk ke dalam mobil melalui pintu kemudi.


"Kamu mau makan di mana?" tanya Firman pada Alisya.


"Terserah kamu saja, kan kamu yang lebih tahu di mana resto terbaik di sini," ujar Alisya.


Alisya mengangguk.


Firman pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan Herlambang.


Dan mereka pun mengarah menuju sebuah restoran ternama bagi Rendy.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2