
Diculik Di Hari Pernikahan
Clarisa Abraham, Gadis berusia 24 tahun. Berwajah sangat cantik, Kecantikannya menurun dari ibunya yang merupakan putri terpandang keluarga Abraham. Terkenal dengan keberanian, kecerdasan dan kemandiriannya, Gadis yang dipaksa dewasa sebelum waktunya karena sebuah tragedi yang merenggut nyawa ibunya membuatnya menjadi gadis yang kuat dan tidak takut akan kematian. Hatinya di penuhi dendam, Ia mempunyai misi yaitu melindungi harta peninggalan ibunya dari manusia rakus dan tamak serta mengungkap misteri kematian ibunya dan menangkap siapa pelaku pembunuhan yang sebenarnya.
Tepat hari ini ia akan menikah dengan Raditya Bimantara yang merupakan tuan muda dari keluarga Bimantara salah satu keluarga terpandang dan kaya raya. Tentu saja hal ini membuat ibu tiri dan saudara tirinya merasa iri, Sandra ibu tiri Clarisa tidak akan membiarkan pernikahan ini terjadi. Ia tidak rela Clarisa bahagia dan bertekad untuk menghancurkannya. Sandra sudah menyiapkan rencana besar agar Tuan Bimantara membatalkan pernikahan putranya dengan Clarisa. Bersama dengan suaminya tuan Alvaro. Mereka sudah menyiapkan rencana besar agar Clarisa mau menuruti keinginannya yaitu menyerahkan seluruh harta warisan miliknya saat usianya genap 25 tahun. Itu berarti tersisa beberapa jam lagi untuk menjalankan rencana besar itu.
Tujuan Clarisa menerima ajakan Menikah dari kekasihnya adalah untuk menyelamatkan nyawanya agar Ia bisa keluar dari rumah bak neraka yang di penuhi dengan orang-orang licik seperti Sandra ibu tirinya, Alvaro ayah kandungnya sendiri yang tidak pernah menyayanginya dan juga saudara tirinya.
Sandra Hendrawan ibu tiri Clarisa dulunya merupakan wanita simpanan Alvaro dan kini berganti status menjadi istri sah dan satu-satunya tuan Alvaro. Kelicikan membuatnya berhasil meraih posisi Nyonya Abraham menggantikan Almira Abraham ibu dari Clarisa.
Satu-satunya Alasan Sandra dan Alvaro mau merawat dan membesarkan Clarisa adalah karena harta peninggalan ibunya.
Almira Abraham yang merupakan Ibu kandung Clarisa. Tanpa sepengetahuan suaminya, Demi menyelamatkan putrinya ia sudah menulis surat wasit agar kelak ketika Clarisa putri semata wayangnya berusia genap 25 tahun maka seluruh harta miliknya akan jatuh di tangannya. Usia yang menurutnya sudah matang dan bisa menjaga harta peninggalnya ketika terjadi sesuatu dengan dirinya.
Jika terjadi sesuatu sebelum Clarissa genap berusia 25 tahun maka seluruh harta keluarga Abraham akan disumbangkan ke badan amal milik negara. Inilah alasan kenapa Clarissa masih bisa hidup sampai saat ini.
Almira tidak rela hartanya di kuasai oleh Sandra dan juga Alvaro suaminya yang merupakan seorang penghianat, kejam dan tamak akan harta. Alvaro Abraham yang merupakan Ayah kandung Clarisa dan suami dari Almira Abraham. Laki-laki miskin yang beruntun menikah dengan wanita kaya, laki-laki yang sangat tamak akan harta, baginya hubungan keluarga tidak lah penting dibandingkan dengan uang. Penuh ambisi dan rela melakukan segala cara demi mendapatkan apa pun yang Ia inginkan. Tak segan ia akan membunuh siapa saja yang menghalangi jalannya.
******
Clarisa menatap dirinya di balik pantulan cermin, terlihat raut wajah bahagia karena sebentar lagi ia akan menikah dan keluar dari rumah yang bagaikan neraka baginya. Selama ini ia tidak pernah merasakan kemewahan meski Ia terlahir di keluarga terpandang dan kaya raya. Ibu tirinya memperlakukan Clarisa tak jauh berbeda dari pelayan.
Ceklekkk....
Bibi Dwi masuk ke dalam ruangan di mana Clarisa berada.
“Semua orang sudah menunggu di luar non.” Ucap bi Dwi yang sudah Risa anggap seperti ibunya sendiri. Semenjak kematian ibunya hanya bi Dwi lah yang memperlakukan Clarisa seperti putrinya sendiri.
“Aku akan keluar sebentar lagi bi.” Risa mengusap sisa air matanya. Ia menangis mengingat ibunya yang sudah meninggal sejak Ia berusia 10 tahun.
Cekleekk...
Pintu ruangan Clarisa kembali dibuka. Sandra dan Jenny masuk ke dalam ruangan itu.
“Mau apa kalian masuk kemari.” Risa menatap tajam Sandra dan juga Jenny secara bergantian.
Mau apa lagi wanita ular ini menggangguku, apalagi rencana mereka. Pikir Risa.
“Kalian masuklah! Lakukan apa yang aku perintahkan.” Perintah Sandra menyuruh beberapa pengawal untuk masuk.
“Mau apa kalian, jangan mendekat, pergi.... Aku bilang pergi kalian....” Risa melemparkan beberapa barang miliknya ke arah anak buah Sandra.
“Jangan macam-macam kalian atau aku akan membunuh kalian.” Risa menodongkan pisau lipat yang selalu Ia bawa untuk berjaga-jaga ke arah anak buah Sandra bergantian. Sekitar 10 orang laki-laki dengan tubuh kekar yang ingin menangkap Clarisa.
Srekkkk.....
Laki-laki yang mencoba menyentuh Clarisa terkena sayatan pisau tepat di lengannya.
“Kurang Ajar, tangkap wanita itu.” Perintah laki-laki itu dengan wajah garang dan menakutkan.
Clarisa mencoba melawan orang yang ingin menyentuhnya tapi jumlah mereka yang banyak membuat Clarisa kalah. Orang suruhan Sandra semakin mendekat dan akhirnya membekab mulut Clarisa dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius dan membuatnya pingsan.
“Hahahahahaha.... Akhirnya rencana kita berhasil.” Tawa menggelegar Sandra dan Jenny terdengar menggema di dalam ruangan itu.
Mereka melihat Clarissa sudah tidak sadarkan diri dan mengambil beberapa foto Clarisa yang sedang dipeluk oleh laki-laki suruhan Sandra. Laki-laki itu mencium bibir Clarisa yang tak sadarkan dengan gaun pengantin membalut tubuhnya. Sandra akan menggunakan foto itu untuk mempermalukan Clarisa dan keluarga Bimantara akan menganggap Clarisa sebagai wanita murahan.
Tentu saja hal ini akan membuat keluarga Bimantara membatalkan pernikahan putranya.
“Bawa wanita ini pergi dari tempat ini, bawa dia ke Villa mawar dan jangan biarkan dia lolos atau kalian akan aku lenyapkan, dan ingat jangan sampai ada yang melihat kalian membawanya, aku tidak ingin rencana ini gagal, kalian paham.” Sandra memberi perintah kepada anak buahnya.
“Baik Nyonya.”
Mereka membawa Clarisa pergi dari Aula pernikahan dengan mudah tentu saja semua itu terjadi berkat campur tangan Sandra.
__ADS_1
Sementara itu, Sandra bersama Jenny sudah mulai menjalankan rencananya untuk menggagalkan pernikahan Clarissa.
“Aku tidak akan membiarkan putraku menikah dengan wanita murahan dan juga pembawa sial sepertinya.” Ucap Bimantara dengan sangat marah. Ia sudah menggenggam foto calon menantunya bersama pria lain dan itu sangat memalukan dan menjijikkan.
“Lihatlah! Apa yang dilakukan oleh calon istrimu itu, dia bahkan berani melakukannya di hari pernikahan kalian, ini benar-benar memalukan.” Ucapnya lagi.
Raditya menggenggam sebuah foto di tangannya. Tatapan matanya begitu tajam menatap foto calon istrinya yang sedang dipeluk dan dicium oleh laki-laki lain.
“Apa kau mau keluarga kita malu dengan membatalkan pernikahan ini, Semua rekan bisnis dan para kolega kita sudah berkumpul untuk menyaksikan pernikahan putra kita, Mau ditaruh di mana muka mama di depan para sahabat sosialitaku, apa papa mau aku dan putramu dipermalukan di pesta ini.” Ucap Nyonya Bimantara begitu panik.
Raditya yang mulai termakan oleh hasutan Sandra dan Jenny adik tiri Clarisa. Radit menganggap Calon istrinya itu sebagai Ja*ng.
Tangannya mengepal dipenuhi dengan kemarahan Ia meninggalkan Jenny.
“Kau mau ke mana Radit?” Tanya Jenny.
“Itu bukan urusanmu.” Dengan raut wajah marah Radit meninggalkan Jenny dan berniat mencari Clarisa meminta penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Radit mencari di setiap sudut Aula tempat diadakannya pernikahan mereka. Dia tidak menemukan keberadaan Clarisa.
“Kemana dia?” Batinnya.
“Kau tidak akan menemukannya, mungkin saja Clarisa sudah pergi bersama laki-laki lain, Dia wanita murahan dan tidak akan mau terikat dengan pernikahan.” Hasut Jenny.
“Siallll... Selama ini dia sudah menipuku dengan berpura-pura polos, Wanita murahan yang menjijikkan.” Geram Radit dengan tangannya mengepal kuat. Hatinya dipenuhi dengan kekecewaan.
Sandra terlihat tersenyum karena rencananya berhasil dan tinggal membujuk keluarga Bimantara agar mau menikahkan putranya dengan Jenny.
Sandra mendekati tuan dan Nyonya Bimantara yang sudah terlihat begitu marah dan juga pusing memikirkan jalan keluar agar keluarganya tidak dipermalukan.
“Sebagai ibu Clarisa saya benar-benar minta maaf kepada tuan dan nyonya, Putriku itu memang tidak bisa di atur dan Ia sudah mencoreng nama keluarga kami dengan berselingkuh dan pergi dengan laki-laki lain di hari pernikahannya.” Ucap Sandra dengan akting palsunya. Ia seakan terlihat sebagai ibu tiri yang baik di depan keluarga Radit.
Berbesan dengan keluarga Bimantara adalah keinginan Alvaro sejak dulu. Siapa yang tidak ingin berbesan dengan Salah satu keluarga kaya dan juga terpandang. Sayangnya Radit malah lebih memilih Clarisa dan bukan Jenny. Alvaro ingin agar salah satu putri kesayangannya itu menikah dengan Radit dan bukannya menikah dengan Clarisa.
“Apa maksudmu?” Tanya Bimantara.
“Aku masih punya putri yang bisa menggantikan Clarisa menikah dengan putramu dan dia adalah Jenny putri keduaku, Jenny jauh lebih baik dari Clarisa yang sudah mencoreng nama keluarga kami, apa tuan bersedia?” Tanya Alvaro dengan seringai liciknya.
Radit dan Jenny masuk ke dalam ruangan di mana ke dua keluarga berkumpul.
“Apa kau sudah menemukan Clarisa?” Tanya Sandra dengan raut wajah panik. Berpura-pura peduli dengan Clarisa kenyataannya semua ini adalah rencananya. Benar-benar ibu tiri yang pandai bersandiwara dan kejam.
“Aku tidak menemukannya.” Ucap Radit dengan Wajah pias.
“Pernikahan ini akan tetap terjadi, kita tidak punya pilihan lain.” Ucap tegas Bimantara.
“Apa maksud ayah.?” Tanya Radit bingung.
“Kau akan menikah dengan Jenny, Dia jauh lebih baik dari Calon istrimu itu, Dia hanya wanita murahan yang menginginkan harta kita, Wanita itu tidak mencintaimu dan dia pergi meninggalkanmu bersama laki-laki lain di hari pernikahan kalian, Benar-benar wanita murahan.” Geram Bimantara.
“Aku akan membalas perbuatanmu Clarisa, kau akan menyesal meninggalkanku dengan laki-laki lain, Suatu saat nanti kau akan kembali dan memohon kepadaku.” Batin Radit.
“Tidak ada pilihan lain kalian harus menikah demi menyelamatkan nama baik keluarga kita di depan semua orang, apa kau mau menikah dengan putraku dan jadi menantu keluarga kami?” Pinta Nyonya Bimantara mendekati Jenny dan menggenggam tangannya berharap agar wanita itu mau menikah dengan putranya demi menyelamatkan nama baik mereka.
Dalam hati Jenny begitu bahagia. Tentu saja ini adalah rencananya menikah dengan Radit kekasih Clarisa. Ia merasa menang dan mengalahkan Clarisa. Semua miliknya akan ia rebut dan kali ini ia berhasil merebut kekasihnya.
“Aku tidak akan menikah dengan wanita ini, aku tidak mencintainya dan tidak tertarik dengannya, Dia tidak jauh berbeda dengan Clarisa.” Ucap Radit menghina dan merendahkan Jenny.
“Tutup mulutmu! Apa kau mau nama baik keluarga kita tercoreng? Kau harus bertanggung jawab, semua ini terjadi karenamu, dari awal ayah sudah melarangmu menikah dengannya dan lihat apa yang wanita itu lakukan, Kau tinggal memilih menikah dengannya atau namamu ayah coret dari daftar penerima warisan.” Ancam Bimantara dengan emosi yang sudah sampai ke ubun-ubun.
“Berkorbanlah sedikit Nak, Jangan membuat kami malu.” Ucap ibu Radit membujuk putranya.
“Nak Jenny maafkan perkataan putraku, kau masih maukan menikah dengan putra tante” Pinta ibu Radit lagi.
__ADS_1
“Aku bersedia tante demi nama baik keluarga ini.” Ucap Jenny bersandiwara dengan memasang wajah sedih seakan Ia terpaksa menikah dengan Radit kekasih Clarisa padahal dalam hatinya bersorak bahagia.
Semua mata menatap tajam ke arah Radit menunggu keputusan apa yang akan diambilnya.
“Aku akan menikah dengannya.” Ucap Radit dengan terpaksa.
Pernikahan antara keluarga Abraham dan Bimantara tatap terjadi. Kemenangan kali ini berpihak kepada Sandra sebagai dalang dari semua peristiwa yang terjadi. Wajah Jenny terlihat begitu bahagia berhasil menikah dengan Radit laki-laki yang ia cintai selama ini dan Ia berhasil merebut milik Clarisa kakak tirinya.
Apa yang akan terjadi dengan Clarisa Abraham?
Bersambung.....
Novel ini penuh intrik, konflik, menegangkan dan menguras emosi.
Selamat membaca dan semoga kalian suka.
Tinggalkan dukungan kalian yah.
LIKE, VOTE DAN KOMENTAR kalian sangat author butuhkah untuk memberi semangat dan menjadi asupan vitamin bagi author agar punya tenaga untuk menulis cerita selanjut ya.
__ADS_1