
Sang mentari merangkak naik ke langit. Kicauan burung terdengar merdu. Angin berembus dengan pelan menambah suasana pagi yang indah. Perlahan Clarisa membuka matanya menyesuaikan indra penglihatannya dengan cahaya yang masuk melalui celah gorden kamarnya.
Ia berjalan turun dari tempat tidur menuju balkon kamarnya menatap pemandangan indah di pagi hari. Pandangannya menatap pemandangan gunung dan juga pohon-pohon yang menjulang tinggi. Ia menghirup udara pagi dan menikmati hembusan angin menerpa kulit mulusnya. Sungguh Ia merasa sangat bahagia pagi ini. Misinya untuk menghancurkan pesta Alvaro berhasil dan membuatnya sangat bahagia.
“Aku sangat lapar.” Ucap Clarisa memegang perutnya yang sudah berdemo meminta untuk diisi. Sejak semalam Clarisa melewatkan makan malam karena sibuk menjalankan misinya.
Ia berjalan keluar kamar dan menuruni anak tangga. Kedua matanya membulat sempurna dengan pemandangan yang ada di depannya. Wajah Clarisa tampak bingung dengan apa yang Ia lihat. Para pelayan sibuk mempersiapkan pesta. Dekorasi bunga bertebaran di setiap sudut ruangan.
“Apa akan ada pesta?” Tanya Clarisa kepada pelayan.
“Iya nona, pesta pernikahan tuan.” Jawab pelayan itu.
“Pernikahan?” Tanya Clarisa dengan wajah yang semakin bingung.
Tiba-tiba saja Gery asisten pribadi Cristian dan juga Sarah berjalan masuk ke dalam mansion. Clarisa segera saja menghampiri ke duanya dan bertanya.
“Apa kalian bisa menjelaskan ada apa ini? Kenapa ada pesta pernikahan, siapa yang akan menikah?” Tanya Clarisa bertubi-tubi membuat Gery menghembuskan nafasnya pelan.
“Sebentar lagi akan ada pesta pernikahan Tuan, nona akan menikah dengan tuan.” Jawab Gery.
Degggg.....
Jantungannya sudah berdetak tak beraturan, Ucapan Gery membuat jantung Clarisa seakna ingin melompat keluar dari cangkangnya, kedua bola mata indahnya membulat sempurna saking terkejutnya dengan apa yang Ia dengar.
“Cristian akan menikah denganku.” Wajah Clarisa semakin bingung. Ia memang akan menikah dengan Cristian tapi tidak secepat ini dan tanpa memberitahunya terlebih dulu.
“Ada di mana Tuan Cristian?” Tanya Clarisa lagi.
“Ada di ruang latihan nona.” Jawab Gery.
“Aku akan menemuinya.”
“Biar saya antar nona.” Tawar Sarah.
“Hemmmm.”
Clarisa bersama Sarah menuju ruangan latihan tempat Cristian selalu melatih otot dan kekuatan tubuhnya.
Cristian bersama dengan dokter Alex sedang latihan bersama. “Kau semakin hebat saja.” Ucap dokter Alex. Mereka sedang berada di atas ring tinju sedang melatih kekuatan otot dan kemampuan bela dirinya.
“Hemmmm.”
__ADS_1
“Kau harus lebih banyak berlatih lagi.” Ucap Cristian.
“Tentu saja.” Jawab dokter Alex.
Cekkkllleekkk.
Pintu ruang latihan dibuka dan masuklah Clarisa. Sarah hanya mengantarkan Clarisa dan setelah itu Ia memutuskan untuk pergi mengurus beberapa pekerjaan.
Cristian yang melihat Clarisa berjalan mendekat ke arahnya segera turun dari tempatnya latihan. “Ada apa kau datang kemari?” Tanya Cristian.
“Aku ingin bicara denganmu.” Jawab Clarisa.
“Aku akan keluar, kalian bisa bicara berdua, permisi tuan dan nona.” Ucap Dokter Alex membungkukkan badannya tanda hormat dan berlalu meninggalkan Cristian dan Clarisa di dalam ruang latihan.
Clarisa mengambil botol air mineral dan memberikannya kepada Cristian yang terlihat sangat haus dan keringat sudah membanjiri wajahnya sungguh Ia terlihat sangat tampan.
“Minumlah!” Ucap Clarisa menyerahkan botol minuman dan Cristian mengambil botol tersebut dan meminumnya hingga menyisakan setengah saja.
“Terima kasih.” Ucapnya.
Cristian duduk di lantai ruangan itu meregangkan otot-otot tubuhnya dan Clarisa juga ikut duduk di sampingnya.
“Katakan! Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Cristian.
“Tentu saja, hari ini hari pernikahanku denganmu, sebaiknya kau persiapkan dirimu, acara pernikahan kita akan dilaksanakan siang nanti.” Jawab Cristian sambil mengelap Keringat yang ada di wajahnya.
“Tapi, seharusnya tuan memberitahu ku terlebih dahulu, Kenapa begitu mendadak mengadakan pesta pernikahan, bukankah pesta membutuhkan persiapan tuan.” Ucap Clarisa lembut. Ia masih belum siap jika harus menikah hari ini juga.
“Semuanya sudah siap, Kau hanya perlu duduk saja, anak buahku sudah mengurus semuanya, kita tidak punya bayak waktu lagi, pernikahan kita harus segera dilaksanakan, besok aku akan menemui keluargaku dan tentu saja aku akan membawamu bersamaku sebagai istriku, apa kau lupa dengan perjanjian kita? pernikahan ini hanya untuk mencapai tujuan masing-masing dan setelah semua tujuan kita tercapai kau bisa memutuskannya nanti.” Cristian mencoba memberi pengertian kepada Clarisa karena Ia tahu gadis itu belum siap menikah dengannya apalagi secepat ini.
Dia benar! Aku membutuhkannya untuk membalaskan dendamku dan pernikahan ini akan memudahkanku mencapai tujuanku, aku membutuhkan status yang memperkuat posisiku agar dendamku segera terbalaskan, tidak ada salahnya menikah dengannya. Tohh aku juga bisa bercerai setelah tujuan masing-masing tercapai. Clarisa bermonolog dengan dirinya sendiri berusaha meyakinkan dirinya agar menerima pernikahannya dengan Cristian.
“Baiklah aku bersedia menikah denganmu, dan aku harap kau akan memegang janjimu tuan Cristian.” Ucap Clarisa.
“Tentu saja, Aku selalu menepati janjiku nona Clarisa.”
Mereka saling berjabat tangan tanda bahwa mereka sedang mengadakan kesepakatan yang besar.
“Sebaiknya kau segera bersiap, aku juga akan segera bersiap.” Perintah Cristian.
“Baiklah.”
__ADS_1
Mereka meninggalkan ruangan latihan. Clarisa berjalan menuju kamarnya begitu juga dengan Cristian. Mereka akan menikah secara tertutup dan juga sederhana. Mereka hanya akan melaksanakan akad Nikah saja dan tidak ada resepsi pernikahan yang megah. Pernikahan yang dijalani hanya untuk sebuah misi dan saling membutuhkan untuk mencapai tujuan masing-masing. Cristian membutuhkan seorang istri agar Ia bisa kembali ke mansion dan tidak akan membiarkan harta kekayaannya dikuasai oleh Maharani dan Juga Adnan adik tirinya.
Sudah cukup baginya selama ini bersembunyi dan ia akan muncul dan membalaskan dendam kepada ibu tirinya yang sangat licik dan kejam itu. Ia juga akan mengungkap tabir kematian ibu kandungnya. Begitu juga dengan Clarisa Ia membutuhkan Cristian untuk membantunya membalaskan dendam kepada keluarga yang sudah membuat hidupnya menderita dan mengungkap tabir misteri kematian ibu kandungnya.
Clarisa menatap dirinya dibalik pantualan cermin. Wajahnya terlihat sangat cantik dengan riasan tipis sungguh tidak mengurangi kecantikannya sedikit pun. Ia malah terlihat cantik natural. Gaun penganti berwaran putih dengan riasan berwarna gold semakin membuatnya terlihat sangat sempurna.
Sekelebet ingatan tentang peristiwa buruk yang terjadi di hari pernikahannya dengan Radit kembali melintas di benaknya. Dadanya terasa sesak, hatinya hancur dan sangat terluka, Ia harus bisa menerima kenyataan bahwa Radit laki-laki yang sangat Ia cintai sudah menikah dengan adik tirinya. Ia bahkan tidak menyangka akan menikah dengan laki-laki yang baru Ia kenal dan juga tidak Ia cintai. Takdir telah membuat hidupnya berubah. Ia hanya bisa pasrah dan berdoa agar Ia juga bisa merasakan kebahagian.
Doakan aku bu, Semoga ini yang terbaik untuk hidupku, aku sangat merindukanmu bu, andai saja ibu ada di sini, aku pasti akan sangat bahagia. Batin Clarisa. Setitik air matanya jatuh dari pelupuk mata indahnya.
Aku harus kuat, aku akan membalaskan dendam ibu dan merebut semua milikku dari tangan manusia licik itu. Batinnya lagi berusah memberi semangat untuk dirinya sendiri sambil menghapus sisa air matanya.
Ia menarik nafas pelan dan menghembuskannya. Berusah menguasai dirinya agar hatinya bisa kuat menerima pernikahan yang tak pernah Ia banyangkan. Walau bagaimana pun pernikahan itu tetap sah di mata agama dan juga hukum. Ini sungguh berat bagi Clarisa. Ia tidak ingin menjadiakn pernikahan sebagai suatu permainan.
"Apa nona sudah siap?" Tanya Sarah.
"Kau bisa memberiku waktu sebentar saja." Jawab Clarisa.
"Baik Nona, saya akan kembali nanti." Sarah meninggalkan kamar Clarisa.
Sementara itu, Di kamar, Cristian sudah siap dengan setelan jaz berwarna putih yang pas ditubuh kekarnya semakin menambah aura ketampanannya.
"Apa tuan besar tidak akan marah jika kita tidak memberitahunya tentang pernikahan tuan?" Tanya Gery.
"Aku akan mengurusnya nanti." Jawab Cristian.
"Apa semuanya sudah siap." Tanya Cristian.
"Semuanya sudah siap tuan."
Cristian keluar dari kamarnya menuju tempat pernikahan akan dilaksanakan bersama dengan Gery. Mereka menuju lantai bawah tempat acara akad nikah akan berlangsung. Di lantai bawah sudah berkumpul anak buah, para pelayan dan juga dokter Alex bersama seorang penghulu. Cristian menunggu Clarisa wanita yang akan menjadi istrinya beberapa menit lagi.
Tak lama kemudian Clarisa bersama Sarah menuruni anak tangga menuju tempat akad Nikah berlangsung. Semua mata tertuju kepadanya. Cristian tidak mampu mengedipkan matanya menatap Clarisa. Ia seperti melihat bidadari turun dari kayangan. Sungguh ia sangat terpesona dengan Clarisa. Jantungnya bergemuruh hebat, darahnya berdesir, Ia merasa sesuatu yang lain di hatinya.
"Hemmmm." Gery berdehem membuyarkan lamunan tuannya.
Clarisa menitikkan air matanya, Cristian mengucapkan janji suci pernikahan dengan lancar dan semua yang ada di ruangan itu secara bersamaan mengatakan "SAH". Clarisa telah resmi menjadi istri dari tuan Cristian pria kaya raya dan sangat tampan. Ia tidak menyangka takdir membawanya pada keyataan yang tak pernah Ia duga. Ini bagai mimpi baginya. Tak pernah Ia sangka Ia justru menikah dengan pria lain buka Radit pria yang sangat Ia cintai.
Bersambung....
__ADS_1