
Mobil limusin tiba di mansion megah tuan Mahendra. Adnan dan Juga kekasihnya sudah turun dari mobil tersebut. Wanita itu tampak anggun dan wajahnya terlihat sangat angkuh. Ia melepas kecamata hitam dan menatap mansion megah yang ada di hadapannya.
Mansion megah yang terdiri dari lima lantai. Di luar mansion itu tampak bagai istana. Halaman yang luas dan bangunan yang sangat megah membuat orang yang tinggal di mansion itu akan merasa sangat nyaman. Semua Fasilitas tersedia di dalam mansion tersebut.
Sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Mahendra. Batinnya menatap angkuh mansion yang sebentar lagi akan Ia tempati.
Para pengawal menunduk hormat saat Adnan dan kekasihnya berjalan masuk ke mansion.
"Kau sudah tiba nak, selamat datang putra kebanggan ibu." Ucap Maharani memeluk erat putranya dan wajahnya terlihat sangat bahagia.
"Aku sangat merindukanmu Mom." Ucapnya membalas pelukan ibunya.
"Aku juga sangat merindukanmu Pah." Ucapnya kemudian memeluk Tuan Mahendra.
"Papa juga sangat merindukanmu." Balas Tuan Mahendra.
"Kau semakin cantik saja Nak, tidak hanya cantik kau juga begitu terkenal, ibu sangat beruntung akan memeliki menantu sepertimu." Puji Maharani memeluk wanita yang jadi kekasih putranya itu.
"Terima kasih Mom, aku juga sangat bahagia akan menjadi anggota keluarga kalian." Ucapnya. Mereka saling berpelukan.
Kau pikir aku bahagia jika menjadi menantumu, Dasar wanita licik. Batinnya.
Wanita itu melepaskan pelukan Maharani dan bergantian memeluk tuan Mahendra sambil berkata. "Aku juga sangat merindukan Papah."
Keduanya memang sudah sangat akrab. Kekasih Adnan adalah putri dari sahabat Maharani.
"Sebaikanya kita nikmati pesta penyambutan kalian, ibu sudah meyiapkan pesta untuk menyambut anak dan calon menantuku." Ucap Maharani menggandeng lengan kekasih putranya. Dan Tuan Mahedra merangkul pundak Adnan membawanya masuk dan menuju aula pesta yang berada di lantai empat mansionnya. Mereka menaiki lift meneju tempat pesta berlangsung.
Pesta megah dengan sajian yang tertata rapi di meja panjang. Gelas yang berisi minuman yang harganya fantastis berjejer rapi.
Tak lama kemudian, Sebuah mobil limusin berhenti tepat di depan mansion Mahendra. Seorang pria dengan setelan Jaz berwarna biru langit dan Juga wanita cantik dengan gaun berwaran senada dengan Jaz yang dipakai oleh suaminya berjalan memasuki Mansion. Mereka adalah sepasang suami istri berusia paruh bayah. Ia adalah sahabat dari Maharani dan juga orang tua kandung dari kekasih Adnan Mahedra. Para pengawal juga menuduk hormat kepada tamu tersebut. Dan para pengawal mengantar mereka masuk mememui Mahendra menuju lantai empat.
"Kalian sudah tiba." Ucap Tuan Mahedra memeluk rekan bisnisnya sekaligus sahabat itu.
"Apa kami datang terlambat?" Tanyanya.
__ADS_1
"Tentu saja tidak." Balas Mahendra.
"Kau semakin tampan saja." Puji Mahendra.
"Kau juga sangat tampan, bahkan lebih tampan dariku." Mereka tertawa bersama.
Sepasang suami istri itu tak lain adalah Sandra dan juga Alvaro. Wajah keduanya terlihat sangat bahagia. Maharani dan juga Sandra saling memeluk dan mencium pipi kiri dan kanan.
"Kau terlihat semakin cantik saja." Puji Sandra kepada sahabatnya itu.
"Kau juga sangat cantik, Apa putrimu Jenny dan Radit tidak datang?" Tanyanya sambil mencari keberadaan Jenny.
"Mereka akan tiba nanti."
"Baiklah."
"Mama dan papa sudah tiba, aku sangat merindukan kalian." Ucap Jane Abraham memeluk Alvaro dan Sandra secara bergantian.
"Putri ibu semakin cantik saja, Ibu sangat merindukanmu."
"Putramu juga sangat tampan, sebentar lagi ibu akan memeliki menantu yang hebat sepertimu." Ucap Sandra memeluk Adnan.
"Papa juga sangat bahagia kita akan menjadi besan dan aku akan memiliki menantu yang tampan dan hebat sepertimu." Puji Alvaro.
Alvaro sangat bahagia akan menjadi bagain dari keluarga Mahendra yang merupakan orang terkaya di kotanya. Itu adalah keinginnannya menjadikan putri mereka sebagai istri dari laki-laki kaya dan hebat.
Jane Abraham adalah putri pertama Alvaro dan Sandra. Jane berusia 24 tahun dan Jenny adalah adik dari Jane berusia 23 tahun. Jane adalah kebanggan dari Sandra dan Alvaro karena Ia adalah putri yang bisa membuatnya bangga dan Ia juga sudah terkenal di berbagai negara kerena karirnya yang melesit dan terkenal karena kecantikan dan kemampuan aktingnya.
Sandra dan Alvaro selama ini menjalin hubunga diam-diam di belakang Almira Braham hingga Sandra Hamil dan melahirkan dua orang putri. Itu lah Alasan Sandra meminta Alvaro menikahinya agar putrinya memiliki status dan tidak menjadi Anak haram.
Jenny dan Radit baru saja tiba, Mereka di sambut bahagia oleh Maharani dan tuan Mahendra.
"Kalian terlihat sangat serasi." Puji Sandra memeluk Jenny dan juga Radit.
"Ibu juga terlihat sangat cantik." Balas Jenny.
__ADS_1
"Apa kau sudah melakukan rencanamu?" Tanya Sandra berbisik di telinga Jenny.
Jenny hanya menggeleng dan membuang nafasnya dengan kasar. Bayangan Radit yang menoloknya malam itu membuatnya semakin kesal saja.
"Kau memang tidak bisa diandalkan." Ucap Sandra dengan wajah kesal.
Jenny berdiri mematung dan tak menyangka Sandra akan memngucapkan kata-kata yang menyakitinya. Ia menatap Sandra dan Juga Alvaro yang terlihat sangat bahagia dan membanggakan Jane membuat Jenny semakin kesal dan marah.
"Kakak sangat merindukanmu, selamat atas pernikahanmu adikku, maaf karena aku tidak sempat menghadiri pernikahanmu." Ucap Jane berhasil membuyarkan lamunan Jenny dan mereka saling memeluk.
"Aku juga sangat merindukanmu Kak, Selamat atas keberhasil kak Jane." Ucap Jenny.
Radit dan Adnan juga saling berpelukan karena mereka memang saling bersahabat.
"Sebaiknya kita bersulang untuk merayakan keberhasil anak-anak kita." Ucap Maharani.
"Cherrs" Ucap mereka serempak dan suara dentuman gelas yang beradu terdengar menambah kemeriaan pesta siang itu. Aluna musik mengiringi pesta megah itu. Mereka saling mengobrol dan tertawa bersama. Sungguh mereka tampak sangat bahagia.
Alvaro keluar dari ruangan pesta untuk mengangkat panggilan telefon dari seseorang. Melihat Alvaro meninggalkan pesta, Maharani segera keluar dan mengikutinya. Maharani dan Alvaro tampak berbicara dengan sangat serius. Wajah Maharani tampak tegang dan Ia begitu marah kepada Alvaro.
Apa yang mereka bicarakan. Batin Jenny yang tampa sengaja melihat Alvaro dan Maharani sedang berbicara dengan sangat serius.
Selesai berbicara keduanya kembali bergabung dengan anggota keluarga lainnya dan menikmati pesta. Mahendra sedang menyapa rekan bisnis dan koleganya. begitu juga dengan Radit, Adnan, Jane dan Juga Sandra. Mereka saling berbaur dengan orang-orang yang ada di pesta itu.
"Hemmmm, Aku minta perhatian kalian semua." Ucap Mahendra. Semua tamu yang ada di ruangan itu tampak menoleh ke sumber suara.
"Aku ucapkan terima kasih kepada semua yang hadir di pesta penyambutan putraku Adnan Mahendra dan Juga Jane Abraham, Kami ingin mengumumkan bahwa malam ini kami akan menggelar pesta pertunangan putra kami Adnan dan juga Jane, kami sudah menyiapkan pesta di salah satu hotel kami, untuk itu kami mengundang kalian semua malam ini untuk menghadiri acara tersebut." Ucap Mahendra.
Para tamu tampak bertepuk tangan dengan meriah dan saling berbisik-bisik.
Alvaro dan Sandra merasa sangat senang dan bahagia karena Mahendra mengumumkan secara Resmi pertunangan putrinya malam ini dan itu berarti malam ini Tuan Mahendra akan mengumumkan siapa pewaris tunggal kekayaannya.
Bersambungg.....
Suara Maharani terdengar menggema di ruang pesta
__ADS_1