PEMBALASAN DENDAM CLARISA

PEMBALASAN DENDAM CLARISA
BAB 5 : MALAIKAT PENOLONGKU


__ADS_3

3 hari kemudian....


Mentari menyinari bumi dengan sinarnya yang begitu hangat, suara kicaun burung terdengar begitu merdu di pagi hari, Angin yang berhembus pelan menambah suasana semakin sejuk. Clarisa membuka matanya pelan menatap langit-langit ruangan tempatnya berada, Ia mengedarkan pandangannya menatap sekeliling ruangan yang tampak asing baginya. Seingat Clarisa Ia saat itu sedang berada di danau yang begitu dalam. Clarisa pikir Ia sudah mati.


Apa aku sudah mati? Batin Clarisa.


Samar-sama Ia mendengar suara laki-laki yang sedang berbicara di luar ruangan. Clarisa mencoba untuk bangkit, Ia merasa seluruh tulangnya remuk, sekujur tubuhnya terasa begitu sakit.


Clarisa begitu takut Jika ayah dan ibu tirinya yang menangkapnya, Clarisa dengan sekuat tenaga mencoba untuk bangkit dan melarikan diri dari tempat itu.


"Aku harus pergi dari tempat ini, aku tidak mau mereka membunuhku." Gumam Clarisa.


Clarisa yang sudah berdiri dengan susah payah. Kepalanya masih terasa begitu pusing, Clarisa mencoba berjalan ke arah pintu dengan langkah yang gontai.


Cekkllleeeekkkk......


Pintu ruangan Clarisa dibuka. Masuklah dua orang laki-laki. Clarisa membulatkan matanya menatap dua laki-laki yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.


Deggggg.....


Jantung Clarisa berdetak tak beraturan, Dadanya kempas kempis, jantungnya terasa ingin melompat keluar, wajah Clarisa terlihat begitu panik dan takut.


Clarisa berdiri mematung menatap penuh ketakutan dua pria yang bertubuh kekar berdiri di depannya itu.


"Kau sudah sadar nona, Sebaiknya kau jangan terlalu banyak bergerak, kau tidurlah lagi!" Ucap Dokter Alex.


"Ka-kalian Si-siapa?" Tanya Clarisa terbata-bata dengan raut wajah ketakutan.


"Aku Alex dokter yang merawatmu dan Tuan Cristian adalah malaikat penolongmu nona, kau jangan takut, kami tidak akan menyakitimu." Ucap Alex.


Malaikat Penolongku. Batin Clarisa.


Wajah Clarisa begitu takut dan Ia tidak ingat dengan peristiwa yang terjadi malam itu. Clarisa bahkan tidak bisa mengingat wajah orang yang sudah menolongnya malam itu.

__ADS_1


Tentu saja Clarisa tidak bisa mengingat Critian yang sudah menolongnya kerana ia pingsan saat itu, Clarisa merasa begitu takut dengan dua orang laki-laki asing yang sedang menatapnya tajam.


Clarisa memilih duduk di bibir tempat tidur. Sementara Cristian duduk di sofa yang berhadapan dengannya. Pandangan Cristian tak hentinya menatap wajah Clarisa yang sudah terlihat lebih segar.


Wanita ini benar-benar cantik. Batin Cristian.


Ia terus manatap wajah Clarisa yang menurutnya sangat cantik seperti bidadari yang baru saja turun dari kayangan.


Clarisa gelagapan dan menundukkan pandangannya saat Cristian menatapnya begitu tajam, intens dan penuh tanya. Ada banyak pertanyaan di benak Cristian tentang wanita misterius yang sudah Ia tolong itu.


"Seharusnya aku yang bertanya, kau siapa dan kenapa kau bisa berada di dalam danau dengan kondisi tangan dan kaki yang terikat." Tanya balik Cristian.


"Ak-aku....." Ucapan Clarisa terhenti.


"Aku tidak bisa menceritakan apa yang sudah terjadi kepada kalian." Ucap Clarisa lirih.


"Baiklah Nona tidak masalah jika tidak mau mengatakan apa yang sudah terjadi, Sekarang katakan siapa namamu dan kau tinggal di mana." Tanya Alex dokter tampan itu.


Sejenak raut wajah Clarisa menjadi berubah sedih. Air matanya sudah menanak sungai. Ia ingat betul apa yang terjadi malam itu. Air mata Clarisa luruh begitu saja dari dua bola mata indahnya.


"Kenapa kau menangis, Berhentialh menangis dan kau bisa mengatakannya kepada kami, kami akan membantumu." Alex berusaha menenangkan Clarisa yang menangis sesenggukan.


Beberapa menit puas menangis, Clarisa mengusap sisa air matanya, hatinya sakit di penuhi kebencian yang teramat dalam kepada manusia licik Alvaro dan juga Sandra. Ia sudah bertekad akan membalaskan dendamnya.


"Namaku Clarisa Abraham, aku tidak punya tempat tinggal, dan calon suamiku sudah mencampakkan aku dan menikah dengan adik tiriku." Jawab Clarisa Lirih.


Mendengar ucapan yang di katakan oleh Clarisa membuat Cristian terlihat geram dan mengepalkan tangannya. Ia tahu wanita yang ada di depannya sudah melalui hal yang begitu sulit, hatinya merasakan sakit mendengar apa yang dikatakan oleh Clarisa kerana Ia pun pernah berada di posisi gadis malang itu.


"Kau bisa tinggal di markasku ini, Aku tidak ingin orang-orang menyakitimu, kau bisa menganggap markas ini sebagai rumahmu, aku akan membantumu Clarisa, Kau bisa mengagapku sebagai kakakmu dan ingatlah saat kau butuh bantuanku kau bisa mengatakannya, aku akan menolongmu." Ucap Cristian lembut dan penuh kasih sayang menatap gadis malang itu.


Kakak. Batin Clarisa.


Clarisa tidak pernah merasakan kasih sayang seorang kakak karena Ia adalah anak tunggal. Entah mengapa hati Clarisa merasa begitu bahagia mendengar laki-laki itu menawarkan diri untuk menjadi kakaknya.

__ADS_1


"Terima kasih sudah menolongku kakak, kau malaikat penolongku, aku tidak akan melupakan itu, Terima kasih kalian sudah menolong dan merawatku, aku akan membalas kebaikan kalian suatu saat nanti." Ucap Clarisa berterima kasih kepada Cristian dan Alex.


Hati Clarisa tiba-tiba menghangat saat menatap dua orang asing yang menawarinya bantuan dan menolongnya. Bahkan Ayah kandungnya sendiri tega membuangnya dan tidak menganggapnya anak bahkan ingin melenyapkannya.


Terima kasih tuhan mengirimkan malaikat penolong untukku, aku tidak akan melupakan kebaikannya. Batin Clarisa.


*******


Setelah mengetahui identitas gadis yang ditolongnya Cristian meninggalkan Clarisa agar gadis itu bisa istirahat. Cristian sudah berada di ruang kerjanya diikuti oleh Gery asistennya.


"Tuan besar sudah kembali dari luar kota, apa Tuan akan kembali ke mansion utama?" Ucap Gery.


"Apa yang dilakukan oleh wanita licik itu?" Tanya Cristian.


"Nyonya Maharani akan segera mengumumkan pernikahan putranya dengan seorang wanita yang merupakan putri sahabatnya, itu artinya nyonya akan berhasil dengan rencananya untuk menjadikan putranya sebagai pewaris seluruh harta Mahendra."


"Hemmmm." Cristian mengepalkan tangannya.


Cristian mempunyai seorang adik tiri anak dari Maharani, usianya 27 tahun berbeda 1 tahun dengannya. Adnan Mahedra adalah adik tiri Cristian, laki-laki yang sama liciknya dengan Maharani, Demi mendapatkan seluruh harta keluarga Mahedra Ia harus mengikuti keinginan ayahnya untuk segera menikah dan memberinya cucu yang akan menjadi penerus pewaris harta Mahedra.


Sudah saatnya aku bertemu dengan mereka, aku akan memberi mereka kejutan. Batin Cristian.


"Kapan Adnan akan mengumumkan pernikahannya?" Tanya Cristian.


"Dua hari lagi tuan." Jawab Gery.


"Dua hari lagi kita akan kembali ke mansion utama, aku akan membawa Clarisa ke mansion utama dan memperkenalkannya sebagai calon istriku."


"Calon istri, Bagaiaman dengan wanita itu? apa wanita itu bersedia untuk menikah dengan tuan?" Tanya Gery.


"Dia tidak akan menolak." Jawab Cristian dengan senyum terukir di bibirnya.


Bersambungg....

__ADS_1


🙏🙏


__ADS_2