
"Aku akan memenuhi permintaanmu, katakan kau ingin identitas seperti apa, aku akan mengurusnya untukmu." Ucap Cristian.
"Aku ingin identitas sebagai gadis biasa yang menikah dengan tuan kaya raya Cristian Mahendra, Aku akan merubah sedikit penampilanku agar tidak ada yang mengenaliku sebagai Clarisa, Saat ini Clarisa yang dulu sudah lama mati dan aku akan muncul di depan semua orang dengan nama baruku Clara, apa kau mau memenuhi permintaanku?" Tanya Clarisa.
"Clara, nama yang cukup unik dan menarik." Ucap Cristian sambil tersenyum.
"Apa kau setuju?" Tanya Clarisa.
"Tentu saja, aku lebih suka gadis biasa yang menarik dan pemberani. Asistenku akan mengurus identitas barumu, kau tenang saja." Jawab Cristian.
"Apa aku bisa keluar dari tempat ini? Aku ingin memberi kejutan untuk ke dua manusia licik itu malam ini, aku ingin ke pesta perayaan yang diadakan di perusahaan Abraham Grup, apa kau mengizinkan aku?" Tanya Clarisa meminta Izin untuk keluar dari markas tempatnya saat ini.
"Tentu saja, kau bebas melakukan apa pun yang kau inginkan, kalau membutuhkan bantuanku, aku bisa membantumu, katakan kejutan apa yang akan kau berikan untuk pesta perayaan kemenangan orang tuamu itu." Tanya Cristian penasaran dengan rencana kejutan Clarisa dan rencananya malam ini.
"Aku butuh aistennmu untuk membantuku dan juga satu orang pelayan wanita yang akan membantuku, apa boleh?"
"Tentu saja, berhati-hatilah, ambil ini dan gunakan untuk membeli apa pun yang kau inginkan." Cristian memberikan kartu tanpa limit yang bisa membeli apa pun yang Clarisa inginkan.
Clarisa mengambil kartu tanpa limit yang diberikan Cristian sambil berkata."Terima kasih."
Clarisa akan memberikan kejutan untuk Ayah dan ibu tirinya. Malam ini adalah pesta penobatan CEO baru di perusahaan Abraham Grup. Clarisa sudah meyiapkan kejutan khusus untuk dua manusia licik itu.
Di perusahan Abraham Grup terlihat pesta megah sudah disiapkan oleh Alvaro dan Sandra. Malam ini akan menjadi malam kemenanagan baginya dan tentu saja hal itu membuatnya merasa begitu bahagi dan antusias dengan pesta malam ini.
Sandra terlihat sibuk menyambut para tamu dari kalangan teman sosialitanya dan para istri kolega bisnis suaminya.
Pesta yang dipenuhi dengan kemegahan, berbagai hidangan mewah tersaji di meja dengan gelas yang di isi berbagai merek minuman yang biasa menemani para kalangan elit di kota itu.
Alvaro dan Sandra terlihat begitu berkelas dengan Jaz dan gaun yang dibuat oleh desainer khusus yang tentu saja harganya sangat fantastis. Jenny dan Radit juga datang kepesta itu dengan gaun tak kalah mewah dan berkelas seperti yang digunakan Sandra dan Alvaro.
Para media memadati gedung pencakar langit itu. Mereka datang untuk menyaksikan penobatan CEO dan pewaris perusaahn Abraham Grup. Mereka begitu penasaran siapa CEO baru itu. Para wartawan dan orang-orang yang datang ke pesta perusahaan itu terlihat berbisik-bisik.
(Aku rasa yang pantas menjadi CEO Abraham Grup adalah tuan Alvaro, Dia yang selama ini mengurus perusahaan itu, apalagi saat ini Clarisa sudah pergi dengan laki-laki selingkuhannya itu)
(Aku rasa juga begitu, Sepertinya Clarisa tidak datang ke pesta ini, Seharusnya dia datang dan mengucapkan selamat kepada Ayahnya, benar-benar anak yang tidak berbakti)
(Aku juga setuju, Clarisa tidak pantas menjadi CEO dan ayahnya lah yang lebih pantas dan Tuan Alvaro begitu hebat dan sukses dalam hal bisnis).
Para dewan direksi dan rekan bisnis yang ikut menanam sahamnya di perusahan Abraham Grup duduk berjejer rapi di atas podium. Alvaro juga ikut duduk di antara barisan orang-orang penting itu. Semua orang tahu bahwa Alvaro adalah CEO pengganti di perusahaan Abrham Grup saat Almira istrinya meninggal dunia.
"Mohon perhatiannya." Ucap William asisten Alvaro.
Para tamu berkumpul di depan podium. Mereka sedang menunggu penobatan CEO baru di perusahan itu.
"Terima kasih atas ke datangan kalian di pesta ini. Setelah mengadakan rapat dengan dewan direksi mengenai pengangkatan CEO baru di perusahan Abrham Grup, malam ini kami akan mengumumkan siapa CEO baru itu."
"Kami mempersilahkan tuan Alvaro memberikan sedikit sambutannya." Ucap William.
Alvaro menghidupkan mic yang ada di depannya. Ia memberikan sambutan dan juga terdengar Ia membanggakan dirinya selama menjadi CEO 15 tahun lamanya.
Ckrekkk.... Ckreekk....
Suara kamera memenuhi ruangan itu. Para wartawan sedang mengambil gambar Alvaro ketika memberi sambutan.
Setelah memberi sambutan Alvaro turun dari podium. Ia menuju ruangan khusus yang disediakan di pesta itu. Di sana ada Sandra, Jenny dan Radit yang sudah duduk dengan begitu tenang sambil sesekali tersenyum.
"Ayah luar biasa." Puji Jenny.
"Aku yakin ayah akan menjadi CEO Abraham Grup." Ucap Jenny.
"Tentu saja, ayahmu akan menjadi pewaris satu-satunya harta keluarga Abraham." Ucap Sandra.
"Ayah memang pantas mendapatkan jabatan itu." Ucap Radit.
__ADS_1
Keluarga Bimantara dan Alavaro merupakan rekan bisnis sejak dulu.
"Ini semua berkat bantuan kalian." Ucap Alvaro tersenyum bahagia.
Mereka menikmati minuman mewah yang harganya selangit itu sambil tertawa penuh kemenangan.
Sementara itu, Clarisa, Gery dan Sarah (sekretaris Cristian) sudah tiba di depan gedung pencakar langit itu, Clarisa memilih untuk masuk melalui pintu rahasia yang ada di perusahaan itu. Hanya Clarisa yang mengetahui tentang pintu rahasia yang bisa digunakan apabila terjadi hal darurat.
"Tunggulah di sini, aku akan masuk dan mengambil beberapa keperluan untuk rencana kita malam ini." Terang Clarisa.
Malam ini Clarisa menggunakan Wig sebahu untuk menutupi rambut hitam panjang miliknya. Ia juga memakai kecamata hitam dan memberi sedikit tanda hitam di pipi kirinya itu dan tak lupa pula Ia memakai masker agar tidak ada yang mengenalinya. Penampilannya benar-benar berubah.
"Baik nona, berhati-hatilah." Jawab Gery dan Sarah.
Gery dan Sarah menunggu Clarisa di balik pintu rahasia yang langsung menuju ke tempat diadakannya pesta itu.
Beberapa menit kemudian, Clarisa datang dengan membawa 3 pasang seragam di tangannya untuk mereka pakai melancarkan rencananya malam ini.
"Ambilan ini dan pakailah!" Perintah Clarisa menyodorkan baju pengawal yang berlogo perusahan Abraham Grup kepada Gery.
"Baik Nona." Jawab Gery.
"Ini untukmu, pakailah dan berpura-puralah menjadi pelayan dan pegang ini." Clarisa memberikan baju pelayan dan satu botol obat kepada Sarah.
Mereka akhirnya selesai dengan penyamaran mereka. Clarisa juga sudah menyusun strategi untuk mengacaukan pesta malam ini. Gery dan Sarah sudah mengetahui tugas mereka masing-masing dan bersiap untuk melancarkan aksinya.
"Bersiaplah kalian dengan kejutanku malam ini." Clarisa memandang sebuah hadiah berukuran jumbo yang dibungkus dengan rapi dan diberi hiasan secantik mungkin.
Clarisa, Gery dan Sarah berpencar dan mulai melaksankan tugas mereka masing-masing.
Sarah masuk ke dalam ruang CCTV dan juga ruang Audio dengan membawa beberapa minuman yang sudah diberi obat tidur dosis tinggi.
Gery sudah berada di ruang Audio dan melihat para pengawal sedang tertidur. Gery melancarkan aksinya.
Clarisa sudah masuk dan bergabung di pesta itu. Ia melihat Alvaro dan Sandra yang sedang duduk dengan begitu elegannya.
Seharusnya malam ini Ia lah yang berada di aats podium dan dinobatkan sebagai CEO Abaraham Grup perusahan peninggalan ibu kandungnya.
"Baiklah malam ini kami akan mengumumkan tentang CEO Abraham Grup yang baru. Para dewan direksi dan pemegang saham memutuskan untuk memilih Tuan Alvaro yang pantas untuk menjadi CEO Abraham Grup. Selamat kepada tuan Alvaro atas jabatan baru ini." Ucap salah satu diantara 10 dewan direksi yang ikut memutuskan tentang pengangkatan CEO baru itu.
Suara gemuruh orang yang bertepuk tangan terdengar memenuhi ruangan itu.
Alvaro memeluk istrinya dan Ia naik ke podium dengan wajah bahagia. Senyum tak pernah surut dari wajahnya. Ini lah impiannya selama ini menjadi CEO dan pewaris satu-satunya kekayaan keluarga Abraham setelah berhasil menyingkirkan Clarisa Abraham.
"Terima kasih kepada kalain semua yang--." Ucapan Alvaro terhenti dan tiba-tiba...
Lampu di ruangan itu mati dan terdengar suara rekaman dari ruangan Audio pesta itu.
"Selamat untuk anda tuan Alvaro dan Nyonya Sandra atas kemenangan kalian, Selamat atas keberhasilan kalian melenyapkan Clarisa dan merebut semua harta peninggalan ibunya, Aku rasa kalian pasti ingat apa yang terjadi di Villa mawar malam itu, aku tahu semua tentang rahasia kalian, aku adalah saksi hidup kejahatan kalian, Bagaimana kalian menyusun rencana penculiakan Clarisa di hari pernikahannya, Kalian akan membayar mahal atas kejahatan yang kalian lakukan." Suara itu menggema di ruangan pesta itu. Sontak saja Alvaro dan Sandra diam membisu dan wajahnya bahkan sudah memucat.
Clarisa telah menyiapkan rekaman suaranya yang Ia ubah agar tidak ada yang mengenali.
"Hentikan suara itu, siapa yang berani bermain-main denganku, ini semua tidak benar, orang itu pasti hanya ingin memfitnahku." Geram Alvaro dengan tanganya mengepal kuat. kekesalannya semakin memuncak dan wajahnya terlihat memerah menahan amarahnya.
Sandra menyuruh anak buahnya utuk memeriksa ruang CCTV dan Radit juga ikut memeriksa ruang Audio mencari sumber suara itu.
Lampu kembali hidup dan semua orang yang ada di pesta itu terlihat takut dan mereka saling berbisik-bisik.
(Apa benar mereka melenyapkan Clarisa, mereka pasti melakukan konspirasi untuk membunuh Clarisa dan memfitnahnya selingkuh dan kabur dengan laki-laki selingkuhannya itu)
(Benar-benar keterlaluan)
(Manusia berhati iblis)
__ADS_1
Sandra yang melihat para tamu sedang berbisik-bisik dan melihatnya dengan tatapan menghina dan merendahkan itu merasa sangat kesal dan menahan amarahnya.
"Apa yang kalian lakukan? Cepat hentikan suara itu, periksa ruangan CCTV dan ruangan Audio, siapa yang berani membuat kakacauan di pesta ini." Perintah Sandra sambil membentak anak buahnya.
"Baik nyonya."
"Sial, malam ini aku bisa gagal mendapatkan jabatan sebagai CEO dan seluruh kekayaan keluarga Abraham, Cepat cari orang yang berani berbuat kacau di pesta ini, tutup semua pintu agar orang itu tidak bisa keluar dari tempat ini." Geram Alvaro dengan amarah memuncak sampai ke ubun-ubun
"Ada yang harus kita lakukan bu?" Tanya Jenny dengan raut wajah khawatirnya. Tentu saja ia Khawatir jika rencananya terbongkar dan Radit akan mengetahui tentang semua rencananya selama ini.
"Tenangalh dan bersikap biasa saja, orang-orang tidak boleh curiga dengan kita, kau paham." Jawab Sandra sambil berbisik agar tidak ada yang mendengarnya.
"Baik bu."
Kejutan selanjutnya adalah hadiah berukuran jumbo yang dibawah oleh Gery. Tidak ada yang mengenalnya karena Ia memakai seragam pengawal yang sama dengan anak buah Sandra.
"Tuan ada yang mengirimkan hadiah spesial untuk nyonya dan tuan Alvaro." Ucap Gery.
Gery meninggalkan ruangan itu setelah memberikan hadiah spesial itu. Gery dan Clarisa menatap mereka di balik dinding. Semua orang yang ada di pesta itu takjub dengan hadiah berukuran jumbo itu, Ia juga penasaran dengan isi hadiah itu.
Clarisa memencet remot Kontrol yang ada di tangannya membuat kotak hadiah itu terbuka dan...
"AAAAAAAA." Teriak Histeris Sandra dan Jenny.
"Kurang ajar, Siapa yang berani melakukan ini? aku tidak akan membiarkan orang itu lolos." Ucap Alvaro.
Hadiah yang berisi patung dengan wajah Sandra dan Alvaro yang berlumuran darah dan pisau tajam menusuk setiap bagian tubuh patung itu. Dan bahkan ada bangkai tikus di dalam kotak hadiah itu.
Para tamu yang melihatnya merasa jijik dan membuat mereka langsung muntah dengan bau busuk yang menyengat memenuhi ruangan itu.
hoeekkk..... hoekkkkk....
(Pesta yang sangat menjijikan)
(Benar-benar pesrta yang sangat menyedihkan)
(Kalian lihatlah wajah Sandra dan Alvato yang sudah ketakutan dan pucat itu, pasti merwka menyembunyikan sesuatu)
Clarisa tersenyum dan tertawa puas melihat Alvaro dan Sandra yang terlihat begitu marah.
Kejutan selanjutnya adalah ucapan selamat yang sudah Clarisa siapkan untuknya.
Dooorrrr....
Terlihat kain panjang membentang dengan tulisan yang sudah Clarisa siapkan.
SELAMAT UNTUK KEMENANGANMU TUAN ALVARO DAN NYONYA SANDRA MEMBUNUH CLARISA ABRAHAM. BERLARILAH KARENA KARMA AKAN MENGEJARMU. DASAR MANUSIA LICIK DAN PEMBUNUH.
"Kurang ajar, Ini semua tidak benar, kalian tidak boleh percaya dengan semua ini." Ucap Alvaro berbicara kepada dewan direksi agar tetap mempertahankan keputusannya menjadikan dirinya sebagai CEO di perusaahan itu.
"Apa kau sudah menemukan siapa orang yang berani melakukan semua ini?" Tanya Sandra kepada Radit.
Radit menggeleng yang artinya Ia tidak berhasil menangkap orang yang membuat kekacauan di pesta malam ini.
"Aku sudah mencari di setiap sudut ruangan ini, sepertinya orang itu sudah pergi." Jawab Radit
Sandra, Jenny, dan Alvaro hanya bisa saling menatap.
Para wartawan berbisik dan malam ini mereka mendapatkan berita yang akan menjadi berita trending nomor satu.
Pesta yang di penuhi kemewahan itu terlihat begitu kacau dan suasana di pesta itu berubah mencekam dan bahkan terlihat sangat menakutkan. Beberapa orang memilih meninggalkan pesta menyedihkan itu.
Tentu saja hal ini mempengaruhi posisi Alvaro sebagai CEO Abraham Grup. Para dewan direksi akan mempertimbangkan tentang penobatannya menjadi CEO baru di perusahaan itu. Sepertinya Clarisa berhasil mempertahankan posisinya sebagai CEO di perusahaan milik ibunya. Dan Ia tidak akan membiarkan ke dua manusia licik itu menang.
__ADS_1
bersambung.
LIKE, VOTE DAN KOMENTAR.