PEMBALASAN DENDAM CLARISA

PEMBALASAN DENDAM CLARISA
BAB 3 : RENCANA PEMBUNUHAN CLARISA


__ADS_3

Setelah mendapatkan tanda tangan Clarisa itu berarti seluruh harta Clarisa sudah jatuh ke tangan Alvaro ayah kandungnya. Mereka sudah menang mengalahkan Clarisa dan kedua manusia licik itu sudah menyusun rencana kejam untuk melenyapkan Clarisa selamanya.


“Bawa anak ini pergi dari Villa ini dan pastikan kalian membunuhnya, lakukan sesuai dengan rencana awal yang aku katakan kepada kalian, kalian paham.” Ucap Sandra memberi Perintah kepada seluruh anak buahnya.


“Baik nyonya.” Jawab serempak anak buah Sandra.


Ada sekitar 5 orang laki-laki dengan tubuh kekar yang ditugaskan untuk membunuh Clarisa.


“Jangan sampai kalian meninggalkan jejak, lakukan dengan rapi, buat seolah-olah ini bukan pembunuhan, aku tidak ingin ada yang mengetahui mengenai hal ini, pastikan anak ini benar-benar mati, kalau sampai kalian gagal maka aku akan melenyapkan kalian, kalian paham.”  Perintah Alvaro tegas penuh ancaman.


“Baik tuan.”


Anak buah yang ditugaskan untuk membunuh Clarisa membawa tubuh Clarisa yang sudah tak sadarkan diri karena disiksa oleh Sandra dan juga Alvaro masuk ke dalam mobil Van berwarna hitam.


Mobil itu melaju meninggalkan Villa Mawar dan masuk ke dalam hutan tepatnya di tepi danau Hijau, salah satu danau yang merupakan tempat Favorit Clarisa dan ibunya saat berlibur ke Villa tersebut.


Danau yang dikelilingi oleh pohon yang rimbun sehingga terlihat berwarna hijau ketika terkena sinar matahari. Danau dengan air yang jernih dan cukup dalam. Di danau itu, Clarisa dan Almira keduanya biasa menghabiskan waktu mereka menikmati suasana alam yang begitu  tenang, asri dan menyejukkan.


Malam itu tepat pukul 12. 00 WIB, Suasana cukup mencekam, petir terdengar menggelegar dan hujan yang turun begitu deras. Mobil yang membawa Clarisa sampai di danau hijau tempat mereka akan melenyapkan Clarisa.


Kedua tangan dan kaki Clarisa dalam keadaan terikat agar ia tidak bisa meloloskan diri. Clarisa masih belum sadarkan diri karena diberi obat penenang dosis tinggi oleh Sandra.


Byuuurrrrrrrrr......


Anak buah Sandra melemparkan tubuh Clarisa masuk ke dalam danau hijau itu.


Tidak akan ada yang bisa menolong Clarisa, kematiannya tidak akan pernah ada yang mengetahui, karena danau hijau tidak pernah dikunjungi oleh siapa pun selain Clarisa dan ibunya maka tidak akan ada yang menemukan mayat Clarisa. Dan juga Danau hijau terletak sangat jauh dari pemukiman warga. Maka Sandra dan Alvaro akan aman dari tuduhan pembunuhan Clarisa.


“Wanita itu tidak akan selamat, kedua tangan dan kakinya terikat dan ia tidak sadarkan diri, wanita itu tidak akan bisa meloloskan diri, Kita sudah menunggu sekitar 5 menit, tidak akan ada yang menolongnya, sebaiknya kita kembali dan melaporkan hal ini kepada Nyonya Sandra.” Ucap salah satu dari anak buah yang bertugas melenyapkan Clarisa.


“Hujannya juga sangat deras dia tidak akan selamat, wanita itu sudah tenggelam di dasar danau, kita sudah melaksanakan tugas dari nyonya Sandra.” Ucap salah satu anak buah Sandra ikut menimpali.


Sejak tadi mereka terus mengawasi Clarisa yang sudah tenggelam di dalam danau Hijau itu. Tubuh Clarisa sudah tidak terlihat lagi dan air danau kembali tenang dengan suasana gelap.


Akhirnya anak buah Sandra memutuskan untuk  kembali ke Villa dan melaporkan kepada bosnya bahwa mereka sudah melaksanakan tugas dengan baik.


Sementara itu, seorang pria dengan tubuh kekar, rahang tegas, mata tajam bak Elang dengan manik biru, hidung manjung dan Wajah oriental perpaduan Indonesia dan Turki ditambah dengan tubuhnya yang tinggi, tegap, kekar dan perut kotak-kotak terlihat begitu sempurna dan tampan. Ketampanan yang dimilikinya berada di atar rata-rata. Dia adalah Cristian Mahendra berusia 27 tahun merupakan tuan muda dan pewaris seluruh harta keluarga Mahendra yang dikenal sebagai keluarga terpandang dan sangat kaya raya di kotanya. Berkuasa dan sangat ditakuti oleh para lawannya dan seluruh orang yang mengenal  akan tunduk di bawah kekuasaan keluarga Mahendra. Tidak ada yang mengetahui wajah asli dari tuan muda Mahendra karena  sejak kecil ia sudah tinggal jauh dari lingkungan keluarganya demi menyelamatkan nyawanya dari orang yang ingin membunuhnya. Perebutan harta dan kekuasaan di keluarga Mahendra menjadi alasan Cristian harus diasingkan dan tinggal jauh dilingkungan keluarga Mahendra. Ia mempunyai ibu tiri yang begitu tamak akan kekayaan membuatnya menghalalkan segala cara untuk mempermudah jalannya menguasai harta Mahendra.


Malam ini Cristian kembali harus menghadapi anak buah ibu tirinya yang ditugaskan untuk menangkap dan membunuhnya.


“Tangkap dia, jangan sampai dia kabur lagi, Nyonya akan marah dan melenyapkan kita.” Ucap pemimpin dari anak buah ibu tiri Cristian.


Doooorrr........


Suara tembakan terdengar menggema di tengah hutan rimbun itu, suasana yang menegangkan ditambah hujan dan petir menggelegar.

__ADS_1


Doorrr.... dooorrr....


Baku tembak terjadi antara Cristian dan orang yang ingin menangkapnya. Sekitar 30 orang yang ingin menangkap  Cristian. Mereka menyisir seluruh wilayah hutan mencari keberadaan tuan Muda Mahendra.


“Sialllll, peluruku habis, aku tidak akan bisa menghadapi mereka dengan tangan kosong jumlah mereka sangat banyak.” Ucap Cristian dengan tatapan tajamnya. Ia harus memikirkan cara agar bisa lolos dari orang-orang yang ingin membunuhnya.


Dooorrrrrr.... para penjahat itu terus mengejar Cristian dan menembaki dari arah belakang membuat Cristian mempercepat larinya agar tidak tertangkap dan terkena tembakan.


Hingga akhirnya Cristain memilih untuk melompat masuk ke dalam danau hijau demi melindungi dirinya dan bersembunyi di dalam air akan membuatnya aman dan tidak terlihat oleh orang yang akan menangkapnya.


Cristian terkenal dengan kemampuannya berenang dan mampu menahan napas selama berjam-jam di dalam air. Sejak kecil Ia selalu melakukan cara itu agar bisa selamat dari kejaran orang-orang yang ingin membunuhnya.


“Kurang ajar, kita gagal menangkapnya, nyonya pasti akan marah besar.” Umpat salah satu anak buah yang ditugaskan untuk menangkap Cristian.


Hujan yang semakin deras membuat mereka memutuskan untuk berhenti mencari dan mengejar Cristian.


 


Degggggg..... Degggg.........


Jantung Cristian berdegup kencang dan serasa ingin melompat keluar dari tubuhnya. Kedua matanya membulat sempurna saat melihat sosok bercahaya di tengah gelapnya air danau itu. Seseorang yang memakai gaun pengantin berwarna putih membalut tubuhnya dengan kondisi tangan dan kaki yang terikat. Cristian berenang menghampiri sosok yang ia lihat. Matanya kembali membulat sempurna saat  Ia melihat dengan jelas sosok gadis dengan wajah pucat dan tak sadarkan diri berada di dalam air danau yang begitu dingin dan sangat dalam. Yah, Gadis itu adalah Clarisa Abraham gadis malang yang menjadi korban kekejaman dan ketamakan ayah kandung dan ibu tirinya.


 


“Bertahanlah Nak, ibu selalu ada untuk membantumu, kau anak ibu yang kuat, ibu menyayangimu Nak, Clarisa sayang tetaplah hidup demi ibu, Ingatlah sayang ibu akan selalu bersamamu di dalam hati terdalammu” Sesaat Clarisa mendengar suara ibunya sama-samar memberinya kekuatan agar tetap bertahan.


“Aku lelah bu, aku ingin ikut ibu saja, semua orang membenciku, ayah tidak pernah menyayangiku, aku sangat merindukanmu bu, jika ini adalah akhir hidupku aku pasrah aku ingin bersama ibu.” Batin Clarisa.


Sesaat memori Clarisa kembali berputar kepada kenangan masa kecilnya yang indah sebelum kematian ibunya merenggut semua kebahagiaannya.


Clarisa tersenyum tipis, Ia seakan tidak kuat lagi untuk bertahan dan Clarisa pasrah jika malam ini Ia akan mati.


Cristian semakin mendekati Clarisa dan Menarik tangan gadis itu agar tidak tenggelam semakin dalam ke dasar danau. Ia memeluk tubuh gadis itu dan Demi menyelamatkan  nyawanya, Cristian memberikan nafas buatan melalui mulut. Ia mencium bibir gadis itu menyalurkan oksigen melalui mulutnya.


Beberapa menit keduanya masih berada di dalam air danau yang begitu dingin di tambah hujan yang semakin deras sejak tadi.


Merasa kondisi sudah aman Cristian berenang dengan tangannya menarik tubuh Clarisa naik ke atas permukaan. Keduanya berenang ke tepi danau.


“Bertahanlah, kau tidak boleh mati.” Cristian memompa jantung Clarisa menggunakan ke dua tangannya agar air yang masuk ke dalam paru-paru Clarisa bisa keluar dan itu akan membantunya untuk tetap hidup. Sesekali ia juga memberikan nafas buatan agar wanita itu bisa tetap bertahan hidup.


Cristian melepaskan ikatan di tangan dan kaki Clarisa. Ia kembali memompa jantung Clarisa.


“Apa yang sudah terjadi? Kenapa kau bisa seperti ini? Siapa orang yang begitu kejam melakukan ini?” Tanya Cristian.


Ia menatap nanar wajah Clarisa yang terlihat sangat pucat. Hatinya seakan sakit dan Ia merasa iba kepada sosok gadis malang yang sedang berjuang bertahan hidup.

__ADS_1


“Aku tidak akan membiarkanmu mati, kau harus hidup.” Cristian kembali memompa jantung Clarisa dan sesekali menekan bagian perut agar semua air yang masuk ke dalam tubuh Clarisa bisa keluar.


Uuuhuuukkkkk.....


Clarisa terbatuk dan mengeluarkan air dari mulutnya. Ia membuka matanya dengan pelan. Samar-samar Clarisa melihat sosok laki-laki tampan yang menatapnya penuh rasa khawatir.


“Bertahanlah.” Cristian melepaskan Jaz yang ia kenakan dan menyelimuti tubuh Clarisa. Mengusap-usap telapak tangan Clarisa yang begitu dingin memberinya kehangatan.


Clarisa tersenyum tipis menetap sosok tampan bak pangeran  duduk di sampingnya yang sedang terbaring lemah.


“Te-terima kasih.” Lirih Clarisa menatap wajah malaikat penolongnya hingga akhirnya Ia kembali menutup matanya dan tak sadarkan diri. Clarisa mengalami Hipotermia akibat telalu lama berada di dalam air.


Hipotermia merupakan kondisi saat temperatur tubuh menurun drastis di bawah suhu normal yang dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh, yaitu di bawah 35 derajat Celsius. Kondisi ini harus mendapatkan penanganan segera, karena dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf dan fungsi organ lain dalam tubuh. Selain itu, kondisi ini juga dapat berujung pada kegagalan sistem pernapasan, sistem sirkulasi (jantung), dan kematian.


“Bertahanlah, sebentar lagi bantuan akan datang, aku akan membawamu dan menolongmu, Bertahanlah, aku yakin kau gadis yang kuat.” Ucap Cristian memberi kekuatan kepada Clarisa. Ia begitu Khawatir melihat kondisi Clarisa yang sangat mengenaskan.


Clarisa harus segera mendapatkan perawatan di rumah sakit jika tidak maka nyawanya bisa saja tidak tertolong.


Mampukah Clarisa Abraham bertahan hidup dengan kondisinya yang sangat mengenaskan?


 


BERSAMBUNG....


Novel ini penuh intrik, konflik, menegangkan dan menguras Emosi.


Selamat membaca dan semoga kalian suka.


Tinggalkan dukungan kalian yah.


LIKE, VOTE DAN KOMENTAR kalian sangat author butuhkah untuk memberi semangat dan menjadi asupan vitamin bagi author agar punya tenaga untuk menulis cerita selanjut ya.


 


 


 


 


  


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2