
Deggggg..... Degggggg......
Jantung Clarisa berdetak tak beraturan. Kedua tangannya terlihat bergetar. Rasa sesak kembali Ia rasakan saat kedua matanya menangkap sosok manusia licik yang ada di antara banyaknya orang di pesta itu. Ke dua matanya memerah, wajahnya terlihat pucat. Namun sebisa mungkin Ia menguasai dirinya.
"Bagaimana mereka bisa ada di sini?" Batinnya menatap penuh benci ke arah Alvaro dan juga Sandra. Ia bersyukur karena saat ini penampilannya telah berubah dan tidak akan ada yang mengenalinya.
Degggg.....
Jantungnya terasa ingin melompat keluar saking terkejutnya dengan apa yang ia lihat. Ia tak meyangka kedatangannya bersama ke Cristian. Justru Ia malah bertemu dengan Radit. Laki-laki yang masih menempati relung hatinya itu. Dadanya lagi-lagi terasa sesak. Ia tak menyangka akan masuk dalam lingkaran manusia-manusia licik.
Cristian melepaskan pelukan ayahnya dan Ia berjalan menghampiri Maharani yang tampak diam mematung di dekat suaminya.
"Aku sangat merindukanmu Ibu." Ucapnya memeluk Maharani. Ia menyunggingkan seyum dan berbisik pelan di telingan Maharani.
"Kau pikir akan bisa mengusirku dan menendangku dengan mudah, kau salah ibuku tersayang."
Kemarahan Maharani berada di ubun-ubunnya. Tangannya terkepal kuat. Namun sebisa mungkin Ia menguasai dirinya dan menampilkan senyum palsu seolah Ia sangat bahagia dengan kahadiran Cristian putra tirinya itu.
Tidak hanya Maharani yang tampak terkejut dengan kedatangan Cristian yang tiba-tiba. Semua orang yang ada di ruangan itu tampak terkejut terutama Alvaro dan Sandra. Gelas yang berisi wine yang ada ditangannya hampir saja remuk karena Ia menggenggamnya dengan sangat keras seolah meluapkan seluruh emosi yang ada.
"Sepertinya rencana kita akan gagal, Jane tidak akan bisa menjadi nyonya Mahendra, sialllll aku tidak ingin rencana kita gagal." Umpat Alvaro.
"Tenanglah, Kita akan memikirkan cara lain." Ucap Sandra.
Adnan dan juga Jane terlihat tidak menyukai apa yang sedang terjadi saat ini. Tangan Adnan terkapal kuat. Urat-uratnya bahkan terlihat dengan jelas.
"Selangkah lagi aku akan menjadi pewaris seluruh kekayaan papah tapi semuanya sia-sia karena kehadirannya, tidak akan aku biarkan dia menang dan mengalahkanku." Ucapnya.
"Hei.. Apa kau tidak ingin menyambut kakakmu Hah." Ucap Cristian memeluk Adnan dan juga melakukan hal yang sama dan berbisik pelan di telinganya.
"Jangan pikir kau sudah menang, kau hanya akan mendapatkan kekalahan." Bisiknya.
Ia tersenyum penuh kebahagiaan menatap Adnan dan juga Jane.
__ADS_1
"Selamat atas pertunangan kalian." Ucapnya kemudian.
Adnan hanya terseyum getir dan senyum yang penuh dengan kepalsuan. Ia membalas ucapan selamat dari kakaknya itu.
"Terima kasih." Ucapnya dengan malas.
"Terima kasih kakak ipar telah sudi datang ke pesta kami." Ucap Jane menampilakan senyum getir.
Adnan dan Juga Cristian adalah saudara sedarah. Mereka hanya berbeda ibu. Adnan mewarisi sifat Maharani yang penuh ambisi dan tamak akan harta.
"Apa kalian tidak ingin mengucapkan selamat atas pernikahanku? berhubung kalian semua berkumpul di sini aku akan mengumumkan bahwa kedatanganku menemui kalian karena aku sangat merindukan keluargaku dan juga aku ingin memperkelankan wanita yang menjadi istriku, wanita yang sangat aku cintai, dia adalah Clara, Tidak baikkan kalau aku menikah tampa memperkenalkan istriku kepada ibu dan juga ayah" Cristian menggandeng lengan Clarisa dan memperkenalkannya kepada seluruh keluarga, para awak media dan juga di depan para tamu yang hadir.
Duaaaarrrr......
Harapan Maharani hancur sudah. Sudah pasti putranya tidak akan memiliki kesempatan untuk menjadi pewaris kekayaan Suaminya itu. Karena Cristianlah yang akan menjadi pewaris satu-satunya. Apalagi saat ini Ia sudah kembali dan mengumumkan bahwa Ia sudah menikah.
"Ternyata Pria itu sudah menikah, harapanku sirna sudah." Ucap salah satu tamu wanita yang mengagumi ketampanan Cristian sejak Ia berjalan memasuki pesta.
"Apa kau tahu kalau dia adalah Cristian Mahendra, Tuan muda dari keluarga Mahendra?"
"Apa kau lihat istrinya bahkan tidak cantik sama sekali, lihatlah penampilannya terlihat sangat biasa."
Para tamu masih asik meyaksikan drama keluarga yang terjadi di depan mata mereka. mereka juga terlihat berbisik-bisik.
"Apa yang kau katakan Nak? apa benar wanita ini adalah istrimu?" Tanya Mahendra dengan raut wajah tak percaya bahwa putranya sudah menikah.
"Papah benar wanita ini adalah istriku, dan aku harap papah akan merestuiku." Terang Cristian.
Clarisa mendekat dan berdiri di depan tuan Mahendra dengan jantung berdebar keras. Ia takut jika tuan Mahendra akan menolaknya. Tanpa Ia duga tuan Mahendra memeluknya.
"Papah sangat bahagai Nak, Terima kasih sudah mencintai dan menerima putraku."
"Sama-sama tuan." Lirihnya.
__ADS_1
"Panggil aku papah, apa pun alasan kalian menikah papa tetap merestuimu bersama putraku, papah yakin kau gadis yang baik." Ucap Mahendra bijak. Ia juga kaget dengan pernikahan putranya yang tiba-tiba tampa mengundangnya. Namun, Ia tetap bahagia apapun alasan mereka menikah itu sudah menjadi urusan putranya.
"Apa ibu tidak ingin memelukku." Ucap Clarisa mendekat ke arah Maharani.
"Selamat datang di keluarga kami Nak, ibu harap kau akan menjadi menantu yang baik, sekali lagi selamat atas pernikahan kalian." Ucap Maharani lagi-lagi menampilkan senyum kepalsuan.
"Terima kasih ibu mertua."
"Siapa wanita yang Cristian Nikahi, aku yakin wanita ini bukanlah wanita biasa, akan aku pastikan kau tidak akan pernah bisa bertahan berada di sisi putraku, aku akan menghancukan hubungan kalian." Batin Maharani begitu geram dengan tatapan liciknya.
"Sepertinya aku pernah melihat wanita ini, wajahnya mengingatkanmu pada saat peristiwa 15 tahun yang lalu, aku benar-benar lupa di mana aku pernah melihatnya." Batin Clarisa menatap lekat setiap inci wajah Maharani yang masih begitu cantik di usianya yang terbilang tidak mudah lagi.
"Bersiaplah karena sebentar lagi aku akan membalaskan dendamku kepada kalian semua, kau akan menyesali semua perbuatanmu." Ucap Clarisa tersyum tipis menatap ke arah Sandra dan Alvaro.
Alvaro, Sandra, Jenny dan juga Jane terlihat termenung dan tenggelam dalam pikiran masing-masing. Mereka menatap wanita yang menjadi istri Cristian dengan Lekat.
"Wajahnya sangat mirip dengan Clarisa, tidak dia tidak mungkin Clarisa, Anak itu tidak memiliki tahi lalat di dagunya, Dia pasti bukanlah Clarisa." Batin Sandra.
"Suaranya begitu mirip dengan Clarisa, buakankah Clarisa sudah mati, aku akan menyelidikinya nanti." Batin Alvaro.
Akhirnya acara yang ditunggu Cristain da Clara naik ke podium bersama dengan Adnan dan juga Jane. Malam ini tuan Mahendra sudah memutuskan untuk mengumumkan siapa pewaris kekayaannya. Dan Ia yakin keputusannya tidak salah lagi.
"Aku meminta maaaf kepada kalian semua atas sedikit masalah yang terjadi, aku akan menperkenalkan kepada kalian semua yang ada di pesta ini. Dia adalah Cristian Mahendra putra pertamaku dan juga menantuku Clara, malam ini aku sangat bahagia akhirnya aku bisa berkumpul dengan semua putraku, aku akan mengumumkan bahwa nalam ini aku sudah menentukan bahwa aku akan memilih salah satu putraku untuk menjadi pewaris seluruh kekayaanku kepada putraku CRISTIA MAHENDRA, mulai saat ini perusahaanku akan dipimpin oleh putraku, Cristain Mahendra akan menjadi CEO di perusahaanku." Ucap Mahendra penuh keyakinan.
"Dan untuk Putra kedua ku, Dia akan membantu Cristian mengolah perusahaanku, ayah harap kalian akan bekerja sama dan mengolah perusahaan lebih baik lagi."
Duaaarrrrr.......
Maharani bagai tersambar petir di siang bolong. Wajahnya pucat pasi. Seluruh ruangan bagai gelap. Pesta megah yang Ia siapkan tampa Ia duga justru menjadi pesta penuh duka untuknya. Kadua tangan Adnan bergetar dan kemarahan semakin memuncak. Keputusan ayahnya sungguh membuat hatinya hancur Ambisi, impian dan harapannya seolah sirna dalam hitungan detik.
"Siaaaalllllll, impian ku menjadi nyonya Mahendra sepertinay akan sirna." Batin Jane.
Wajah Sandra, Alvaro dan juga Jenny seketika pias. Tak ada lagi kebahagian dari wajah mereka. Hanya yang tersisa kemarahan yang tak bisa mereka luapkan.
__ADS_1
Senyum kemenangan terlihat dari sudut bibir Cristain dan juga Clarisa. Akhirnya Cristian tidak harus bersembunyi lagi dan Ia memiliki kekuasaan penuh atas seluruh harta kekuasaan ayahnya. Dan tentu saja Maharani dan juga Adnan tidak akan diam menerima begitu saja dengan keputusan tuan Mahendra.
Berrsambung.....