PEMBALASAN SANG SAMPAH

PEMBALASAN SANG SAMPAH
XXXVI


__ADS_3

Orang-orang sukses melakukan apa yang tidak ingin dilakukan oleh orang-orang yang gagal. Jangan berharap itu lebih mudah; semoga Anda lebih baik. - Jim Rohn


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Xuan Yan Phi pun berpikir dengan keras lalu terlintas lah satu ide "Bun aku benar-benar tak terima diperlakukan seperti ini bagaimana kalau kita memberontak terhadap kekaisaran ini" Ucap pangeran Xuan Yan Phi dengan berbinar-binar.


Seeir pun memikirkan apa yang dikatakan oleh anak kesayangan nya itu "Tapi kita memberontak nya bagaimana apa ada yang berpihak kepada kita? Prajurit semua ada di tangan Lan Sya sedangkan bangsawan entah mereka berpihak kepada siapa" Ucap Selir Mo Yin Zhi sedih membuat Xuan Yan Phi yang tadi semangat menjadi lemas.


"Bisa loh kak bun, kita kumpulkan kekuatan dulu, bagaimana kalau kita bagi tugas?" Tanya Putri Xuan An Chi.


"Bagi tugas bagaimana adik?" Tanya Xuan Yan Phi bingung menatap adik perempuan semata wayang nya.


"Iyaah benar bagaimana itu saayang?" Tanya selir bingung menatap anak perempuan satu-satunya dan anak terakhir nya dengan kaisar.


"Begini .... " Ucap Putri Xuan An Chi yang membuat wajah selir dan Xuan An Phi menjadi cerah dan senang.


"Bagaimana? Rencana buatan ku baguus kan?" Tanya Putri Xuan An Chi


"Baguus sekali rencana mu adik bagaimana kalau mulai besok kita memulai rencana nya?" Ucap Xuan Yan Phi senang dan kembali bersemangat.


"Benar putriku itu sangat hebat makasih sayang" Ucap Selir Mo Yin Zhi.

__ADS_1


Putri Xuan An Chi pun menggangguk sambil tersenyum cerah membayangkan jika rencana mereka berhasil.


Sedangkan di sisi lain terjadi keributan di kediaman perdana Mentri. Perdana Mentri pulang dari istana dengan rasa malu yang benar-benar terasa. Dia pun menampar pipi Zhao Xio Wei sampai terjatuh "Aku kira kau tidak akan berbuat seperti ini, perbuatan itu sangat menjijikan apalagi kamu melakukan nya dengan tunangan kakak mu sendiri? Sungguh mengecewakan. Apa kau tahu aku lebih mementingkan diri mu daripada anak ku yang lain namun apa balasan nya" Ucap perdana menteri Zhao Feng Ran dengan tatapan kecewa melihat Zhao Xio Wei.


Zhao Xio Wei yang di perlakukan seperti itu hanya bisa menangis sambil memegang pipi nya yang terasa perih akibat tamparan dari ayahnya. Karena tidak tega dengan keadaan anak nya selir pun datang memeluk Zhao Xio Wei "Sudahlah lihat Xio Wei jangan terlalu keras pada nya" Ucap selir Xiang Xu Wae dengan santai seperti kesalahan yang di buat anak nya itu kecil yang tentu membuat perdana menteri makin naik pitam.


"Bela saja anak tak tahu diri mu itu. Kau tahu, akibat kau yang selalu membela nya dia menjadi liar seperti ini" Ucap perdana menteri menatap tajam selir Xiang Xu Wae. Selir Xiang Xu Wae pun hanya bisa menunduk takut akibat perkataan perdana mentri.


Perdana Mentri pun menghela nafas dengan kasar "Pengawal seret nona kedua ke bawah tanah jangan beri makan dan minum sebelum aku yang memerintah kan" Ucap perdana Mentri menatap tajam Zhao Xio Wei.


"Ayah tolong jangan, maafkan aku" Ucap Zhao Xio Wei sambil menangis namun tentu saja itu tidak di tanggapi oleh perdana Mentri yang sudah tersulut emosi yang membara. Selir Xiang Xu Wae pun yang melihat anak nya mau dibawa ke ruang bawah tanah pun menjadi panik "Sayang tolong jangan bersikap seperti itu tolong maafkan lah dia" Ucap Selir Xiang Xu Wae memohon namun tentu saja itu tidak ditanggapi oleh perdana menteri.


"Diamm jika kau masih berbicara kau juga aku masukkan ke dalam ruang bawah tanah" Ancam perdana menteri terhadap selir Xiang Xu Wae yang membuatnya menjadi diam karena takut dengan ancaman perdana mentri.


Setelah Zhao Xio Wei dibawa dan selir menjadi diam, perdana menteri pun menyuruh pengawalnya untuk membawa Zhao Meng Qin ke hadapan nya "Pengawal bawa Zhao Meng Qin kemari" Ucap perdana menteri sambil menarik nafas lalu membuangnya untuk meredakan amarah nya.


Pengawal itu pun pergi untuk memanggil Zhao Meng Qin mereka pun menunggu Zhao Meng Qin di ruangan itu namun yang di tunggu-tunggu malah tidak ada "Hormat perdana mentri nona pertama tidak ada di kediaman nya begitu pula dengan pelayan pribadinya kami tidak menemukan mereka dimana-mana tapi kami menemukan sebuah surat" Ucap pengawal dengan membungkuk kan setengah badan nya lalu memberi kan kertas itu kepada perdana Mentri.


"Baiklah sekarang kalian pergi" Ucap perdana menteri sambil membuka surat itu.


"Baik kami pamit undur diri" Ucap para pengawal berbarengan lalu pergi meninggalkan aula.

__ADS_1


Isi kertas itu adalah:


'Bagaimana suka dengan hadiah ku? Hahaha pasti suka sampai kalian mencari ku namun kalian terlambat aku sudah pergi dari neraka yang berkedok rumah itu dan ingat ini baru permulaan pembalasan dendam ku kepada orang yang menyakitiku termasuk anda perdana mentri.


Ouh iyah aku tidak akan memaafkan mu jika kamu mengetahui kebenaran tentang sesuatu, tunggu saja hadiah atau pembalasan yang lain dari ku dan jaga lah orang-orang tersayang mu apalagi selir kesayangan mu karena dia juga termasuk orang yang akan hancurkan.


- Salam Zhao Meng Qin putri sah yang kau sia-siakan atau putri yang dikenal sampah.


Membaca surat itu tentu saja membuat perdana mentri merasa gelisah entah karena dia takut terjadi apa-apa dengan selir kesayangan nya atau karena dia takut akan kebenaran yang disebutkan oleh Zhao Meng Qin.


Zhao Ki Ran yang melihat ayah nya gelisah pun langsung menghampiri nya "Kenapa ayah? Kenapa anda begitu gelisah apa yang di tulis di kertas itu dan dimana Meng Qin?" Tanya Zhao Ki Ran bingung.


Perdana mentri Zhao Feng Ran pun langsung menyembunyikan kertas itu "Tidak ada apa-apa dan jangan bahas dia dulu" Ucapnya dengan meremas kertas itu lalu menyembunyikan nya yang tentu membuat orang-orang yang berada di sana menatap heran kepada kelakuan dari perdana mentri namun mereka tidak berani menyela nya.


"Sekarang kalian pergi lah istirahat besok kalian harus mengikuti perburuan" Ucap perdana Mentri sambil menatap mata Zhao Ki Ran dan Zhao Fa'i Kin.


"Benar ayah kami akan berburu" Ucap Zhao Fa'i Kin sambil menatap ayah nya.


"Benar kata adik ayah, tentu kami harus mengikuti perburuan karena anak muda seperti kami diwajibkan" Ucap Zhao Ki Ran sambil menatap ayah nya juga dengan bersemangat.


"Baiklah bawakan kemenangan untuk kediaman kita. Kita sudah dipermalukan oleh kelakuan Zhao Xio Wei jadi ayah berharap kalian akan memenangkan perburuan ini" Ucap perdana menteri sambil memegang kepalanya karena pusing dengan keadaan kediaman nya itu.

__ADS_1


"Baik ayahanda kami akan berusaha untuk memenangkan perburuan ini" Ucap Zhao Ki Ran dan Zhao Fa'i Kin dengan berbarengan dan bersungguh-sungguh.


Apa Zhao Ki Ran dan Zhao Fa'i Kin akan memenangkan perburuan atau tidak lalu dimana Zhao Meng Qin sekarang?


__ADS_2