
Risiko terbesar adalah tidak mengambil risiko apa pun... Di dunia yang berubah sangat cepat, satu-satunya strategi yang dijamin gagal adalah tidak mengambil risiko. - Mark Zuckerberg
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain Xiao Mey pun mendengar perkataan dari pembawa acara dia pun langsung menatap Zhao Meng Qin "Kita rekan kerja kan?" Tanya Xiao Mey dengan senyuman nya.
"Tentu saja jiejie ayo jiejie kita ke ruang senjata untuk memilih senjata mumpung masih banyak orang yang mencari tim" Ucap Zhao Meng Qin yang diangguki oleh Xiao Mey.
Mereka pun segera mengambil senjata dan langsung mendaftar kannya kepada panitia acara. Xiao Mey memilih sebuah pedang berwarna biru keputihan sesuai dengan element nya yaitu air dan angin sedangkan Zhao Meng Qin membawa sebuah senjata yang menarik minatnya yaitu sebuah panahan berwana emas ke hitaman dan sebuah pedang dengan warna merah, biru, hijau kehitaman.
Zhao Meng Qin dan Xiao Mey pun langsung mendata senjata apa yang mereka bawa. Panitia yang melihat nya pun kaget melihat senjata yang dibawa oleh Xiao Mey apalagi senjata Zhao Meng Qin.
"Apa kalian benar-benar serius memilih senjata itu? Dan apa kaalian tidak merasa berat?" Tanya salah satu panitia itu sambil menatap Zhao Meng Qin dan Xiao Mey.
"Tentu saja kami benar-benar serius dan ini memang tidak berat" Ucap Xiao Mey sambil mengayunkan pedangnya "Kalau kamu Tan Li?" Tanya Xiao Mey kepada Zhao Meng Qin.
Zhao Meng Qin pun mengayunkan pedangnya lalu bermain dengan panahnya "Kalian lihat sendiri yang artinya tidak, malah senjata ini ringan menurut ku" Ucap. Zhao Meng Qin sambil menempatkan kembali pedang dan panahnya.
"Apa kalian tidak penasaran senjata apa yang kalian pakai?" Tanya salah satu panitia yang lain.
"Tidak dan aku tidak peduli" Ucap Zhao Meng Qin dingin yang langsung pergi meninggalkan Xiao Mey dan panitia acara yang lain.
__ADS_1
Xiao Mey yang ditinggal tapi dia penasaran senjata apa yang mereka pilih pun bertanya "Memangnya apa?" Tanya Xiao Mey penasaran.
"Senjata itu merupakan senjata tingkat tinggi apalagi punya nya teman mu itu. Itu adalah tingkat paling tinggi belum ada yang bisa memegang senjata yang kalian pilih termasuk kaisar dan juga para petinggi academy karena senjata itu akan memilih sendiri tuan nya.
Jika ada orang yang memegang senjata itu tanpa persetujuan dari senjata ituu, orang yang memegang nya pasti akan mendapatkan hukuman paling ringan itu hanya merasa berat tapi bisa juga menyebabkan kematian" Ucap salah satu panitia yang diaangguki oleh panitia lainnya.
"Dan sepertinya senjata kaliian akan diberikan kepada kaalian tapi nanti setelah kaami mengatakannya kepada ketua dulu" Ucap panitia yang lain.
"Ah begitu terima kasih atas penjelasannya. Aku pergi dahulu yah takutnya Tan Li keburu menghilang" Ucap Xiao Mey tersenyum llalu pergi meninggalkan kedua panitia itu tanpa menunggu jawaban dari mereka.
"Sungguh lucu yah yang satu dingin, datar dan yang satu lagi ceria, ramah juga tapi mereka ada satu kesamaan mereka" Ucap salah satu panitia.
"Apa?" ucap panitia yang lain
Xiao Mey pun langsung mencari Zhao Meng Qin dan terlihat Zhao Meng Qin sedang membawa 2 tas untuk dibawa ke dunia bayangan.
Xiao Mey pun langsung mendekati Zhao Meng Qin, Zhao Meng Qin pun yang melihat Xiao Mey langsung memberikan salah satu tas nya "Nih aku sudah bawakan" Ucap Zhao Meng Qin dingin dan datar menatap Xiao Mey.
"Hehe maaf aku soalnya penasaran" Ucap Xiao Mey yang langsung membawa tasnya itu dan juga langsung menceritakan apa yang dibicarakan nya tadi bersama panitia sambil menunggu pembukaan gerbang dunia bayangan.
30 menit pun berlalu semua peserta sudah siap untuk berangkat. Pembawa acara pun langsung mengugumkan "Baiklah sebentar lagi kalian akan memasuki dunia bayangaan ingat jangan membunuh dan juga ingat sesama rekab tim kalian harus saling menjaga" Ucap pembawa acara lalu tiba-tiba muncul sebuah cahaya.
__ADS_1
"Baiklah selamat jalann dan semoga kalian berhasil ingat kalian diawasi yah jangan berbuat curang" Ucap pembawa acara lalu tiba-tiba ada cahaya. Cahaya itu sangat silau sampai membuat mereka semua menutup mata dan saat membuka mata mereka sudah tidak ada di area lapangan namun sekarang meraeka sudah ada di dunia bayangan tepatnya sebuah hutan.
Zhao Meng Qin pun langsung membuka matanya dan dia melihat banyak pohon lalu Xiao Mey saja. "Wah dunia bayangan seperti hutan yah" Ucap Xiao Mey yang sedang melihat-lihat.
"Ayo berangkat cari kristal itu" Ucap Zhao Meng Qin dingin dan datar yang langsung berdiri dan pergi.
Xiao Mey pun langsung mengikuti Zhao Meng Qin "Dunia bayangan ini pasti sangat besar karena peserta aja 100 San lebih di pencar seperti ini" Ucap Xiao Mey yang di setujui oleh Zhao Meng Qin.
Mereka pun berjalan namun tiba-tiba aada seekor laba-laba besar yang sedang menghadang mereka. "Apa ini termasuk ujian dari para juri?" Tanya Xiao Mey sambil menatap datar laba-laba itu yang sedang bersiap-siap ingin menyerang mereka.
"Sepertinya ayo serang" Ucap Zhao Meng Qin yang langsung mengeluarkan panah nya dan melepaskan nya ke arah kepala laba-laba sedangkan Xiao Mey sedang melumpuhkan kaki dari laba-laba itu yang cukup merepotkan.
Mereka pun bertarung dengan kerja sama yang baik Zhao Meng Qin menyerangnya dengan jarak jauh yaitu menggunakan panah karena Zhao Meng Qin ingin melihat kemampuan berpedang Xiao Mey.
Kemampuan berpedang Xiao Mey meningkat dengan pesat dia berhasil mengalahkan laba-laba itu tapi denggan bantuan Zhao Meng Qin. Mereka pun langsung pergi dari sana karena takut makin ada yang datang tapi sebelumnya mereka akan melihat dulu tubuh si laba-laba takutnya ada kristal namun tetap tidak ada "Huftt dimana sihhh kristal itu" Ucap Xiao Mey menggerutu yang dari tadi berjalan namun tidak menemukan apa-apa.
"Sabarlah" Ucap Zhao Meng Qin datar namun tiba-tiba ada sebuah angin topan yang sedang bergerak ke arah mereka "Xiao Mey kemari" Teriak Zhao Meng Qin sambil membuat pelindung dari elemen alam nya. Xiao Mey pun langsung mendekati Zhao Meng Qin "Apa itu?" Ucap Xiao Mey bingung dan yang masih kaget.
"Itu adalah angin topan sepertinya itu adalah ujian nya apa kau mau melawan angin itu?" Tanya Zhao Meng Qin dengan wajah nya yang dingin dan datar.
"Bagaimana caranya? Lihat angin nya saja kuat seperti itu" Tanya Xiao Mey bingung sambil menatap frustasi angin topan itu.
__ADS_1
"Kau diam saja disini walaupun element air kamu hebat namun jika kamu menyerangnya malah air itu akan berbalik kepada kita nah jadi rencana aku adalah aku akan memakai elemen angin ku untuk melawan angin lain" Ucap Zhao Meng Qin sambil menatap ke arah depan tepatnya angin.
Apakah rencana Zhao Meng Qin berhasil mengalahkan angin yang dibuat oleh para juri atau tidak?