
Isabella POV
Aku tak pernah mengharapkan hidup seperti ini. Hampir setiap saat ajal selalu menggodaku untuk menurutinya.
Aku selalu kehilangan arah hidup. Bukan sekali dua kali aku menuruti sang ajal, namun seolah takdir tidak mengizinkannya, aku selalu bisa bertahan hidup.
Saat kurasa dunia ini adalah neraka, sesercah cahaya menghampiriku. Bukan cahaya api yang membinasakan, melainkan cahaya putih yang lembut
Cahaya itu memberiku sebuah petunjuk, bahwa masih ada surga untukku di dunia ini. walaupun kini telah menghilang, cahaya itu tetap menampakan jejaknya. Aku pun mulai mengikutinya, dengan berusaha bertahan hidup.
Suatu saat nanti aku berharap menemukanya lagi. Cahaya lembut yang memberiku kebahagian.
(***)
23 maret 2020, pukul 20.00. di vila
"Aku menerimanya," kataku mantap. Angin malam menerpaku, membuat poni rambut hitamku melambai-lambai.
"Meski dengan perjanjian seperti itu?" tanya Delon memastikan.
"Terserah jika kalian mengunakan ku sebagai senjata. Asal aku hidup itu sudah cukup," jawab ku. Delon terdiam dan menatap ku dengan iba.
"Jadi bagaimana peraturannya?" tanyaku sembari memindahkan posisi untuk bertopang dagu ke pagar besi.
"Sebenarnya ada banyak, namun yang pasti kau harus berada dalam jangkauan pengawasan organisasi. Maka dari itu kau akan masuk ke grup timur untuk di awasi. Kau juga di izinkan untuk ikut dalam misi, namun jika tidak silahkan berdiam diri di Vila ini."
"Aku ikut menjalankan misi," jawabku cepat. Delon tertegun dan menatapku sebentar.
"Jelaskan. Aku tidak ingin berdiam diri." Aku mengangkat bahu pelan.
"Kau harus banyak berlatih. kau tahu ketua timur tidak akan segan-segan menyiksamu dengan latihan."
"Kurasa hidupku beberapa bulan kedepannya akan jadi neraka," gumamku malas. Aku bertopang dagu dia atas pagar besi. Menerawang bangunan-bangunan megah yang berkelip jauh di depan sana.
"Hei, ayahmu benar-benar matikan?" Delon bertanya pelan
"Entahlah. Tidak ada yang tahu. Dia langsung pergi entah kemana setelah aku lahir, yah begitu kata ibuku." Aku menggeleng pelan.
"Mana mungkinkan dia bisa bertahan lebih lama lagi dengan luka separah itu." Delon ikut bertopang dagu di sebelahku.
"Seribu tahun bukanlah hal yang kecil. kurasa dia tengah bersembunyi bersama para pengikutnya. Tapi yang terpenting bukanlah ia sekarang."
"Kelompok rasiskan?" tebaknya
"Benar. Tak kusangka mereka aktif lagi dan parahnya mereka bahkan sampai mencuri pusaka." Ketusku
"Persembunyian yang rapih dalam organisasi pemburu. Para anggota rasis memang ular yang licin. Mereka sukses mengacaukan pusat dan markas white nymp." Gumam Delon kesal.
Aku tersenyum kecil melihat eskpresi kecutnya. Delon telah menjadi sahabatku bersama Lucy lebih dari seminggu ini di vila. Dari semua roh yang menghuni ini hanya mereka berdua yang bersikap normal terhadapku.
"Delon, kau suka sekali memakai wujud pria ini.kenapa?" Tanyaku basa-basi.
"Pertama wujud ini tampan dan membuatku di perhatikan mahkluk indah yang di sebut wanita itu dan yang kedua wujud asliku terlalu kecil dan tidak bisa berbicara kecuali mengeong." Ucapnya santai
"Dasar genit," Ucapku pura-pura geli
"Terserah apa katamu, tapi mahkluk wanita itu sangat menyejukkan hati." Ucapnya dengan mata berbinar-binar
"Aku juga wanita loh,"
"Nggak. kamu iblis."
"Nggak mau di makan Dyra kan?" Aku tersenyum jengkel
"Yah maaf. Aku hanya bercanda." Dia mengangkat bahu pelan.
__ADS_1
Aku menghembuskan nafas pelan kemudian meninju bahu mahkluk rupawan di sampingku.
"Dengan wujud ini kau sangat dekat dengan Lucy. Biar ku tebak. kau jatuh cinta dengan Lucy kan?" Godaku.
"Memang. lagi pula kami memang sudah menikah." ucapnya santai.
"Heh!?" Aku berseru histeris.
"Sungguh?!" Ucapku tidak percaya
"Sungguh." Ia mengangguk perlahan
"Kalian berdua makanan sudah siap." Lucy tiba-tiba saja muncul di belakang kami dengan baju maid dan rambut pirang yang di ikat kuda. Membuatnya terkesan lebih imut sekaligus anggun. Matanya menatap datar kami berdua.
"Ah, sayang.baru ku bicarakan. kamu imut sekali!!" Delon segera mengusap pucuk kepala Lucy dengan gemas. Namun dengan cepat Lucy menggenggam erat tangan Delon.
"Berhenti melakukan ini pak tua." serunya dingin.
"Aku tahu kau hanya malu sayang.ya sudahlah..Isabella ayo makan!" Delon langsung ngacir masuk kedalam. Aku hanya terkekeh, Delon memang konyol.
"Aku heran kenapa jatuh cinta dengan roh seperti itu." Lucy menghembuskan nafas sebentar "Ayo bergabung dengan kami Isabella." katanya sembari jalan masuk. Aku mengangguk pelan dan mengikuti langkahnya.
(***)
Aku berbaring malas di atas kasur empuk, Membiarkan rambut hitam ku acak-acakan. Mataku menerawang langit-langit tanpa memikirkan apapun meski bisikan-bisikan menjengkelkan menganggu telingaku.
"Gak berhenti-berhentinya apa kalian gibah." eletuk ku
"Hahahaha!" Entah apa yang terjadi tiba-tiba saja Dyra tertawa di benakku.
"Baru kali ini kau nyeletuk. Biasanya juga bodo amat." Dyra berbicara masih dengan bekas tawanya
"Aku gak paham dimana letak lucunya." Gumamku membalasnya "Ngomong-ngomong gimana dengan mu, lebih baik?" Sambungku sembari memindahkan posisi tidur.
"Jauh lebih baik. tidak kusangka Lucy memiliki sihir sehebat itu." Pujinya.
"Kau lagi banyak pikiran yah..aku bisa merasakan emosi sedihmu." Dyra bertanya kembali.
"Iyah." ucapku di tengah kunyahan
"Kau rindu laki-laki itu?" Baiklah pertanyaan dia sukses membuatku hampir mati tersedak apel.
"Aku lumayan suka sama laki-laki itu..," gumam Dyra
"Aku baru tahu kau wanita Dyra."
"Maaf ,berbeda dengan mahkluk hidup yang punya dua gender. Para roh tidak memiliki gender."
"Meski begitu kalian tetap bisa menghasilkan keturunan. Aku tidak paham dengan cara reproduksi kalian." Balasku.
"Berbeda dengan mahkluk hidup pada umumnya yang membuat keturunan kami para roh bisa dibilang hanya "menanam" setengah diri kami ke tubuh baru dari keturunan wadah yang kami huni. Bagian diri kami itu akan berkembang menjadi sosok baru dengan ingatan baru. Jadi saat kau berhubungan dengan cowok itu, aku mengirimkan setengah bagian dari diriku untuk di tanam ke anak mu sebagai bentuk berkembang biak."
"Apa sih!!, jangan berbicara asal Dyra!!" Aku menjerit malu. Kurasa wajahku sudah berubah Semerah kepiting rebus.
"Maaf. Aku hanya mengambil contoh." Jawabnya tanpa dosa.
"Apa kau tidak bisa ambil contoh lain!?"
"Tidak ada yang terpikirkan."
Aku menghembuskan nafas kesal kemudian menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhku.
"Hei Dyra. Aku seperti orang bodoh tidak sih. Merindukan sesuatu yang bahkan tak akan kembali," kataku sedih.
"Entah lah. Tapi yang ku tahu laki-laki itu pasti masih hidup." Dyra tampak tak tertarik.
__ADS_1
"Meski begitu dia tak akan kembali. Pada akhirnya aku akan mati dalam ingatannya." Jawabku sedih.
"Lupakan tentangnya. Jika begini kau tidak akan fokus dengan tujuanmu." Dyra mengingatkan.
"Tapi aku masih mengharapkannya," Gumamku .
"Impikan saja dia di dalam mimpi. Sekarang tidur. Kau ada acara penting besok." Dyra memerintah layaknya ibuku.
"Iya mah. Selamat malam." balasku mengejek.
(***)
24 Maret 2020. Di aula bawa tanah vila timur.
Aku menyapu pandangan di sekitar sembari mengetuk-ngetuk pegangan kursi kayuku. Lampu raksasa tergantung di langit-langit yang hampa, mampu menyinari ruangan dengan cahayanya sendiri. Dinding rauangan terbuat dari batu hitam vulkanik yang di poles mengkilat. Sementara itu karpet bulu berwarna merah menjadi alas mewah yang kami pijaki. kami?..yah aku berada di tengah barisan kursi "calon" anggota white nymp.
Mari ku jelaskan lebih jauh tentang white nymp. White nymp adalah organisasi para roh yang menangani kasus yang di akibatkan sihir dan roh. Seperti penyalah gunaan magic item (barang sihir), pembelajaran sihir ilegal, penanganan iblis dan semuanya yang berhubungan dengan sihir.
Tugas utama white Nymp adalah menjaga dan mengawasi agar "sihir" tidak bocor kedunia luar. Untuk tugas penanganan iblis sebenarnya di utamakan untuk organisasi pemburu tapi terkadang kedua organisasi ini bekerjasama.
Memang pada dasarnya kedua organisasi ini sudah bekerjasama semenjak pertama kali di bentuk oleh si "penyihir" pertama, pemegang senjata dewa. Sebuah senjata maha dasyhat gabungan dari keenam pusaka leluhur roh.
Lupakan soal masa lalu. Intinya white nymp adalah organisasi yang beranggotakan para roh.
"Isabella!." Seorang pria bersetelan biru dari atas panggung di depan sana berseru memanggilku. Ini lah yang ku tunggu, perkenalan calon anggota white Nymp.
Aku segera berdiri dan berjalan dengan segenap keberanian meski sembari merapihkan almamater putih yang ku kenakan. kakiku pun akhirnya tiba di atas panggung, tiba-tiba saja auranya menjadi mencekam dan menyesakan.
Pria bersetelan itu memberikan ku micnya. Aku pun menerimanya dengan canggung.
"Halo..selamat pagi semua. Perkenalkan aku Isabella. Calon anggota white Nymp" Ucapku.
Semuanya hanya diam menciptakan hening yang menguasai ruangan.
Si iblis yah
Apa tujuannya dia kesini?
Kenapa mahkluk menjijikan itu ada di sana?
"Maaf, tapi jika kalian punya masalah denganku sebaiknya langsung bilang padaku." Ucapku serius, iris merah ku menantang siapapun di hadapanku.
"Anu..maaf. Bukan nya kau hanya senjata. Kenapa kau berdiri di sana?" Tanya seorang pria yang duduk tiga meter di depanku, ekspresinya terlihat sekali meremehkan ku.
"Aku memang senjata tapi gak ada yang ngelarang aku berdiri di sinikan?," Balasku angkuh.
"Kau tahu kau tak pantas berdiri di sana, kenapa kau tidak bersembunyi saja. kau tahu kau itu berbahaya." iya tersenyum mengejek.
"Merasa iri ya, sayangnya aku bukan pengecut seperti dirimu." jawabku enteng. Sukses membuatnya menggeram marah.
"Ya sudahlah langsung saja. Tujuan saya menjadi anggota white Nymp hanyalah satu." Kataku mantap
"Menjadi salah satu ketua white Nymp."
(***)
*Magic item: barang/peralatan pendukung sihir. Bisa berupa senjata atau aksesoris
*Senjata dewa : sebuah senjata maha dahsyat yang di ciptakan dari gabungan enam pusaka leluhur roh (ini akan di jelaskan seiring berjalanya cerita)
*Penyihir pertama : manusia pertama yang di ajari sihir oleh para leluhur roh dan di percayai untuk memegang senjata dewa. Meskipun dia manusia terhebat sepanjang sejarah penyihir, beliau tewas karena faktor usia.
*Maid: baju pembantu yang berwana hitam putih.
__ADS_1
Kurang lebih macam ni (bejiir, punya rem)
Dont forget vote and favorite, stay enjoy and thank you. Bye, bye!