Pemburuan Budak (Chuno)

Pemburuan Budak (Chuno)
Bab 11


__ADS_3

Matahari sudah tinggi ketika Dae Gil membangunkan Seol Hwa dengan paksa. Dae Gil mencurigai Seol Hwa yang tadi malam tidur di dekatnya.


“bukankah kau yang memintaku? semalam kalau bilang hidupmu begitu kacau”, kata Seol Hwa heran. Dae Gil tak ingat.


Mereka berdua melanjutkan perjalanan. Dae Gil tidak mau memberi Seol Hwa makan karena dia sudah tidur lama. Seol Hwa rindu pada Wang Son dan Choi. Dae Gil yakin mereka pasti akan mengambil jalan yang sama dengannya. Dae Gil lalu menceritakan saat pertama dia bertemu mereka berdua.


Awalnya, Wang Son seorang pencopet. Dan Choi adalah seorang pegawai kecil yang akan ikut ujian masuk ke akademi militer. Suatu hari Wang Son mencopet uang Choi lalu melarikan diri. setelah beberapa saat Choi baru sadar uangnya dicuri. Wang Son yang sedang senang tak sengaja bertemu Dae gil, “preman” yang curiga akan gerak-gerik wang Son. Dengan alasan mencek identitas, Dae Gil memalak Wang Son.


Wang Son lari, Dae Gil mengejarnya. Malang bagi Wang Son , Choi juga yang sadar uangnya hilang menghadangnya. Akhirnya uang itu jadi rebutan Choi dan Dae Gil. Dae Gil merasa dia yang pertama kali mendapatkannya. Choi bilang itu adalah uang yang akan dia gunakan untuk ujian masuk militer. Dae Gil hanya mengembalikan separuh. Dia berkata kepada mereka jika ingin mendapat uang lebih baik bergabung dengannya. Choi bertanya dari mana Dae Gil belajar gaya bertarung seperti itu. Dae Gil bilang dia belajar sendiri.


“Aku bahkan akan langsung memanggilmu “jendral” , ujar Dae Gil pada Choi. Sejak itu Choi, di kalangan tetangga mereka sering disebut Jendral Choi.


Wang Son lari, Dae Gil mengejarnya. Malang bagi Wang Son , Choi juga yang sadar uangnya hilang menghadangnya. Akhirnya uang itu jadi rebutan Choi dan Dae Gil.


Dae Gil merasa dia yang pertama kali mendapatkannya. Choi bilang itu adalah uang yang akan dia gunakan untuk ujian masuk militer. Dae Gil hanya mengembalikan separuh. Dia berkata kepada mereka jika ingin mendapat uang lebih baik bergabung dengannya. Choi bertanya dari mana Dae Gil belajar gaya bertarung seperti itu. Dae Gil bilang dia belajar sendiri.


“Aku bahkan akan langsung memanggilmu “jendral” “, ujar Dae Gil pada Choi. Sejak itu Choi, di kalangan tetangga mereka sering disebut Jendral Choi.


Tak lama kemudian 3 jagoan itu pun kembali bertemu. Seol Hwa dan Wang Son tampak begitu semangat, Dae Gil seperti biasa sok cuek. Choi tersenyum kalem. Choi menunjukan pesan rahasia yang dia temukan yang sepertinya berupa sandi. Dae Gil dapat menebak sandi itu, dia tahu tujuan mereka. Dae Gil langsung tak sabar ingin pergi ke sana. Choi agak heran dengan sikap Dae Gil.

__ADS_1


“Dia baru Dae Gil langsung tak sabar ingin pergi ke sana. Choi agak heran dengan sikap Dae Gil


“Dia baru tahu Un Nyun telah menikah dengan Song Tae Ha”, Seol Hwa menjelaskan pada Choi. Choi sadar kondisi Dae Gil sedang labil, mereka buru-buru mengikuti Dae Gil. Tapi Un Nyun telah menikah dengan Song Tae Ha”, Seol Hwa menjelaskan pada Choi. Choi sadar kondisi Dae Gil sedang labil, mereka buru-buru mengikuti Dae Gil.


Dae Gil seperti banteng ngamuk, dia secara frontal berani menyerbu satu regu polisi untuk mengambil kuda-kuda meraka. Dae Gil dan rombongan berkuda ke arah tujuan. Di tengah jalan Choi mengingatkan agar mereka segera turun dari kuda dan menghapus jejak, jika tidak ingin ditangkap polisi.


Un Nyun, Tae Ha dan han seom sudah hampir sampai mereka mendaki bukit. Un Nyun masih menggendong pangeran. Tae Ha ingin meringankan beban Un Nyun.


“Biarlah aku kali ini aku mendapat bagian tugas”, kata Un Nyun. Mereka akhirnya sampai dan menunggu semua anggotanya berkumpul. Anak buah Tae Ha sudah berkumpul. mereka menjadi budak di berbagai tempat. Han Seom sangat terharu bertemu kembali dengan teman-teman seperjuangannya. Saat mereka membuka ikat kepala mereka Tae Ha begitu sedih,di dahi mereka semua sudah tercap kanji budak.


Dae Gil dan rombongan telah tiba di kaki bukit. Mereka kembali akan berpisah untuk menemukan mereka. Mereka menyamakan kompas. Choi mengingatkan karena Tae Ha kali ini tidak sendirian, jika menemukan mereka harus memberi tanda. Wang son malas merasa bahwa kali ini dia harus lari lagi. Dae Gil berlari ke atas bukit sambil memegang belatinya. Setiap langkah kakinya dia membayangkan wajah Un Nyun.


Song Tae Ha dan anak buahnya memberi penghormatan resmi pada pangeran kecil.


Setelah itu rombongan pergi ke kuil. Un Nyun berdoa di kuil dengan khusyuk. Tae ha kemudian masuk. Un Nyun berkata bahwa dia mendoakan keselamatan Tae Ha dan Pangeran. Rombongan lalu bersiap-siap pergi. Han Seom pergi lebih dulu membawa pangeran


Dae Gil dan teman-temannya datang ke lokasi. Mereka terlambat. Rombongan Tae Ha sudah pergi dari situ. Mereka bertiga kemudian menyebar kembali mencari jejak. Seol Hwa susah payah mengikuti mereka bertiga, dan saat sampai di sana, ke tiga orang itu sudah tidak ada di tempat.


Wang Son menemukan jejak wanita dan beberapa orang pria menuju kuil. Mereka kali ini bersama-sama berlari menuju kuil, di perjalanan sebuah tandu lewat.

__ADS_1


Dae Gil tiba di kuil. Dia membuka pintu kuil dengan hati-hati, bukan yang mereka cari yang terlihat tapi malah biksu kecil yang muncul. Dae Gil dengan bahasa preman, menanyakan orang yang ia cari. Tapi biksu kecil itu sangat pandai bicara. Dia juga keberatan jika Dae Gil tidak berbicara sopan pada orang beragama. Biksu kecil menunjukkan arah jalan. Mereka bergegas pergi ke sana. Tapi lagi-lagi mereka tak sadar bahwa mereka tertipu.


Un Nyun dikawal anak buah Tae ha pergi dengan tandu. Tae Ha , Han Seom dan pangeran berpisah jalan dan pergi dengan kuda. Setelah agak jauh mereka berjalan kaki. anak buah mereka lalu pergi menghapus jejak.


3 Jagoan kembali ke ke kuil mereka bertemu Seol Hwa. Seol Hwa berpapasan dengan bangsawan dalam tandu. Dae Gil ingat mereka sempat melihat tandu. Mereka mengejar jejaknya, tapi mereka hanya mendapati tandu yang telah kosong. Dae Gil mengukur suhu kursi tandu, dia membayangkan Un Nyun tadi duduk di sana. Dia menyentuh kursi dengan penuh perasaan.


Kursi sudah dingin. Mereka sementara kehilangan jejak. Tae Ha tiba di sebuah rumah, teman2nya menyambutnya. Mereka juga menyambut pangeran kecil.


Hari sudah gelap ketika Un Nyun dikawal anak buah tae Ha sampai juga di rumah. Tae Ha lega melihat Un Nyun selamat. Un Nyun sempat tidak mengenali Tae Ha yang berganti pakaian dengan pakaian dinas militernya.


Pangeran dipakaikan baju kebesaran mereka mengadakan penghormatan resmi pada pangeran.


Dae Gil dan rombongannya beristirahat di sebuah rumah. Choi tahu Dae Gil masih memikirkan Un Nyun. Dia mengajak Dae Gil berbicara di beranda.


“Jika kamu menemukan Un Nyun, apa yang akan kau lakukan?” kata Choi. Dae Gil berusaha menyimpan perasaannya bahwa dia tetap akan menangkapnya.


“Bagaimana jika dia benar telah menikah dengan Song tae ha?” tambah Choi. Dae Gil mencoba tidak memikirkannya “Bagaimana jika dia benar-benar telah hidup bahagia?”


Dae Gil sedih “Bagaimana dia boleh bahagia, sedang hidupku malah menjadi seperti ini…Dia tidak seharusnya bahagia..”. Dae Gil tak sampai hati Un Nyun senang di atas penderitaannya.

__ADS_1


__ADS_2