
Padahal Dae Gil telah memintanya meninggalkannya dan pergi ke Gn. worak di mana ada temannya di sana yang bisa menampungnya. Tapi Seol Hwa bersikukuh tak mau pergi. Dia berkata dia selain mau mengerjakan pekerjaan perempuan dia juga sekarang sedang menjahitkan rompi penghangat untuk Dae Gil. Seol hwa memperlihatkan rompi yang sedang dijahitnya, tapi dae gil tidak peduli. Seol hwa menangis.
Dae Gil mendapat surat. Di dalam surat itu dibungkus aksesoris rambut Choi dan tali milik Wang Son, Dae Gil terkejut dan was-was. Di dalamnya ada pesan.
“Jangan lagi mengejarku. Dari Tae Ha”
Dae Gil geram, dia percaya Tae Ha telah menghabisi saudara-saudaranya.
Chul Woong sudah mengamati gerak-gerik Song Tae Ha dan anak buahnya. Dia mencegat kepergian anak buah Tae Ha satu persatu di hutan dan di padang rumput. Dia menanyai bangsawan dan anak buah Tae ha. Mereka bungkam. Chul Woong tak tanggung-tanggung membantai mereka.
Chul Woong juga menunggu anak buah Tae Ha yang paling ahli Gwang Jae. Teman seperjuangan dia dulu. Mereka bertarung seru. Tapi Chul Woong yang sekarang sudah maju pesat ilmunya. Dia dengan mudah mengalahkan mantan Gwang Jae.
Dae Gil duduk bersila di padang rumput. Dia mengenang 2 orang sahabat terbaiknya Choi dan Wang Son, dia menangis. Dae Gil bertekad membalas dendam. Dia mengikat rambutnya dengan aksesoris Choi dan Wang Son.
Untuk balas dendam ini dia juga bertekad melupakan Un Nyun istri Song Tae Ha. Dia membakar foto Un Nyun. Eop Bok kembali merencanakan penembakan para bangsawan. Selama ini ada seseorang yang selalu memberinya pesan rahasia yang membantunya memberi informasi. Eop Bok dan temannya bersiap-siap. Chop Bok mengawasi keadaan dari kejauhan. Kali ini serangan mereka kurang berhasil, bangsawan iu rupanya membawa teman-temannya untuk mengawal perjalanan mereka. Eop Bok dan temannya tak berkutik. Tiba-tiba datang pertolongan tak disangka-sangka. Seorang pemuda tampan yang pandai bermain pedang membela mereka.
Un Nyun melepas kepergian suaminya Song Tae Ha. Tae Ha memeluk dan menggendong pangeran Won Son sebelum berangkat. Dia berpesan agar Un Nyun menjaga Won Son bagai anak mereka. Tae Ha lalu berangkat melalui padang rumput menuju hutan. Begitu masuk hutan dia menemukan bangsawan dan anak buahnya, Gwang Jae tergeletak dan terluka parah. Tae Ha mencoba membangunkannya dengan panik. Dia akhirnya sadar tapi waktunya sudah tidak lama lagi, dia keburu meninggal tanpa bisa berkata apapun juga. Tae Ha menangis kehilangan anak buah yang paling diandalkannya.
Dia marah, dia menyangka ini perbuatan slave hunter Dae Gil. Perasaannya tiba-tiba tidak enak dia lalu berlari pulang. Dae Gil berniat balas dendam. Dia menggengam potongan tombak Choi dengan mantap. Dia menuju rumah Song Tae Ha. Mereka berdua beristirahat di sebuah tempat. Tae Ha masih terpikir soal asal-usul Un Nyun istrinya.
“Apa asal-usul berpengaruh jika kalian saling mencintai”, kata Dae Gil yang sudah bisa menerima kenyataan
“Tapi asal - usul manusia itu tidak berubah”, kata Tae Ha
“Dunia jadi terbagi-bagi karena ada orang-orang berkuasa seperti kalian”, sindir Dae Gil.
Dia tidak melihat Song Tae Ha, tapi dia melihat Un Nyun di halaman. Un Nyun merasakan kehadiran seseorang, hatinya bergetar. Un Nyun berbalik dan terpana melihat Dae Gil ada di depannya. Dae Gil hanya tersenyum kecut.
“Apa kau pikir dengan melarikan diri hidupmu bisa tenang”, kata Dae Gil. Mata Un Nyun berkaca-kaca melihat Dae Gil dari dekat.
“Apa kau selama ini mencariku?”, tanya Un Nyun sambil menangis.
"Apa kau berhak bertanya seperti itu pada majikanmu?!”, kata Dae Gil sinis.
__ADS_1
“Apa kau pernah memikirkanku?”, tanya Un Nyun.
"Untuk apa aku memikirkan budak rendah sepertimu. Dan kau mengkhianati tuanmu!”, dae gil dibakar api dendam. Dia menekan perasaannya dan tak mau memperdulikan Un Nyun
“Aku hanya ingin mencoba hidup sebagai manusia”
“Manusia? Kau hanya seorang budak”, ujar Dae Gil tertawa marah.
Dae Gil mendongakkan senjatanya ke leher Un Nyun dan menanyakan keberadaan Song Tae ha. Un Nyun tak menjawab. Dia lalu jongkok, dia berkata rela mati dibunuh Dae Gil untuk membayar kesalahannya sebagai budak yang kabur.
“Asal melihatmu bisa bertahan hidup saja, aku sudah bahagia”, kata Un nyun menangis. Dae Gil malah marah baginya kehidupan untuk bertahan hidup itu tidak ada yang membahagiakan, dan dulu berpisah dengan Un Nyun itu tidak membahagiakan.
Lalu Tae Ha muncul, di hadapan mereka. Dia menodongkan goloknya ke leher Dae Gil. Song Tae Ha berlari pulang dengan panik. Dia akhirnya sampai di rumah. Melihat Dae Gil menodong istrinya dia pun segera menodongkan goloknya di leher Dae Gil.
“Apa kau datang untuk mencariku”, kata Tae Ha pada Dae Gil.
Dae Gil menyelesesaikan percakapannya dengan Un Nyun
“Kebahagian sama sekali tidak datang pada seseorang yang berusaha bertahan hidup!”, katanya tegas pada Un Nyun
Un Nyun perlahan-lahan mundur. Dae Gil menanyakan teman2nya Choi dan Wang Son. Song Tae Ha balik bertanya
“Apa kau orang yang menghabisi anak buahku?”
Tidak ada seorangpun yang menjawab tapi keduanya saling curiga. Mereka pun bertarung. Un Nyun panik melihat mereka bertarung.
Tiba-tiba Un Nyun dengan berani masuk ke tengah-tengah pertarungan, dia menghalangi suaminya. Dia nekad dan hampir terkena senjata mereka. Suaminya heran. Tapi dae gil lalu mendorong Un Nyun keluar dari pertarungan mereka. Un Nyun tidak sampai hati lihat 2 orang mantan kekasih dan suaminya bertengkar. Dia kembali nekad masuk ke tengah-tengah mereka. Dia kali ini menghadap Dae Gil.
“Berani sekali kamu menghalangiku. Minggir!”, kata Dae Gil
“Apakah cukup bila aku saja yang mati?”, kata Un Nyun terbata-bata. Dae Gil menahan kesalnya. Dia bagaimanapun tidak bisa melukai Un Nyun.
Un Nyun lalu berkata jujur pada suaminya.
__ADS_1
“Dia lah orang yang dulu saya cintai, yang mencuri hatiku , dan lalu kukubur dalam-dalam di lubuk hatiku, sebelum aku datang padamu”. Dae Gil terpaku mendengar pengakuan Un Nyun
“Bukankah dia sudah meninggal?”, kata Tae Ha heran.
Aku juga mengira begitu. Dulu aku di keluarganya adalah…”, Un Nyun ingin mengutarakan semuanya
“berhenti jangan lanjutkan, yang penting kamu sekarang mencintaiku”, potong Tae Ha cemburu.
Tae Ha menawarkan tempat lain di mana mereka bertarung.
Un Nyun sangat cemas. Dia ingin menghentikan suaminya
“Tenanglah, ini baru akan beres dengan sekali duel. Aku tidak akan melukainya. aku akan kembali. jagalah pangeran. dia anak kita”, kata Tae Ha sambil memegang tangan istrinya.
Dae Gil memperhatikan dr jauh , Un Nyun bukan miliknya lagi.
Mereka berdua pergi. Un Nyun terduduk lemas. dia mengingat kata-kata Dae Gil.
“Aku ingin mengubah ketidaksamaan antara bangsawan dan rakyat biasa. Sehingga kita bisa hidup bersama selamanya”
Dia juga ingat kata-kata Tae Ha “Selamanya, saya akan selalu setia kepadamu”
Dia juga ingat kata-katanya pada Tae Ha “Saya akan setia padamu, selamanya”
Un Nyun lemas dan menangis…
Seol Hwa di jalanan menangis tak tentu arah setelah ditinggal Dae Gil.
Mr. Y dan seorang bangsawan diam-diam membawa Pangeran Wang Son pergi dari rumah T. Sepeninggalan Song Tae Ha, Mr Y. tidak percaya jika pangeran diasuh oleh seorang wanita (Un Nyun) yang belum mereka kenal sebelumnya. Un Nyun berusaha menguasai emosinya kembali. Dia menghapus air matanya dan ingat tugasnya. Dia kembali ke kamar mencari pangeran. Dia bingung pangeran tidak ada di kamar. Dia panik mencari pangeran. Dae Gil dan Tae Ha menemukan tempat yang cocok untuk pertarungan mereka.
“Ini tempat yang sempurna untuk kematian seorang budak”, gertak Dae Gil.
Mereka akhirnya bertarung, Tae Ha memulai serangan. Pertarungan terlihat seru karena mereka berdua seimbang.
__ADS_1
“Kamu salah mengejar orang, saya tidak terlahir budak”
“Saya juga tidak terlahir sebagai slave hunter” balas Dae Gil"