Pemburuan Budak (Chuno)

Pemburuan Budak (Chuno)
Bab 7


__ADS_3

Un Nyun meminta dengan sopan agar Baek Ho membiarkan mereka dan melapor pada kakaknya, kakaknya pasti akan mengerti. Baek Ho walau menghormati Un Nyun tapi dia tidak berani membatalkan perintah begitu saja. Tae Ha meladeni mereka. Karena menghormati hubungan baik mereka dengan Un Nyun, dia hanya melawan dengan sebatang bambu tipis. Anak buahnya dengan sekali gebrak langsung jatuh.


Dia lalu melawan Baek Ho, Tae ha jelas unggul, Baek Ho akhirnya tak berkutik. Baek Ho berkata walau bagaimanapun dia tak akan berhenti mengejar mereka karena ini perintah. Tae Ha meminta agar malam ini mereka jangan mengganggunya. Baek Ho menyanggupi, dia menanyakan nama tae Ha. Baek Ho kaget mendengar nama Song Tae Ha, dia mengenali Song Tae Ha adalah pejabat militer. Dia pernah training di sana selama 4 tahun. Baek Ho pamit pergi ,sebelum pergi dia bertanya pada nona majikannya


“Apa yang harus kukatakan pada kakak Anda, Nona?”,tanya Baek Ho


“Aku sudah menikah dengan Song Tae Ha, katakan pada kakakku tak perlu mengejarku lagi.”, kata Un Nyun.


Mereka semua kaget termasuk Song Tae Ha. Seol Hwa makan banyak dan minum-minum di sebuah kedai. Saat dia tengah mabuk, beberapa pria mengganggunya. Dia tidak mau dimanfaatkan /dibayar oleh lelaki, dia berbalik melemparkan uangnya pada pria-pria itu. Dia lalu menyanyi dan menari dengan mereka dengan riang. Tetapi lirik lagunya mencerminkan kesedihannya karena diabaikan Dae Gil dkk.


Seol Hwa sempat tertidur, seorang lelaki bermaksud memanfaatkan kesempatan. Dae Gil datang pada saat yang tepat, dia menampik tangan lelaki hidung belang itu. Seol Hwa terbangun dan menyadari Dae Gil datang menghampirinya. Dia begitu senang dan memeluk Dae Gil era-erat.


Dae Gil membawa Seol Hwa pergi dari tempat itu. Dia menggendong Seol hwa yang mabuk di punggungnya. Seol hwa terus meracau, isi hatinya keluar saat mabuk.


“Orabeuni (kakak), apa kau juga seperti orang-orang menganggapku wanita murahan? Kakak jangan ikut-ikutan mengabaikan aku. Kakak tidak tau begitu sakitnya menjadi orang yang terabaikan”.


“Orabeuni (kakak), apa kau juga seperti orang-orang menganggapku wanita murahan? Kakak jangan ikut-ikutan mengabaikan aku. Kakak tidak tau begitu sakitnya menjadi orang yang terabaikan”.


Seol Hwa akhirnya tertidur di punggung dae Gil , Dae Gil berjalan sambil menerawang. Saat rebab Seol hwa terjauh dia sadar, lalu mengambil rebabnya.


Di hutan bambu, Un Nyun berjalan tertatih tatih. Dia tidak kuat akhirnya jatuh terduduk dan pingsan. Tae Ha memanggul Un Nyun di punggungnya. Un Nyun yang tertidur menjatuhkan batu kesayangannya, batu itu jatuh ke tanah di antara daun-daun kering tanpa ada yang menyadarinya.Malam itu Tae Ha dan Dae Gil sama-sama memanggul wanitanya yang tertidur.

__ADS_1


Malam itu Tae Ha dan Dae Gil sama-sama memanggul wanitanya yang tertidur. Dae Gil teringat saat dia pernah menggendong Un Nyun di punggungnya.


Saat itu dia baru lulus ujian negara. Dia berkata jika dia jadi pejabat dia ingin mengubah aturan yang menciptakan diskriminasi antara kaum bangsawan dan kaum bawah. Sehingga memungkinkan dia dan Un Nyun hidup bersama.


Rebab Seol Hwa yang terjatuh membuyarkan lamunannya, dia memungut rebab itu dan kembali berjalan. Un Nyun tertidur di punggung Tae Ha, dia menjatuhkan batu kenangannya. Baik Un Nyun dan Tae Ha tidak menyadarinya.


Matahari telah bergerak naik ketika Wang Son membangunkan Seol Hwa dengan paksa. Mereka menanyakan dikemanakan kuda dan barang-barang mereka.


“Aku menjual semua. aku membeli makanan dan minuman”,kata Seol hwa. Wang Son sangat kesal.


“OK lah tidak apa-apa. Sekarang pasti ada uang yang tersisa khan? coba kembalikan”, kata Choi toleran


“Sepertinya sudah abis kubelikan daging dan minuman”, jawab Seol. Choi yang paling sabar akhirnya kesal juga. Wang Son malah sempat ingin menjual Seol Hwa untuk menggantikan kuda-kuda mereka. Seol Hwa menangis dia merasa terus jadi wanita terhina. orang tuanya pun menjual dia saat umur 6 tahun. Akhirnya Dae Gil menyuruhnya pergi.


“Ya sudah aku akan pergi…”, kata seol hwa ragu


“Pergilah”, kata Dae Gil dingin. Mata Seol Hwa berkaca-kaca. Dia mengucapkan terimakasih dan kata-kata terakhir buat 3 jagoan itu.


Dia kemudian berlalu sambil menangis. Dae Gil mendapati rebab Seol Hwa tertinggal dia mengambilnya.


Tae ha dan Un Nyun menginap di rumah kenalan Tae Ha, mantan atasannya di militer. Un nyun masih tertidur ,Tae Ha membuka ikat kepalanya. Di dahinya ada tulisan kanji No yang artinya budak laki-laki. Un Nyun terbangun dan tae ha sudah memakai ikat kepalanya lagi. Tae Ha menyiapkan sarapan untuk Un Nyun. Saat berganti baju Un Nyun mencari-cari batu kenangannya. Dia sedih kehilangan batu kenangannya.

__ADS_1


Dia teringat lagi pada tuan mudanya Dae Gil yang memberi batu itu saat dia kedinginan


Un Yun juga ingat dulu melihat tuan mudanya rajin mempersiapkan diri untuk ujian negara. Dia berjanji jika lulus ujian akan berjalan-jalan sambil menggendong Un Nyun. Un Nyun dan tuan muda besar bersama. Namun setelah besar dia baru sadar bahwa ada perbedaan yang jauh antara dia dan tuan mudanya.”Saya hanya bagai wanita “mainan” untuk tuan muda”, kata Un Nyun


“Siapa yang bilang kamu itu mainanku. Aku paling benci jika kamu menderita, aku paling benci jika tau kamu kedinginan”, kata Dae Gil


Tae Ha menemui mantan atasannya. Tae Ha berkata bahwa wanita yang bersamanya bukan budak dia dari golongan bangsawan. Atasannya berkata bahwa walau Tae Ha tidak mengakui dirinya budak, secara hukum dia tetap budak. harusnya dia menunggu sampai dinyatakan tidak bersalah menurut hukum.


Tae Ha merasa dia berkewajiban untuk lari demi tujuan mereka. Tae Ha juga menyinggung atasannya dulu pernah menolak perintah dan memilih mundur, dia merasa punya alasan yang sama dengan beliau. Tae Ha bahwa tuan mereka mantan metri Im Young telah dibunuh oleh chul woong mantan anak buah beliau. Tae Ha tau bahwa mereka juga tidak akan melepaskan dia. Keberadaan Tae Ha sudah tercium. Tae Ha buru-buru mengajak un Nyun pergi.


Hwang Chul Yoong bertemu dengan mantan atasannya. Dia mencari Tae Ha dan tak segan-segan menghadapi mantan atasannya itu. Mereka bertarung, Chul Woong yang sekarang bukan chul woong yang dulu, dia dengan mudah mengalahkan mantan atasan/gurunya itu.


Baek Ho pulang menemui tuannya, kakak dari Un Nyun, Kim Yi Woon. Dia menceritakan bahwa Un Nyun telah menikah dan berhasil menyelidiki orang-orang yang juga mengejar mereka berdua.Baek Ho menceritakan dengan lengkap perihal latar belakang Song Tae Ha dari dulu hingga sekarang. Kim Yi Woon terkejut bahwa Un Nyun bersama seorang budak yang melarikan diri.


“Semua orang di sana yakin dia tidak bersalah. Juga ilmu bela diri dan karakternya menjadi teladan bagi semua pria”, bela Baek Ho.


“Tapi tetap saja dia budak yang melarikan diri”, kakaknya panik. Baek Ho bertanya apa dia masih perlu membawa Un Nyun. Kakaknya hanya minta membayangi dia saja, siapa tahu suatu waktu adiknya perlu bantuan.


Baek Ho lalu melaporkan orang-orang yang memburu Un Nyun. Yang pertama seorang wanita asal China dan yang satu lagi seorang pemburu budak Lee Dae Gil. Km Yi Woon syok mendengar nama itu, tapi dia terus menggali informasi dari Baek Ho. Baek Ho menyebutkan asal usul Dae Gil. Kim Yi Won semakin yakin ternyata Dae Gil belum mati.


“Apa dia menjadi pemburu budak untuk balas dendam?”, selidik Yi Woon.

__ADS_1


__ADS_2