
Un Nyun berkata bagaimanapun dia ada di sini sehingga suaminya harus menyesuaikan diri dengan mereka. Apalagi untuk sementara pangeran dan dia akan berada di sini.
Seol hwa menemui Jendral Choi dan Dae Gil. dia mempersilahkan keduanya untuk bergabung ke pesta dengan gaya yang lambat dan lembut seperti Un Nyun.
Dae Gil mengejeknya dan minta dia menjadi dirinya sendiri. Choi malah mengira Seol hwa sedang mabuk. Jagwi membuka pesta malam itu dan meminta semua orang makan sepuasnya. Un Nyun , Tae Ha, dae Gil, Seol hwa dan Choi bergabung dalam kelompok besar. Dae Gil dengan jelas bisa melihat Un Nyun yang ada di seberangnya.
Pandangan Dae Gil tak henti-hentinya ke arah Un Nyun. Un Nyun sampai malu dan risi dibuatnya. Dae Gil baru beralih pandangannya setelah Eun Sil datang menawarinya daging ayam. Tak hanya itu, gadis kecil itu juga mendorong Seol Hwa dan ingin duduk sebelah Dae Gil. Setelah itu Dae Gil kembali memandangi Un Nyun, kali ini baik Tae Ha, seol hwa dan Choi yang malah risi. Seol hwa cemburu, dia lalu menyodorkan minuman pada Dae Gil.
Tapi Dae Gil tidak mau dia malah menyubit pipi Seol Hwa lalu pergi meninggalkan jamuan makan. Choi merasa Dae Gil sedang gelisah dia menghampirinya. Dae Gil merasa gundah dan menderita. Dia pergi menjauhi keramaian dan memandangi bulan purnama di langit. Choi mengajaknya masuk tapi dia menolak. Dae Gil lalu curhat
Dulu rasanya aku hampir gila gara-gara tidak berhasil bertemu dengan Un Nyun. Sekarang aku melihatnya sepanjang hari aku benar-benar merasa gila. Aku melihatnya tapi tidak bisa menyentuhnya”.
Choi ingin Dae Gil menunggu dia dan wang son sampai pulih, setelah itu mereka bersama akan melupakan semuanya dan hidup tenang sesuai rencana mereka sebelumnya. Tetapi Dae Gil minta Choi menjaga Wang Son dulu, karena dia ada urusan harus pergi sejenak. Sekelompok jagoan asal Cina bertahan di sekita camp G. Worak. Mereka makan seadanya menunggu kesempatan untuk mengambil pangeran. Mereka yakin sebenar lagi Song Tae Ha akan pergi. Un Nyun menemui pasukan dari cina yang diawal Jagwi.
Setelah makan, Song Tae ha akan pergi sesuai rencananya. Un Nyun mengantarnya pergi dan memberikan bekal makanan pada suaminya. Tae ha berkata ini yang kedua kalinya dia meninggalkan Un Nyun Setelah menikah
“Lain kali aku tak kan meninggalkanmu lagi”. Mereka berpelukan. Un Nyun menangis melepas kepergian suaminya.
Song Tae Ha berangkat. Setelah beberapa jauh dia bertemu dae Gil yang menunggunya di pinggir jalan
__ADS_1
“Kamu bisa mati kalau pergi sendirian”, kata Dae Gil. Tae ha awalnya berkata dia tidak butuh bantuan. Dae Gil juga bilang bahwa dia punya urusan (dendam) pribadi pada Hwang Chul Woong. Tae Ha bermaksud pergi ke Suwon dulu sebelum ke Han yang. Akhirnya mereka pergi bersama.
Setelah pesta usai. Wang Son mabuk dan menangis. Dia merasa tak berguna dengan fisiknya yang pincang dan terluka.
Choi menghiburnya. Seol Hwa berada di kamar Un Nyun sambil terus minum. Dia curhat sambil menangis karena Dae Gil tidak memperhatikannya.
“Aku telah membuatkannya pakaian, tapi dia tidak mau melihatnya sama sekali”. Seol Hwa berkata bahwa di mata Dae Gil hanya ada Un Nyun seorang. Un Nyun merasa tak tega pada Seol Hwa. Dia memeluk Seol Hwa dan menyuruhnya menangis sepuasnya.
Hwang Chul woong kembali menghadapi para bandit gunung yang berpatroli di sekitar Gn. Worak. Chul woong dan orang-orangnya berhasil mengalahkan mereka. Dari bandit yang mengaku dia mendapat informasi bahwa Song Tae Ha tidak ada lagi di camp. dia sudah pergi ke arah Suwon. Chul Woong dan prang-orangnya kemudian berbalik menuju ke arah suwon.
Eop Bok mendapat kiriman senjata baru. Sekarang dia melatih lebih banyak budak lagi untuk bisa menembak.
Han Seom, orang kepercayaan Song Tae Ha berhasil lolos dari Chul Woong. Dia sampai di Suwon dan menemui seorang pejabat di sana. Dia memohon dukungan juga bantuan pasukan dan keuangan. Melihat keyakinan dan keteguhan Han Seom, pejabat itu akan membantu. Jo Seon Bi (Mr. Y)setelah bergabung dengan Lee Gyong Shik dia berbalik mengkhianati teman- temannya. Dia membawa pasukan ke Suwon mengepung rumah pejabat itu..
Malam harinya, Dae Gil dan Tae Ha tiba di Suwon. Dae Gil menyobek gambar pencarian dirinya dan tae ha yang dipasang di papan pengumuman. Mereka tiba di luar rumah pejabat. Mereka kecewa mengetahui rumah itu sudah dijaga polisi.
Tae Ha menyelinap masuk ke rumah itu. Dia melihat beberapa mayat berjejer di sana. Dia syok begitu mengetahui bahwa di situ ada sosok yang sangat dia kenal. Dia langsung menghampiri jenazah Han Seom dan tak segan menebas penjaga yang menghalanginya. Song Tae ha menangis di depan jenazah anak buah kesayangannya.
Dia menyesal dan meminta maaf akan kegagalan semua ini. Dae Gil datang mengamankan para polisi yang datang. Dia kasihan juga melihat Tae Ha. dia ingin mengulurkan tangannya untuk Tae Ha tapi urung. Dia lalu meminta Tae Ha untuk segera pergi dari situ.
__ADS_1
Tak lama kemudian Hwang Chul Woong juga tiba di Suwon. Dia melihat banyak polisi yang tergeletak di rumah pejabat. Dia lalu mengamati ada mayat yang hilang, dia diberitahu bahwa yang hilang itu berbadan besar dan gemuk. Dia langsung tahu mayat yang hilang itu pasti Han Seom.
Song Tae Ha membawa jenazah Han seom ke hutan. Dia lalu melalukan penguburan Han Seom sementara dengan ditutupi daun dan ranting kayu. Lee Dae Gil berkata bahwa yang mengkhianati Tae ha dan teman temannya pastilah temanya yang dulu sempat ditangkap bersama mereka Jo Seon Bi (alias Mr. Y). Tae Ha geram. Dae Gil berkata bahwa di dunia ini tidak ada orang yang bisa dipercaya. Mereka lalu merencanakan pergi ke Hanyang. Dae Gil mengajak Tae Ha dulu mencari kuda agar mereka bisa lebih cepat sampai ke Hanyang.
Lee Dae Gil, Song Tae Ha dan Hwang Chul Wong kembali menuju Hanyang (Seoul)
Di. Gn, Worak Choi bercerita pada Wang Son bahwa Dae Gil pergi bersama Tae Ha
“Bukankah kita dan Tae Ha itu dulunya musuh?”, wang Son heran
“Dae Gil tidak kuat jika dia harus tiap hari melihat Un Nyun di sini”, kata Choi “Dia lebih baik membantu Tae Ha menyediakan tempat berlindung untuk mereka agar mereka tidak perlu lari terus”, tambah Choi
“Memang wanita di dunia ini hanya Un Nyun, dia khan sudah milik orang lain”, wang son tak mengerti jalan pikiran Dae Gil.
Pasukan utusan Cina mulai menyelinap ke Gn. Worak. Mereka berniat menculik pangeran Won Son untuk dibawa ke Cina. Seol Hwa kebetulan ingin menjenguk Un Nyun. Dia melihat sekelompok orang yang mencurigakan akan masuk ke kamar Un Nyun.
Dia lalu lapor dan datang membawa Jagwi.
Un Nyun sedang membacakan cerita sejarah orang tuanya yang ditulis Tae Ha untuk pangeran Won Son. Ternyata ibu kandung Won Son banyak berjasa ketika di Cina. Dia berjualan dan keuntungannya dipakai untuk membebaskan budak asal Joseon di Cina.
__ADS_1
Lalu pasukan Cina diam-diam masuk ke kamar Un Nyun, dia langsung membekap Un Nyun. Un Nyun lalu dipukul sampai pingsan.
Jagwi dan anak buahnya mencegat orang-orang Cina yang hendak keluar membawa pangeran kecil. Jagwi menantang pemimpin kelompoknya untuk berduel. mereka setuju berduel. Jagwi berhasil melumpuhkannya.Jagwi dan Choi lalu menanyai tapi orang itu tetap bungkam. Jagwi lalu menghajarnya. Tae Ha dan Dae Gil telah tiba di Hanyang.