Pemburuan Budak (Chuno)

Pemburuan Budak (Chuno)
Bab 5


__ADS_3

Tae Ha tiba sebuah desa dan menginap di suatu rumah/kedai. Mereka tidur sekamar, tapi terpisah dan saling memunggungi. Tae Ha bertanya tentang cinta /masa lalu Un Nyun. Dia berkata cintanya sudah lama pergi. Un Nyun teringat saat kakaknya membebaskan dirinya. Kakaknya menyabet muka Dae Gil dengan sabit, lalu Dae Gil terjebak dalam rumah yang terbakar. Dae Gil dkk menyimpulkan mereka pasti menginap di kedai.sebelum pagi mereka sudah memacu kudanya ke rumah itu, dan bersiap-siap menyergapnya. Mereka terlambat, buruannya baru saja pergi.


Mereka bertiga berpencar dan mengejar dengan kuda. Seol Hwa yang diminta menunggu malah menyusul Dae Gil dengan memakai kuda yang ada di sana. Dae Gil sadar ada sesuatu yang salah, dia berbalik arah kembali. Ternyata Tae ha tidak pergi. Dia dan Un Nyun sembunyi di kolong rumah. Tae Ha menempelkan telinganya di tanah untuk mendengar jejak kuda pengejarnya.


Dia sadar triknya tidak berhasil sepenuhnya. Ada kuda yang datang lagi. Tae Ha bersiap naik kuda. Saat Dae Gil kembali tidak ada kuda yang tersisa. Dae Gil menempelkan telinganya ke tanah , dia tahu mereka baru pergi ke arah timur.


Song Tae Ha menempelkan telinganya ke tanah, dia tahu mereka kembali lagi. Dia Lalu menuju kudanya. Tapi dia tidak menaiki nya dia menepuk pantat kuda keras-keras dan membiarkannya kabur. Dia lalu kabur dengan berjalan kaki dengan Un Nyun.


Dae Gil datang lagi ke kedai. Dia tak melihat lagi ada kuda di sana , dia menempelkan telinga ke tanah dan mendengar derap kuda yang lari ke timur. Dia lalu memacu kudanya ke timur. Sampai di suatu tempat dia melihat kuda yang kosong. Dari suhu di pelana kudanya dia tahu dia kali ini tertipu lagi.


Tae Ha salah bicara akhirnya Un Nyun sadar bahwa mereka juga mengejar Tae Ha, bukan hanya dirinya. Un Nyun mendesak Tae ha dengan pertanyaan. Tae ha berkata mereka mungkin mengejarnya tapi dia bukan melarikan diri dari mereka.


“Tuan, katakanlah siapa mereka sebenarnya?”


“Chunokkun ”, jawab Tae Ha


“Tapi mereka pasti bukan mengejar saya. saya bukan budak”,jawab Un Nyun.


“Saya juga bukan”, jawab Tae ha.

__ADS_1


Un Nyun mulai takut dan ragu, dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa mereka bukan mengejarnya.


“Aku tidak mau mengikutimu lagi”, un Nyun merasa tidak aman. Tae Ha menyuruhnya ikut sampai Chung Ju sesuai rencana semula.


“Apa kau takut aku melaporkanmu?”, tanya Un Nyun. Tae Ha percaya pada Un Nyun, tapi karena Un Nyun sudah tau tujuan dia, bisa berbahaya karena dia bisa saja tertangkap dan dipaksa sampai bicara.


“Tapi Hanya sampai sana”, Un Nyun sedikit mengancam.


Dae Gil dkk akhirnya berkumpul di kedai sambil makan pagi. Choi berkata bahwa taktik militer Tae Ha kali ini mengalahkan mereka. Wang son sudah merasa mereka bakal kehilangan hadiah mereka. tapi Dae Gil masih belum menyerah. dia ingin menyelidiki masa lalu Tae Ha untuk bisa mengira-ngira tujuan Tae Ha.


Tae Ha dan Un Nyun mendaki perbukitan (gunung) yang tinggi. Dari puncaknya Un Nyun menikmati pemandangan yang indah. Tae Ha dari atas menyadari dia mengambil jalan yang keliru. Dia minta maaf karena tidak punya peta dan mengajaknya kembali. Kali ini Un Nyun tertawa.


Dae Gil dan rombongan tiba di perpustakaan daerah dan membaca riwayat masa lalu Tae Ha. Choi dan Tae Ha seksama membaca dokumen. Dari dokumen itu Choi membaca bahwa dulu Tae Ha bersikukuh tetap berkabung untuk putra mahkota sebagaimana patutnya 3 bulan, walau perintah resmi kerajaan hanya 3 hari.


Choi simpati pada Tae Ha yang setia pada pangerannya/prinsipnya. Dae Gil menganggap itu bodoh dan cari mati. Waktu itu anak buahnya, Hwang Chul Woong mengganti pakaian berkabungnya sesuai perintah kerajaan. Tae Ha menegurnya karena melanggar kepatutan pada anggota kerajaan.


Chul Woong keluar dari resimen Tae Ha dan bergabung dengan mertuanya. Tidak lama kemudian Tae Ha disebutkan mengambil persediaan militer untuk lumbungnya sendiri. Dae Gil mengejeknya seorang pencuri. Tae Ha dan anak buahnya disiksa dan dipaksa untuk mengaku.


Dae Gil dan Choi melihat kejanggalan cerita karena akhirnya Tae Ha nyawanya diampuni dan dijadikan budak. Dae Gil menyelidiki dokumen lainnya, dia menemukan saat yang bersamaan ada mentri yang turun dari jabatannya.

__ADS_1


Kenyataannya saat itu, Lee Gyong Shik bertemu dengan seorang mentri (pihak mendiang putra mahkota) mentri itu berkata akan mengundurkan diri dari jabatan dan memberikan jalan untuk lawan politiknya, dengan syarat Tae Ha diselamatkan.


Dae Gil merasa dia telah mendapatkan petunjuk untuk mendapatkan Tae Ha.


Kali ini Dae Gil berganti strategi tidak mengikuti jejak Tae Hae, tapi menghambat atau mencegat sesuai arah tujuannya. Dae Gil melihat sebuah rumah penginapan di desa, dia menyamar sebagai polisi rahasia dan berkata ke pemiliknya sambil menunjukkan lukisan Tae Ha


“Jika kau melihat pria ini bersama seorang wanita pakaian berkabung, terima mereka menginap lalu diam-diam laporkan ke polisi setempat”.


Seol Hwa mengkritik Dae Gil yang sering berpura-pura sebagai petugas dan mengelabui orang.


“Jangan-jangan kau juga punya lencana utusan rahasia?” kata Seol hwa


“Seperti ini?”, kata Dae Gil menunjukkan lencananya yang lain. Seol Hwa tersenyum sinis.


Hwang Chul Woong akhirnya menyerah, dia memutuskan keluar dari penjara dan mengikuti kemauan mertuanya. Dia dengan dingin mengikuti instruksi mertuanya. Dia juga datang ke tempat istrinya ketika mertuanya meminta. Istrinya memperlihatkan tulisan yang pernah ditulisnya. Tapi Chul Wong meremaskan dan berkata dia tidak bisa membaca tulisannya dan menyuruhnya bicara. istrinya khawatir dan memintanya mengikuti kemauan ayahnya tapi Chul Woong berkata dia juga tidak bisa menangkap perkataan istrinya . Chul wong lalu pergi ke rumah ibunya. Dia hanya bernai melihat dari ibunya dari luar rumah. Dia menghormat lalu pergi.


Tae Ha dan Un Nyun ingin menginap di rumah yang diperkirakan oleh Dae Gil. Pemiliknya mengingat wajah Tae Ha dan menyuruhnya masuk. Dia lalu pergi diam-diam melaporkan mereka. Saat beristirahat Un Nyun akhirnya menyebutkan namanya Hye Won marganya Kim dari Joun. Hye Won merasa aneh telah mereka berjalan bersama berhari-hari tanpa menyebutkan namanya. Hye Won ingat nama Tae Ha dan asalnya karena dia penyelamatnya (Tae Ha pernah memperkenalkan diri ke rahib di kuil). Tae Ha berkata keluarganya tidak ada setelah invasi Qing dan dia 8 tahun berada di Qing.


Hye Won juga berkata dia pernah hampir mati saat invasi tapi tuan muda yang ia cintai itu menyelamatkannya. Tae Ha meminta dia melupakan orang yang telah meninggal. Un Nyun berkata perempuan tidak sama dengan laki-laki, pemuda itu terlanjur tertanam di hatinya. Beberapa polisi datang menyergap mereka. Tae Ha terpaksa melawan dan mengalahkan mereka. Tae Ha memungut peluit dan membawa Un Nyun kabur dari tempat itu.Tae Ha dan Un Nyun hampir tiba di Chung Ju mereka harus melewati pos pemeriksaan. Tae Ha meminta sebaiknya mereka masuk terpisah.

__ADS_1


__ADS_2