
Dae Gil menghindar dari panah, tapi panah itu malah menembus punggung dan dada Cheon Ji Ho dari belakang. Cheon Ji Ho sempat jatuh , Dae Gil tak tega melihatnya. Tapi dengan gaya mereka yang selalu tertawa dalam setiap keadaan Dae Gil menyuruhnya segera bangun. Cheon Ji Ho dan Dae Gil lari ke hutan dengan terhuyung-huyung.
Song Tae Ha dan dua orang penyelamatnya mengamankan diri di suatu rumah. Penyelamat mereka adalah orang-orang Cina yang dikenal Tae Ha selama tinggal di Cina. Mereka curiga akan penahanan Tae Ha. Atasan mereka adalah sahabat Song Tae Ha. Salah seorang dari mereka meninggal di tempat terkena panah. Song Tae Ha akhirnya berganti baju agar mudah menyamar dan meloloskan diri.
Dae Gil membopong Ji Ho melarikan diri ke hutan. Eop Bok masih mengincar Dae Gil, dia juga mencari Dae Gil. Cheon Ji Ho tak kuat lagi dia duduk bersandar di sebuah pohon. Cheon Ji Ho lalu berkata bahwa semua anak buahnya sudah dibunuh oleh Hwang Chul Woong
“Tidak ada yang tersisa sekarang tinggal kau dan aku? Kau ingat kan yang selalu diajarkan Kakakmu ini?”, kata Cheon Ji ho
“Mungkin kita tidak membalas jasa tapi kita selalu membalas dendam”, jawab Dae Gil
“Kau benar-benar hebat seperti anjing hutan”
“Bukan aku adalah macan”, kata Dae Gil. Mereka bercanda dan tertawa untuk menghilangkan sedih dan sakit.
Cheon Ji Ho sudah mulai kepayahan dia memeluk Dae Gil, dia senang karena di akhir hidupnya Dae Gil memberikannya baju bagus. Cheo Ji Ho kemudian minta Dae Gil menggelitik kakinya. Ji Ho berkata ia merasa geli. Tapi kemudian Dae Gil tak mendengar lagi suaranya. Ji Ho sudah tak bergerak lagi. Dae Gil cemas dia menggelitik kakinya lebih keras, menggosok dan menghangatkan kakinya, tapi Ji Ho tak juga bergerak. Dae Gil akhirnya berteriak dan menangis. Polisi datang bermaksud menangkap Dae Gil, Dae Gil marah dan dengan mudah mengalahkan mereka.
Dia lalu kembali menangis. Walau kadang suka tidak akur dengan seniornya tapi kali ini dia merasa kehilangan tak punya siapa-siapa lagi. Eop Bok menemukan Dae Gil dia bersiap menembak. Tapi melihat musuhnya tengah berduka dia membatalkan niatnya sementara. Un Nyun kerepotan, di kota dia menemukan polisi berjaga di berbagai tempat.
Dia akhirnya terpaksa pergi ke pinggiran kota dan mengasosi di bawah pohon. Dia menyalakan api unggun kecil buatnya dan pangeran agar merasa hangat. Dia juga menghangatkan batu untuk pangeran kecil dan menaruhnya di tangannya.
"Bagaimana rasanya?”, tanya Un Nyun
“Hangat…”, jawab pangeran (si kecil ngomongnya)
Un Nyun juga menghangatkan kaki pangeran.
__ADS_1
Lee Gyong Shik menemui Mr. Y. Lee Gyong Shik membebaskannya dari hukuman dengan alasan dia tidak bersalah tidak membunuh siapa-siapa.
Dia ingin memanfaatkan Mr. Y untuk bekerja untuknya. Dia berbohong mengatakan pada Mr. Y bahwa Song Tae Ha pun sudah meninggal jadi dia tidak punya siapa-siapa lagi yang bisa menampung aspirasinya. Song Tae Ha dibawa ke kedutaan Cina.
Di sana dia bertemu utusan Cina yang juga sahabatnya. Tae Ha ikut berduka karena salah satu anak buahnya meninggal saat menyelamatkannya. Song Tae Ha diminta bersembunyi di kedutaan agar lebih aman tapi dia menolak. Dia berkata dia harus menyelamatkan istrinya yang membawa pangeran wong son sendirian ke Yeo Ju.
Song Tae Ha menyarankan agar utusan Cina mengajukan permohonan wisata berburu kepada pemerintah kerajaan agar di saat yang sama dia bisa kabur keluar ibukota untuk mencari Istrinya.
Wang Son dan Jendral Choi telah tiba di suatu perkampungan lereng gunung. Tetua kampung di sana adalah seorang bandit nyentrik dan galak bernama Jagwi.
Wang Son lumayan keder dengan orang itu. Tapi Choi berani melawan agar dia tak sewenang-wenang pada mereka. Rupanya Jagwi masih marah kepada Dae Gil, dan dia tahu mereka itu teman-teman Dae Gil. Dulu Jagwi adalah senior Dae Gil di jalanan, sewaktu Dae Gil masih belom berpengalaman dia banyak mengambil pelajaran bertarung dari Jagwi. Jagwi bercerita bahwa suatu saat mereka berduel.
Dae Gil masih mudah dia kalahkan, tapi dia curang dan melukai telinga Jagwi saat dia sedang lengah. Jagwi memperlihatkan bekas luka di telinganya. Dia ingin membalaskan dendamnya pada Wang Son. Untunglah seorang gadis kecil bernama Eun Sil masuk, dia mencari dan berharap Dae Gil juga datang ke sana.
Gadis kecil itu adalah budak yang dulu pernah diselamatkan Dae Gil.
Seorang gadis budak yang telah dijual majikannya tiba-tiba pulang lagi ke rumah lamanya untuk bertemu orang tuanya. Dia menangis dan berkata tak tahan atas perlakuan majikannya padanya.
Ayahnya sambil menahan sedih memarahi anaknya.
“Apa kau pikir semuanya di sini merasa enak? semuanya juga menderita. jangan berpikir macam-macam yang penting kamu bisa makan dan terus hidup!”, kata ayahnya.
“Ibu juga dulu seperti itu. tapi ibu masih hidup sampai sekarang”, kata ibunya sambil menangis.
Song Tae Ha akan pergi mencari Un Nyun ke Yeo Ju. Sahabatnya jendral dari Cina menghadiahkan goloknya untuk Tae Ha. Golok itu yang pernah dipakai pada duel pertama kalinya dengan Tae Ha yang berakhir seri.
__ADS_1
Lee Dae Gil menguburkan Cheon Ji Ho, dia berkata akan ke Yeo Ju mengawal Un Nyun dulu, baru stelah itu dia akan membalaskan dendam pada Hwang Chul Woong dan memindahkan makam Ji Ho ke tempat yang lebih layak. Lee Dae Gil dan Song Tae Ha menempuh perjalanan yang sama menuju YeoJu. Mereka mendaki benteng yang sama.
Keesokan harinya Un Nyun melanjutkan perjalanannya. Dia melihat pos penjagaan, dia langsung berbalik menghindar. Seorang petugas melihatnya sekilas, dia memanggil Un Nyun. tapi Un Nyun panik dia malah lari, petugas-petugas menjadi curiga dan mengejarnya. Sambil menggendong pangeran Un Nyun berlari sekuatnya sambil tersandung-sandung. Tapi dengan mudah dia terkejar dan terkepung.
“Mengapa kalian berani tidak sopan pada seorang bangsawan?!”, protes Un Nyun
“Lalu mengapa Anda lari dari kami”, sahut petugas curiga. Petugas lalu menggiring Un Nyun ke kantor polisi. Lee Dae Gil sekilas melihat Un Nyun ditangkap.
Dari arah berlawanan, Song Tae Ha melihat Un Nyun digiring petugas. Dae Gil dan Tae Ha buru-buru lari untuk menyelamatkan Un Nyun. Belum sampai ke Un Nyun ke dua orang itu bertabrakan di tengah jalan.
Un Nyun ditanyai oleh kepala polisi di kepolisian.Un Nyun protes karena polisi berlaku tidak sopan dan menangkap seorang bangsawan seperti dirinya. Un Nyun ditanya nama dan asalnya, mereka curiga akan identitas Un Nyun.
Lee Dae Gil dan Song Tae Ha menepi di sebuah tempat. Keduanya tampak tak senang bertemu.
“Lebih baik kau tidak ikut campur urusanku”, kata Tae Ha. Dae Gil mengejek status Tae Ha
“Negara ini akan ambruk bila membiarkan budak pelarian berkeliaran sepanjang semenanjung korea”, kata Dae Gil. Padahal petugas ada di mana-mana mencari pangeran.
“Dia anakku!”, kata Tae Ha
“Bagaimanapun dia bukan anakmu! Sebenarnya siapa yang kau cari Un Nyun atau pangeran?” sindir Dae Gil
“Aku tidak pernah mendengar wanita dengan nama itu “, kata Tae Ha.
Tae Ha mengenal Un Nyun dengan nama Hye Won dan dia belum bisa menerima kenyataan bahwa Hye Won adalah Un Nyun. Mereka bersitegang dan terjadi kontak fisik. Mereka kembali siap berduel…
__ADS_1
Un Nyun dibawa ke kantor polisi, di sana dia langsung ditanyai/diadili. Un Nyun sempat protes karena tidak diperlakukan hormat selayaknya wanita bangsawan. Kepala polisi mengetahui latar belakang kebangsawanan Un Nyun dia juga dapat informasi Un Nyun sempat kabur dari pernikahannya.