Pemburuan Budak (Chuno)

Pemburuan Budak (Chuno)
Bab 13


__ADS_3

Anak-anak buahnya terakhir di sewa chul wong untuk menjadi kurir. Dia menanyakan anak buahnya pada 2 wanita pengurus rumah makan. Mereka kaget karena Chun Ji Ho belum tahu bahwa 3 orang anak buahnya ditemukan tewas beberapa hari yang lalu. Chun Ji Ho sadar pasti ini perbuatan Chul Woong.


Un Nyun meninggalkan pesan pada Tae Ha bahwa dia akan pergi menenangkan diri.


“Aku akan kembali dan memberikan cintaku yang penuh padamu”.


Dae Gil pergi ke kuil. Dia merasa Tuhan selalu mempermainkan batas kesabarannya. Tapi akhirnya dia berdoa di sana dengan khusyuk.


Un Nyun ternyata pergi ke kuil. Tapi di luar dia ditahan oleh Mr. Y yang tidak setuju pernikahan mereka. Mr. Y bicara pada Un Nyun bahwa dia tidak setuju jika Un Nyun berada di dekat Tae Ha. Un Nyun akhirnya tidak jadi berdoa di kuil dan pergi dari situ.


Walau mereka idak bertemu satu di halaman kuil satu di dalam kuil tapi seperti ada kontak batin antara Dae Gil dan Un Nyun. Un Nyun memandang kuil dengan perasaan aneh. Dae Gil tak lama kemudian keluar kuil dengan perasaan aneh juga. tapi Un Nyun sudah pergi dari sana.


Seol Hwa pulang dan duduk termenung dengan sedih. Choi bertanya apa yang terjadi. tapi seol hwa hanya berkata bahwa dia tak tahu bahwa pria juga bisa menangis.


“Aku harusnya merasa kasihan tapi mengapa aku malah merasa sedih”.


Choi berkata bahwa pria juga bisa menangis.


Chul Woong setelah pulih dia pergi dari rumahnya meninggalkan istrinya yang setia. Dia seperti malu pulang dengan kegagalan. Walau tidak ingin terikat dengan mertuanya dia ingin menyelesaikan semua masalah itu sendiri. Dia mencari list orang-orang yang mendukung anak mendiang putra mahkota untuk mencari jejak Song Tae Ha.

__ADS_1


Hwang Chul Woong kali ini bagai pembunuh berdarah dingin, dia mendatangi orang-orang dalam list dan langsung membunuh orang-orang itu jika tidak menjawab pertanyaannya.


Malam hari Dae Gil kembali ke tempat Song Tae Ha, dia ke depan kamar Tae Ha dan Un Nyun. Dari bayangannya un nyun dan Tae Ha sedang bicara berdua. Dia melihat sepatu un nyun ada di sana. Dia ingat dia membelikan sepatu untuk Un Nyun 10 yang lalu. dia memegang sepatu itu dengan penuh kenangan dan perasaan. Lampu kamar dimatikan. Dae Gil membalikkan sepatu Un Nyun ke arah luar dan pergi dari situ.


Setelah mencari informasi tentang Chul Woong, malam harinya Chun Ji Ho mendatangi rumah Chul Wong. Dia melihat istrinya Chul Woong, dia kaget. Tadinya mungkin dia akan membunuh istrinya untuk balas dendam. Melihat istrinya cacat dia mengurungnya niatnya.


“Jika aku membunuhmu, suamimu nanti malah senang!”, kata Chun Ji Ho tertawa.


Pagi hari, Un Nyun merapikan baju suaminya yang hendak rapat dengan kelompoknya, tapi dia masih salah memanggil Tae Ha dengan sebutan Tuan.


Tae Ha walau sepertinya kelompok Mr. Y tidak setuju, ingin tetap membesarkan pangeran kecil. Un Nyun juga mau menjadi ibu bagi pangeran kecil. Karena pangeran kecil agak rewel makan, Un Nyun minta ijin belanja ke pasar. Tae Ha rapat dengan kelompoknya dia masih sering tidak sependapat dengan Mr Y dan kelompok dari para aparatur pemerintah.


Dia selama ini diam-diam selalu mendengarkan memperhatikan para pria berlatih setiap malam. Walau eop bok sempat mengingatkan kemaren malam agar dia menunggu aja seseorang laki-laki melamarnya dan menikah.


“Siapa yang mau menikah dengan gadis yang bermuka rusak seperti aku”, kata Chop Bok. Chop bok termasuk budak malang, karena melawan mukanya rusak dan di cap budak dimukanya.


Pagi-pagi Wang Son bersemangat lagi memberitahukan lokasi Tae Ha. Wang Son juga mengatakan mimpinya jika memperoleh banyak uang ia akan membuka penginapan dengan banyak wanita di sana. Kalau Choi sederhana saja dia ingin punya ladang dan bertani. Dae Gil tampak cuek. Dia lalu mengajak mereka pulang dan menghentikan pencarian ini. Semua kaget. Wang Son tidak terima. Dia merasa Dae Gil selalu sewenang-wenang.


Choi merasa Wang Son sudah terlalu jauh protes. Dia berusaha menenangkan Wang Son. Tapi bukannya tenang. Dae Gil dan Wang Son malah berantem dan terlibat baku hantam. Choi kesal dia memberikan senjata pada mereka berdua. Wang Son berteriak kesal dan masuk ke dalam kamar. Choi mengajak Dae Gil ke luar untuk menenangkan diri.

__ADS_1


Walau sempat menolak Dae Gil menurut juga. Mereka menenangkan diri di tepi sungai. Dae Gil mengajak Choi berhenti menjadi salve hunter. Dae Gil bisa survive dan menjadi slave hunter nomor 1 yang garang dan dingin karena menekan hati kecilnya. Dia sekarang lelah terus mempertaruhkan nyawa dan jengah dengan perburuan ini.


Choi juga sependapat dia juga setuju untuk pulang. Choi juga tahu, Dae Gil berubah pasti karena bertemu Un Nyun. Mereka lalu membahas mimpi mereka. Dae Gil punya mimpi yang tidak jauh dari Choi. Dia ingin uang mereka di belikan ladang dan rumah, ladang dia dan Choi bersebelahan.


Di kota mereka akan membangun sebuah penginapan untuk Wang Son. Dia membayangkan itu kehidupan yang nyaman terutama jika dia bersama Un Nyun. Mengingat Un Nyun mata Dae Gil kembali berkaca-kaca. Choi berkata dia akan pulang menemui Wang Son.


Seol hwa datang dan berkata ingin terus mengikuti mereka. Dae Gil punya rencana lain, dia berniat membelikan sesuatu baginya sebelum meminta Seol hwa berpisah dengan mereka. Dae Gil mengajak Seol Hwa ke pasar. Dia akan membelikan kain untuk Seol Hwa.


Seol Hwa begitu semangat, pertama kali dalam hidupnya dia dibelikan kain. Dia memilih-milih kain yang paling indah.


Un Nyun sedang berbelanja. Dia sekilas melihat Dae Gil di balik kain-kain yang tergantung. Walau penampilan Dae Gil sudah jauh berbeda dia merasa bahwa itu adalah tuan mudanya yang dulu suka menggodanya saat menjemur kain. Dae Gil sedang bersama Seol Hwa yang terlihat manja padanya.


Un Nyun mendekat dia semakin yakin itu Dae Gil, dia tak menyangka tuan mudanya masih hidup. Un Nyun tercekat dan menangis. Dae Gil merasa ada seseorang yang memperhatikannya dia melihat ke arah Un Nyun. Un Nyun kaget dan mundur menghindar. Dae Gil tak menemukan siapapun di sana. Seol Hwa datang dan menggandeng Dae Gil pergi dari situ dengan ceria. Un Nyun keluar lagi tempat persembunyiannya. Dia memperhatikannya Dae Gil dari jauh.


“Tuan muda, terimakasih karena kau telah bertahan hidup”, kata Un Nyun dalam hati sambil menangis. Choi Jang Goon pulang ke rumah sementara mereka. Dia kaget melihat Wang Son sudah tidak ada di sana, barang2nya pun tak ada.


Choi merasa Wang Son pasti bertindak nekad tanpa persetujuan mereka berdua. Choi pergi mencari Wang Son. Wang Son sedang berjalan menuju rumah yang dicurigainya tempat persembunyian Song Tae Ha. Dia masih bertekad mendapatkan 5oo nyang. Dia merasa mampu dan sayang melepaskan kesempatan itu. Dia lalu mengintai tempat itu.


Un Nyun tiba di rumah. Dia diam di kamarnya dengan panik dan hati campur aduk. Dia tak menyangka menemukan kembali tuan muda juga cinta pertamanya. Song Tae Ha heran melihat Un Nyun yang tampak tegang dan pucat.

__ADS_1


__ADS_2