
Chop Bok malam itu heran karena dia tidak berhasil menemui Eop Bok dan teman-teman budaknya seperjuangannya. Chop Bok tidak menemukan Eop Bok malam itu, dia menangis. Dae Gil dan Song Tae Ha menyebar menghadapi anak buah Chul Woong. Episode ini ditutup dengan adegan mengesankan. Lee Dae Gil dan Song Tae Ha berlari dari arah berlawanan menuju satu titik pertemuan. Ke dua orang itu berlari sambil menyiapkan tinjunya masing-masing. Mereka pun mendarat dan selesai dalam waktu bersamaan.
Di mana Lee Dae Gil dan Song Tae Ha berlari bersamaan dari arah yang berlawanan. Lee Dae Gil mendarat dengan menghajar anak buah Chul Woong yang ada di belakang Tae Ha. Dan begitu juga Song Tae Ha berhasil melumpuhkan anak buah chul woong yang mengikuti Dae Gil. Setelah selesai mereka tersenyum dan saling berpandangan.
“Ikuti aku”, kata Tae Ha. Tapi Dae Gil protes dan minta Tae Ha yang mengikutinya
“Yang lebih ahli memburu orang juga ahli melarikan diri”, jelasnya.
Tae Ha pun menurut. mereka menyelinap lewat halaman dan rumah orang-orang. Mereka berhasil menyelinap dan sampai di rumahnya. Dae Gil mengintip dan mencari Jumo (pelayan / pemilik rumah makan), sahabat mereka. Big Jumo ternyata sedang sibuk diganggu oleh kekasihnya si pelukis. Tak Lama kemudian muncul little Jumo. Little Jumo dengan khusyuk mendoakan keselamatan Jendral Choi. Lee Dae Gil buru-buru menarik little Jumo ke kamarnya. Dia menutup mulutnya dan berkata agar jangan kaget dan jangan ribut. Little Jumo kaget melihat Dae Gil.
Di Gn. Worak, Choi dan Jagwi sudah menerima pesan dari Dae Gil. Dae Gil minta Jagwi membawa Un Nyun dan pangeran kecil turun gunung dan bertemu dengannya di tengah perjalanan.
"Polisi dan kapten Oh sering ke sini mencarimu”, Little Jumo cemas. Dae Gil hanya memintanya tutup mulut saja. Dae Gil juga berkata bahwa Jendral Choi baik-baik saja. Little Jumo lega dan senang. Dae Gil lalu minta dibawakan makanan
“2 porsi ya”, kata Dae Gil. Little Jumo mengira Dae Gil pasti sangat lapar.
Song Tae Ha sebenarnya sembunyi di dekat situ, dia masih was-was. Akhirnya dia juga merasa tenang karena tempat Dae Gil sementara aman.
Dae Gil lalu bertanya apa pangeran itu tadi menjebak mereka.
“Jika pangeran menjebak kita pasti akan lebih banyak pasukan dan pemanah di berbagai tempat”
__ADS_1
Dae Gil lalu bertanya apa pangeran itu tadi menjebak mereka.
“Jika pangeran menjebak kita pasti akan lebih banyak pasukan dan pemanah di berbagai tempat”
Dae Gil tadi merasa mereka masuk ke mulut harimau
“Sepertinya Hwang Chul Woong bisa mengetahui rencanamu”, kata Dae Gil memperingatkan.
Para budak stelah berhasil menyerang kantor pemerintah mereka berkumpul di hutan. Mereka cukup lega karena serangan meraka berhasil. Tapi Eop Bok merasa tidak percaya juga karena semuanya terlihat mudah dan lancar saja. Mereka lalu berencana hari berikutnya mereka akan menyerang kantor pengadilan. Geun Bo berjanji akan mengumpulkan 200 orang lagi bersama mereka. Mereka malam itu akan sembunyi di hutan dulu sampai kondisi aman, kecuali Geun Bo. dia berkata akan pergi karena masih ada urusan.
Geun Bo pergi ke suatu tempat, dia berganti pakaian. Dia lalu menemui Lee Gyong Shik.
Di kedutaan China, duta besar Cina menganalisa bahwa Song Tae Ha sudah berada di Han Nyang. Dia merasa kini saatnya bersiap meninggalkan korea sambil memberi pesan rahasia pada Song Tae Ha. menyampaikan permintaan mereka kepada raja yaitu pelayan wanita berusia 14 tahunan sekitar 1000-2000 orang mereka akan berangkat ke China dengan berlayar.
Dari tawanan Cina yang berterus terang pada Un Nyun, Jagwi mendapat informasi bahwa orang yang membunuh anak buahnya ternyata dari akademi militer (pimpinan Chul Woong). Jagwi merasa kali in tempat persembunyiannya sudah ada yang mengetahui. Dia meminta semua bersiap pindah.
Dae Gil kembali meminta little Jumo mencari informasi yang beredar di luar. Little Jumo akhirnya melapor bahwa para orang tua mulai panik karena utusan cina akan meminta ribuan gadis usia 14 tahunan untuk dibawa ke china naik kapal. Dari informasi yang didengar oleh little Jumo Song Tae Ha menyimpulkan itu terkandung pesan rahasia dari utusan Cina kepadanya. Mereka menunggunya tanggal 14 di pelabuhan, berarti 3 hari lagi.
Tae Ha dan Dae Gil memikirkan cara untuk bisa tiba di sana tepat pada waktunya. Dalam keadaan buron sulit buat mereka untuk bergerak cepat dan menjemput Un Nyun dan pangeran kecil. Dae Gil lalu meminta tolong lagi pada little Jumo untuk mengatur agar bisa menyampaikan pesan dengan secepat-cepatnya ke Jagwi di Gn. Worak.
Sehingga mereka bisa bertemu di tengah perjalanan. Tak lupa Dae Gil berjanji bahwa dia akan menyampaikan secara lisan pesan pribadi little jumo untuk jendral Choi. Little Jumo langsung semangat menolong Dae Gil, dia menyuruh seseorang dengan bayaran dobel dan perlu berapa kuda pun dia bayar. Tak lupa dia mengingat tempat pertemuan mereka.
__ADS_1
Dae Gil dan Song Tae Ha merencanakan bersama-sama cara mereka lolos dengan selamat dari Han Nyang menuju tempat tujuan mereka. Mereka sadar bahwa mereka pasti akan diincar dan dikejar baik oleh polisi atau oleh anak buah Chul Woong. Mereka lalu memutuskan Dae Gil sebagai harimau yang dilepas ke arena menerjang masuk ke jantung lawan. Dan Tae Ha yang akan berkeliling menghabisi para pemanah yang bersembunyi mengepung mereka.
Eop Bok pulang ke rumah majikannya. Dia merasa sepi karena tidak melihat Chop Bok. Dia mencari-cari Chop Bok. Alangkah syoknya dia begitu mengetahui Chop Bok dijual dan dinikahkan dengan budak lain. Dia marah dan nekad menemui majikannya membawa senjata tajam. Dia menanyakan Chop Bok.
"Kau ini manusia atau bukan, bagaimana bisa kau seenaknya menjual orang seperti sapi.”, teriak Eop Bok.
Eop Bok pun menyabet majikannya dengan parang.
Di rumahnya yang baru dia Chop Bok tidak mau dikawin, dia berkata dia sudah punya seseorang yang dia cintai. Tiba-tiba dia mendengar suara Eop Bok di luar berteriak-teriak mencari dan memanggilnya. Chop Bok langsung lari menemui dan memeluk Eop Bok.
“Mengapa kau tidak melarikan diri dari tadi”, kata Eop Bok
“Jika aku lari, aku takut kau tak bisa menemukanku”, kata Chop Bok
Mereka berdua lalu melarikan diri bersama.
Geun Bo dan para budak bersiap, mereka akan menyerang kantor pengadilan, tapi Eop Bok belum juga datang. Para budak juga heran karena geun Bo tidak membawa 200 orang budak lain yang dia janjikan akan membantu mereka. Geun Bo tersenyum sinis, para budak mulai merasa gerak gerik Geun Bo terlihat janggal. Walau mereka curiga tapi semua sudah terlambat, mereka sudah dijebak. Para budak syok dikhianati Geun Bo yang mereka percaya dan hormati. Polisi mengepung mereka dan Geun Bo tak segan-segan membantai mereka.
Malam itu Dae Gil dan Tae Ha harus mulai bergerak. Baru saja mulai bergerak dia sudah ketahuan oleh polisi yang menyamar yang sudah disebar di mana-mana. Polisi itu meniup peluit sekeras kerasnya memanggil anggota lainnya. Dae Gil dengan berani menerjang mereka semua bagai harimau. Song Tae Ha naik ke atas atap-atap rumah, dia melumpuhkan para pemanah sayang stand by di atap-atap rumah. Tae Ha lalu beraksi , dia gantian memanahi polisi dari atas. Dia tak lupa membantu Dae Gil menghabisi lawannya.
Dae Gil melihat lawan-lawannya sudah terkapar, dia melihat ke atas dan tersenyum pada Tae Ha. Kerja sama mereka berhasil. Sampai di hutan Eop Bok meminta Chopn Bok ke Gn. worak tempat para budak yang melarikan diri berkumpul. Begitu tahu bahwa Eop Bok pun telah membunuh majikannya, dia tak tega Eop Bok dalam bahaya. Chop Bok ingin Eop Bok lari juga bersamanya.
__ADS_1