Pemburuan Budak (Chuno)

Pemburuan Budak (Chuno)
Bab 17


__ADS_3

“Jadi kau ini orangnya yang membantai temanku. katakan di mana mereka!”, Dae Gil baru sadar dan sangat marah.


“Apa mungkin mereka bisa bertahan hidup?”, balas Chul Woong.


Chul Woong pamer pada Dae Gil bahwa ada titik-titik sensitif di tubuh manusia, dia menunjukkan titik-titik itu pada Dae Gil. Dia lalu memukul perut Dae gil pas di titik itu. Dae gil kesakitan dan lemas. Chul Woong juga menekan titik di leher Dae Gil sehingga dia langsung lemas dan pingsan.


Song Tae Ha sebal. Dia memanas-manasi Chul Woong untuk ga ragu menyiksa dia karena dia tidak akan menyerah atau berkata apapun. Chul Woong menyiksanya dengan besi panas. Tae Ha menyadari bahwa Chul Woong juga lah yang membantai anak buahnya


“Hanya satu orang yang berhasil lolos”, kata Chul Woong


“Mengapa kau tega melakukannya bukankah mereka itu orang-orangmu juga?”, kata Tae Ha prihatin


“Orang-orangku?! mereka hanya menurut padamu!”, kata Chul Woong


Song Tae Ha benar-benar marah kali ini. dia tak mau menanggap pernah mengenal chul Woong.


Un Nyun pergi mengungsi dari rumah karena rumah itupun sudah tidak aman lagi. Dia berjuang sendiri membawa pangeran Won Son bersamanya. ditengah dinginnya cuaca dan salju tebal di jalanan.


Seol Hwa berusaha mengatasi rasa sedihnya, dia juga pergi meninggalkan kota , ke pegunungan sesuai yang diberitahukan Dae Gil tempat yang aman untuknya.


Eop Bok dan Geun Bo melakukan misi pemberontakan bersama. Mereka kali ini lebih percaya diri dan menyerang rumah seorang bangsawan. Geun Bo memimpin para budak yang masih takut-takut untuk berani berhadapan dengan kaum bangsawan.


Mereka mengambil peti harta dan dokumen budak mereka. Sehingga para budak di rumah itu bisa bebas dan kabur. Lee Gyong Shik sekarang sepertinya punya strategi baru. Anak buah Lee Gyeong Shik ke penjara, dia minta chul woong berhenti menginterogasi mereka. Tae Ha dan Dae Gil yang pingsan lalu digiring ke penjara.

__ADS_1


Utusan dari kaisar Cina, curiga karena karena pihak kerajaan korea menyembunyikan tentang keberadaan pangeran Won Son. Dari informannya dia berhasil mendapat informasi tentang peristiwa P. Jeju yan melibatkan Tae Ha dan pangeran beberapa waktu yang lalu.


Utusan ini kebetulan bersahabat baik dengan mendiang putra mahkota dan Song Tae Ha sewaktu mereka ada di Cina. Mereka juga mendapatkan informasi bahwa Song Tae Ha telah ditangkap. Utusan ini semakin curiga.


Malam harinya Lee Gyong Shik memanggil menantunya Hwang Chul Woong. Dia kali ini menghargai jasa menantunya. Dia menawarkan jabatan bagi Chul Woong di militer tapi Chul Woong menolaknya, dia hanya ingin menyelesaikan tugas yang terlanjur dia kerjakan. Dae Gil akhirnya sadar di selnya. Dia menghampiri Tae Ha dan dia menyalahkan Tae Ha karena membawa Un Nyun dalam bahaya.


Tae Ha berkata itu resiko dalam hubungan cinta atau pasangan. Dae Gil tertawa mengejek. Chul Woong kali ini menemui istrinya dan bicara padanya untuk pertama kalinya. Dia berkata pada istrinya bahwa ayahnya memang menakutkan. Istrinya dengan bahasa yang belepotan minta suaminya berhenti dari misi mengerikannya ini.


“Aku ingin melihat ayahmu jatuh dahulu”, katanya sambil menyimpan dendam.


Slave hunter Ji Ho menunggu Chul Woong di depan rumahnya, dia ingin membalas dendam pada Chul Woong karena telah membunuh anak buahnya. Tapi panah dan sabetan pedangnya dengan mudah dihindari oleh Chul Woong. Ji Ho langsung lari bersembunyi.


Dae Gil akhirnya merenung. Dia sekarang setuju saja jika Tae Ha ingin berusaha mengubah dunia. Supaya tidak ada lagi oran yan perlu dikejar-kejar dan melarikan diri. Juga tak ada orang yang ditangkap seperti dirinya.


“Tapi kita sebentar lagi akan mati”, kata Tae Ha. Dae Gil kaget. Tae Ha sudah hafal tindak tanduk penguasa.


“Tapi aku juga punya alasan untuk masih ingin hidup”, kata Dae Gil.


Ji Ho lalu menemui Dae Gil di tahanan. Dae Gil tertawa terkesan pada kemampuan seniornya yang bisa menemuinya di sini. Walau Ji Ho selalu iri pada Dae Gil tapi sekarang temannya khususnya yan seprofesi hanya Dae Gil yang dia miliki. Anak buahnya telah mati. Dia berkata pada Dae Gil dia ingin membebaskan Dae Gil. Un Nyun berhasil mendapatkan tempat menginap di rumah wanita seorang bangsawan. Pagi harinya dia kembali melanjutkan perjalanan. Polisi banyak di tempatkan di banyak tempat untuk mencarinya dan pangeran Won Son.


Un Nyun cemas saat harus mengantri di pemeriksaan. Dia lalu sadar bahwa polisi telah menyebar gambarnya dan mencari mereka. Dia harus memutar otak di saat kritis. dia lalu menggigit tangannya sampai berdarah dan melumurkannya di mulut pangeran. Di depan petugas dia berkata bahwa dia harus mengamankan anak ini karena terkena penyakit menular berbahaya batuk berdarah.


Di penjara petugas membawa Dae Gil dengan paksa dari selnya. Ternyata mereka telah menetapkan hukuman untuk Dae Gil dan Song Tae Ha. Panggung dengan tiang gantungan telah disiapkan untuk mereka berdua. Para penduduk datang ke tempat itu. Teman-teman Dae Gil terkejut dan prihatin mendengar berita Dae Gil akan dieksekusi. Song Tae Ha dan Dae Gil sudah dibawa ketempat eksekusi. Song Tae Ha tampak pasrah, tapi tidak dengan Dae Gil.

__ADS_1


“Apa kesalahanku, aku tidak melakukan kejahatan!”, kata Dae Gil berteriak. Dia berusaha melepaskan diri, dia lalu dihajar para petugas. Petugas langsung menaruh tali di leher Dae Gil dan menariknya ke atas. Tae Ha sangat prihatin melihat kondisi Dae Gil yang mengenaskan.


Seol Hwa sedang menuju ke gunung, sambil berjalan sendiri dia menari dan menari lagu yang sedih. Dia merasa cintanya telah hilang.


Pada saat yang sama, Dae Gil ditiang gantungan mulai tercekik lehernya. Dia berteriak…


Dari uang yang diperoleh dari Dae Gil, Ji Ho membeli dan menjahit baju seragam. Dia bangga bisa membeli baju dari uang simpanan yang diberikan Dae Gil.


Dia ingin menyamar jadi polisi untuk menyelamatkan Dae Gil dari hukuman mati. Dia juga kali ini mengakui pada tukang kain bahwa Dae Gillah slave hunter no satu di Chosun. Saat Tae Ha dan Dae Gil akan dieksekusi Ji Ho sudah berada di barisan di sekeliling panggung. Banyak warga datang menyaksikan terutama teman-teman Dae Gil yang prihatin akan dirinya. Selain itu juga sekumpulan budak termasuk Eop Bok ada di sana. Dia masih dendam pada Dae Gil dan berharap bisa melihatnya mati di tempat.


Seol Hwa dalam perjalanannya menyanyikan lagu cinta yang sedih


“Jika kau tiada kau akan terbang menjadi kupu-kupu dan aku juga akan menjadi bunga. Kita akan bersua lagi di taman abadi. Oh cinta..cinta..dialah yang kucinta”.


Un Nyun sedang berjuang menghindari kecurigaan para penjaga gerbang yang kembali mengejar dan menanyainya.


Pada saat yang sama Dae Gil ditarik di tali gantungan. Dia berteriak dan berusaha bertahan tapi dia semakin tercekik. Saat kesadarannya mulai menipis dia teringat kenangan indahnya bersama Un Nyun. Dae Gil menangis.


Ji Ho begitu cemas melihat Dae Gil tergantung tak berdaya, dia ingin menolong. Saat dia keluar barisan, dia kepergok.


Tiba-tiba ada serangan tak terduga. Mereka membunuh penjaga dan para algojo. Pasukan penyelamat itu datang untuk menyelamat Song Tae Ha. Mereka membawa Song Tae Ha pergi dari situ. Ji Ho panik melihat Dae Gil tak bergerak. Dia berusaha melepaskan tali gantungan, tapi terlalu panik dan tak lepas-lepas, saking paniknya dia sampai menggigit tali itu.


Song Tae Ha berbalik, dia ingat Dae Gil. Dia mengambil pedang dan melemparkannya ke arah tali gantungan. Tali gantungan Dae Gil putus.Ji Ho menolong Dae Gil. Dia

__ADS_1


panik karena Dae Gil tidak bergerak. Dia memukul-mukul dada dae Gil sambil menangis.


Akhirnya Dae Gil tersedak dan sadar kembali. Mereka melumpuhkan para penjaga dan kabur dari situ. Pasukan pemanah bantuan datang. Orang-orang pun berhamburan, termasuk Eop Bok. Orang yang menolong Tae Ha juga banyak yang terluka.


__ADS_2