
“Apa kau ingin lari lalu kita hidup bahagia dan tenang di mana orang tak ada yang bisa menemukan kita, di mana kita lalu akan punya anak-anak. Itukah hidup yang kau inginkan?”, tanya Eop Bok penuh perasaan.
“Tapi nanti tidak ada orang yang akan mengubah dunia kalau begitu”, kata Chop Bok berusaha tegar.
Chop Bok pun menangis, tapi dia lalu sadar bahwa Eop Bok sedang punya misi dan ditunggu teman-temannya. Mereka lalu berpisah dengan haru dan berlinang air mata. Eop Bok memberikan senapannya pada Chop Bok untuk melindungi dirinya di perjalanan. Eop Bok berjanji akan mencari Chop Bok karena dia tidak bisa hidup tanpanya.
Mereka lalu berpisah. Tapi baru beberapa langkah mereka berhenti. Eop Bok lalu berbalik lagi, dia mencium Chop Bok. Eop Bok berjanji akan mencari Chop Bok karena dia tidak bisa hidup tanpanya. Mereka lalu berpisah. Tapi baru beberapa langkah mereka berhenti. Eop Bok lalu berbalik lagi, dia mencium Chop Bok. Setelah melepas Chop Bok dengan ciuman perpisahan, Chop Bok buru-buru berlari ke tempat para pejuang budak berkumpul.
Ketika hampir sampai, dari kejauhan dia sudah melihat banyak petugas di sana. Eop Bok lalu bersembunyi di balik batu besar. Seseorang merangkak dengan susah payah dan berusaha menggapai Eop Bok. Dia adalah teman baiknya Kkeut Bong yang sudah terluka parah. Eop Bok menanyakan apa yg terjadi. Kkeut bong memberikan senapannya pada Eop Bok, dia minta Eop Bok lari dan hidup bahagia bersama Chop Bok.
Tak lama kemudian Kkeut Bong meninggal, Eop Bok menangisi kepergian sahabatnya. Dia menemani di sana sampai pagi tiba.
Di Gn. Worak, Choi dan Jagwi sudah menerima pesan dari Dae Gil. Dae Gil minta Jagwi membawa Un Nyun dan pangeran kecil turun gunung dan bertemu dengannya di tengah perjalanan. Sedangkan pada JEndral Choi dan Wang Son dia berjanji bertemu mereka di Yongin sebelum menuju Yicheon bersama-sama tempat mereka membeli tanah/akan tinggal pensiun di sana. Jagwi meresah malas harus mengikuti kata Dae Gil. Tapi choi membujuknya bahwa ini pasti penting dan berarti bagi Dae Gil
“Kau tahu, siapa wanita itu Dia adalah Un Nyun”, jelas Choi
Un Nyun sudah bersiap, Jjagwi akan membawanya turun gunung untuk bertemu suaminya. Un Nyun juga minta tolong agar Jjagwi mau membantunya mencari tau kabar kakaknya. Seol hwa sebenarnya tau bahwa kakak Un Nyun (Keun Nom) sudah meninggal di hadapan Dae Gil, tapi dia tidak tega memberitahukannya. Jjagwi juga melepaskan dan membawa para utusan Cina untuk mengawal Un Nyun bersamanya. Jagwi berpisah dengan para pengikutnya dan meminta mereka bersiap-siap untuk pindah.
Choi, Wang Son juga pergi tetapi mereka pergi ke arah berlawanan. Tak mau ketinggalan Seol Hwa pun ingin ikut serta. Un Nyun dan Seol Hwa mengucapkan salam perpisahan. Un Nyun minta Seol Hwa menjaga Dae Gil.
Pagi hari Dae Gil masih berjuang menghadapi kepungan petugas polisi yang menjaganya. Dia juga menghindari panah yang ditujukkan padanya. Tak lama kemudian Song tae Ha juga berhasil melumpuhkan para pemanah dan membantu Dae Gil. Mereka terlihat kompak dan menikmati kerjasama mereka. Tae Ha memuji Dae Gil bagai seorang harimau.
__ADS_1
Mereka melanjutkan perjalanan, Dae gil tampak lelah tapi tak mau terlihat lemah. Tae Ha merasa nyaman dengan Dae Gil dan berkata sebenarnya mereka cocok jadi partner.
“Tapi aku ga mau berteman dengan budak”, kata Dae Gil tetep sok jaim
“Jadi kamu masih menganggpku budak ya”, kata Tae Ha tersenyum
“Orang yang terikat dengan apapun di dunia ini sama dengan budak”, kata Dae Gil berkilah.
Eop Bok mengalami dilema, dia ingin bertemu dan lari bersama Chop Bok. Tapi dia juga punya beban unuk menyelesaikan misinya dan membalas dendam atas teman-temannya. Dia lalu berpikir chop Bok pasi akan seuju dengannya. Dia lalu mengintai gerbang istana. Dia baru tahu bahwa ternyata gerbang istana penjagaannya begitu ketat. Geun Bo selama ini membuat semuanya terasa mudah. Tapi dia tidak menyerah dia ingin menunjukkan pada dunia bahwa, di dunia ini ada budak-budak yang berani seperti mereka. Eop Bok maju menuju gerbang istana dengan membawa 3 buah senapan dengan gagah berani.
Kebetulan Lee Gyong Shik, asistennya dan Jo Seon Bi baru keluar setelah menghadap raja. Dia menggunakan pemberontakan budak yang disusunnya sebagai alasan keamanan agar proyeknya mendapat restu dari raja.
Eop bok melumpuhkan penjaga. Dia melihat lee gyong shik dan orang-orangnya dan langsung mengarahkan senapannya pada mereka. Mereka bertiga gemetar ketakutan. Eop Bok menembak Jo Seon Bi tanpa ampun . Mendengar suara tembakan Geun Bo yang sedang patroli di seputar gerbang dan Chul Woong yang menjaga keduataan langsung bergegas ke istana. Eop Bok lalu membidik Lee Gyeong Shik. Geun Bo berusaha menghalangi dan menerjang dengan pedang. Tapi saat Geun Bo hampir mendekatinya Eop Bok langsung membalikkan senapannya dan menembak Geun Bo.
Jendral Choi, Wang Son dan Seol hwa beristirahat di suatu tempat. Wang Son masih kesal karena Seol Hwa terus menguntit mereka. Tinggal bersama Jagwi buat Seol hwa rasanya sudah tenang dan sempurna.
“Di mana pun ada kakak Dae Gil aku akan ke sana”, kata Seol Hwa.
Choi dan wang son sedang berpikir apa kira-kira mereka akan bertemu dae gil di Yongin atau di Yicheon. AKhirnya mereka memutuskan untuk langsung pergi ke Yi cheon dan bertemu Dae Gil di sana. Tapi seol hwa tiba-tiba terpikir sesuatu dia merasa Dae Gil tidak akan ke Yi cheon. Dia langsung beranjak pergi.
Choi dan Wang Son heran
__ADS_1
“Dae Gil khan sudah berjanji akan menemui kita di sana?”kata Wang Son
“Apa aku akan percaya sama janji seorang laki-laki?”, kata Seol hwa tidak percaya sambil beranjak pergi.
Un Nyun dan rombongannya juga berisitrahat. Jjagwi belum tahu siapa pangeran kecil. Dia kasian kepada un nyun yang harus mengurus pangeran. Jjagwi berkata bahwa dia tahu bahwa un nyun iu adalah orang yang dicari-cari Dae Gil selama ini. Dia merasa simpati pada Dae Gil
“Jarang sekali ada orang yang bisa bertahan terus seperti dia”, kata Jjagwi
“Tapi hidup manusia sudah ditentukan oleh takdir”, kata Un Nyun.
Rombongan pun akhirnya melanjutkan perjalanan. Mereka akhirnya bertemu dengan Lee Dae Gil dan Song Tae Ha. Un Nyun dan Tae Ha saling bertatapan. Tae Ha tak bisa menyembunyikan kerinduan dan kegembiraan bertemu istrinya, dia menghampiri Un Nyun. Dae Gil yang melihatnya merasa tidak enak. Dia lalu menyapa Jjagwi dan bercanda dengannya.
Song Tae Ha, Un Nyun serta para utusan Cina hendak melanjutkan perjalanan. Tae Ha sempat mengajak Dae Gil ikut dulu bersamanya.
“Bukankah kau akan lebih tenang jika telah memastikan kita pergi dengan selamat?”, kata Tae Ha. Dae Gil masih menolak.
Jjagwi juga ternyata membujuk Dae Gil untuk pulang bersamanya ke gunung dan melupakan Un Nyun. Dae Gil berkata dia sebenarnya tidak suka bersembunyi dan menghindar dunia dengan pergi ke gunung.
“Aku bukan menghindar, aku hanya tidak suka hidup di dunia yang kacau itu”, kilah Jjagwi
Dae Gil akhirnya ikut pergi bersama Jjagwi, namun saat di jalan dia berubah pikiran. dia berkaa pada Jjagwi bahwa seseorang punya jalannya masing-masing. Dae Gil akan mengambil jalannya itu.
__ADS_1
Un Nyun meneruskan perjalanan dengan rombongannya. Dia sekali-sekali menengok ke belakang. Dia seperti mencari Dae Gil. Tenyata akhirnya benar dia melihat Dae Gil berjalan menuju mereka. Tae Ha juga gembira melihat Dae Gil. Dia ingin membuktikan pada Dae Gil bahwa dia nanti berhasil mencarikan tempat yang aman buat Un Nyun.