Pemburuan Budak (Chuno)

Pemburuan Budak (Chuno)
Bab 8


__ADS_3

“Sepertinya begitu, para budak menyebutnya pemburu yang kejam”, jawab Baek Ho.


“Kamu harus menghabisi dia!”, kata Yi Woon gugup. Baek Ho heran. “Bukannya kata kau dia pemburu yang kejam? Habisi dia dengan resiko apapun”, perintah baek Ho.


Tiga jagoan berusaha mencari uang dengan gaya-gaya preman yang mencari mangsa. Mereka menyamar jadi petugas pemerintah yang berkeliling di tengah kota mencari orang-orang yang tidak punya tanda pengenal. Seol Hwa juga berada di sekitar situ dia kelaparan dan berharap ada seseorang yang mau memberinya sedikit makanan. Namun alih-alih mendapat makanan dia malah ditemukan oleh ketua kelompok tarinya dulu. Seol Hwa dengan paksa digiring oleh anak buah ketua. Seol Hwa sempat melihat Dae Gil tidak jauh dari tempat itu dia menggapai-gapai sambil memanggil-manggil ingin Dae Gil menolongnya


“Oraboeni..oraboeni…”


Dae Gil cuma terdiam tak bertindak. Dia teringat peristiwa yang hampir sama saat Un Nyun memanggil-manggil namanya saat diseret tentara Cina (Qing).


Saat makan, Dae Gil mendengar bunyi musik pertunjukkan kelompok tari jalanan tak jauh dari situ. Dia kali ini benar-benar terusik, dia tidak bisa lagi tinggal diam sekarang. Seol Hwa dipaksa bekerja lagi untuk mereka. Dia diminta mengumpulkan tips dari para lelaki iseng yang menaruh uang tips di bibir mereka. Dae Gil ada di sana, dia jongkok dengan uang di mulutnya. Seol Hwa tak menyangka melihat Dae Gil


“Ayo kita pergi”, kata Dae Gil. Seol Hwa begitu terharu dia memeluk Dae Gil hingga terdorong jatuh.


“Oraboeni kau benar-benar keterlaluan, mengapa harus menunggu lama untuk datang!”, Seol hwa menangis tersedu-sedu di atas tubuh Dae Gil


Wang Son paling berhasil dengan premanismenya, dia membawa 1 peti perhiasan dan uang. Choi tidak serakah menurut dia sekitar 30 nyang sudah cukup.


Mereka menunggu Dae gil dan heran karena dia malah membawa Seol Hwa kembali. Seol Hwa begitu senang, Choi ragu, Wang son kesal. Seol Hwa membujuk Wang Son bahwa dia kali ini akan memasak. Dae Gil yang terkenal slave hunter paling kejam dan tak berperasaan sekarang jadi ga tegaan sama Seol hwa. Choi heran sejak kapan Dae Gil menjadi mengasihani seseorang.


Tae Ha dan Un Nyun menginap di sebuah kamar. Mereka berbaring dalam kamar yang sama. mereka membatasinya dengan selembar kain.


“Maukah kamu ikut ke P. Jeju bersamaku?”, ajak Tae Ha


Un Nyun berkata dia tidak ingin terlalu dalam terlibat dalam masalah Tae Ha.


“Aku telah melewati banyak peperangan dan pertempuran agar dapat menyelamatkan hidup banyak orang, tapi aku gagal melindungi keluargaku dan membawa mereka pada kematian. Aku sekarang ingin menjaga seseorang yang bersamaku”

__ADS_1


“Kamu ingin menjagaku?”,tanya Un Nyun


Tirai yang memisahkan mereka terlepas, mereka berbaring saling berhadapan.


Un Nyun rikuh, dia berbalik.


Seol Hwa sedang membantu Wang son memasak. Mereka berdua malah ribut, wang son kesal karena seol hwa tidak becus. Choi menanyakan rencana Dae Gil, menurut dia terlalu beresiko jika mereka juga harus ke P Jeju. Dae Gil berkata dia akan mencegatnya sebelum ke sana.


Tae Ha dan Un Nyun melanjutkan perjalanan, Tae Ha minta dicarikan sebuah kapal/perahu. Saat mereka berjalan tiba-tiba ada perempuan mengarahkan belatinya pada Un Nyun. Tae ha dengan sigap menangkap lengannya, dia adalah Yoon Ji, perempuan yang memburu Un Nyun.


ke 3 jagoan mendapatkan informasi keberadaan Tae Ha disekitar mereka. Mereka menitipkan kuda mereka pada Seol Hwa.


“Kali ini kita tidak akan mengacuhkanmu”, kata Dae Gil.


Mereka segera berlari berpencar memburu Tae Ha.


Tae Ha bertarung melawan Yoon Ji, belati Yoon Ji mengenai ikat kepala Tae Ha, Ikat kepala terlepas, dahinya terbuka.


Un Nyun melihat kanji No (budak laki-laki) tercap di dahi Tae ha. Dae Gil berlari menuju arah Un Nyun…akankah kali ini mereka bertemu…


Ikat kepala Song Tae Ha lepas, dahinya terbuka. Un Nyun dapat melihat jelas cap


“Budak laki-laki” di dahinya.


Un Nyun terhenyak dia tak menyangka Song Tae Ha punya cap seperti kakaknya dulu. Dia teringat saat dia dulu dan kakaknya ingin menghilangkan cap budak mereka dengan besi panas. Song Tae Ha merasa bersalah, tapi dia harus konsentrasi dulu menghadapi lawannya. Yoon Ji idak cukup tangguh bagi Tae Ha. Dengan mudah, Tae Ha bisa mengembalikan belati dan menusukkan balik ke perutnya. Yoon Ji tak bergerak lagi. Tae Ha membawa Un Nyun lari dari situ.


Dae Gil sedang berlari menuju Tae Ha, tiba-tiba datang Baek Ho menerjangnya. Dae Gil melayani Baek Ho. Baek Ho tiba-tiba bicara

__ADS_1


“Kamu slave hunter Lee Dae Gil?”. Dae Gil kaget jg identitasnya diketahui. “Kamu mengenal wanita ini?”, kata Baek Ho sambil menunjukkan gambar Un Nyun.


Dae Gil terhenyak, dia terdiam mematung, pikirannya kosong. Ada orang lain yang mengenal kekasihnya yang ia cari 10 tahun. Baek Ho menyerangnya, gambar Un Nyun terbelah jadi dua. Dae Gil masih linglung, dia tidak menyadari nyawanya dalam bahaya. Tombak Choi yang mengenai jantung Baek Ho menyelamatkan nyawa Dae Gil.


“Dimana Un Nyun, dimana dia, bagaimana kau mengenalnya”, Dae Gil mengguncang-guncang tubuh Baek Ho yang sudah tak bernyawa. “Dia sudah menemui ajalnya”, kata Choi berusaha menyadarkan Dae Gil. Dae Gil terduduk lemas sambil memandang potongan gambar Un Nyun.


Dae Gil menggeledah baju Baek Ho, dia menemukan kampung halaman Baek Ho. Dia lari ke kudanya, lalu memacu kudanya. Seol Hwa kaget dia mengejar Dae Gil dengan kuda. Choi dan Wang Son tertinggal di sana tanpa kuda dan bekal.


Tae ha dan Un Nyun menyusuri sungai dengan perahu. Dua-duanya terdiam kaku tanpa bicara. Un Nyun akhirnya bicara


“Tuan, apa kita terus naik perahu sampai P. Jeju”, kata Un Nyun.


“Sebenar lagi kita akan bertemu laut, kita naik kapal dari sana”. Un Nyun akhirnya tahu bahwa dari berita Tae Ha bahwa dia pernah bertugas di angkatan laut lalu di akademi militer


“Kau dikejar orang tetapi kau berkata kau tidak melarikan diri, kau ternyata seorang budak tapi berkata tidak


diperbudak. Aku tidak mengerti”, Un Nyun protes.Tae Ha dengan tenang bercerita bahwa setelah 8 tahun di china lalu pulang ke korea, keadaan politik sudah berubah. Dia bercerita sampai akhirnya dia difitnah, ditangkap dan disiksa sampai kakinya pincang.


Tae Ha teringat ketika dia dan anak buahnya dipenjara dan mereka siap mati dengan terhormat daripada mengakui hal yang tidak mereka kerjakan. Mentri Im Young menemui mereka di penjara.


Dia dengan menangis memohon pada mereka agar untuk saat ini mengorbankan kehormatan mereka dan pura-pura mengakui tuduhan itu agar mereka tak kehilangan nyawa.


“Putra mahkota meninggalkan surat wasiat untukmu sebelum dia wafat. Bagaimanapun kau tidak boleh mati!” pesan mentri pada Tae Ha. Tae Ha sadar dari lamunannya terhenti ketika Un Nyun bertanya “Apa kau ke P. jeju untuk menghapus kembali status budakmu?”


Tidak. Ada yang jauh lebih penting. Untuk itu aku rela menjalani apapun termasuk perbudakan atau bahkan yang lebih buruk dari itu”, kata Tae Ha. Un Nyun tidak terlalu mengerti.


“Menurutku tidak ada hal yang lebih buruk selain perbudakan”, kata Un Nyun, dia dulu seumur hidup pernah menjadi budak.

__ADS_1


Un Nyun menyobek sebuah tali dari baju luarnya untuk dijadikan ikat kepala baru buat Tae Ha..


__ADS_2