
Wang Son juga ingin disentuh Dae Gil. Tiba-tiba Dae Gil ingat kesalahan Wang Son yang bertindak sendiri waktu itu. Dia langsung memarahi Wang Son.
“Hey waktu itu kamu seenaknya saja pergi , kamu tidak tahu membuat orang lain susah!”, seru Dae Gil sambil menjewer dan menghajar wang son. Choi menenangkan Dae Gil
“Kami rindu padamu”, kata Choi pada Dae Gil. Choi memeluk Dae Gil, Wang son pun ikut bergabung. Mereka pun bertiga berpelukan sambil menangis haru.
Choi melihat tusuk kondenya dipakai Dae Gil, Choi mengambilnya dan memasangnya lagi di kondenya. Wang Son juga melihat talinya dipakai Dae Gil di kepalanya. Wang Son melepaskannya dari kepala Dae Gil
“Ini untuk di lengan”, kata Wang Son. Mereka bertiga bahagia berkumpul lagi. Wang Son kaget melihat Tae Ha
“I..i…tu si 500 nanyang..” lalu dia melihat Un Nyun “dia kan perempuan di gambar itu”, Wang Son heran.
Dae Gil minta Jagwi menyiapkan tempat menginap untuk temannya, Tae Ha dan Un Nyun. Tae Ha dan Un Nyun mendapatkan 1 ruangan terpisah. Jagwi lalu mengantar Dae Gil ke tempat tinggalnya bersama Choi dan Wang Son. Jagwi menanyakan Cheon Ji Ho juga tukang daging teman mereka. Ji Ho sudah meninggal. Tukang daging sekarang menjadi biksu di gunung (biksu pernah menolong Tae Ha saat terluka).
Dae Gil bercerita bahwa dulu tinju Jagwi adalah nomor satu, Jagwi bangga. “Tapi itu dulu sebelum aku menguasainya”, ujar Dae Gil pamer. Jagwi cemberut. Dan tukang daging itu adalah jago tendangan nomor 1
“Tapi itu juga tentu saja sebelum aku menguasainya” tambah Dae Gil. Jagwi panas dia ingin berduel lagi dengan Dae Gil.
Namun tiba-tiba seorang gadis menyapa mereka.
“Kakak…” Gadis itu lari. Jagwi akan memeluknya tapi gadis kecil itu lari memeluk Dae Gil.
“Kakak…apa kau mengingatku”, kata Eun Sil. Dae Gil mengingat-ingat sejenak.
Dia lalu tersenyum gadis itu adalah budak yang dia tolong waktu itu. Beberapa orang budak yang pernah ditolong Dae Gil juga datang dan mengucapkan terimakasih.
__ADS_1
“Hey..awas ya jika kalian berkeliaran lagi di joseon aku pasti akan memburu kalian”, katanya bercanda. Choi dan Wang Son tidak pernah tahu bahwa selain menangkap Dae Gil juga membebaskan budak. Eun Sil meminta Jagwi mengadakan pesta untuk Dae Gil.
Jagwi lalu menemui tamunya Tae Ha dan Un Nyun. dia menyukai anak kecil. Dia ingin menggendong pangeran, un nyun memberikan. Mereka cepat akrab.
"Siapa namanya?”
“namanya….Tae Won”, kata Un Nyun tiba-tiba mendapat ide.
Jjagwi meminta Tae Ha bisa beradaptasi di sini. Tapi Tae Ha berkata bahwa dia tidak akan lama berada di sana.
Jagwi lalu pergi membiarkan mereka beristirahat.
Tae Ha ternyata tersentuh mendengar Un Nyun memberi nama pangeran Won Son.
“Siapapun kamu di masa lalu itu tak menjadi soal, yang penting sekarang kamu adalah pasanganku”, kata Tae Ha.
Geun Bo akan mengumpulkan gerakan budak dari tempat lain untuk bergabung untuk menyerang dan membakar kantor pemerintah. Mereka menginginkan sebuah era baru yang membalikan keadaan sekarang ini. Budak jadi penguasa penguasa jadi budak. Mereka berangan-angan-angan apa yang akan mereka lakukan jika misi mereka nanti berhasil. Ada yang ingin jadi pegawai istana ada yang ingin jadi tentara.
Geun Bo berkata dia ingin jadi penjaga gerbang istana, biar biasa melihat teman-temannya keluar masuk. Eop Bok ternyata tidak muluk-muluk, jika perbudakannya berakhir tentu dia akan bahagia. Dia lalu pulang bersama budak wanita Chop Bok, dia lalu menggendong chop Bok pulang
“Bila perbudakan berakhir dan bisa menggendongmu seperti ini tentu aku akan bahagia”, ujar Eop Bok.
Pagi hari Seol Hwa sudah sampai di Gn Worak. Dia bertemu para bandit hutan. Seol Hwa minta diantar menemui Jagwi. Pagi-pagi Dae Gil sudah bangun begitu juga Un Nyun. Dae Gil memandang dan mengamati Un Nyun yang sedang menyiapkan air untuk keluarganya. Dae Gil bagaimanapun tetap menyayangi Un Nyun. Dae Gil lalu melihat ada orang yang datang, dia gadis yang telah dikenalnya. Seol Hwa datang. Seol Hwa begitu bahagia melihat Dae Gil dia langsung lari dan memeluk Dae Gil. Un Nyun tak sengaja melihat kejadian itu, dia tercengang melihat mantan kekasihnya dipeluk gadis lain.
Dae Gil tahu Un Nyun sedang mengamatinya dia pun sengaja membalas pelukan Seol Hwa. Bagaimanapun Un Nyun tetap perih melihatnya.
__ADS_1
Seol Hwa lalu menemui Jendral Choi dan Wang Son. Dia menyampaikan salam dari para Jumo untuk Choi. Seol hwa hampir membahas tentang Dae Gil yang buron. Dae Gil memberi kode pada Seol Hwa untuk diam. Baik Dae Gil dan Tae Ha tampaknya tidak ingin masalah ini diketahui orang-orang di sana.
Un Nyun dan keluarganya sedang sarapan. Tae Ha berkata walau sekarang mereka aman di sini, mereka tetap tidak bisa bersembunyi seterusnya di sini. Dia berkata pada istrinya dia akan pergi dulu sementara dan meminta Un Nyun tetap di tempat ini menjaga Pangeran Won Son.
Mr. Y mengkhianati teman-temannya dulu, dia memberikan daftar nama orang-orang yang terlibat pada gerakannya dulu. Lee Gyong Shik lalu menangkapi mereka yang ada dalam daftar itu sebagai pemberontak. Dae Gil mengajaknya Seol Hwa berbicara. Dia minta Seol hwa tinggal di tempat ini dan mencari pria lain di tempat ini. Dae Gil tidak akan menetap di tempat ini, dia kan pergi lagi. Seol Hwa ingin mengikuti Dae Gil. Dia memberikan rompi yang telah dia jahit untuk Dae Gil.
Namun Dae Gil menolaknya. Song Tae Ha datang menemui Dae Gil. Dia mengajaknya bicara di luar. Tae Ha berkata dia punya sesuatu yang harus dilakukannya , dia akan segera pergi. Dia ingin menitipkan Un Nyun dan pangeran pada Dae Gil di sini
“Bukankah kamu termasuk orang yang peduli akan keselamatannya?”. kata Tae Ha yang rupanya sudah percaya pada Dae Gil
Seol Hwa pergi mencari makanan, dia memperhatikan Un Nyun dari kejauhan. Dia terpesona oleh gaya dan gerak tubuh Un Nyun yang sopan dan lembut. Seol Hwa mengamati dan menirukan bagaimana gaya berbicara, tersenyum dan gerak tubuh Un Nyun.
Un Nyun dan para wanita-wanita sedang memasak untuk mempersiapkan jamuan pesta nanti malam. Un Nyun melihat Seol Hwa. Un Nyun melambaikan tangan memanggil Seol Hwa untuk mendekat. Seol Hwa tak menyangka Un Nyun menyapanya.
“Kamu Un Nyun nya?”, tanya Seol Hwa setengah yakin. Un Nyun mengangguk, dia agak canggung juga ketika mengetahui teman-teman Dae Gil semua mengetahui tentang dirinya.
“Aku pernah melihatmu dulu, waktu kau berbelanja kain dengan Dae Gil di pasar”, kata Un Nyun
“Kakak membelikanku banyak. dia juga sangat perhatian padaku”, kata Seol hwa dilebih-lebihkan.
“Kalian berdua terlihat serasi”, kata Un Nyun berusaha tersenyum tulus.
Dae Gil sedang merenung memikirkan perkataan Tae Ha padanya. Tae Ha kembali ke rumah, menyiapkan goloknya.
Di hutan, Hwang Chul Woong beserta anak buahnya berhasil mengalahkan sekelompok bandit hutan yang berpatroli. Dia ingin tahu keberadaan Jagwi, setelah mendapat keterangan dan membantai mereka Hwang Chul Woong pergi memburu buruan utamanya Song Tae Ha.
__ADS_1
Penghuni kamp di Gn Worak sedang mempersiapkan acara makan-makan. Wang Son sibuk mendekati wanita yang menarik hatinya. Dia membantu wanita tersebut menumbuk gandum dengan genit.Dia mulai dengan jurus andalannya yaitu sok meramal. Awalnya wanita itu cuek tapi akhirnya dia tertarik setelah wang son berkata dia punya aura seorang ratu. wanita itu lalu memanggil seseorang yang ternyata adalah suaminya.
Wang Son langsung salah tingkah dan kecewa. Sialnya sang suami minta diramal garis kakinya oleh Wang Son. Song Tae Ha sibuk menulis kisah putra mahkota selama di Cina. Lalu Un Nyun masuk dan memintanya untuk ikut pesta.