Pemburuan Budak (Chuno)

Pemburuan Budak (Chuno)
Bab 16


__ADS_3

Mereka lanjut bertarung, kecepatan gerakan mereka sepadan. Tapi Dae Gil terlebih dahulu kritis. senjata Tae Ha lebih panjang, Dae Gil kalah. Tae Ha tapi tidak melukainya sedikitpun.


Un Nyun akhirnya mencari keluar dia merasa seseorang telah menculik pangeran. dia mengejar sampai ke kota.


“Aku berjanji padanya tidak akan membunuhmu” kata Tae Ha.


“Aku berjanji sekuat tenaga akan membunuhmu”, kata Dae gil. Tae ha mengulurkan senjatanya. “Demi cinta kalian di masa lalu, aku melepaskanmu”, kata Tae Ha


“Siapa yang mencinta? Apa menurutmu aku akan mencintai seorang pelayan/budak di keluargaku?”, kata Dae Gil dingin


Tae Ha heran mendengar kata budak. “Siapa yang kau maksud dengan budak?”, tanya Tae Ha bingung.


Hwan Chul Woong telah memerintahkan polisi untuk membawa tubuh Wang son dan Choi dari hutan. Tubuh mereka ditarik gerobak sapi. Sesampai di kota mereka sadar, mereka ternyata hidup. Jendral Choi membangunkan Wang Son. Dia berkata bagaimanapun caranya mereka harus kabur sekarang, karena akan lebih berbahaya jika mereka tertangkap.


Dengan sisa-sisa tenaga mereka bekerja sama melumpuhkan petugas. Mereka lalu kabur dengan gerobak sapi.


Di istana terjadi 2 macam kubu yang mengatakan pendapatnya pada raja. Kubu Lee Gyong shik ingin mereka mandiri dari cina. yang lain ingin mereka mengakui pangeran Won Son dan bekerja sama dengan Cina. Saat Tae Ha tak konsentrasi Dae Gil langsung menyerang Tae Ha. Dia hampir terluka, sanggul di kepalanya terlepas. Dae Gil lebih bernafsu menyerang Tae Ha. Tapi Tae Ha mulai tidak konsentrasi


“Apa kau menyebut istriku budak?”. Dae Gil mengacuhkannya,dia membiarkan Tae Ha bingung sambil bertarung.Tae Ha ingat saat-saat Istrinya tampak cemas mendengar kata slave hunter, juga istrinya selalu memanggilnya Tuan. Juga saat Un Nyun menangis kemaren ingin mengatakan sesuatu padanya


“Bukan, dia bukan budak!”. Tae Ha belum bisa menerima kemungkinan itu. Mereka terus bertarung.

__ADS_1


Un Nyun sampai di pasar, dia dari kejauhan melihat bangsawan yang membawa pangeran. Dia lalu menyusul mereka. Un Nyun membujuk mereka mengembalikan pangeran tapi mereka menolak. Un Nyun mencari akal. Dia lalu berkata bahwa sangat tidak wajar jika di depan banyak orang, laki-laki menggendong anak. Orang bisa curiga dan pangeran bisa dalam bahaya. Dia berjanji menggendong pangeran sampai pinggir kota. Un Nyun juga tidak mau jalan di depan, dia memilih jalan dibelakang, takut terlihat aneh di mata orang.


Hwang Chul Woon setelah membunuh bangsawan dan anak buah Tae Ha dia mencari pangeran. Hwang Chul Woong lalu mencegat rombongan Un Nyun juga Seorang bangsawan tewas. Chul Woong mengancam Mr. Y menanyakan pangeran Won Son. Ternyata Un Nyun sudah tidak ada di belakang mereka.


Dia telah kabur sambil menggendong pangeran. Dae Gil masih bertarung dengan Tae Ha mereka terus bertarung seimbang sampai matahari mulai bergerak turun. Akhirnya mereka pun kelelahan. Tae ambruk di tanah begitu juga Dae Gil ambruk di atas badan Tae Ha. Sambil tertidur Tae Ha masih menanyakan status Un Nyun. “Katakan bahwa dia bukan budak”.


Dae Gil tertawa, dengan sisa tenaganya hendak membalas dendam untuk teman-temannya. Dia mengambil tusuk rambut Choi. Dia berniat menusukkannya pada Tae Ha.


“Jenderal Choiiiii”, teriak Dae Gil sambil menusuk, tapi ternyata dia tak sanggup dia menusuk ke samping kepala Tae Ha.


“Ini untuk wang Son”, teriak Dae Gil sambil menusuk, tapi lagi-lagi dia tak sampai hati, dia menusuk ke samping.


Tusukan terakhir untuk Un Nyun tapi dia semakin tak sanggup, tusuk rambutnya terjatuh. Dae Gil akhirnya berteriak sambil menangis. Dia lalu tergeletak di tanah di samping Tae Ha. Tae Ha lelah fisik dan batin. Dia masih tak bisa mempercayai Un Nyun itu terlahir budak. Pikirannya kosong.


Kembali ke pemberontakan Eop Bok. Para budak lega karena diselamatkan oleh pemuda Sang Penolong. Pemuda ini ternyata yang selalu mengirimkan pesan membantu pemberontakan mereka.


Dia lalu ke markas Eop Bok. Dia memperkenalkan diri sebaai pemuda bernama Geun Bo yang dari kecil telah lahir sebagai budak. Dia lalu sempat terpisah dari orang tuanya. Dia berkata bahwa dia mengkoordinir pemberontakan sejenis di tempat lain. Sang pemuda menceritakan mimpinya, bahwa dunia harus berubah. Nanti para budak harus diperlakukan hormat dan mereka sederajat. Semuanya adalah raja. Para budak terkagum-kagum dengan kepandaian dan wawasan sang pemuda. Salah seorang nyeletuk.


“Orang sepandai Anda mengapa tak ikut ujian negara?”. mereka akhirnya sadar tidak ada budak yang bisa ikut ujian negara.


Seusai pertemuan Eop Bok merenung, dia berbicara dengan Chop Bok

__ADS_1


“Jika perjuangan kita berhasil dan kita berkuasa, apa para bangsawan akan berganti menjadi budak?”. Chop Bok mengangguk. “Bukankah hasilnya akan sama saja, tetap ada budak dan bangsawan?”, pikir Eop Bok.


“Dunia tanpa budak dan bangsawan terdengar indah, tapi orang tua saya meninggal dan saya menderita karena bangsawan, saya hanya ingin membalasnya”, kata chop bok.


Un Nyun terus cemas menanti Tae Ha sepanjang malam sampai keesokan harinya.


Keesokan harinya Dae Gil yang masih kelelahan menggiring Tae Ha sebagai tangkapannya ke Han Nyang. Seorang polisi ingin membawanya sebagai tangkapan baiknya. Dae Gil menolak, dia membawanya kepada bangsawan yang menyuruhnya Gyeong Shik. Gyeong Shik begitu senang bahwa Song Tae Ha kembali tertangkap dia merasa menang besar. Tapi dasar bangsawan licik, dia tidak membayar sisa uangnya kepada Dae Gil.


“Bukannya kau kuminta menangkapnya dalam waktu hanya sebulan?”, kata Gyeong Shik cari alasan ga mau bayar. Mereka membawa Tae Ha ke penjara. Gadis pelayan restoran tetangganya menyambutnya. Mereka menanyakan Jendral Choi. Dae Gil berkata mereka tertinggal di belakang. Dae Gil memesan makanan untuk mereka bertiga karena semuanya kelaparan.


Di meja Dae Gil telah siap 3 porsi makanan. Dae Gil ingat mereka biasa makan bertiga. Dia sedih, dia menaruh tali Wang Son di mangkuk Wang Son dan tusuk rambut Choi di mangkuk Choi. Dia makan sambil seolah-olah mengobrol dengan mereka. Dia ingat dia jua selalu menyuapi mereka dan menaruh makanan  di piring mereka. Dia mengorek mangkuk nasi Choi, seperti biasa dia menemukan telur tersembunyi di mangkuk choi. Dia mengambilnya dan tertawa menang, seperti biasa. Dia makan telur sambil tersenyum. Dae Gil tiba-tiba menunduk, dia lalu menangis tersedu-sedu. Di saat-saat seperti ini dia benar-benar kehilangan mereka.


Lalu secara tiba-tiba datanglah satu regu pasukan polisi langsung menyergapnya. Dae Gil yang tak siap dan kelelahan akhirnya tak berkutik, dia berhasil dibekuk dan ditangkap.


Di tahanan polisi Tae Ha sudah diikat akan diinterogasi. Dia diminta bekerja sama memberitahukan di mana pangeran Won Son.


“Katakanlah, kau sudah pernah merasakan siksaan. Kali ini kau mungkin tak kan bisa berjalan lagi”, ancam petugasnya.


Tak lama kemudian datang Chul Woong datang dengan membawa Mr, Y yang baru dia tangkap. Dia akan langsung menanyai Tae Ha. Tapi Tae Ha tak mau menjawab. Lalu Dae Gil juga masuk ruang interogasi, dia langsung diikat. Dia ditanya apa saat menangkap Tae Ha dia melihat balita laki-laki di sana. Jika bekerja sama dia dijanjikan langsung bebas. Tae Ha cemas, dia takut Dae Gil mengatakan sesuatu. Dae Gil ingat ada anak balita laki-laki yang pernah digendong Un Nyun. Namun Dae Gil tidak mau mengatakan dan bekerja sama. Dia mengatakan tidak tahu menahu.


Hwang Chul Woong mengancam Lee Dae Gil agar mengaku di mana dia melihat pangeran. Hwang Chul Woong menakut-nakutinya dengan besi panas. Dae Gil tidak mau badannya terkena besi panas, dia memberontak.

__ADS_1


“Kau ini sama keras kepalanya seperti dua orang temanmu”, kata Chul Woong. Dae Gil kaget.


__ADS_2