Pemburuan Budak (Chuno)

Pemburuan Budak (Chuno)
Bab 14


__ADS_3

Un Nyun minta ijin pergi ke dapur untuk menyiapkan makan untuk suaminya. Di dapur, dia jongkok dan menangis. Masih terbayang jelas di matanya bagaimana dulu tuan muda sering memperhatikannya dan menengoknya ke dapur dan memberikannya sepatu baru. Dia ingat tuan muda juga mengatakan


“Aku serius ingin hidup bersama kamu selamanya”. Un Nyun menangis


Wang Son akhirnya melihat Tae Ha di halaman. Dia lalu mengambil busur dan panahnya, dia mengincar Tae Ha. Tapi


anak buahnya datang menghampirinya. Wang Son kesal karena, terhalang dia tidak bisa memanah. Song Tae Ha pun akhirnya tak terlihat lagi.Wang son duduk di luar benteng dengan kesal. Dia harus menunggu lagi kesempatan itu datang.Chul Woong ternyata juga telah mendapatkan informasi rumah persembunyian Song Tae Ha, dia datang mengintai tempat itu dan melihat Wang Son juga ada di sana.


Chul Woong lalu menghampiri Wang Son diam-diam dari belakang. Dari belakang tiba-tiba Dia mengulurkan pedangnya ke leher Wang Son.


“Siapa yang mengutusmu kemari”, kata Chul Woong dingin. Wang Son tidak merasa perlu menjawab pertanyaan itu. Dengan mudah dia berkelit dari Chul Woong.


Choi berusaha ke sana kemari mencari Wang Son, dia mulai cemas karena tidak menemukannya juga. Di dalam rumah Song Tae Ha dengan tenang makan makanan yang telah disiapkan Un Nyun. Un Nyun sudah mulai tenang. Tae Ha berkata negeri seperti apa yang diharapkan Un Nyun. Dia ingin tahu jawaban itu, dia ingin membangun suatu tatanan baru.


Wang Son memilih melawan Chul Woong dia tak akan mudah menyerah oleh ancaman. Dia melawan Chul Woong dengan segenap kemampuannya. Tapi doa terkena pukulan Chul Woong juga. Dia coba menghindar dan melompat-lompat ke atas atap. Tapi Chul Woong juga lawan yang tangguh dia dengan mudah mengejar Wang Son. Dia kembali berhasil melukai Wang Son dengan sabetan pedangnya. Wang Son walau terluka tidak mau menyerah. Dia akhirya terjatuh dan kalah. Chul Woong kembali bertanya “Siapa orang yang sudah mengirimmu”, katanya. Wang Son tak mau menjawab.


Chul Woong lansung menyabetkan pedangnya ke tubuh Wang Son, darah Wang Son terpecik ke rumput dan salju di pinggiran jalan. Choi menemukan jejak pertempuran di luar sebuah rumah dia curiga, dia juga menemukan senjata wang son yang patah. Choi mulai cemas dia mengikuti jejak pertempuran itu.


Lalu dia melihat percikan darah di salju dan rumput.


Dia langsung panik. Di situ ada jejak tubuh yang ditarik. Dia langsung mengikuti jejak itu, matahari sudah mulai terbenam. Dae Gil heran menemukan Wang Son dan Choi tidak ada di rumah. Barang-barang mereka pun tidak ada di tempat. Perasaannya langsung tidak enak , dia mencari Wang Son dan Choi di sekitar situ tapi takk berhasil menemukannya. Dia lalu pergi menyelinap masuk ke rumah Song Tae Ha,tapi dia tidak melihat tanda-tanda keberadaan teman-temannya di situ, dia lalu kembali pulang.

__ADS_1


Choi terus mengikuti jejak sampai ke hutan. Hari sudah gelap. Dia kembali melihat jejak darah, dia begitu khawatir. Dia memanggil-manggil Wang Son. Tiba-tiba di langit dia melihat letusan kembang api. Itu seperti tanda dari Wang Son. Dia segera menuju tempat asal letusan kembang api.


Dae Gil pulang ke rumah. Seol Hwa masih ada di sana tapi wang son dan choi belum juga pulang. Dia sudah menyuruh Seol Hwa pergi meninggalkan mereka. Tapi Seol Hwa tidak mau juga. Dia menyuruh seol hwa pergi Seol Hwa malah menangis. Dae Gil kesal dia lalu duduk di beranda. Dia melihat letusan kembang api di langit. Itu seperti tanda dari Wang Son dia segera pergi ke arah asal letusan.


Song Tae Ha dan Un Nyun akan segera pergi tidur. Un Nyun gelisah, ada hal yang belum dia sampaikan kepada suaminya tentang dirinya. Song tae ha melihat Un Nyun ingin berkata sesuatu. Dia menunggu dengan sabar dan tidak memaksa.


“A..ku….sebe…narnya….. Aa..ku..sebe..narnya..a..da..lah”, Un Nyun tercekat, dia rasanya tidak sanggup mengucapkannya.


Choi tenyata hanya menemukan Chul Woong yang sedang bermain-main dengan panah dan sinyal kembang api mereka.


“Di mana adikku!”, kata Choi geram


“Melihat perlengkapanmu sepertinya kalian bukan orang biasa”, kata Chul Woong cuek.


“Siapa yang mengutusmu?”, Chul Woong malah balik menginterogasi.


Mereka lalu terlibat pertarungan sengit. Seperti saat pertama kali mereka bertarung di rumah mantan mentri Im Young. Chul Woong akhirnya tampak sedikit lebih unggul. Choi tidak mau menyerah begitu saja. Api sabetan pedang Chul Woong mengenai tubuhnya. Choi berusaha terus melawan, tapi dia terus terdesak. Tombaknya pun akhirnya patah jadi dua.Tak lama kemudian pedang Chul Woong berhasil menusuk bahu kiri Choi.


Saat kritis dia melihat tubuh Wang Son tergeletak di balik bebatuan. Dia menghampiri Wang Son, mengguncang-guncang tubuhnya dan memanggil namanya dengan sedih. Wang Son tak juga bangun. Chul Woong mendekat dan tanpa ampun mengayunkan pedangnya ke tubuh Choi.


Dae Gil sampai ke hutan, dia mencari ke sana kemari dan memanggil-manggil nama Choi dan Wang Son. Dia menemukan tombak Choi yang patah dan busur Wang Son. Dae Gil panik…

__ADS_1


Jendral Choi melawan Chul Woong. Tapi Hwang Chul Woong lebih unggul. Chul woong bertanya siapa yang mengutus Choi. Choi tidak menjawab dan menanyakan Wang Son. Choi menemukan tubuh wang son yang tergeletak. Choi menggoncang-goncang tubuh Wang Son tapi wang son tak bergerak. Chul Woong datang menebaskan pedangnya tanpa ampun ke punggung Choi.


Istri Chul Woong sadar suaminya sekarang jadi pembunuh berdarah dingin, dia sangat sedih. Dia mencoba menulis surat dengan keterbatasannya. Dia juga ingin bunuh diri biar suaminya bisa terbebas dari beban rencana jahat ayahnya. Tapi dengan kondisinya yang terbatas bunuh diripun dia tak sanggup.


Un Nyun ingin mengatakan status masa lalunya pada suaminya. Tapi dia malah gugup dan berkeringat, mulutnya sulit mengeluarkan kata-kata. Tae Ha melihat Un Nyun gugup dia tidak penasaran. Dia meminta istrinya untuk bicara lain kali.


“Saya selalu melarikan diri waktu saya menikah juga sebelumnya….”, kata Un Nyun gugup sambil menangis, dia tak sanggup berkata dulu dia adalah budak.


“Hidup tidak bisa dihadapi dengan melarikan diri, tapi harus berjuang terhadapnya”, kata Tae Ha


“Kamu belum tahu bahwa saya sebelumnya..”


“Kamu juga tidak tau masa lalu saya, kita juga belum tahu masa depan kita. Masa depan lebih pentin dari pada masa lalu”, ujar Tae Ha


Dae Gil bergegas pergi ke hutan. Dia mencari-cari dan memanggil-manggil Jendral Choi dan Wang Son, tapi tidak ada jawaban dari mereka. Dae Gil akhirnya menemukan busur wang son dan patahan ombak Choi. Dia makin panik. Chul Woong memperhatikan gerak-gerik Lee Dae Gil dari balik batu besar. Dia sudah bersiap-siap dengan pedangnya. Dae Gil putus asa, namun sayangnya dia mencurigai Song Tae Ha.


“Song Tae Ha, keluarlah kamu!”, teriak Lee Dae Gil marah.


Hwang chul woong yang tadinya akan keluar langsung bersembunyi lagi. Dia tersenyum dan langsung mendapatkan ide bagus. Dia menyarungkan pedangnya dan pergi diam-diam.


Pagi hari Song Tae Ha, anak buah dan bangsawan kelompoknya sudah bersiap. Mereka akan pergi menjalankan misinya untuk menggaet dukungan dari para bangsawan. Setiap anak buah Song Tae Ha akan pergi mengawal seorang bangsawan. Un Nyun sudah menyiapkan bekal makanan untuk anak buah suaminya. Mereka pergi satu per satu. Song Tae Ha melepas kepergian anak buahnya.

__ADS_1


Pagi-pagi Dae Gil tiba di penginapan dalam keadaan lelah lahir dan batin. Dia telah mencari Choi dan Wang Son di hutan semalaman, tapi dia tidak menemukan mereka. Dae gil frustasi dan sedih. Seol Hwa belum juga pergi.


__ADS_2