
"Apalah arti semua ini. Tuan Muda Reno, kalau diri ku terkekang atas sebuah wasiat dari pemilik perusahaan terbesar itu.." Keluh Nabil, dengan sorot mata tajam, menunjukkan ketidaksukaan nya terhadap lelaki yang duduk di hadapannya itu.
Bu Dewi. Dan Amelia menyadari obrolan yang di tunjukkan oleh Reno kepada Nabil ada sebuah rencana yang tidak bisa di tebak oleh mereka.
"Tuan Reno. Mohon maaf menyela obrolan kalian berdua. Bagaimana dengan tawaran proyek yang di berikan oleh perusahaan kami, apakah mencukupi lingkup dan menyetujui kerjasama antar perusahaan..?" Tanya Dewi selaku Direktur pimpinan perusahaan Anugrah Awan Sentosa.
"Aduh.. Hampir saja saya lupa, maksud tujuan kita makan malam ini. Karena ini aku terkesima karna rasa rendah hati dan cantik nya Nona Muda Nabil Nur Fadillah.." Kata Reno, dengan ucapan seadanya. Hal itu membuat Nabil memaksakan senyuman nya, walau dalam hati nya jelas Ia risih dengan ucapan ucapan yang di lontarkan oleh CEO Buana Group itu.
"Baiklah Bu, Dewi untuk jalinan kerjasama yang di minta oleh perusahaan Anugrah Awan Sentosa, sepenuhnya saya sudah melihat dan menyelidiki, Namun saya akan memberikan jawaban paling lambat seminggu dan paling cepat tiga hari, karna ini menyangkut kepentingan bersama team perusahaan.." Terang Reno, padahal bisa saja dirinya langsung menyetujui kerjasama itu, tapi di hati nya punya cara licik yang akan di lakukan untuk bisa bertekuk lutut nya Nabil Nur Fadillah.
"Ohk begitu Tuan Reno.. Baiklah aku menunggu jawaban dari anda dan team Buana Group. Semoga apa yang kami harapkan sesuai dengan jawaban dari anda.." Bu Dewi menyodorkan sebuah maf berwarna coklat, yang di dalamnya terdapat pengeluaran keuangan perusahaan Anugrah Awan Sentosa untuk di tinjau dan di ACC oleh pemuda itu.
Direktur PT Anugrah Awan Sentosa itu berharap, Buana Group mampu membantu permasalahan finansial yang ada di perusahaan milik Muhammad Awan Pratama, yang kekurangan dana akibat banyaknya proyek proyek yang belum di kerjakan.
Walaupun ada perusahaan Future Company Group milik Tedi Ferdiansyah, yang selalu ada di garis depan membantu setiap kesulitan perusahaan milik Muhammad Awan Pratama, namun karna banyaknya proyek yang terkendala hingga perusahaan Future Company Group pun angkat tangan, dengan di tambah lagi PT Tang Tang Group yang memutuskan jalinan kerjasama sepihak.
"Anda tidak usah khawatir Nyonya Dewi, saya akan memberikan jawaban yang membuat anda puas.." Seringai licik terlihat jelas di wajah Reno dan Asisten nya.
"Baik... Terima Kasih banyak Tuan Reno.." Ucap Dewi seraya tersenyum.
Obrolan malam itu akhirnya selesai juga. Hampir satu jam lebih Bu Dewi dan Reno membahas mengenai dua perusahaan bila terjalin kerjasama. Namun bagi Nabil Nur Fadillah, setiap perkataan yang keluar dari Reno maupun Asisten nya itu, terlihat cara licik yang sedang di rencanakan, apakah itu menyangkut dirinya atau perusahaan Anugrah Awan Sentosa.
"Bu Dewi... Apakah tidak menginap saja bersama Nona Nabil dan Nona Amel di hotel, dan melanjutkan perjalanan menuju kota Cianjur esok pagi saja.." Basa basi Reno dalam langkah kaki menuju parkiran restoran itu.
"Terima Kasih atas niat baik dari Tuan Reno.. Namun ini belum terlalu malam, dan suami serta anak saya yang pertama menyuruh nya untuk pulang, karena di pagi hari harus segera menyiapkan segala sesuatu keinginan dari Nabil Nur Fadillah.." Kata Bu Dewi menolak halus.
__ADS_1
"Oh... Tadi nya saya bersama Asisten menghawatirkan perjalanan Nyonya Dewi bersama anaknya tanpa ada pengawalan khusus." Reno membukakan pintu mobil Brio RS dan mempersilahkan masuk Direktur perusahaan Anugrah Awan Sentosa itu kedalam mobilnya.
"Niat baik anda, saya berterima kasih Tuan Reno.. Kalau begitu saya undur diri dan selamat malam.." Kata Bu Dewi tersenyum, lalu menghidupkan mobil nya.
"Sama sama Nyonya Dewi. silahkan dan hati hati di jalan." Jawab Reno dan membalas dengan senyuman manis.
Tak terlalu mewah ukuran mobil dari Direktur perusahaan Anugrah Awan Sentosa, dan tampak terlihat sederhana, bagi Bu Dewi bukan tak mampu membeli mobil di atas harga satu milyar keatas, namun bagi nya mobil Brio yang di berikan oleh Muhammad Awan Pratama, adalah kenangan hidup nya dari nol sampai bisa menjadi Direktur utama di perusahaan yang sudah bergerak empat tahun itu.
"Bener bener perusahaan yang memprihatinkan.." Ucap Rio Asisten CEO Buana Group itu.
"Yaa... Terlihat dari mobil yang di bawa juga, hanya mobil murah.." Kata Reno merendahkan perusahaan milik Awan.
"Jadi kita harus bagaimana Tuan.. Agar mereka bisa berhutang kepada kita, dan kita bisa memanfaatkan nya, untuk mendapatkan Nabil Nur Fadillah..?" Tanya Rio, kini wajah nya menoleh kearah Reno yang masih menatap pergi mobil Brio RS itu.
"Hehehehe... Dengan senang hati..." Ucap Rio, lalu mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang yang sudah siap dengan apa yang di rencanakan.
Telepon pun tersambung. Kata Halo terdengar dari sebrang sana.
"Brian... Rencana mulai di jalankan.. Aku tak mau tahu kau harus masuk dalam lingkup keseharian Nona Muda Nabil dan Nona Amel.." Rio memberikan perintah kepada seorang lelaki yang di panggil dengan sebutan Brian.
"Siap.. Tuan Rio, esok juga akan langsung bergerak dan anda bersama Tuan Muda Reno tinggal menunggu kabar baik dari saya untuk menjalankan aksi nya." Kata seseorang dari sambungan telepon.
"Siap aku tunggu.." Rio pun lalu mematikan telepon nya.
"Sudah..?"
__ADS_1
Reno bertanya kepada Asisten nya.!
"Yaa......" Kita tunggu hasil nya." Jawab Rio.
"Ok.." Ayo kita pergi ke club kita minum.." Ajak Reno.
"Yoi.. Apakah Nani, mau kita ajak, untuk menemani malam ini.?" Tanya Rio.
"Tak usah, dia terlalu kampungan kalau di ajak ke club. Banyak cewek yang mulus dan putih di sana.." Kata Reno, lalu melangkah menuju mobil mewah milik nya.
"Asiiiiap. Tapi aku ingin dua wanita yang menemani ku." Kata Rio seraya berjalan dari arah belakang mengikuti majikannya.
"Jangan kan dua, sepuluh juga silahkan, asal kau kuat bermain nya.." Jawab Reno lalu membuka pintu mobilnya.
"Aishhh...... Tuan Muda, hahahahahaha, ada kapsul URAT MADU. Penambah daya serang tongkat warisan milik leluhur ku.." Tawa Rio menggema, setelah masuk ke dalam mobil.
"Sialan loe, pantas kalau urusan wanita di ranjang kau hampir lima jam gak keluar keluar, ternyata minum obat kuat.. Boleh saya minta satu hahahaha.." Kata Reno.
"Hahahaha.......! Hahahaha.....!
Reno tertawa terbahak bahak. Ia langsung mengambil tas kecil nya dan langsung menyerahkan bungkusan plastik dengan tulisan Urat Madu.
"Tuan, lebih bagus pake kuning nya telor ayam kampung dan di minum nya satu jam sebelum permainan itu di mulai.." Kata Rio.
Bersambung.
__ADS_1