
Mentari sore mulai redup di iringi berputar nya waktu, senja pun tampak mulai berdatangan di atas langit di sekitar waduk Jangari..
Adzan berkumandang yang akan tiba hanya beberapa menit saja, tak menghentikan aktivitas para pengawal setia Tuan Muda Fatir yang sedang asyik-asyiknya dengan kesenangan di tempat hiburan yang ada di tengah waduk Jangari.
Dalam bangunan yang berukuran 8x8 meter persegi, sepuluh wanita bayaran yang di bawa oleh pengemudi Bargas untuk menemani para pengawal pribadi Tuan Muda Fatir asyik berjoged ria dengan irama musik dangdut.
Sang Pewaris perusahaan DUO Holding Company Group juga kepalanya geleng geleng kepala mengikuti irama dan tarian erotis dari sang wanita bayaran yang di samping tempat duduknya Lara ikut menemani nya.
"Apakah Tuan Muda hanya segini kemampuan minum nya..?" Tanya Siti Lara dengan perkataan yang menggoda.
"Sayang ku... Bidadari ku... Kau meremehkan ku... Kamu mau lihat aku ahli dalam meminum.." Puji Fatir.
"Ahk...... Masa sih.......!!
"Yaa.... Kau mau lihat aku jago dalam minum..?" Tanya Fatir... Lara pun langsung mengangguk.
"Baik...... Tapi kamu harus beri aku ciuman dulu ya.." Ucap Fatir..
Lara pun langsung tersenyum dan mencium Fatir dengan perasaan jijik.. Tapi exfresi nya Ia buang untuk memuluskan rencana penyelamatan majikannya itu.
"Cup................!!
"Muach.........................!
"Pelayan bawakan minuman keras yang paling mahal di negara ini.." Teriak Fatir....
"Siap Tuan Muda.!!
Salah satu dari pelayan yang ada di tempat kasir itu langsung menjawab dan beranjak menuju ruangan lain untuk membawa beberapa botol minuman yang sebelumnya sudah di persiapkan.
Tak lama kemudian minuman alkohol berupa merek pun telah terpampang di meja hadapan Fatir dan Siti Lara.
"Ayo sayang minum, malam ini aku akan menemanimu dan melayani mu sampai puas..." Kata Siti Lara berbisik kepada telinga Fatir.
__ADS_1
Fatir pun langsung tersenyum sumbing dan bersemangat, Lalu reflek Ia pun ******* bibir Lara dengan sangat ganas, tak ada daya dan upaya Siti Lara hanya bisa pasrah dan membalas ciuman dari Fatir.
Setelah puas dengan permainan lidahnya... Siti Lara pun menyudahi dan langsung membuka tutup botol minuman keras jenis Vodka itu dan langsung di berikan kepada Fatir yang sedang menatap kedua Gunung Kembar milik sang janda anak satu itu.
"Ayo dong sayang setelah kamu menghabiskan semua minuman ini kita langsung ke kamar dan bermain sampai pagi.." Goda Siti Lara.
Fatir hanya menelan ludah dan langsung meneguk minuman keras itu penuh semangat empat lima.
################
Sementara di tempat lain, tiga orang yang baru keluar dari Masjid di sekitar pangkalan dermaga Jangari, yang tak lain Asep Sunandar dan Iyus Saputra serta Akang Syarif berjalan kearah mobil mobil yang berjejer rapi di area masjid itu.
Sesampainya di depan mobil Honda Brio RS, Asep langsung memberitahukan semua nya kepada sang pengemudi itu.
"Nyonya Besar................" Ucap Asep Sunandar membungkuk hormat di ikuti oleh Iyus dan Akang Satu.
Dengan mimik wajah yang pias dan mata merah akibat terlalu banyak menahan air mata yang keluar, wanita beranak dua itu pun langsung memeluk Asep dengan Isak tangis yang di tahan.
"Menjawab anda Nyonya Besar.!
Kondisi Tuan Muda bener bener kritis saat di bawa oleh Teh Siti Lara... Ketika kita bertiga sudah berhasil melumpuhkan ke tujuh penjaga yang menawan Tuan Muda Awan.. Kita pun langsung bergerak cepat untuk menyusul Teh Siti Lara, namun naas bagi kami Teh Siti Lara sudah berhasil di bawa oleh lelaki asing yang kemungkinan terbesar dalang di balik penyerangan kepada Tuan Muda Awan.." Terang Asep Sunandar.
Bu Dewi hanya bisa menutup mulut nya dan air matanya jatuh begitu saja menerima keterangan dari Asep Sunandar, begitu juga dengan yang lainnya yang ada dalam barisan perusahaan Anugrah Awan Sentosa..
"Jadi sekarang dimana majikan mu dan Siti Lara..?" Tanya Dewi tersirat di wajah nya penuh kecemasan.
"Menurut informasi yang hamba dapat posisi Teh Siti Lara sedang mengulur waktu kedatangan kita kita yang berada di tengah tengah waduk Jangari ini... Ia menyerahkan semua kehormatan yang di miliki untuk kehidupan Tuan Muda Awan dan kemungkinan Tuan Muda sendiri berada di tengah tengah waduk ini.." Kata Asep Sunandar.
"Terima Kasih Asep atas informasinya... Sekarang sudah saat nya kita membebaskan Tuan Muda dan Siti Lara.." Kata Dewi.
"Itu sudah menjadi tugas kita semua Nyonya Besar..." Ucap nya Asep..
"Nyonya Besar... Saya bersama Iyus dan Kang Syarif akan bergerak terlebih dahulu, sisa nya menyusul sambil menunggu kedatangan para Murid Mama Sepuh lainnya serta anggota Singa Putih.." Sambung Asep.
__ADS_1
"Bu Dewi terdiam sesaat, lalu mulai berkata.." Apakah tidak akan membahayakan kalian bertiga.?"
"Itu sudah menjadi resiko bagi kita Nyonya Besar.. Hal utama kita bagaimana cara nya Tuan Muda Awan selamat dan pengorbanan dari Siti Lara yang sedang mengalihkan perhatian nya tidak sia sia..." Terang Asep dan anggukan Iyus serta Syarif.
"Hmmmmmmmm... Baiklah bila itu sudah di tetapkan Ibu tak bisa membantahnya..." Ucap Bu Dewi bingung dengan saran yang di berikan oleh Asep Sunandar.
"Terima Kasih Nyonya Besar.. Untuk urusan di sini dan para pengawal orang asing itu, menjadi bagian dari Nyonya Besar dan para pengawal lainnya.." Ujar Asep Sunandar..
"Iya Asep... Kamu dan kalian berdua pokuslah pada penyelamatan Tuan Muda Awan dan Siti Lara.." Jawab Dewi.
"Siap.!! Mereka bertiga menjawab serentak.!
Singkat cerita Asep Sunandar dan Iyus Saputra serta Akang Satu sudah berada di tengah tengah waduk Jangari menggunakan Bargas yang berlayar dari jalan lain.
Tampak malam itu mereka melihat para anak buah Fatir masih terlena dalam balutan musik dan tarian erotis yang di peragakan oleh wanita wanita bayaran yang di bawa dan khusus menemani nya.
Sementara di bangunan lain pun yang tak jauh dari tempat hiburan tersebut ada sekitar lima orang yang sedang berjaga, kemungkinan terbesar di dalamnya Muhammad Awan Pratama sedang di sekap.
"Iyus..... Kang Syarif... Mungkin di kolam itu Tuan Muda Awan di sekap.." Terka Asep Sunandar dalam pandangan nya.
"Bisa jadi, tapi aku tidak melihat Teh Siti Lara dan orang asing yang di panggil Tuan Muda Fatir itu.." Kata Iyus..
"Aku curiga Teh Siti Lara sudah beraksi di tempat tidur.." Terka Asep Sunandar...
"Kalau memang kenyataan nya... Jangan di lama kan lagi kita langsung bergerak..." Ajak Syarif..
"Yaa..... Tapi apakah secara brutal atau diam diam menyelinap..?" Tandas Asep kepada mereka berdua.
"Kita secara brutal lah.. Gak mungkin diam diam merayap, ini posisi nya lautan bukan daratan... Sekali hajar langsung usahakan masuk kedalam air.." Iyus berkata memberi masukan.
"Baik........ Ayo kita bergerak..! Kata Asep dan Syarif bersamaan..
Bersambung.
__ADS_1