Pemuda Tak Bernama

Pemuda Tak Bernama
Janji Lara kepada Nabil


__ADS_3

"Teh........... Tolong bawa Tuan Muda keluar dari sini.." Teriak Syarif yang sudah puas memukul habis lelaki yang menjadi target utamanya..


"Iya Teh Siti.. Cepat bawa Tuan Muda ke rumah sakit, untuk urusan di sini biar menjadi tanggung jawab kami bertiga..'' Ucap Iyus Saputra dengan sesekali berkelit menghindari pukulan dari lawannya.


Anggukan yang di berikan oleh Siti Lara... Membuat mereka bertiga pokus pada perkelahian nya itu.. Siti Lara pun lalu memapah Muhammad Awan Pratama keluar dari bangunan itu dengan balutan air mata yang keluar dari mata Indah nya..


"Tuan Muda.... Mohon bertahan lah.... Teteh berjanji kepada Nabil akan menjaga mu dengan nyawa sebagai taruhannya...," Lirih Siti Lara dengan tangis yang terisak-isak.


Sial bagi diri Siti Lara, setelah keluar dari bangunan itu dan berjalan jauh menyusuri bukit bukit tiba lah mereka berdua di jalan utama penghubung antara Purwakarta dan Cianjur, tampak mobil mobil mewah berjejer rapi di area jalan itu.


Fatir dan orang orang nya yang mengetahui buronan nya itu melarikan diri dari cctv yang di pasang di bangunan yang mirip kandang ayam itu, langsung mencegah di jalan pintas.


"Hahahaha............. Hahahahaha......... Hahahahaha.." Tawa lepas Fatir dan para pengawal nya ketika buruan nya bersama dengan seorang wanita cantik tercegat sesuai rencana nya.


"Siapa kau.........?" Tanya Siti Lara tak merasa takut sedikitpun.


"Siapa............... Ow....... Aku siapa..." Kata Fatir mencoba untuk mengajaknya bercanda..


"Hai...... Nona cantik... Sebaiknya kau tinggal kan pemuda yang kemungkinan besar beberapa jam lagi nyawa nya akan menghilang di muka bumi ini, dan kau ikut bersama ku.." Kata Fatir memberi saran.


"Cuih....... Aku tanya sekali lagi... Siapa kau hah..." Bentak Siti Lara....


"Ow.... Ow.... Ow..... Kenapa Nona cantik sangat galak sekali hahahahaha.." Tawa Fatir lalu berjalan selangkah demi selangkah dan kini posisi nya berhadapan dengan Siti Lara yang masih memapah majikan nya.


"Wuzzzzzzzzzzz.................!!


"Bugh..........................!


Sapuan tangan Fatir seketika melayang tepat kearah perut Muhammad Awan Pratama...!


"Bajingan....................!

__ADS_1


"Setan alas......................!


Amarah Siti Lara seketika meledak sesaat majikannya di pukul oleh Fatir dan langsung terlepas ambruk ke jalan aspal.


"Hiattt.....................!!


Siti Lara mencoba menyerang seorang diri kepada Fatir, tapi Fatir mencoba untuk mempermainkan nya dengan berkelit menghindari setiap serangan serangan yang di lancarkan oleh lara serta di ajak nya bercanda dengan kata kata yang menggoda.


"Tangan mulus mu itu tak baik untuk memukul orang, sebaik di gunakan untuk mengurut pusaka ku ini hai Nona cantik.." Ucap Fatir dengan seringai licik di bibirnya.


"Biadab..................


"Bangsat....................


"Dasar manusia cabul... Manusia mesum.." Teriak Lara... Masih dalam kondisi menyerang kepada Fatir.


Para pengawal nya hanya bisa menonton dan saling tertawa melihat adegan yang di peragakan oleh bos nya yang ahli dalam bela diri mempermainkan wanita yang menolong Muhammad Awan Pratama.


Pengawal yang di beri isyarat pun mengangguk dan langsung berteriak, setelah Muhammad Awan Pratama dalam genggaman nya.


"Berhenti..................................." Teriak lelaki yang di beri kode oleh Fatir sang majikannya.


Lara seketika, berhenti dan langsung menatap kearah suara itu.. Tampak Awan sedang di berdiri kan dan pisau menempel di leher nya.


Lemas tak berdaya apa yang harus aku lakukan untuk menyelamatkan majikannya itu, tiba tiba satu suara berbisik ke telinga Siti Lara.


"Gunakan lah ilmu yang kau dapatkan dari tapa Geni waktu di Gunung Rahong anakku.." Bisik suara tak berwujud itu.


Seketika Lara pun mulai mempraktekkan ilmu tersebut dengan berakting yang akan membuat Tuan Muda Fatir menurutinya.


"Hiks........ Hiks....... Aku mohon lepaskan majikan ku ini jangan kalian habisi.." Lirih Lara bersujud kepada Fatir seraya Isak tangis membuncah.

__ADS_1


"Hahahahaha..... Aku bisa saja tak membunuh majikan mu yang kata nya hebat seperti dewa dengan satu syarat.." Kata Fatir Ia lalu menarik Lara agar berdiri dan langsung di peluk dari belakang oleh Fatir..


"Kau harus jadi budakku melayaniku setiap aku membutuhkan nya.." Bisik Fatir kepada telinga Lara.. Hal itu membuat Lara bergidik ngeri.


Entah mempunyai ilmu pemikat atau apa, Fatir sesaat setelah melihat Siti Lara datang memapah Muhammad Awan Pratama, hati dan gairah birahi nya terpincut dan terpesona kepadanya.


Mungkin dengan ancaman ini dia akan mendapatkan tubuh Siti Lara yang begitu mengundang nafsu birahinya.. Belum juga di tempat tidur dan baru saja dalam pelukannya senjata utama Fatir yang masih terbungkus sudah menggeliat memanjang dan itu di rasakan oleh Lara menyentuh bokongnya.


"Apakah kau bener bener akan menepati ucapan mu.." Balas Lara kepada Fatir..


"Yaa...... Asalkan kau mau jadi budakku.." Jawab Fatir.


"Baiklah............... Lara langsung membalikkan badannya dan kini saling berhadapan seraya berpelukan, jurus penggoda yang di punya oleh Lara pun langsung beraksi..


"Ayo kita lakukan hari ini juga di tengah tengah waduk Jangari ini.. Kamu akan merasakan apa yang di namakan bercinta.." Ucap Lara.. Seraya lidahnya menelusuri setiap dinding leher Fatir.


Mendapatkan perlakuan yang di berikan oleh Siti Lara, Fatir bener bener mati kutu dan hanya bisa menahan birahi yang akan membuncah belum di tambah lagi tongkat panjang yang berada di dalam celananya berontak ingin segera masuk kedalam lubang kenikmatan wanita yang kini dalam pelukannya, maka dengan sigap iya langsung mengangguk menyetujui permintaan Siti Lara.


Hanya ada satu dalam pikiran Siti Lara, tak ada jalan lain lagi untuk menyelamatkan majikannya itu dari kematian nya dengan memberikan seluruh tubuhnya kepada lelaki cabul yang kuat dari segala bidang.


Setelah negosiasi selesai dan sepakat antara dua belah pihak, Fatir dan Lara beserta anak buah nya pun pergi dari jalanan yang tampak sepi itu.


Satu jam telah berlalu, rombongan mobil mewah sudah tiba di dermaga Jangari, salah satu pengawal Tuan Muda Fatir langsung turun dan menghampiri seorang pengemudi Bargas untuk membawa nya ke salah satu tempat yang ada di tengah tengah danau.


Sang pengawal pun kembali dan langsung berjalan ke arah mobil mewah milik majikan nya yaitu Tuan Muda Fatir, untuk memberitahukan bahwa tempat untuk bersenang senang sudah di kondisikan oleh pengemudi Bargas itu.


Tak di lama lama kan lagi Fatir dan Lara serta beberapa pengawal nya pun langsung berangkat, yang lainnya hanya menunggu di pangkalan dermaga saja..


Kesalahan sang pewaris perusahaan Duo Holding Company Group itu, terpikat oleh Siti Lara dan tak bisa mendalami atau membaca rencana dari Siti Lara, dengan menyerahkan tubuh nya, Siti Lara bisa menyelamatkan nyawa majikan nya itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2